Factory Brilliance (Ft. Honda ADV150 & Yamaha XSR155)

5 tahun lalu, ketika Honda memakai satu basis mesin, elektronik & kaki-kaki untuk 4 produk berbeda dikelas skutik 110cc, mayoritas penikmat jagad maya berang. Termasuk EA’s Blog juga kok, nggak usah khawatir. Ada yang bilang pabrikan sayap mengepak terlalu pelit, kebanyakan common parts, serasa kembali ke era 2000-an (upgrade plastik body doang), dan sejenisnya… Meskipun menurut saya kondisi tersebut lebih karena mereka takut berinovasi sehingga membuat produk yang satu dan lainnya jadi terkesan gitu-gitu aja.

Sekian waktu berlalu, saya mulai mempelajari kalau metode common parts seperti yang dilakukan Honda sebenarnya adalah cerminan dari Industri Otomotif secara global. Semua produsen pakai metode yang sama – mulai dari Pabrikan China sampai Jerman. Jepang sampai Italia. Ini adalah solusi bagi kebijakan Industri Otomotif yang terus mengutamakan soal efisiensi… Bukan cuma efisien dari sisi penggunaan bahan bakar & emisi gas buang, tapi juga dari sisi manufaktur & cost produksi.

Dan sejak saat itu kita bisa lihat contoh nyatanya di kompetitor lain seperti Yamaha (125 Blue Core, 155 VVA) & Suzuki (GSX150-series). Puncaknya, di tahun 2019 ini banyak buanget produk potensial & bikin ngiler yang, ironisnya, pakai metode common parts yang dulu dibenci oleh banyak orang.

Pertama ada Honda ADV150 yang memanfaatkan basis milik Vario 150 & PCX Lokal ke level yang lebih tinggi. Ya, kalian bisa mendebatkan soal mesin gredeg, sasis, ataupun kualitas plastiknya yang banyak jadi perhatian (saya no comment karena belum lihat)… Tapi perlu diingat juga Honda melakukan hal spektakuler dengan menjejali ADV150 dengan suspensi tipe baru di depan-belakang, kokpit baru, speedometer baru, velg baru, bahkan tipe bannya juga jadi yang pertama diproduksi Federal (SRI).

Yaelah kang, cuma segitu doang sama body baru, ngapain dilebih-lebihin? Well, kalau minta yang disebutkan tadi ke Suzuki, mereka butuh waktu paling lambat 5 tahun untuk mengubah request kalian dalam wujud barang jadi. Itupun kalau ada aproval investment dari Suzuki Motor Co. (Jepang) – which is highly unlikely. So, yeah, meskipun ada diantara kita yang nggak suka AHM, setidaknya dalam hal ini mereka layak diberikan apresiasi. Give credit where it’s due.

Tapi ditengah sukacita hadirnya Honda ADV150 dipasar Indonesia, Yamaha bahkan melakukan hal tersebut satu langkah lebih ekstrim lagi! Setelah bikin kaget dengan meng-common parts R125 & MT125 dengan versi 155 di Indonesia, sekarang mereka bahkan mengembangkan lagi basis tersebut menjadi sosok Retro-Modern (Yamaha XSR155), ADV (Yamaha Tracer 155) & Dual-Sport (Yamaha WR155).

Jadi secara total, Yamaha punya 6 produk gress berbasis mesin 155cc VVA – dengan masing-masing tipe punya karakteristik tersendiri yang membedakan satu dan lainnya… Dan ini belum termasuk versi 125cc nya. Un-frikken-believable!

 

Jujur, gebrakan yang dilakukan Yamaha ini beneran bikin EA’s Blog merasa happy. Bukan karena saya dibayar juga sih, tapi karena effort yang mereka tunjukkan di market ASEAN sangat layak diacungi 4 jempol! Ini menunjukkan kalau Yamaha masih bergairah untuk melawan dominasi yang dilakukan pabrikan berlogo sayap. Jika mereka juga berhasil melakukan hal yang sama di segmen skuter matik 155 VVA, maka battle panas bakal terus berlanjut!

Bring it on Yamaha! Dengan kondisi saat ini, cuma mereka yang bisa bikin Honda garuk kepala dikelas 150cc kebawah. Stop baper, dan kalian bakal dapat support 100% dari saya.

Ah, itu kan cuma Yamaha MT-15 pake plastik tambahan doang kang? Well, sekali lagi, kalau kita serahkan proyek ini ke Suzuki, mereka mungkin bisa menyelesaikan proyek body plastik & sedikit ubahan sasis dalam waktu kurang dari 2 tahun. Bedanya, mereka bakal pakai bekas part milik Thunder 125 dan beberapa motor lain yang sudah stop produksi… Diulek-ulek… Dan voila, jadilah bahan candaan terbaru bagi netizen.

Garis bawahnya, suka atau nggak, efisiensi adalah kiblat utama bagi manufaktur sepeda motor di era modern seperti sekarang. Produk show off memang bagus, tapi jangan kaget juga kalau harganya bakal nggak sesuai dengan kantong orang Indonesia. Tugas kita sebagai enthusiast industri roda 2 adalah memastikan apakah effort produsen sudah cukup untuk memberikan differensiasi antar tipe produk? Apakah basis yang mereka gunakan sudah cukup mutakhir untuk dijadikan bahan common parts? Apakah konsumen diuntungkan disini?

Dan sejauh pengamatan saya – di 2019 ini – we’re heading in the right direction.

Iklan

35 comments

  1. Bagaimana memodif byson biar kaya sr155 yg penting nih mtr nyaman , kaga perlu kenceng nikmatin hidup di jalur lambat, ……. ada usulan n saran daur ulang retro byson 150cc ….

  2. Tahun depan mgkin masuk sini, mgkin ga kang peminat adv jd wait n see? BTW cylindernya kalo bisa dicat item, secara visual bisa nutupi cylindernya yg keliatan ramping, mt125 Eropa yg first gen jg dicat item cylindernya.

  3. Akhirny reborn lg kang artikelny.. Mdh2n kga mati suri lg.. hahhaha..
    Salah satu blog fav gw krn pny karakter tersendri..

  4. Salut buat Yamaha kalo bisa jual xsr155 di harga yang masuk akal, supaya motor 150cc ada gregetnya lg. Yakin lah Honda pasti ikutan main kalo yamaha bisa lokalin di harga 30jt rendah.

    1 market lg yang harusnya bisa dibikin ada greget nya, yaitu bebek 110cc. Kalo honda mw buat c110 ala2 yang di Thailand, saya yakin kok bebek 110 banyak yang beli lg (tetep ga sebanyak matic sih, tapi jadi diliat lg atw bahkan dibeli lg).

    Intinya kalo red ocean udah sumpek, blue ocean masih bisa jadi solusi, solusi buat pabrikan selain Honda kalo honda belom main disana.

    Oh iya nice new website look nih untuk mobile nya, web look nya belom liat.

  5. Yakin deh yamahmud kalo bikin bebek Retro 115cc bakalan laris.karena segmen sekarang kebelah ada yg demen body tajem tajem ala robocop adapula yang kubu klasik,asal yamahmud berani sendiri keluarin bebek klasik harga under 22 juta juga bakal laris.dari pd ngahaem keluarin bebek nostalgia harganya NOSTALGILA

  6. tetep apapun motornya, bensinnya maksimal pertamaks… piss ;p
    kalo dibilang pertarungan berdarah, mungkin gaya marketing sales pabrikan yang lebih berdarah darah kang. tp yang perlu digaris bawahi disini adalah, yamaha yang selalu buka pasar, honda yang selalu mgikutin, tiru, dan modifikasi.

  7. “Ah, itu kan cuma Yamaha MT-15 pake plastik tambahan doang kang? Well, sekali lagi, kalau kita serahkan proyek ini ke Suzuki, mereka mungkin bisa menyelesaikan proyek body plastik & sedikit ubahan sasis dalam waktu kurang dari 2 tahun. Bedanya, mereka bakal pakai bekas part milik Thunder 125 dan beberapa motor lain yang sudah stop produksi… Diulek-ulek… Dan voila, jadilah bahan candaan terbaru bagi netizen.”

    sebagai fans Suzuki, gue gak seneng liat tulisan gini, tapi apa daya Hamamatsu emang kadang terlalu bebal. Mirip seniman tua yang umurnya semakin panjang. Ya, setidaknya tulisan itu hanya berlaku di Indonesia.

Silahkan Berikan Komentar Brosist yaa ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s