Kymco KRV 180 vs Aerox, Vario 160, PCX & NMAX

Saya yakin kalian pasti bosan deh lihat konten tentang Vario 160 & Aerox Connected. Iya kan? Nah, daripada tambah bosan saya kasih tambahan video komparasi Vario vs Aerox yang selanjutnya, lebih baik kita bahas yang lain aja yuk!

Gimana kalau kita bahas Kymco KRV 180 aja? Soalnya kalau diintip-intip, metik Kymco ini aslinya punya desain & konsep yang ibarat gabungan semua matic Indonesia lho. Ditambah teknologi & detail yang lebih keren pula! Pokoknya anti-mainstream deh.

Siapa tahu beberapa diantara kalian yang membaca artikel ini bisamenyadari soal keanehan di persaingan di segmen skuter matik high-end Indonesia.

DETAIL BERKELAS

Saya nggak perlu jauh-jauh kasih gambaran kalau KRV 180 ini punya overall desain yang lebih menggoda dari Vario 160 atau Aerox Connected yang lagi anget-angetnya dipasaran. Lihat aja tuh tampangnya! Ganteng kan?

In fact, Kymco KRV 180 ini seolah-olah menjadi penengah matic high-end di Indonesia. Disatu sisi kita bisa dapet kenyamanan ala PCX atau NMAX, karena memang konsep dasar KRV ini ya maxi scooter. Tapi buat yang nggak suka konsep matic om-om senang tadi, kita juga bisa dapet unsur sporty yang ada di Aerox atau Vario.

Dan ada bonusnya juga, karena deknya pakai tipe datar otomatis kepraktisan buat bawa galon sama ruang kakinya jadi jauh lebih luas dari Vario. Ini nih yang namanya sekali mendayung dua-tiga cabe-cabean terlampaui.

Dan jangan terlalu cepat terpukau, soalnya yang lebih special di Kymco KRV180 ini bukan dari konsep atau desainnya.. Detailnya saya jamin bakal bikin kalian lebih ngiler lagi. Nggak perlu jauh-jauh kok melototinnya, tuh kalian bisa lihat dari yang paling simpel: pengeremannya.

Kymco KRV 180 ini sudah pakai cakram depan berdiameter 270mm! Jauh lebih lebar dari disc cakram Vario 160 terbaru yang cuma ada di versi ABS doang! Disc cakram ini bahkan masih jauh lebih lebar dibanding cakram 230mm di Aerox Connected. Dan bonusnya, kaliper KRV 180 juga sudah 2 piston!

Cakram belakangnya gimana Kang? Nggak kayak Aerox yang setia pakai rem belakang tromol – useless pula karakternya – Kymco KRV 180 ini juga sudah double disc brake juga kok. Kalipernya bahkan sudah 2 piston, plus piringan cakramnya 234mm alias lebih mewah dibanding seluruh matic high end 150cc yang dijual di Indonesia.

Ah pilih-pilih nih kang Eno cuma lihat dari cakramnya doang! Mau bahas master remnya? KRV 180 ini sudah pakai master yang desainnya ala-ala Nissin versi motor sport. Kombinasikan dengan desain spion ala-ala produk aftermarket, plus speedometer digital yang fiturnya komplit… Mantep kan?

Dan itu belum semuanya. Kalau di Aerox ada port charger, sementara di Vario 160 lebih bagus karena sudah berbentuk USB alias nggak perlu adaptor… Nah di Kymco KRV180 ini chargernya sudah next-level karena berstandar Qualcomm Quick Charge 3.0.

Nggak segokil charger jaman now sih yang bisa 50W, 67W bahkan ada yang 120W juga, tapi lumayan lah bisa 18-25 watt.

Tapi kan ban Aerox masih lebih lebar dibanding KRV 180 kang? Oke, ban yang dipakai Aerox memang luar biasa lebar dikelasnya. Tapi kalau lihat tipe ban nya, Kymco KRV 180 pakai ban standar bertipe Maxxis tipe MA-WG lho! Dan uniknya, ban ini biasanya dipakai buat upgrade di NMAX.

Ngomongin soal kaki-kaki, saya yakin kalian pasti nungguin bahasan soal swingarmnya yang unik kan ya?

KYMCO SUSPENSION SYSTEM

Sebenernya kalau lihat detailnya, yang paling mencolok bahkan sempat ramai jadi bahan perbincangan beberapa waktu lalu pastinya adalah swingarm asimetrisnya yang ala sportbike. Dan jangan lupa, final drive KRV 180 ini sudah tipe belt yang full keeskpos kayak Harley-Davidson modern lho!

Kalau soal belt ini sih lebih berhubungan sama teknologi mesin terbaru Kymco, yang bakal kita bahas di poin selanjutnya. Tapi dengan penggunaan tipe swingarm asimetris tadi, engineer Kymco juga melengkapinya dengan shock belakang tipe monoshock ala motor laki.

Dan you know what, karena Kymco KRV 180 ini pakai joint mounting terpisah antara sasis sama mesin dan swingarm – kayak matic pada umumnya – otomatis monoshock di KRV ini punya system kerja yang mirip-mirip kayak linked-monoshock. Jadi feel mental-mentul di suspensi twin shock auto hilang dalam sekejap.

Apakah tipe suspensi monoshock ini lebih bagus dari twin shock Aerox Connected? Secara teori sih harusnya jauh lebih baik.

Kalau dibanding singsle shock di Vario 160, gimana tuh Kang? Well, jauh lah. Meskipun sama-sama pakai shock berjumlah sebiji, tapi geometri dan posisi penempatannya beda jauh banget. Kalian bisa baca pembahasannya di artikel Monoshock vs Dual Shock vs Single Shock ini ya!

Dan meskipun matic ini genrenya under 250cc, tapi jangan ngira swingarmnya itu pakai material baja lho ya. Arm Kymco KRV 180 ini sudah pakai material alumunium casting… Nggak kayak motor 250cc itu tuh, yang harganya mahal tapi swingarmnya masih kotak. Ehem New Ninja 250.

Kedua sisi kanan sama kiri swingarmnya itu dicetak terpisah dan dibikin beda bentuk alias asimetris. Baru deh kedua sisi arm tadi, kemudian digabung jadi satu buat menghemat proses produksi.

Dan karena pakai tipe swingarm ala motor plus suspensi monoshock, posisi mesin KRV 180 bisa lebih berada di titik tengah centre gravity. Artinya, Kymco KRV 180 ini punya distribusi bobot yang hampir sempurna, alias 50:50. Meskipun di pengetesan media Taiwan itu 47:53 sih, tapi ini juga sudah termasuk oke punya.

Terus kok bisa sih KRV 180 pakai swingarm model begini kang? Nah ini pembahasannya udah mulai nyerempet ke bagian mesin nih, langsung aja yuk kita bahas platform mesin terbaru Kymco ini.

KYMCO POWER TRANSMISSION MATRIX

Kymco menyebut terobosan di mesin KRV 180 ini dengan nama Power Transmission Matrix Technology (PTM Tech). Selain konstruksinya beda jauh banget sama desain CVT di Vario atau Aerox, kapasitas mesin KRV ini juga dibikin 175cc! Berbeda dari matik lain dipasaran yang kapasitasnya 150-160cc.

Kapasitas 175cc ini asalnya dari piston KRV 180 yang berdiameter 62mm. Sementara langkah strokenya itu mirip-miirp sama Aerox atau Vario 150 lawas, alias 58mm. Ada yang nggak aneh begitu denger spek bore x stroke nya? Yap, basis mesin KRV ini jadi mirip kayak mesin Aerox atau Vario 150 yang dibore up pakai blok aftermarket.

Dan bukan cuma pakai ukuran piston yang lebih gede dari Vario 160 atau Aerox, KRV 180 juga sudah pakai head SOHC 4 klep. Saya belum tahu sih berapa ukuran klepnya, tapi semoga aja nggak kayak Vario 160 yang pistonnya digedein tapi valve areanya malah downgrade dari yang versi 150.

Keunggulan selanjutnya, KRV ini pakai engine balancer lho, dan jumlahnya ada 2 biji yaitu diatas & dibawah kruk as. Tujuannya buat mengcancel getaran yang emang jadi musuhnya mesin silinder tunggal berkapasitas besar.

Hmmm, kontruksi mesin kayak gini sebenernya baru bisa kita temuin di motor sekelas Forza atau XMAX lho. Di Aerox atau Vario 160 mah yaelah, mimpi! Di mesin K56-series aja balancernya banyak masalah.

Beralih ke bagian belakang, nah ini, alau kalian kira bagian ini adalah cover radiator, well, kalian sukses ketipu. Soalnya bagian ini ternyata adalah piranti penting di teknologi PTM nya Kymco. Yap, seperti yang bisa kalian lihat, isi dibalik cover ini ternyata adalah transmisi CVT

Lho, kok CVT nya dikanan kang? Terus itu jarak pulley depan sama belakang bisa deketan gitu? Oke, jadi gini sistem kerjanya.

Pulley depan atau primary drive nya itu sama aja kayak di matic normal, digerakkan oleh putaran dari kruk as. Bedanya, kalau di matic normal pulley belakang atau driven pully nya itu dipakai buat memutar gearbox (atau yang sering disebut gardan) sebelum memutar ban belakang… Nah di KRV 180 ini pulley belakangnya dipakai buat memutar coaxial gear yang berfungsi sebagai reduction gearbox primer, baru deh putarannya ditransfer ke gerigi belt yang depan.

Nah, tugas belt yang keekspos tadi jadi kayak reduction gearbox kedua, atau kalau di matic konvensional itu gearbox gardan kedua yang terhubung ke as ban belakang. Kalau dipikir-pikir, sebenernya sama aja sih prinsip kerjanya kayak matik konvensional… Cuma beda di desain aja.

Terus radiatornya di depan dong ya kang kayak matik kelas premium? Nah ini, saya juga sempet ketipu lagi. Soalnya posisi radiatornya itu dipindah ke sisi kiri, tapi posisi waterpump nya tetap di sebelah kanan cylinder head. Kipas radiatornya juga diputar sama kruk as, persis kayak di Aerox, Vario 160, PCX atau NMAX.

Nah, kalau ada yang ngira basis mesin PTM Kymco ini sebuah terobosan yang benar-benar baru, aslinya nggak gitu juga! Desain yang mirip-mirip sebenernya sudah dipakai di TMAX sama BMW C650 dari jaman saya SMA dulu.

Nggak usah jauh-jauh deh, kalian masih inget REVO AT sama LEXAM kan? Nah transmisi CV Matic Revo AT & Lexam ini juga pakai teknologi yang sama aja kok prinsip kerjanya. Bedanya, di motor hybrid bebek-matic tadi penggerak akhirnya pakai rantai laiknya motor bebek pada umumnya. Beda sama Kymco KRV 180 yang pakai belt khusus.

LEBIH DARI SEKADAR PTM

Kalau menurut saya pribadi, yang lebih menarik di Kymco KRV 180 ini bukan cuma Teknologi mesin PTM Tech nya, tapi lebih ke penerapan konsep mesin Kymco secara keseluruhan.

Contohnya, kalian nyadar nggak kalau box filternya nggak ada di atas swingarm? Yap, itu karena filternya diposisikan persis dibawah jok rider.

Artinya, Kymco bisa memanfaatkan posisi ini untuk mengaplikasikan intake tipe downdraft. Tipe intake downdraft gini sekarang lagi booming banget lho dikalangan user skuter matic yang upgrade performa… Sampai ramai-ramai pada bolongin bagasi malah karena nggak ada space!

Terus ganti filternya ribet dong harus buka panel body dulu? Nggak juga, soalnya Kymco mengorbankan sedikit space dibagasinya buat opening box filter. Ingat, disekitaran box filter udaranya juga masih ada dudukan monoshock belakang lho ya. Dan somehow, Kymco sukses melakukan ini tanpa mengorbankan kapasitas bagasi yang diklaim mampu muat helm full face sama perlengkapan berkendara lainnya.

Oiya dan satu lagi, knalpot Kymco KRV 180 ini juga sudah pakai model slip-on, alias kalian bisa ganti silencer tanpa harus nyopot leher knalpot. Nah ini, fitur yang luar biasa banget kalau inget baut header knalpot matic itu gampang banget slek. Yang lebih mind-blowing lagi, itu catalytic converternya ditaro di leher knalpot lho!

Jadi kalau kalian ganti silencer slip on, otomatis bakal ada semacam DB killer bawaannya. Bagus buat yang “ramah lingkungan”, tapi menurut saya lebih bagus lagi buat mengurangi polusi suara ngabers yang suara knalpotnya berpuluh kali lipat lebih kenceng dari mesinnya.

Tapi sedihnya, karena faktor ramah lingkungan ini nih tenaga KRV 180 jadi kayak yang biasa-biasa aja jadinya. Yap, meskipun sudah pakai seabrek keunggulan yang saya sebutkan sebelumnya, power maksimumnya ternyata cuma sekitar 16,5 HP doang, dengan torsi 15,7 NM… Alias cuma beda dikit doang dari duo Aerox sama Vario 160 yang tenaga maksimumnya diklaim 15,1 HP. Ditambah bobotnya juga lebih berat dari Aerox apalagi Vario. Plus belum pakai Variable Valve juga.

Kabar baiknya ya matic ini jadi future-proof karena mesinnya sudah sanggup tembus regulasi setara EURO 6 di Taiwan sana. Dan transmisi PTM Tech yang dipakai di Kymco KRV 180 juga nggak terlalu berpengaruh ke ouput power ke ban belakang meskipun punya lebih banyak hambatan yang berisiko loss power.

Dari hasil pengetesan majalah di Taiwan, power maksimumnya masih sanggup tembus 14,4 HP saat diukur di ban belakang (RWHP). Yang lebih terasa efeknya mungkin akselerasinya yang bakal lebih smooth (baca: lemot) dibanding transmisi CVT konvensional. Itupun secara teori.

Poin minus selanjutnya adalah soal harga. Yap, bahkan CEO Gwan Yang Motor alias bossnya Kymco pun mengaku kalau mereka sempat bingung untuk memasarkan produk ini ke pasar ASEAN. Soalnya, teknologi PTM Tech ini bikin harga KRV 180 jadi melambung tinggi dibanding metik sekelas.

Kasus di Filipina contohnya, harga KRV 180 versi tertinggi itu tembus hampir 190,000 Peso, atau kalau dirupiahkan sekitar 52,3 jutaan. Dipasar yang sama, harga Aerox versi S itu sekitar 36,6 juta dan NMAX itu sekitar 41,3 jutaan doang.

Maksud saya bikin video KRV 180 ini sebenernya bukan buat memprediksi harganya di Indonesia juga sih. Soalnya selain buat bahan pembelajaran bareng soal teknologi yang unik di matic under 250cc ini, saya lebih berharap kalian membuka mata soal betapa anehnya persaingan matic high end dipasar kita, Di Indonesia.

Disaat kita menunggu duel panas antara Vario 160 & Aerox Connected – baik secara fitur, harga, atau gebrakan terbaru – endingnya keduanya malah di-nerf sama pabrikan masing-masing.

Vario 160 sengaja dikasih single shock, plus tanpa Variable Valve. Kenapa? Supaya Honda kelihatan ada kerjaan develop next Vario. Sambil kasih justifikasi untuk menaikkan lagi harganya sampai diatas 30 jutaan.

Aerox juga sama saja! Shock tabungnya cuma dikasih ke versi tertinggi. Dan versi tertinggi yang harganya 30 juta bahkan belum ada cakram belakang! Kalau nggak di-nerf biar NMAX kelihatan lebih superior secara value, saya gak habis pikir maksud Yamaha apaan nunda-nunda fitur tadi ke Aerox.

Sementara dipasar yang jauh lebih kompetitif kayak di rumahnya Kymco, lihat aja kayak gimana kreasi baru buat pasar Taiwan sana. Dikelas yang sama kayak Vario, Aerox, NMAX sama PCX, produknya jauh lebih keren disana. Dikelas bawahnya? Yaelah tambah parah aja perbandingannya.

Jadi kalau pabrikannya aja kelihatan nggak begitu peduli sama duel dikelas matic high-end ini, bahkan mereka malah kadang main golf bareng-bareng, ngapain kita juga harus panas-panasan? Kenapa mau diadu domba membahas sesuatu yang bahkan nggak terlalu layak buat dibahas?

SPESIFIKASI KYMCO KRV 180

Engine : 4-Tak, Silinder Tunggal, SOHC 4-valve

Bore x Stroke : 62 x 58 mm

Kapasitas Silinder : 175,1 cc

Rasio Kompresi : 11,2 : 1

Sistem Penyuplai BBM : Electronic Fuel Injection

Transmisi : Power Transmission Matrix (PTM) Tech

Standar Emisi : EURO 5/6

Max Power : 16,5 HP @ 8.000 RPM (Real Test: 14,4 RWHP @ 7.619 RPM)

Max Torsi : 15,7 Nm @ 6.500 RPM (Real Test: 14,1 Nm @ 6.042 RPM)

Sasis : Step Through Steel Frame

Suspensi Depan : Teleskopik Fork

Suspensi Belakang : Monoshock, Alumunium Swingarm

Rem Depan : 270mm Disc Brake, 2-pot Caliper, Bosch ABS 10

Rem Belakang : 234mm Disc Brake, 2-pot Caliper, Bosch ABS 10

Ban Depan : Maxxis MA-WGF 110/70-13

Ban Belakang : Maxxis MA-WGR 130/70-13

Berat Kosong : 135 Kg

Iklan

7 comments

  1. itu kalo radiator di taroh depan, selangnya pasti lumayan panjang kang. tapi +- juga sih. lebih aden ketimbang radiator samping.

  2. ya begetulah kang………..
    matic taiwan memang bagus2
    kasus vario160 kan mmg honda jualan “vario” bukan motor vario,,,,,jadi ya harus diflexing habis2an

    kapan yamaha mau masukin itu force 155 1.0 buat gantiin lexi

  3. Bang tolong diulas tentang motor listrik, baik yang didalam negeri atau di luar negeri dan prospek ke depannya.

    Terimakasih

  4. Yang saya amaze sama kymco tuh dia bisa bikin motor bagasi luas, ergonomi enak, jok enak tebell TAPI dek kakinya bisa rata tapi luas pake banget tapi kaki gak balet balet banget

    sesuatu yang pabrikan jepang mustahil banget dari zaman jebot sampe sekarang buat kasih. Yang lucunya jualan dek rata aja tapi makin lama yg ada malah makin sempit space nya, belom urusan jok setipis kertas

  5. Keunggulan selanjutnya, KRV ini pakai engine balancer lho…..
    ini yg saya sukai dari kymco makanya sampe sekarang saya masih ternak kymco…..motor paling nyaman minim getaran…… gak kayak motor jepang yg beli motor bonus vibrator……..

Silahkan Berikan Komentar Brosist yaa ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s