Merknya JAWA, Tapi Motor Ini Bukan dari Indonesia

Apa yang ada difikirkan kalian kalau ngomongin tentang motor JAWA? Apakah langsung terbayang motornya “Orang Jawa“? Atau justru malah ngebayangin ada pabrikan motor lokal yang pabriknya ada di pulau berpenghuni ratusan juta jiwa ini? Eits, tunggu dulu…

Faktanya, pabrikan yang bakal kita bahas kali ini markasnya itu puluhan ribu kilometer jauhnya dari pulau JAWA. Tapi bukan dari negara yang terkenal sebagai produsen motor handal kayak Inggris, Italia, atau Jerman ya. Tapi dari negara yang jadi kelahiran pemain bola legend kayak Tomas Rosicky, Pavel Nedved, Petr Cech, sampai Antonin Panenka.

Kalau ternyata kalian nggak suka sepakbola, yaudah deh, negara yang saya maksud namanya Cekoslovakia.

THE ORIGINS OF JAWA MOTO

Kalau ada diantara kalian yang nggak tau apa itu motor merk JAWA, oke, saya maklumi kok. Sebelum tahun 2018 kemarin, sebelum nama JAWA Motor bikin heboh karena merk dagangnya dibeli konglomerat Mahindra dari India, nama pabrikan ini memang asing banget ditelinga…. Kecuali kalau kalian salah satu yang pantengin terus tulisan di ENOANDERSON.COM, you Rockstar!

Nah buat yang belum jadi Rockstar, eh maksudnya belum pernah baca-baca soal JAWA Motor. Nah, pabrikan ini aslinya itu sudah eksis sejak hampir 1 dekade yang lalu. Gini ceritanya…

František Janeček

Tahun 1929 lalu – puluhan ribu kilometer jauhnya dari pulau JAWA di Indonesia – seorang ahli manufakturing persenjataan asal Cekoslovakia bernama Franticek Janecek membeli pabrikan motor Wanderer yang diambang kebangkrutan. Wanderer sendiri bukan brand motor abal-abal, soalnya pabrikan ini berasal dari Jerman, which is waktu itu teknologi roda 2 nya salah satu yang paling maju pasca Perang Dunia I.

Nah, karena owner barunya bernama Janecek, sementara merk lamanya itu Wanderer, jadi digabungin deh tuh inisial namanya buat bikin merk motor baru. Sim salabim, jadilah Janecek & Wanderers. Tapi karena kepanjangan, akhirnya nama brand tadi disingkat jadi JA sama WA, atau yk betul, namanya jadi JAWA. Jadi bukan karena terinspirasi dari Indonesia lho ya, tahun segitu bahkan nama kita itu masih Hindia Belanda.

Sejak berubah nama jadi JAWA, pabrikan ini kemudian memindahkan proses manufakturnya ke Cekoslovakia, tepatnya di bekas pabrik Dinamit dan Bom TNT punya Janecek. Mereka kemudian merilis produk perdana bernama Jawa 500 OHV.

Dan berkat deal lisensi dengan brand DKW di Jerman, mereka juga sempat produksi mobil juga di tahun 30-an. Bahkan sampai ke sport car juga buat balapan domestik Cekoslovakia. Tapi ekspansi JAWA sebagai pabrikan papan atas baru mulai dilirik publik dunia setelah setelah era Perang Dunia II.

Masuk ke list pabrikan Blok Timur yang dibanggakan kubu Soviet, merk JAWA kemudian terkenal lewat produk 250 dan 350-series nya yang laris-manis dipasaran. Contohnya kayak Jawa 250, 350 Perak, Jawa Typ 354, Typ 554, sampai Typ 634 yang unik karena mesinnya 2-Tak twin cylinder tapi pakai ignition timing yang mirip pembakaran 270° di mesin 4-Tak.

Motor-motor tadi bukan cuma dijual ke pasar domestik sama negara komrade Soviet, tapi juga sukses masuk ke pasar Blok Barat sama Non Blok juga, kayak Italia, Jerman, Inggris, India, plus 120 negara lainnya! Dan percaya nggak percaya, Indonesia konon juga termasuk sebagai salah satu diantaranya.

Meskipun produknya terkesan simpel dan masih mengandalkan teknologi 2-Tak tradisional, tapi menurut konsumen, ini juga yang jadi keunggulan motor racikan JAWA, Motor asal Cekoslovakia ini dikenal bandel dan susah rusak, sekalipun dipaksa ke trek yang bukan habitatnya.

Sesuatu yang sebenernya cukup ironis juga karena pada awalnya JAWA memang sengaja mendesain motor ini supaya kuat dipakai di negara-negara Soviet… Yang sedihnya pembangunan infrastruktur jalannya waktu itu masih tertinggal dari negara-negara blok barat.

Saking terkenalnya, bahkan inovasi mereka di segmen moped atau motor berkapasitas kecil itu sempat jadi bahan copypaste Honda-san lho! Ya, sebelum Honda bisa bikin sendiri Kopling Sentrifugal yang super awet kayak di C-series modern, awalnya pabrikan sayap itu wajib bayar royalty patent kopling ganda otomatis ke JAWA. Keren kan?

Di moment yang bisa dibilang sebagai golden eranya JAWA ini, mereka juga nggak mau ketinggalan gengsi dari merek-merek motor terkenal lainnya… Dan dimana lagi tempat pertaruhan gengsi pabrikan motor selain di balapan motor sejagat World GrandPrix.

7 comments

  1. ………..
    Kecuali kalau kalian salah satu yang pantengin terus tulisan di ENOANDERSON.COM, you Rockstar!

    ……..gimana mau nge-rock……..
    La kang eno nya sering ngilang

Silahkan Berikan Komentar Brosist yaa ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s