Ketika Suzi Bikin Mesin 2-Tak 20.000 RPM, Suzuki RP68!

Dipermalukan motor 4-Tak Honda di balapan GP50 musim 1966, Suzuki nggak mau tinggal diam. Di pertengahan musim, mereka bahkan membagi engineernya untuk menyelesaikan 2 project motor balap 50cc sekaligus!

Kenapa Suzuki sampai sebegitu paniknya? Well, cerita lengkapnya bisa kalian baca disini. Biasanya kalau pabrikan ini didesak sama keadaan, endingnya bakal ngeri deh. Dan itu juga yang kejadian di GP50 musim 1967.

Yang pertama, Suzuki menyiapkan motor twin-cylinder evolusi dari RK67. Namanya adalah Suzuki RK67. Dan project satunya lagi, Suzuki menyiapkan project yang bahkan lebih ektrim lagi dibanding RK67… Motor balap 2-Tak Ultimate yang speknya belum pernah dilihat di belahan dunia manapun: Suzuki RK68.

Suzuki RK68

Suzuki RP68

Meskipun RK67 tetap menjadi motor GP50 Suzuki yang paling ekstrim di kejuaraan balap World GP (kalian bakal tahu alasannya nanti)… Tapi saudaranya yang satu ini, bahkan layak dijuluki sebagai motor yang paling ekstrim sepanjang sejarah balap GP dikelas ultra lightweight.

Beda dari RK67 yang pakai mesin 2-Tak Inline Twin hasil pengembangan dari versi pendahulunya, Suzuki RP68 ini pakai mesin 2-Tak V3 dengan kapasitas yang cuma 49,8cc. Itu artinya, di setiap cylinder motor ini kapasitasnya nggak boleh lebih dari 16,6 cc.

Buset, sekecil apa itu pistonnya Kang!?

Nah, diameter pistonnya itu cuma sekitar 28mm doang. Atau kalau kita gambarkan secara perspektif, gambar diatas adalah ukuran pistonnya kalau kita bandingkan dengan korek gas yang biasanya selalu ada di kantong para udut-ers.

Edan, part internal mesinnya udah kayak miniatur ya jadinya? Hmm, mungkin bisa dibilang begitu. Tapi perbedaannya, kalau miniatur itu dibikin cuma sebagai pajangan, nah kalau yang ini diciptakan buat ikutan balapan level GrandPrix!

Proyek Suzuki RP68 ini awalnya dimulai pada musim 66, which is waktu itu namanya masih RP66. Pada awal pengembangannya, mesin RP66 itu masih berkonfigurasi square three… Alias mesin square four yang bank silinder bagian belakangnya dicopot sebiji.

Tapi seiring dengan kemajuan teknologi machining Suzuki, berikut pengetahuan yang mereka dapatkan sewaktu mendevelop mesin yang serupa dikelas 125cc, akhirnya konsep mesinnya diubah menjadi V3 Engine.

Suzuki memanfaatkan kruk as mungil yang didesain mirip laiknya pinion gear starter di skuter matik kalian. Setiap pistonnya punya poros kruk as masing-masing. Nantinya output tenaga di kruk as ini terhubung ke poros utama, terus ke kopling (dry clutch), sampai akhirnya ke gearbox transmisi, poros gear depan, final drive dan berakhir di ban belakang.

Nah, ngomong-ngomong soal transmisi, Suzuki RP66 ini awalnya pakai gearbox transmisi 12-percepatan yang identik sama RK66. Tapi karena hasil pengetesan topspeed di Ryuyo Test Track belum maksimal, akhirnya Suzuki kasih lagi gearbox berjumlah 14-percepatan. Terus terakhir di versi RP68, motor ini pakai gearbox 16-speed dengan pengoperasian ala transmisi manual konvensional.

Ya, meskipun sebelumnya sudah ada motor yang gearboxnya berjumlah 16-speed, tapi Suzuki enggan pakai mekanisme ala gearbox 16-speed Kreidler yang terkenal ribet. Suzuki RP68 tetap memakai pengoperasian normal laiknya motor biasa… Meskipun jumlah gearboxnya sih bisa dibilang abnormal.

Bayangin aja ngoper gigi 1-N-2-3-4-5-6-7-8-9-10-11-12-13-14-15- sampai ke gigi 16. Beuuh, dibanding RK67, yang ini lebih mantap puyengnya!

Seperti halnya RK67, Suzuki RP68 juga sudah dapet berbagai teknologi baru kayak Pompa Oli Samping Otomatis, Water Pump khusus, terus juga sudah dikasih tipe bearing khusus yang dilapis sama perak alias silver murni.

Dan yang lebih gokil, meskipun jumlah silinder, komponen mesin plus gearbox Suzuki RP68 ini lebih banyak dari RK67… Tapi entah gimana caranya, Suzuki bisa bikin mesin V3 rasa square three ini punya lebar dan bobot yang nggak jauh beda dibanding saudaranya yang pakai mesin twin cylinder.

Hasilnya, lewat pengetesan internal Suzuki di Sirkuit Ryuyo, RP68 diklaim punya topspeed sampai lebih dari 185 km/h! Output tenaga mesinnya sanggup tembus 19 HP diputaran mesin yang amazing, 19.000 RPM! Dan inget, ini 2-Tak lho ya, bukan 4-Tak. Jadi kebayang itu suaranya bakal kayak gimana… Kayaknya lebih mirip suara mesin mobil-mobilan RC yang kayak tawon deh ya dibanding motor 2-Tak pada umumnya.

Buat perspektif seberapa gede output powernya, Suzuki RP68 punya rasio power sekitar 380 HP per Liter. Nah, sekarang coba deh kita cari Superbike 4-Tak mana yang punya power sampai 380 HP? Nemu? Ya, sama, saya juga nggak nemu.

Sayangnya, karena Honda mengundurkan diri dari kejuaraan balap GrandPrix, Suzuki akhirnya ggak ada perlawanan sama sekali dikelas GP50. Karena alasan tadi, RP68 dinilai Suzuki terlalu konyol buat ikutan balap dikelas 50cc.

Soalnya buat bahan perbandingan, di musim GP50 1967 sampai 1968, Suzuki RK67 itu hampir selalu bisa mengoverlap semua kontender lain dikelas ini. Bahkan di musim 67, saudara RP68 yang mesinnya lebih inferior pun mampu memenangkan semua race yang dilombakan!

Jadi kalau RK67 aja levelnya sudah setara dewa kalau dibanding motor lain, kebayang kan RP68 setara apa?

Karena konteks inilah Suzuki RP68 akhirnya nggak jadi dipakai Suzuki buat musim 1968. Yang ada, tim Factory Suzuki malah mundur dari kelas 50cc lantaran minimnya kompetisi dan perubahan regulasi yang sudah didepan mata. Padahal RP68 ini sempat dipamerkan Suzuki di GP Jepang musim 67 lho. Tapi sedihnya, itu juga momen terakhir publik melihat project rahasia Suzuki ini.

20.000 RPM!

Di dunia balapan itu inovasi memang harus selalu jadi yang terdepan. Tapi yang juga nggak boleh dilupakan, kita juga harus kasih respect ke kontender lain yang juga ikutan. Buat apa ada kompetisi balapan kalau hasilnya satu pabrikan terus-terusan ninggalin lawannya sekebon?

Apalagi yang dilawan Suzuki waktu itu adalah tim factory plus para privateer yang hitungannya jauh dibawah level tim Factory mereka.

In fact, ini juga alasan yang bikin Federasi Motor Balap Internasional waktu itu langsung bikin regulasi baru. Tujuannya buat membatasi “kekonyolan” pabrikan raksasa bikin motor yang terlalu overpower dikelasnya masing-masing. Contohnya ya kayak duo RK67 sama RP68 dari Suzuki ini!

Jadi dibalik speknya yang edan dan sama sekali nggak masuk akal, Suzuki RP68 ini aslinya adalah salah satu contoh dimana teknologi & inovasi bakal selalu jadi sesuatu yang amazing buat dipelajari. Tapi timing sama pengapliasiannya dilapangan, nah ini lain lagi ceritanya.

Spesifikasi Suzuki RK67

Manufaktur : Suzuki Motor Co.Ltd

Model : RP68

Class : WorldGP 1967

Engine : 2-Tak, V3, Liquid Cooled, Rotating Disc Valve

Bore x Stroke : 28 x 27 mm

Kapasitas Silinder : 49,8 cc

Rasio Kompresi : –

Sistem Penyuplai BBM : 3x Karburator Mikuni VM20

Transmisi : 14 & 16-speed Gearbox, Dry Clutch

Max Power : 19 HP @ 19.000 RPM

Top Speed : 180 Km/h

Sasis : Alumunium Tubular Frame

Suspensi Depan : Teleskopik Fork

Suspensi Belakang : Double-Shock, Cast Alumunium Swingarm

Rem Depan : Drum Brake (Tromol)

Rem Belakang : Drum Brake (Tromol)

Ban Depan : 2.00 – 18

Ban Belakang : 2.25 – 18

Berat Kosong : (Sekitar) 60 Kg

3 comments

  1. Motornya gila, pembalap pun tidak kalah edan… ga bisa bayangin melaju lebih dari 150 km/h dan ngerem pakai tromol? 😱😱😱

  2. Seperti yang Kang eno pernah bilang, regulasi membatasi semuanya . Kalo ga mungkin Suzi bisa2 bikin motor terbang

Silahkan Berikan Komentar Brosist yaa ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s