Suzuki RG500, Square Four Legendaris Jepang

1983 – Sayonara, For Now

Franco Uncini – Suzuki RG500 XR45

Sayangnya, keberuntungan Suzuki habis saat memasuki musim 1983. Bareng organisasi barunya, HRC, Honda membombardir tim private dengan menghadirkan RS500R. Ini otomatis menjadi kabar buruk bagi Suzuki yang mengandalkan production racer RG500 untuk mengamankan titel Constructor. Terlebih, HRC juga berhasil menyempurnakan filosofi lightweight & compact NS500 di versi kedua.

Sementara itu, dikubu Iwata, Yamaha memperkenalkan YZR500 bermesin V4 yang punya power mesin bikin gigit jari semua pabrikan. Tentu saja, di awal musim YZR500 V4 masih punya seabrek masalah teknikal, seperti semua motor baru di era tersebut. Akan tetapi di penghujung, performa YZR500 bareng Kenny Roberts mulai menunjukkan tajinya dengan memenangkan 4 dari 5 race tersisa.

Triple sial buat Suzuki, upaya mereka untuk membuat RG500 lebih ringan di versi XR45 (evolusi XR40) justru malah senjata makan tuan. Berbekal frame alumunium baru yang diklaim lebih ringan, ini justru berbuah pahit karena material lembaran alumunium yang dipakai Suzuki terlalu tipis sehingga rawan deformasi saat menghandle performa mesin GP500.

Franco Uncini (RG500) vs Jack Middleburg (NS500)

Efeknya, prestasi terbaik mereka saat itu hanya finish di posisi 3 klasemen akhir bareng rider HB-Suzuki, Randy Mamola, yang ketinggalan sekebon dari World Champion Freddie Spencer & Kenny Roberts yang nyetel menjelang akhir musim. Dengan hasil yang mengecewakan, plus kondisi ekonomi yang nggak mendukung selepas krisis energi 70-an, Suzuki memutuskan untuk menghentikan support tim Factory nya dimusim 1984… Yang sekaligus juga bikin pebalapnya megap-megap karena kontraknya digantung. Tanya Randy Mamola kalau nggak percaya.

Tapi hiatus Suzuki nggak lama kok, pada musim 1987, mereka kembali lagi ke balapan GP500 dengan motor baru, konsep baru, dan mesin baru: RGV500 V4!

4 comments

  1. Bangkit lagi artikelnya kang. Tetep semangat ditengah pandemi.
    kumaha kabar proyek2nya? Pernah liat di respon komen youtube kalo gak salah ingat.

  2. Kiarin artikel nya cuma satu halaman pas baca kok kayak nge gantung, ehh ternyata masih ada halaman lain wkwkw

Silahkan Berikan Komentar Brosist yaa ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s