Mesin Overstroke Honda Genio Itu Menarique

Honda Genio

Orang bilang Honda Genio adalah versi maskulin dari Scoopy eSP yang unyu & imut-imut. Kata orang. Kalau menurut saya justru lebih mirip Scoopy versi buruk rupa. Tapi dibalik tampangnya yang cowok-bukan-cewek-bukan, Genio justru punya poin menarik yang tersembunyi. Salah satunya ada di mesin overstroke terbarunya.

Kenapa menarik, Kang Eno? Kita ulas sedikit.

 

Mesin Overstroke

 

Nggak setengah-setengah pakai kosakata “near square”, Honda Genio ini total pakai mesin overstroke – alias pure long stroke! Langkah pistonnya dipanjangin sampai 63,1 mm dari sebelumnya cuma 55,1 mm. Ada tapinya juga sih, akibat perubahan tersebut pistonnya jadi lebih mungil dari 50 mm ke 47 mm. Kapasitas mesinnya meningkat (dikit) dari 108,2 cc jadi 109,5 cc.

Lah, stroke panjang & downspec piston, powernya turun dong Kang? Nah ini, bener banget. Powernya bakal turun, karena dalam kapasitas yang sama – mesin overstroke pasti punya RPM yang lebih rendah. Meskipun torsi naik, tapi kalau RPM turun ya percuma… Karena basic Horsepower itu Torsi x RPM / 5252.

Tapi dikasus Honda Genio, power maksimumnya diset diputaran mesin yang sama seperti generasi mesin BeAT K81 lawas. So, powernya justru malah naik dari 8,5 HP ke 8,8 HP @ 7.500 RPM. Dan seperti yang bisa ditebak, torsinya meningkat signifikan dari 9 Nm ke 9,3 Nm dengan putaran mesin yang lebih rendah (6.500 ke 5.500 RPM)… Not bad, malah bisa dibilang Good Job!

 

Rasio Kompresi Tinggi

 

10 tahun yang lalu, rasio kompresi motor berpendingin udara tradisional mentok diangka 8-9:1. Kalau ingin naik ke angka 10:1 atau lebih tinggi, pendinginan ekstra seperti oil cooler hingga radiator jadi persyaratan wajib untuk mentransfer panas mesin yang meningkat. Atau kalau ingin bandel dikit, triknya adalah dengan menggunakan bantuan Radial Valve + Dome Hemispherical.

Di 2019 ini, Honda Genio memberanikan diri pasang rasio kompresi 10:1 dengan pendinginan hanya sebatas kipas yang nempel di ACG Starter. Dan menurut saya, sebenarnya ini bukan sesuatu yang perlu diheboh-hebohkan baik dari sisi plus (power) atau minusnya (panas mesin).

Gini nih, meskipun rasio kompresi di brosurnya tertulis sejuta:1 sekalipun, tapi rasio kompresi dinamisnya pasti bakal lebih kecil. Hal ini efek dari bukaan camshaft yang sayangnya saya belum nemu angka derajat TMA-TMB nya (tulis dikolom komentar kalau ada Brosist yang tahu ya). Nah, efek ini yang bisa bikin mesin berkompresi tinggi dalam kinerjanya bisa seolah setara motor berkompresi 8,5:1. Dan ini juga ada rumusnya.

Tapi problem dasar rasio kompresi tinggi bukan cuma panas mesin yang meningkat lho. Faktanya ada lagi masalah yang lebih pelik – efek knocking akibat penggunaan bahan bakar oktan rendah. Nah selain yang sudah disebutkan diparagraf sebelumnya – inilah kenapa kita harus berterima kasih untuk unsur Electronic di sepeda motor. Timing pengapian dari ECU bisa disesuaikan dengan output yang diberikan sensor-sensor di sistem PGM-FI kepunyaan AHM.

Jadi kesimpulannya, kompresi 10:1 di sepeda motor pendingin udara modern itu harusnya bukan sesuatu yang aneh lagi. Faktanya, jangan kaget kalau mesin-mesin modern di R2 atau R4 nantinya bakal punya spek rasio kompresi tinggi.

 

Deal With the Heat

Yang lucu, sewaktu perilisan Honda Genio banyak banget yang menulis & memvideokan soal efek rasio kompresi ke panas mesin Honda Genio – tanpa sadar kalau konstruksi mesin anyar Genio sendiri sebenarnya lebih berpotensi menghasilkan panas mesin dibanding kompresi, kapasitas oli 650ml, dan tetek bengek lainnya.

Karena prinsipnya, semakin panjang langkah stroke, maka semakin besar pula potensi friksi di silinder. Semakin besar friksi antar metal, maka bakal menimbulkan panas yang tinggi. Analogikan ke dinding silinder, hasilnya amit-amit! Inilah salah satu alasan kenapa semua pabrikan memunculkan idenya sendiri-sendiri soal “mengurangi gesekan diruang bakar”.

Di Honda Genio sendiri ada Offset Cylinder khas ala mesin eSP, plus Jet Cooled alias Oil Jet yang menyemprotkan oli ke bagian bawah piston. Keduanya bukan teknologi baru sebenarnya, tapi justru makin relevan dengan konstruksi mesin modern. Khusus untuk Jet Cooled Oil Jet ini punya fungsi ganda, nggak cuma sebagai pelumasan – tapi juga sebagai pendinginan… Which is dikasus Genio, semakin bagus pelumasannya – makin dingin mesinnya.

Gile, canggih amat teknologinya Kang Eno? Lah, canggih darimananya? Dari tahun jebot juga fungsi oli ya sebagai pelumasan & pendinginan. Kalau mau kasih apresiasi ya ke pengaplikasiannya lah!

 

The Nature of Long Stroke

 

Sebenarnya saya sudah tulis soal poin minus mesin Long Stroke dahulu kala. Tapi sayang, semua tulisan EA’s Blog dari 2016-2019 lenyap dari server hosting IdCloudhost… Jadi mau nggak mau, saya kudu ulang penjelasannya deh.

Gini, selain panas mesin berlebih. Arsitektur Mesin Long Stroke juga punya tabiat buruk soal vibrasi. Dan ini nggak bisa sekadar diperbaiki lewat pelumasan yang lebih baik, karena memang sudah merupakan karakter dari setang piston panjang yang bakal merembet ke kruk-as. Solusi satu-satunya cuma balancer, yang sayangnya juga menambah inertia di putaran mesin.

Berdasarkan pengalaman dikelas 250cc, Honda selalu 1 step lebih baik soal redaman vibrasi di mesin. Mesin punya Old CBR250R & CRF250 Rally itu jauh-uh-uh lebih halus dibanding mesin beringas-ngajakin-ribut kayak Ninja 250SL & Z250SL. Semoga mereka juga nemu solusinya untuk Genio.

Selain vibrasi, mesin long stroke juga punya karakter engine brake yang lebih makjleb. Kalau di motor matic ini bisa dibuat smooth dengan bantuan CVT. Endingnya tergantung gimana kalian menyikapi engine brake, butuh atau nggak di skutik? Saya sih butuh. Tapi jangan keterlaluan juga, namanya jadi dikasih hati minta ampela.

 

Bore Up MANIA

 

Biasanya sih skutik keluaran PT. Astra Honda Motor nggak ada yang bisa dibore-up sampai ekstrim tanpa ubahan yang ekstrim juga. Dikasus generasi mesin sebelumnya, 54,5 mm adalah batas aman buat proyek budget minim gas tipis-tipis. Dikasus Honda Genio, saya yakin juga bakal serupa. Yang jelas, pakai ukuran piston standar milik BeAT lawas (50 mm), kapasitasnya bakal naik jadi 123 cc – kalau dibulatkan berarti jadi 125 cc.

Wah jangan-jangan??????

 

Makin Irit?

 

Ebuset, ini masih ada yang nggak bersyukur punya matic dengan konsumsi bahan bakar tembus 50km/l? Saya bisa dapet segitu pakai Suzuki NEX II saja sudah seneng banget. Banget.

 

Mana First Impression Mesin Baru Honda Genio, Kang?

 

Karena blog saya kemarin terhapus dari pihak hosting, jadi ya saya jujur saja ke pihak AHM kalau memang blog bermasalah. Saya bisa aja datang ke undangan resmi launching Honda Genio, karena memang dapat invitation. Tapi as a BLOGGER, kalau saya nggak kasih timbal balik ke mereka lewat artikel – apapun isinya, pro atau kontra – rasanya nggak etis. Jadi yaudah, semoga jadi rejeki blogger lain yang menggantikan posisi EA’s Blog dicara launch.

Jadi artikel ini cuma sebatas bahas konstruksi mesin baru Honda Genio doang, Kang?

Ya. Sorry. Doakan saja semoga EA’s Blog dikasih kesempatan nyoba mesin baru ini lain kali.

32 comments

  1. 10 tahun yang lalu, rasio kompresi motor berpendingin udara tradisional mentok diangka 8-9:1. Kalau ingin naik ke angka 10:1 atau lebih tinggi, pendinginan ekstra seperti oil cooler hingga radiator jadi persyaratan wajib untuk mentransfer panas mesin yang meningkat.
    —–
    di EasyJR malah lebih sadis kang 10,4:1 dan itu motor jadul taun 2006 nenggak premium juga masih gak ada gejala knocking dan overheating….(meskipun si redhot saya dari lahir ceprot minumnya pertamax tp dari review pengguna yg lain yg pada pake premium masih enak2 saja nenggak premium)
    ( http://www.motorganteng.com/2014/03/spesifikasi-kymco-easy-jr.html )

  2. Mantap ulasannya, Kang Eno. Alhamdulillah dah balik lagi. Lapak yg katanya punya Blogger ‘papan atas’ gak greget menurutku… cm sekedar lumayan buat referensi

    • Ya kalau nggak ada beliau-beliau yang ngorek informasi, saya juga nggak bisa bikin artikel beginian kang, hahaha… Credit for them. Respect.

      Meskipun kalo ada poin yang nggak sepaham, ya mohon maaf aja, begitulah tulisan saya disini, wkwkwk.

      • Setuju kang, selain puja puji dari blog papan ngatas, harus ada yg bahas realita/minusnya secara jelas dan lugas (dalam hal ini ai se8 dg mang Eno)
        Ngah ngah ngah

      • Tanpa mengurangi respect buat blogger papan atas, ttep lanjut aja dgn ciri khas kang Eno. Pabrikan emg perlu dikritisi, bkn cuma yg bagus2 doang. Sebut saja Honda… kualitas part kentara banget bedanya sama produk Federal dulu. Istilah kang Eno, if buy a crap, they will make another one…. wkwkwk

  3. Mantab…. Kangen ketikan Kang Eno(klo yg kangen Kang Eno nya biar neng Aura Kasih aja wkwkwkwk…) Kemaren nyoba buka web EA ga bisa diakses, eh bisa diakses muncul artikel 2016.
    Alhamdulillah dah lanjut lagi, sukses terus.

  4. Dari mesin memang menariqe.. Tapi dari sejal loncing, lihat iklan, baca brosur, sampe ketemu unit ya langsung ane tetep gak bisa nemu sama apa yang bagus dari desainnya. Modern ada, klasik dikit, maskulin nanggung, feminine ada..

  5. Ini konstruksi rangka & engine mounting beda daripada beat series,kaliaja mau diterapin di beat yg banyak cm kasus crankcase patah kena lobang 🤣

    • Kasus crankcase patah itu karena GC nya BeAT yang pendek, ditambah preload shock yang dibikin empuk. Standar tengah diadu sama polisi tidur terus, standar duluan kalah, jadi macet. Kalo dikerjain bengkel yg rada dablek (bahkan beres juga sering gini) maen getok aja, risikonya pasti sompal. Mau dibikin pake adamantium juga pasti kalah.

      Spacy saya kasusnya sudah dari 8 tahun yg lalu. Baru kalah pas bengkel nyoba lepas bos standar tengah kemarin, pas digetok dudukannya sompal, bagusnya nggak sampe sompal ke bagian atas crankcase. Padahal saya sudah minta digerinda, *hiks.

      Soal almu crankcase & cvt, jujur aja nih ya, (IMO) bikinan YIMM sekarang malah dibawah barang outsource AHM.

      • kasus crankcase patah biasanya dialami gasruk mania alias anak babylook yg motornya ceper bgt, penyebabnya ya gasruknya soalnya gc beat termasuk rendah, di kampung saya yg jalannya mulus gk pernah nemuin kasus beat crankcase patah, padahal motornya banyak banget

  6. Mang, kalau udah review genio, tolong dibandingkan juga dengan scoopy ya mang. Mesinnya bagus mana, vibrasi, de el el nya

    Thanks sebelumnya. And happy to see your articles again

  7. motor longstroke itu asik lo , rpm 6000 gigi 4 udah ngebut banget, pengalaman saya naik motor gl dg langkah 70mm, tapi konsumsi bbmnya lebih irit daripada megapro saya 🤣, masuk akal sih soalnya digas dikit aja motor udah jalan,

  8. Saya kira blog ini udah matek. Ternyata masih hidup. Saya suka baca artikel berbau opini, round-up dengan kategori aneh-aneh. Contohnya Aerox 125 LC ternyata adl motor terjelek dan penjualannya paling ngenes, tp justru dari situ bikin saya pengen punya satu aja. Wkwkwk…semoga gak bermasalah lagi sama hostingannya.

Silahkan Berikan Komentar Brosist yaa ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s