Turbo Reborn: Yamaha Siapkan Moge Bermesin Turbocharger!

Akhirnya… Inikah penantang serius Kawasaki H2-series?

Yamaha-XJ650-Seca-Turbo
Yamaha Seca Turbo

Finally, ada pabrikan yang serius bakal hadirkan penantang Kawasaki H2-series. Tapi bukan penantang secara konsep motornya yang tajem-tajem dan galak itu ya, tapi yang satu ini kabarnya bakal menantang penggunaan teknologi Supercharger yang jadi andalan H2 bisa mengail power tinggi. Dan calon penantang terdekatnya ini bukan dari Suzuki Hayabusa Turbo yang entah kemana kabarnya, atau dari Honda yang punya turbocharger ultra eksotis di F1… Tapi justru dari Yamaha!

Yap, saya cukup surprise juga waktu mendengar kabar ini. Sorry bukannya mengecilkan atau gimana, tapi ya emang biasanya yang sering khilaf development itu emang ketiga kompetitornya tadi. Meskipun dulunya itu Yamaha juga pernah punya motor turbocharger di era Japanese Turbo War, bernama Yamaha Seca Turbo.

Diberitakan situs motor kenamaan MotorcycleNews, Yamaha dirumorkan terus melakukan development turbocharger untuk moge mereka di versi terbaru nanti. Menurut MCN, Yamaha bakal menggunakan konstruksi turbocharger yang ditempatkan dekat exhaust header, persis seperti yang kalian lihat di motor-motor yang dicustom pakai turbo.

Selain untuk memaksimalkan boost, penempatan turbocharger begini tujuannya untuk menghemat space diarea permesinan. Karena seperti yang kita tahu, kalau nggak didesain secara detail, turbo ini bakal makan tempat banget. Apalagi di sepeda motor yang space di area sasis & permesinannya amat-sangat terbatas… Apalagi moge yang mesin standarnya sudah segede gaban, beuh, jadi kuadrat deh tuh mumetnya.

Yamaha R1 Custom Turbocharger…. Saking banyaknya makan space, fairing & oil coolernya sampai harus dicopot!

Penempatan turbo ini berbeda dari Supercharger modern, yang bisa terintegrasi jadi satu dengan blok crankcase utama, kemudian ditempatkan sebelahan bareng intake. Soalnya prinsip kerjanya mengandalkan putaran dari kruk-as. Sementara di turbo, tempatnya kalau nggak leher knalpot, ya berarti harus dibuat jadi satu terintegrasi dengan port exhaust cylinder head kayak di mobil-mobil modern. Soalnya sumber putaran turbinnya itu dari tekanan sisa gas buang knalpot yang diolah unit turbocharger menjadi udara bertekanan, kemudian disuplai ke port intake.

Nah, ini nih yang bakal bikin ukuran part turbochargernya jadi terasa gede banget. Well, ukuran turbo buat motor sih sebenernya lebih kecil dibanding roda 4 atau kendaraan berat, tapi biasanya jalur pipanya itu yang jadi biang kerok. Apalagi menurut MCN, Yamaha juga bakal menggunakan Intercooler mini untuk menambah efisiensi turbo – yang sekaligus juga butuh tempat ekstra. Nah, kelihatannya konstruksi turbonya ini yang lagi serius dikerjakan Yamaha.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Yang paling bikin penasaran lagi, seperti yang sudah saya singgung tadi, Yamaha sebenarnya mendevelop teknologi Supercharger ini bukan untuk menantang H2R… Tapi untuk bersiap menghadapi regulasi EURO 5 yang bakal diterapkan mulai Januari 2021 nanti. Soalnya di era modern ini fungsi turbo bukan cuma buat bikin tenaga motor naik dahsyat sama punya suara nguing-cesss-nguuiiingggg-cesssss, tapi juga sebagai efisiensi. Oleh karena itu, saya sempat terpikir turbo yang bakal dipakai itu bakal berukuran mini dan level boost nya jelas nggak bakal seekstrim Supercharger Ninja H2R.

Dan yang keren selanjutnya, Yamaha juga dikabarkan menguji coba turbocharger ini ke berbagai tipe moge. Jadi bisa aja nggak cuma dipakai di next-gen Yamaha R1, tapi juga bakal dijejali ke MT-10, atau malah bisa juga di MT-09 yang lumayan populer di Indonesia. Ingat, sketsa patent teknologi Turbocharger Yamaha tahun lalu itu pakai gambar MT-09 sebagai ilustrasi lho!

Selain Turbo, Yamaha konon kabarnya sudah mengujicoba fitur Variable Valve (VVA) juga buat R1 generasi EURO 5 nantinya… Persis seperti yang digunakan di Suzuki GSX-R1000 terbaru, which is fungsinya juga demi menembus standar regulasi emisi yang makin ketat. Semoga aja yang kepilih turbo aja ya, biar makin rame deh tuh kelas moge. Saya sih nyimak aja sambil ikutan happy buat para sultan.

4 comments

  1. Kalau liat kei car di Jepang yg 660cc 3cyl aja bisa, harusnya sekali kelar development bisa lgsg masuk ke kelas 600cc 4 atau bahkan 2 silinder

Silahkan Berikan Komentar Brosist yaa ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s