Suzuki RG500, Square Four Legendaris Jepang

1981 – XR40: Harapan Baru

Marco Lucchinelli – Suzuki RG500 XR40

Musim 1981 menjadi lembaran baru bagi balapan GrandPrix. Urusan safety bagi pebalap perlahan menjadi topik terpenting bagi FIM, begitupun soal profesionalisme pembagian hadiah. Tapi yang paling fresh adalah hadirnya generasi motor balap 500cc terbaru dari Suzuki & Yamaha.

Yamaha secara mengejutkan mengikuti jejak Suzuki dengan menghadirkan YZR500 0W54 bermesin Square Four dengan Rotary Valve. Sementara Suzuki menghadirkan RG500 Gamma XR40 dengan mesin overbore ala XR14 lawas untuk mengejar power & top speed yang lebih tinggi, plus sasis aluminium beam untuk membuat bobot sang Square Four lebih ringan.

Namun, keputusan merubah mesin Inline Four menjadi Square Four justru menjadi mimpi buruk bagi pebalap Yamaha… Khususnya seputar reliability. Dan uniknya justru Suzuki XR40 lah yang punya balance luar biasa antara performa, handling & reliability.

Marco Lucchinelli – World Champion 1981

Walhasil, rider Suzuki lah yang mampu menguasai tabel klasemen GP500 musim 81. Berkat konsistensinya, rider factory-backed Nava-Gallina Suzuki, Marco Lucchinelli, keluar sebagau juara dunia musim 1981. Dibelakangnya, ia ditempel ketat oleh rider tim Heron-Suzuki, Randy Mamola. Sementara duo dream team Yamaha – Kenny Roberts & Barry Sheene – cuma bisa finish di posisi 3 & 4 klasemen akhir.

Musim 1982 menjadi problem selanjutnya bagi Yamaha. 2 rider andalannya mengalami cidera parah akibat crash saat mengetes YZR500 versi terbaru dengan mesin V4. Suzuki juga sempat dibikin pusing ketika rider utama mereka, Marco Lucchinelli, dibajak Honda untuk proyek New Sprint. Tapi in the end, Suzuki tetap punya kans yang paling besar dengan RG500 XR40 yang telah teruji dimusim sebelumnya.

Meski Yamaha menghadirkan 0W61 yang punya power mengerikan, plus Honda merilis motor GP500 revolusioner NS500… Justru Suzuki bareng rider tim factory-backed Gallina Suzuki – Franco Uncini – keluar sebagai juara dunia GP500 musim 1982, sekaligus mengantarkan Suzuki kembali menjadi juara dunia contructor yang ke 7 kali secara beruntun.

4 comments

  1. Bangkit lagi artikelnya kang. Tetep semangat ditengah pandemi.
    kumaha kabar proyek2nya? Pernah liat di respon komen youtube kalo gak salah ingat.

  2. Kiarin artikel nya cuma satu halaman pas baca kok kayak nge gantung, ehh ternyata masih ada halaman lain wkwkw

Silahkan Berikan Komentar Brosist yaa ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s