Kenapa Limiter RPM Ninja RR Mono / Z250SL Standar “Cuma” 10.500 RPM ?

 

Limiter RPM Kawasaki Ninja RR Mono

 

Berbicara tentang limiter Kawasaki Ninja RR Mono / Z250SL, Mungkin pertanyaan yang sering dilontarkan adalah : Kenapa sih Limiter ECU standarnya cuma di 10.500 RPM Kang Eno ? Padahal motor 150cc standar saja banyak yang bisa lebih dari itu ?? Well, Kalau itu juga salah satu yang masih jadi tanda tanya bagi Brosist sekalian, Yuk langsung aja kita bahas bareng-bareng… Cekidots !

 

Piston Speed
Kecapatan Piston naik-turun diatas, Disebut juga “Piston Speed”

 

Inspirasi lahirnya artikel ini bermula dari E-Mail pertanyaan yang dikirimkan Kang Risky… Nah, Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Ada baiknya kalau kita membahas dulu tentang “Piston Speed”. . . Loh, Piston Speed itu apaan sih Kang Eno ?? Begini…

Piston Speed adalah kecepatan piston yang naik-turun dalam silinder… Sebelum bahas lebih lanjut, Cobalah untuk Brosist pahami lebih dulu cara kerjanya pada gambar bergerak diatas. . . Batas aman Piston Speed di banyak mesin piston-based produksi masal, Ada di angka 15 – 25 m/s (satuan : meter / detik)… Sementara di mesin sepeda motor kebanyakan (produksi masal), Maksimal berada di angka 21 – 22 m/s. . . Bagaimana kalau lebih dari itu Kang ? Resikonya ya seperti yang ditakutkan semua user sepeda motor : Mesin Jebol. . . !

 

Untuk menghitung piston speed, Ini dia rumusnya :
Piston Speed = (2 x Stroke (dalam satuan Meter) x RPM)/60

 

#Keterangan :

 

Piston Speed = Seperti penjelasan diatas. Satuannya m/s (meter / detik)

2 = Konstanta. Didapat dari pergerakan piston dalam silinder, 1 Naik + 1 Turun = 2

Stroke = Langkah Piston (dalam satuan Meter). Jika di spek motor kebanyakan via satuan mm, Maka silahkan bagi 1000 lebih dulu

RPM = Maksimum RPM yang diinginkan. Kita lebih mengenal dengan nama “Redline”

60 = Konstanta. Didapat dari ubahan menit ke detik, 1 menit = 60 detik

 

 

Hayoo ngaku, Siapa yang bolos pelajaran Fisika saat di SMA ?? Hahahaa… Tenang aja, Cara menghitungnya mudah koq, Karena saat ini sudah ada kalkulator dunia maya nya juga tuh… Jadi tinggal input angka stroke (langkah piston) & RPM yang diinginkan, Kemudian taraaaa – Angka piston speednya pun muncul. . . Kalkulator Piston Speed online-nya bisa Bro-Sist akses disini. . .

 

Piston Speed Ninja RR Mono - Z250SL
Piston Speed Kawasaki Ninja RR Mono – Z250SL

 

 

So, Kini waktunya menjawab pertanyaan kita tentang Limiter Kawasaki Ninja RR Mono / Z250SL yang “cuma” ada di 10.500 RPM… Karena langkah pistonnya adalah 61.2 mm dan RPM nya 10.500, Maka didapatlah hasil 21.42 m/s, Seperti yang bisa Brosist lihat sendiri pada gambar yang EA’s Blog sertakan diatas tadi. . .

Nah, Kalau Bro-Sist bandingkan angka ini dengan pembahasan angka maksimal Piston Speed sepeda motor yang hanya ada di kisaran 21 m/s, Itu artinya Mesin 250cc Single-Cylinder ini sudah dibuat cukup maksimal tuh Brosist… Karena itulah, ECU memerintahkan mesin untuk berhenti “menjerit” di angka 10.500 RPM ! Jadi bukan karena overborenya, Tapi ini tentang stroke nya tuh Brosist. . .

 

Piston Speed Satria FU Injeksi
Piston Speed Satria FU Injeksi

 

Sekarang bandingkan dengan motor 150cc, All New CBR150R K45G misalnya… Stroke nya berada di angka 57.8 mm dengan Redline RPM Maksimum di 10.500 RPM, Maka didapatlah angka 20.23, alias belum maksimal-maksimal banget tuh Brosist. . . Untuk mencapai angka Piston Speed yang sama seperti RR Mono / ZSL, CBR Terbaru harus mencapai 11.250 RPM. . .

Nah, Beda lagi ceritanya kalau kita bahas motor 150cc Overbore, All New Satria F150 Injeksi contohnya… Dengan stroke yang hanya 48.8 mm, Maka sangat wajar kalau Redline nya bisa tembus di 13.000 RPM, Karena Piston Speednya hanya tercatat di angka 21.14 m/s – Bahkan masih lebih kecil dibanding Ninja RR Mono lho ! Dan begitu juga dengan motor stroke pendek lainnya, Kalau lihat Honda CBR250RR Inline-4 pasti bakal lebih bergidik lagi deh tuh… Karena strokenya hanya 33.8 mm, Redlinenya bisa tembus sampai 19.500 RPM lho – Alias setara jeritan mesin mobil-mobil F1 yang maha dashyat !

 

 

Piston Speed Rata-Rata MotoGP (Max 81mm Bore)
Piston Speed Rata-Rata MotoGP (Max 81mm Bore)… Note : Hanya prakiraan, Bisa lebih ataupun kurang

 

Satu hal yang perlu diingat, Angka 21 m/s tadi hanya patokan standar saja yaa Brosist… Angka tersebut bisa jadi lebih besar apabila banyak faktor yang mendukung – Nggak cuma bergantung sama stroke (langkah piston) saja tuh. . . Apabila material mesin (piston, conrods, bearing, dll) yang digunakan mendukung, Maka piston speednya bisa saja melejit ke angka 24 – 30 m/s atau bahkan lebih besar… Seperti di mesin motor-motor balap atau MotoGP misalnya. . .

 

 

 

Well. . . Mesin Kawasaki Ninja RR Mono / Z250SL memang terasa spesial buat EA’s Blog… Bukan bermaksud lebay karena saya pelihara ZED, Tapi memang faktanya demikian. . . Powernya begitu meledak-ledak seakan ingin mencopot ban depannya yang ogah nempel di aspal saat akselerasi… Dan satu lagi, Powernya terus naik hingga peak power di 10.000 RPM sebelum tercekik limiter di 10.500 RPM… FYI : Beda Power maksimum & Brebet khas limiter di RR Mono / Z250SL itu cuma sepersekian detik doang lho Brosist. . .

Saat nafsu gaspoll sampai di ubun-ubun (waktu gemes lihat alay misalnya), Percayalah… Jauh lebih mudah brebet kena limiter dibanding upshift dengan benar – Lebih mudah terlihat seperti newbie dibanding biker pro. . . Sangat “berkarakter”, Apabila kata “spesial” dinilai ketinggian untuk mendeskripsikan mesin Single-Cyl 250cc nya. . .

 

So, Semoga Kang Risky dan Brosist sekalian yang masih bertanya-tanya soal Limiter RPM bisa tercerahkan ya… Apabila terdapat kesalahan dan mau dikoreksi, Silahkan ditulis via kolom komentar. . . See yah!

 

RRMono Engine

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist. . .

 

 

Injeksi vs Karburator

Kapan Waktunya “Selingkuh” ke Motor Injeksi ?

 

All New Suzuki Satria F150 Injeksi - Panas Mesin

Trik Suzuki Memanage Panas Mesin All New Satria F150 Injeksi !

 

Yamaha Vixion Turbocharger

Turbocharger, Penyelamat Otomotif Roda 2 ?

 

Prinsip Kerja U-Engine (RG500)

The Oldiengine : Mesin U-Engine (Feat V-Engine) !

 

ZXR250 Ram Air

Kawasaki RAM Air System (K-RAS), Doping Power yang Hasilnya Maksi !!

 

Gasoline Direct Injection Motorcycle

Gasoline Direct Injection (GDI), Metode Meningkatkan Power & Efisiensi !

 

5 Valve Genesis

Yamaha Genesis, Teknologi 5 Valve per Silinder ….

 

EXUP 2

Teknologi Yamaha EXUP System, Saat Powervalve Bukan Hanya Milik 2-Tak…

 

Mesin 2-Tak Honda Main

Mesin 2-Tak Ramah Lingkungan ala Honda, Mungkin Nggak Sih ?

 

Honda CBX125F RFVC 3

Honda Radial Four Valve Chamber (RFVC), Dulu Disayang Sekarang Dibuang…

 

Mesin 2

Wow, Ternyata Seperti ini Keadaan Jeroan Mesin Motor Saat Bekerja !

Iklan

45 comments

  1. owalah gitu toh kang,ternyata karena strokenya puanjang bener , pantes aja ktm superduke 1290 juga limiternya dikit amir utk ‘more than a liter bike’

  2. Gemezz liat alay hahaha..
    Seperti gemes liat alay pake matic knalpot rebeka 😂

    Tp beruntung lah bikers dikasi RPM yg rata2 diatas 10rb, klo motor dikasi RPM seperti mobil pasti bnyk biker yg ngedumel, terutama speedfreaker 😂

  3. Sering ada pertanyaan, motor ini overbore tapi koq limiternya rendah? Motor itu operstruk tapi limiternya tinggi ya?
    Semoga artikel ini bisa mencerdaskan konsumen awam

  4. Feel ridingnya serasa bawa 150cc, mesin khas z250sl berisik + radiator berisik, perpindahan gigi keras masih lembut & enakan ninja250fi 2cyl, gigi sulit di netralkan

  5. 250 satu silinder biasanya emang segituan lah… Gausah rpm tinggi udah di max efficient . rpm tinggi lagi buat balap… 13 rb ? Hayuk aja 😀 .. Tapi siap siapin mesin pengganti . kalo jebol tinggal swap

  6. Hihi… Iseng aja ah kang, jagur cuma panggilan ke motor butut saya…
    Ikutan mampir ya kang di warung.
    Maaf .. Saya suka bercanda

  7. Yaa yang jelas soalnya ni motor strokenya panjang jadi gabisa teriak tinggi tinggi

    Tapi ngapain teriak tinggi tinggu yg ngabisin bensin, wong buka titik jos kok 😁😁

  8. motor massal di kelas entry level malahan cuma disekitaran 16-18m/s loh.. takut jebol mesinnya 😀
    bahkan njmx ane pun cuma di 18,1m/s.. saya kecewa.. 😦

  9. Sik2,suara mesin cbr 250 4silinder setara suara f1,suara f1 aja sekarang kalah jauh sama mobil supercar,bisa2 suara mobil f1 masa depan kayak fortuner vnturbo..

  10. ini mono/z250sl karakternya ga jelas kayak old cb150r overbore tapi dipaksa tarikan bawah
    ane awalnya mau naik kelas ke 250 dari cbr150 cbu rencananya ambil yg murah aja kayak mono
    ehh pas nyobain punya temen waktu touring bareng ga asik bgt ni motor lagi enak2 nya geber kena limit
    jadi penikmat putaran atas kayak ane batal dah ambil mono nya sambil ngumpulin celengan buat 2 cyl aja dah

  11. Kemarin disalip kecepatan rr mono dikecepatan 95kpj perasaan tuu suara rr mono nyaring bgt ya?? Getaran yg ditimbulkan klo menjelang limit enak kahh mang eno??? Ada sensasi2 nya kah??

  12. Mang enob berlebihn bahas motor gak kualitas gini, sudah terlanjur beli z250sl si mang Eno jadi selalu dibahas keunggulannya, aslinya ni z250sl ini motor kurang laku karena 250cc 1 cyl motor tanggung kurang diminati di Indonesia, harga nambah dikit dapet MT25

      • iya sih getarannya kerasa bgt apalagi kalo dibawa pelan ,tapi karena ane mantan rider pulsar 135 jadi dah biasa kali ya ama getaran haha
        tapi saya termasuk orang yang jarang jarang , soalnya kaga nyari motor yg moge look tp mocil look hehe

    • btw kurang setuju sama statement ente yg “kurang berkualitas” soalnya walaupun lahir di cibitung,ini motor dah impor sampe europe ama USA 🙂

  13. bantu jawab kang.

    ane mahasiswa teknik mesin. ane belajar mengenai gaya tarik dan material suatu benda. Mengapa motor z250sl hanya ada di redline 10500 rpm ? Hal ini karena (betul yang dijelaskan kang eno) bahwa jika lebih tinggi material dan kemampuan daya tarik dari piston + conrod tersebut tidak mampu menahan putaran mesin yang mengakibatkan jebolnya mesin. Lalu kenapa satria fu bisa lebih tinggi sedangkan cc nya lebih kecil ?

    Nah dari penjelasan dosen saya, terkuaklah semakin kecil ukuran piston suatu mesin, maka semakin tinggi batas redlinenya. Monggo bandingkan 250cc z250sl dengan z250 2 silinder. Berbeda kan rpm nya ? Bandingkan lagi dengan mesin 150 cc atau 125 cc (dengan catatan motor 125 cc ini sangat bertenaga mesinnya). Makanya dalam artikel2 kang eno tentang motor balap Honda jaman dahulu yang jumlah silindernya banyak namun ber kapasitas kecil, pasti sanggup berkitir hingga rpm yang sangat tinggi.

    Itulah alasan mengapa banyak superbike berkapasitas 1000cc 4 silinder (dengan kapasitas per silinder 250 cc) karena mampu memberikan grafik tenaga yang panjang karena redline juga tinggi. Jika dibandingkan dengan motor 1200 cc 2 silinder ( ex : Ducati Panigale, KTM RC8, dll) maka diketahui redlinenya pasti lebih rendah karena tiap silinder hanya berkapasitas 600 cc sehingga tiap silindernya hanya mampu bertahan di range redline yang lebih kecil. Namun keuntungan dari motor 1200 cc 2 silinder adalah torsi yang ganas dan grafik tenaga yang memuncak dengan cepat namun tertahan di rpm yang rendah

    Lalu apa yang terjadi jika limiter redline dicabut dan dipaksa hingga rpm lebih tinggi dari batasnya ? Jelas akan terjadinya peristiwa dimana conrod akan “melayang” dan siklus pembakaran akan berantakan dan conrod akan “lepas” dari crank. Maka dari itu biasanya tuner / speed freak selain melepas limiter juga harus merubah bagian lain seperti timing derajat pengapian, material mesin, dll. Hal ini lazim dalam dunia drag dimana untuk shifting gigi diharuskan tepat pada range rpm yang sempit sehingga jika tidak ahli / tidak tepat bisa menyebabkan “blown engine”.

    Demikian penjelasan saya kang. Mohon maaf kalo ada salah

Silahkan Berikan Komentar Brosist yaa ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s