Honda Radial Four Valve Chamber (RFVC), Dulu Disayang Sekarang Dibuang…

 

Honda RFVC Main

 

Silinder Head, berperan sebagai jantung dalam setiap proses Pembakaran Motor bermesin 4-Tak… Disinilah letak dimana suplai Udara + BBM yang diinput oleh Karburator/Injeksi masuk ke dalam Ruang Pembakaran (Combustion Chamber) melalui Klep Intake, kemudian dibakar untuk menghasilkan Power, hingga sisa gas buang yang akhirnya dikeluarkan via Klep Exhaust. . . Persis seperti kerja Jantung di Tubuh Manusia kan ? Nah, Yang bakal EA’s Blog bahas kali ini masih seputar area Silinder Head tersebut nih Brosist… Yaitu tentang Honda Radial Four Valve Chamber, alias Honda RFVC yang pernah ngetop di era 80-an silam. . . Penasaran ? Yuk, Cekidots !

 

Honda RFVC 3

 

Honda Radial Four Valve Chamber (RFVC)… Makanan Apa itu Kang Eno ?? Haiyahh, Ini seputar teknis mesin koq Brosist. . . Yah, Berhubung kita sudah agak lama nggak bahas Rubrik Engine Holics, Kali ini yuk kita bahas Teknologi yang pernah tenar dipakai Honda pada era 80-90 an dulu ini. . . Yup, Kali ini kita akan membahas tentang model Silinder Head yang cukup nyentrik dan punya keunikan tersendiri, serta tentunya beda dibanding konfigurasi yang sering kita temui di Motor modern seperti sekarang ini. . .

Bagi Brosist yang sering “nongkrongin” artikel Historical Bike ala EA’s Blog, Pasti sudah pernah mendengar soal RFVC ini deh… Yup, Karena EA’s Blog pernah sedikit membahasnya di Artikel Honda CBX125F silam tuh. . . Honda Radial Four Valve adalah Teknologi Katup Radial ala Honda, Dimana jarak antar klep (valve) satu dengan yang lainnya renggang, dan sudut klepnya lebih besar tuh Brosist. . . Itulah yang membedakan Radial Valve dengan motor modern yang menggunakan konfigurasi Co-Axial Valve. . .  Nah, Biar Brosist lebih gampang menyerap pemahamannya, Langsung aja deh EA’s Blog berikan contoh gambarnya :

 

Honda CBX125F RFVC

Honda CBX125F RFVC 3

Honda XR600 Radial Four Valve Chamber (RFVC)

CBR250R Konvensional

CBR250R Konvensional 2

Honda CBR250R Konvensional

 

 

Nah seperti yang bisa Brosist lihat pada gambar diatas, Gambar pertama adalah milik Honda XR600 RFVC, dengan spek 591cc, Silinder Tunggal, SOHC 4 Radial Valve (RFVC)… Terlihat dari gambar diatas, Jarak antar klepnya begitu renggang. . . Bahkan bagi orang awam, Konfigurasi silinder head diatas malah bisa dikira motor 2 Silinder Inline SOHC 2-Valve lho ! Padahal aslinya cuma silinder jomblo aja tuh Brosist. . . Nah, yang gambar kedua adalah potongan Head milik Honda CBR250R tuh, Bisa terlihat dengan jelas kan perbedaan keduanya… Dimana Silinder head CBR menggunakan klep konvensional (C0-Axial), yang jaraknya rapat-rapat. . .

 

 

Lantas, Efek penggunaan RFVC bagi mesin secara keseluruhan Kang Eno ?

 

 

Honda RFVC 4

 

Yang pertama, Pastinya area kubah (dome) head silinder nantinya bakal berbentuk kubah hemispherical (Bentuknya persis kubah masjid) tuh Brosistt… Apa kegunaannya ? nanti ya kita bahas. . . Kedua, Lantaran jarak antar klep yang begitu renggang, Ini memungkinkan mesin RFVC bisa memakai Klep serta Piston yang berukuran besar… Sebagai catatan, Klep Honda CBX125F menggunakan 30-28 untuk in-ex nya tuh ! Ini tentu jauh lebih besar dibanding Sonic 125 yang hanya berbekal klep 28-24, dengan ukuran piston yang sama-sama 58mm ! Apalagi jumlah klepnya CBX RFVC ada 4, berbanding Sonic yang cuma punya 2 klep saja. . . Ketiga tentunya seperti alasan kedua tadi, Mesin RFVC ini memungkinkan mesin dijejali 2 penyuplai BBM (Karburator / Injektor), serta Knalpotnya bisa pakai 2 biji sekaligus dalam 1 silinder tuh. . .

 

Honda RFVC 5

Dual Carb + Dual Exhaust, Kelebihan RFVC !!

 

 

Apa manfaatnya ? Pertama, Lantaran mampu mengusung kubah hemisperical, plus ukuran klep yang gede-gede, Mesin RFVC memungkinkan untuk dibekali rasio kompresi yang jauh lebih tinggi ketimbang motor standar lainnya tuh Brosist… Contohnya juga bisa kita lihat di CBX125, yang mengusung kompresi 11 : 1. . . Selain itu, lantaran mampu mengusung ukuran klep yang begitu gede, plus multi karburator (yang berarti lebih banyak asupan udara + BBM), plus kompresi tinggi tadi, Honda melalui Brosur RFVC nya mengklaim Power yang dihasilkan mesin RFVC menjadi lebih besar. . .

Selain itu juga terbukti, Mesin Honda dengan teknologi RFVC mampu menyuplai Power yang besar, Tanpa mengorbankan Torsi secara signifikan. . . Dan yang pastinya, Punya karakter suara mesin yang unik & padat banget tuh Brosist ! Silahkan bisa dilihat di Akhir artikel tentang output suara CBX125F RFVC. . .

 

Lantas, Apa kekurangannya Honda RFVC Kang Eno ?

 

 

CBX125 Engine

Ini Mesin 125cc Silinder Tunggal RFVC loh !!

 

 

Yang pasti dan bisa dilihat dengan mata telanjang adalah Ukuran Silinder Head Motor RFVC ini begitu besar !! Sebagai contoh saja, Honda CBX yang hanya bermesin 125cc punya ukuran Silinder Head yang jauh lebih besar ketimbang CBR250R yang notabene bermesin 250cc… Bahkan setara Ninja 250 (EX-250) yang punya mesin Inline-Twin !! Ebusyed…

Selanjutnya, Memperbesar ukuran klep, Meningkatkan Kompresi, dan Menambah jumlah penyuplai BBM tidak semata-mata menghasilkan Power yang jauh lebih besar… Motor Honda yang menggunakan teknologi ini memang punya karakter power yang linear, dan ngisi di setiap rentang RPM… Tapi powernya tak jauh berbeda dengan Motor konvensional kebanyakan, Apalagi konsumsi BBM yang luar biasa boros nya tuh Brosist (Ya iyalah, 2 Karbu gitu loh !). . . Meskipun sudah diakali Honda dengan memasang Katup (Valve) di aliran Karburator nya, Agar mampu mengalirkan campuran udara + bbm sesuai kebutuhan mesin… Tapi tetap saja tak mampu mengembalikan kejayaan Teknologi yang pernah bersinar di era 80-an ini. . . Hingga akhirnya, Secara perlahan teknologi ini pun ditinggalkan oleh Honda sendiri. . .

 

F3

 

Radial Valve ini tak hanya pernah dipakai di Honda semata… Tapi juga pernah dipakai di Mesin Ferrari, Norton, MotoGuzzi, BMW, hingga MV Agusta, dan tentunya dengan ciri khas yang masing-masing berbeda. . . Bahkan, MV Agusta masih menggunakan teknologi ini di motor andalannya seperti MV Agusta F3 & F4 loh Brosist… Nah, Itu alasannya mengapa suara motor bermesin 3 & 4 Silinder Radial-Valve tersebut padat, bergemuruh, dan bikin nagih banget deh ahh. . . Emang kang eno pernah nyoba ? Nggak koq, Cuma dengerin suara knalpotnya doang terus saya analisa, Aku mah apa atuh euy. . .

Oiya, Beberapa motor Honda yang pernah menggunakan Teknologi RFVC ini antara lain, Honda CBX125F, CBX250-Dream, XR200, XR350, XR600, hingga Honda RVF750R yang berteknologi Balap tuh. . . Nah, Udahan dulu yaa… Otak Kang Eno udah mumet banget ini ngebahas yang beginian, Maklum lah saya mah bukan Ahli mesin ngetop euy… Ilmunya masih standar-standar aja… Oleh karena itu, kalau ada yang mau menambahkan tentu saja dipersilahkan dengan senang hati. . . Oke deh, Semoga bermanfaat menambah khazanah Brosist di Dunia Roda 2 ya !!

 

 

Baca Juga Artikel Engine Holics lainnya ya Brosist. . .

 

 

Mesin 2

Wow, Ternyata Seperti ini Keadaan Jeroan Mesin Motor Saat Bekerja !

 

Final Drive

Apaan Sih, Plus Minus Final Drive (Penggerak Akhir) Sepeda Motor ?

 

Daytona Anima 150

Mesin 150cc Ala Bebek ini Mampu Menyemburkan Tenaga 20,7 HP !! Edaaann !!

 

Titanium Conrods 2

Titanium Fracture-Split Connecting Rods ?

 

Timing Camshaft

Yuk Kenali Ragam Penggerak Noken As (Camshaft)…. Timing Belt, Timing Chain & Timing Gear !

 

 

5 Valve Genesis

Yamaha Genesis, Teknologi 5 Valve per Silinder ….

 

 

EXUP 2

Teknologi Yamaha EXUP System, Saat Powervalve Bukan Hanya Milik 2-Tak….

 

 

 

CB750 1978

Ini Dia Pernak – Pernik Mesin Inline-Four dari Masa ke Masa !

Iklan

41 comments

  1. kang eno,,,,
    gw penggemar lama blog blog otomtif, tmc/iwb/indobiker/dan lain2
    tentu saja eas,blog,,,
    ehm good to kang eno ,,
    salah satu nilai plus blog ente adalah history dan wawasan otomotif,,
    buanyak ilmu ane dapet,,,
    tetep smangat,,,,
    blog keren otomotif itu bukan bnyaknya pnnton, atau komen,,,,
    tp sberapa kerenya dan manfa,at nya konten,, , ,
    gaya bhasa dan penyajian, like atau komen, , ,penyempurna aja,,,,,
    josh brow!!!!

  2. Boros, sparepart langka, cc kecil, power sgtu2 aja, 1 silinder, dijual pasti hrga terjun bebas.
    Alamat gk bakal dibeli sama 70 % rakyat Indonesia

  3. 1 mesin 2 karbu??????, brrti klo mau irit tinggal matikn az jalur bbm di salah satu karbu, trus kalo mau kenceng pas lg ditengah2 balapan aktifin lg mendadak biar akselerasiX berasa ky dijambak setan, anggaplh powervalve wannabe Wkwkwkwk 😀

    • iya itu juga udah dipake honda di RFVC era 1983-an kang… Tapi sayang keburu pamornya jatoh, apalagi Flagship RFVC nya, Honda XR600, diganti sama XRV650 yang sekarang kita kenal sebagai Honda Africa Twin

  4. Yang beda dari Blog ini dibandingkan dengan blog yang lainnya adalah wawasan yang kita dapatkan, skaligus khayalan masa lalu yang sayang untuk di buang, membaca historycal Bike membuat saya pribadi Flash Back ingat di zaman SD, SMP, SMA dan Kuliah.. dimana ayah saya adalah FBS sejati mulai dari GT 100, A100, Crystal, RGR dan Thunder merupakan tungganganx, di zaman anak” nya mulai gede dan udah dapat SIM maka Semua berubah, anakx murtad jadi FBY, FBH dan FBSM (Fans Boy Segala Motor) saya pikir apa yang saya tahu tentang motor2 masa lalu dan teknologinya akan hilang ditelan waktu, ternyata ada Blogger yang mungkin hanya satu2 nya yang mengulas tentang motor jaman lampau dan masa kini… maju terus kang enno, jngn down hanya karena jarang di undang oleh pabrikan… Ganbatte

  5. Design ini cocok utk mesin menghasilkan torsi besar dari rpm bawah.

    karena pakai rocker arm lebih besar, rpm maksimum gak setinggi yang co-axial, penroof SOHC 2 valve…

    tapi MV Agusta DOHC hemi, radial valve nya gak pakai roker-arm, langsung ke valve bucket.

    tapi memang hemispherical chamber lebih efisien, sedikit dead spot, mengurangi gejala detonasi pada kompresi tinggi.

    Manthap ulasannya 🙂

    Highside, apa bisa di cegah dengan elektronik canggih MotoGP? :

    https://sepedamotorblok.wordpress.com/2015/05/18/highside-apa-bisa-dicegah-dengan-sistim-elektronik-motogp/

  6. Saya ngak ngerti nih kang jenis jenis ruang bakar,, padahal saya anak stm -_- ada artikel tentang jenis ruang bakar gak kang?

  7. kalo sekarang, kayanya ga efisien deh mang
    blok cyl segitu cuman 125cc kan mahal diongkos,wkwk bayangin aja bisa bisa knalpotnya cuma setengah buat costdown :lol
    lagian boros, imho 110-125 user itu masih memikirkan efisiensi bbm, walau banyak juga speedfreakersnya
    tapi btw dipake buat motor motor dirt/enduro maknyus tuh kayanya 😀

  8. wedian,suaranya pas di blayer2 kok malah mirip2 suara v-twin standar yak,coba aja bandingin sama suaranya vtr250,malahan sama juga kalo dibandingin sama inline twinnya honda rebel..

  9. Memahami mesin cbx125 dgn rvfc harus ngerti dulu dari mana power dan torsi dihasilkan.
    17hp@11500rpm dan torsi 10,8nm@8500rpm dgn kapasitas silinder 125cc kompresi tinggi tanpa radiator itu luar biasa.
    Power=luas permukaan piston X kompresi dinamis. Semakin tinggi kompresi, power yg dihasilkan semakin besar.
    Kompresi diperoleh dari volume silinder dibagi volume kompresi. Campuran bensin dan backpressure gas buang juga turut memadatkan tekanan kompressinya. Sebagai mana diketahui CR dinamis satuannya kg/m3 bukan 11:1 .
    kenapa port intake dan exhause double adalah salah satu teknik pendinginan mesin (setting basah) disamping mengurangi backpressure gas buang yg terlalu besar di rpm awal-menengah.
    sedangkan torsi adalah berat bandul crackshalf X percepatan (rpm).
    Teorinya semakin cepat suatu benda bergerak maka momentumnya semakin besar. Begitu pula dengan crackshalf semakin cepat berputar maka gaya sentrifugal (torsi) juga besar Kecuali ada beban, Mengapa torsi max cuma 8500rpm, padahal mesin bisa berkitir 13rb rpm, itu karena backpressure yang semakin besar seiring tingginya rpm kemampuan crackshalf mengkompresi ruang bakar sudah limit.
    Jadi jika ada yg claim powernya besar tp torsinya terlalu kecil itu sih bohong.
    Contoh Kalo ada mesin 250cc 2 silinder torsinya cuma 18nm dapatnya 30hp ya wajar. Kalo ngakunya 36hp itu sih bohong. Xixixixixixixi

Silahkan Berikan Komentar Brosist yaa ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s