Kenapa Nasib Motor Korea Nggak Semulus Mobilnya?

DAELIM

Daelim XQ2

Nah, sekarang kita pindah ke produsen roda 2 korea yang namanya bahkan lebih cocok kalau dibilang kayak merk China, Daelim.

Daelim ini aslinya malah lebih tua lho dari Hyosung! Soalnya brand ini sudah ada dari tahun 60-an silam. Dan seperti kompatriotnya dari Korea tadi, Daelim juga dibentuk sama konglomerat Korea Selatan yang pengen merambah bisnis produksi sepeda motor, DL Group. Kemudian kesamaan berikutnya, waktu awal-awal eksistensinya, Daelim juga memproduksi motor Jepang buat market Korea dengan lisensi resmi. Bedanya, kalau Hyosung itu bikin motor Suzuki, nah Daelim ini produksi motornya Honda.

Cuma itu doang kesamaannya? Masih ada lagi. Daelim juga punya plant research sendiri di kota Hamamatsu Jepang, sama kayak Hyosung. Dan yang sama selanjutnya, setelah sukses jadi produsen lokal Honda di Korea Selatan, mereka kemudian ngeracik mesin dan motor sendiri pakai brand Daelim.

Kanzen-Daelim V-Star

Terus, Daelim ini pernah nggak sih ke Indonesia Kang? Kalau masuk kesini secara langsung sih saya selama ini belum pernah dengar. Tapi yang saya inget, dulu itu Kanzen alias merk yang identik sebagai motor nasional Indonesia pernah kerjasama dengan Daelim buat mendatangkan Cruiser 250cc yang nantinya dibranding jadi Kanzen V-Star.

Kanzen juga pernah kerjasama buat boyong Daelim Roadwin 200 kesini, yang secara kontroversial justru diklaim desainnya asli dari Indonesia.

Daelim Roadwin 200

Tapi semenjak 2018 lalu, setelah mereka berpisah dari konglomerat DL Group dan mendirikan divisi motor sendiri, Daelim ini kelihatan mulai berubah. Bukan cuma namanya doang yang berubah dari Daelim Motorcycle ke DNA Motors lho ya. Sekarang mereka terlihat lebih fokus ke skuter matik sama maxi-scooter yang memang lagi gila-gilaan penjualannya.

Motor sport kayak Daelim VJ & VJF-series itu sekarang sudah nggak ada di line up resmi mereka, cuma nyisa tipe Cruiser entry-level yang mesinnya pun cuma 125cc doang.

Daelim Besbi

Dari sini kelihatan, mereka nggak coba main dipasar yang niche kayak produk andalan Hyosung. Daelim ini lebih fokus buat main dipasar yang panas ngelawan merk Jepang. Dan ini nggak gampang lho, karena aslinya metik Jepang itu sudah punya nama tersendiri. Dan gokilnya ini juga berlaku di Korea Selatan sekalipun, which is jadi rumahnya Daelim.

3 comments

  1. Hyosung belajarnya ama juki,ya rebah..coba ama honda atau yamaha..mungkin bisa survive kaya hero-nya india

Silahkan Berikan Komentar Brosist yaa ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s