Motor 250cc Ini Silindernya Ada 6 Biji! HONDA RC166

HONDA RC166

Honda RC166

Memasuki musim 1966, Yamaha bikin shock paddock GrandPrix dengan memamerkan motor 250cc terbaru dengan mesin V4 Engine nya yang spektakuler. Tapi ada yang aneh dikubu Honda, mereka justru kelihatan santai. Alasannya, karena pabrikan sayap telah berhasil menyempurnakan mesin 6 silindernya: Honda RC166.

Meskipun masih mempertahankan konfigurasi mesin 250cc 6 silinder segaris, tapi semua komponen mesin di RC166 didevelop ulang dari nol. Ukuran pistonnya dibikin lebih gede, yang bikin putaran mesinnya meningkat drastis dari yang semula 17.000 jadi hampor 20.000 RPM. Diameter piston lebar ini juga memungkinkan engineer Honda pasang ukuran klep lebih lebar buat memaksimalkan proses intake sama exhaustnya.

Komponen internal mesin Honda RC166

Bukan cuma bikin partnya lebih lebar, Honda juga sekaligus bikin komponen mesin di RC166 kayak kruk as, piston, sama setang pistonnya jadi lebih ringan. Otomatis naik turun RPM nya bakal jadi jauh makin cepat.

Dan karena naik turun putaran mesinnya dari 0 ke 18.000 RPM cuma sekedipan mata, Honda pakai gear driven khusus sebagai penggerak noken asnya. Soalnya kalau pakai rantai keteng (cam chain) kayak motor kalian di garasi, dijamin bakal rontok tuh rantai dipakai satu balapan full.

Kemudian untuk meminimalisir bobot yang jadi problem di generasi sebelumnya, Honda kasih seabrek logam eksotik terbaru buat RC166. Crankcase sama head cylinder nya dibikin pakai magnesium alloy, blok silinder sama komponen detail lainnya dibikin pakai aluminium, sementara sasisnya mengandalkan baja chrome-molybdenum.

Heck! Bahkan sebiji knalpot megaphone alumuniumnya itu beratnya nggak sampai 500 gram! Gokil nggak tuh…?

Efeknya, bobot RC166 ini sanggup dipangkas 15 kilogram dibanding versi perdana. Dengan diet yang super ekstrim begini, Honda jadi bisa pakai oil cooler tambahan buat mendinginkan mesinnya tanpa takut bobotnya terlalu berat. In fact, Honda RC166 ini bahkan pasang 2 biji oil cooler sekaligus!

Buat yang penasaran, mesin 6 silinder Honda RC166 ini pakai firing order 120° yang diatur sama contact breaker di sebelah kiri blok mesinnya. Urutan firing odernya yaitu 1-5-3-6-2-4 yang gokilnya mirip kayak mesin 6 silinder modern lho! Which is, punya balance yang sempurna, plus output power yang paling maksimum!

Hasilnya, mesin Honda RC166 ini diklaim mampu mengail power maksimum sampai 62 HP diputaran 18.000 RPM dan redline yang mampu menyentuh 20.000 RPM. Dan jangan kagum dulu, soalnya beratnya juga cuma 112 kg doang.

Sebagai perspektif, Honda RC166 ini punya power-to-weight-ratio (PtWR) yang yang 2 kali lipat lebih besar dibanding ZX-25R, alias motor 250cc paling powerful di era modern sekarang. Atau hampir 3 kali lipat kalau kita bandingkan dengankelas twin cylinder laiknya CBR250RR atau New Ninja 250. In fact, rasio performa RC166 ini justru lebih mirip ke supersport 600cc 4-silinder, atau Prototype Moto3 yang lahirnya puluhan tahun kemudian.

Tapi, motor fantastis belum tentu menang kalau nggak dihandle sama joki yang brilian juga. Untuk itu, Honda-san secara pribadi membajak Mike Hailwood dari MV Agusta sebagai development rider mereka dikelas GP250 sama GP350. Dan sewaktu pertama kali Hailwood menjajal RC166 di Suzuka, disaster!

Mike hailwood – Honda RC166

Pebalap Inggris tadi kasih komentar yang sangat buruk soal sasis, suspensi, sama pengereman di RC166. Saking keselnya, doi bahkan sempat melempar shock belakang Showa RC166 ke kolam dekat sirkuit.

Honda-san yang kesel dengan tingkah Hailwood ini konon bilang:

Oke, kalau memang sasis dan suspensi kami bermasalah, ente bisa ganti pakai tipe yang menurut ente lebih baik. Tapi sebagai bayarannya, ente harus bisa kasih title dikelas GP250, GP350, dan motor racikan ente nggak bakal pernah dipajang sebagai heritage Honda. Karena ini bukan “full” motor Honda.

Honda-san

Dan begitu musim 1966 dimulai, Mike Hailwood langsung memenangkan semua seri yang dilombakan. What a legend!

Di musim 1966, Honda RC166 jadi benchmark pengembangan motor dikelas GP250. Heck, bahkan powernya itu masih diatas motor 2-Tak V4 nya Yamaha, RD05. Saking pengennya Yamaha menyaingi output power RC166, mereka sampai bikin blunder karena justru bikin mesinnya jadi bermasalah secara reliability.

Musim 1967, Yamaha memperkenalkan versi terbaru V4 Engine nya dengan nama RD05A. Bukan cuma improve dari sisi durability, mesin ini juga makin ditingkatkan lagi powernya jadi mencapai 68 HP! Musim 1967 bakal jadi ujian sesungguhnya buat kombo Hailwood sama RC166.

Beruntung, berkat upgrade sasis yang brilian oleh Mike Hailwood, plus performa mesin 6 silindernya yang kembali ditingkatkan sampai tembus 20.000 RPM. Mesin V4 2-Tak pun belum mampu melawan kegilaan masterpiece 6 silinder ini. Hailwood kembali jadi juara dunia dikelas GP250.

Sayangnya, karena kontroversi soal gelaran GP Jepang dimusim 1966, plus rencana perubahan regulasi besar-besaran dikelas GP250, Honda memutuskan buat nggak melanjutkan ikut balapan di musim selanjutnya.

Padahal menurut rumor yang beredar, Honda bahkan sudah menyiapkan RC167 & RC168 dengan mesin V8 8-silinder 250cc terbaru, buat ikutan musim selanjutnya! Iya, 8 silinder 250cc bro! Edan nggak tuh bakal kayak gimana lengkingan suaranya!

Tapi karena menganggap kejuaraan balap GrandPrix sudah nggak mendukung visi Honda yang menganggap balapan sebagai laboratorium berjalan mereka mengembangkan teknologi terbaru… Soichiro Honda akhirnya pilih buat memindahkan fokusnya ke balapan Formula 1. Plus menciptakan superbike multisilinder terbaru dengan basic teknologi dari RC-series Honda.

Kalian bisa lihat langsung lihat contohnya kayak di Honda CB750 yang mengubah sejarah permotoran, plus Honda CBX yang mesinnya dijamin bikin fans CB jadul ngiler.

Teknologi manufaktur plus metalurgi yang mereka dapat juga nggak berakhir sia-sia. In fact, dari teknologi ini jugalah lahir mesin F1 Honda yang super kompleks, plus NR500 yang sampai sekarang masih pegang rekor sebagai motor GP500 paling ekstrim sepanjang sejarah.

Dan dari kombo Mike Hailwood sama Honda RC166 ini jugalah, pabrikan sayap mengepak nantinya sukses melahirkan kombo juara dunia selanjutnya, dimasa yang akan datang.

SPESIFIKASI HONDA RC166

Manufaktur : Honda Motor Co.

Model : RC166

Class : World Grand Prix

Engine : 4-Tak, Inline 6 Cylinder, DOHC 24 V, Dual Side-mounted Oil Cooling

Bore x Stroke : 41 x 31,5 mm

Kapasitas Silinder : 249.5 cc

Rasio Kompresi : 12.0 : 1

Sistem Penyuplai BBM : 6x Karburator Keihin Flat Valve 23mm

Transmisi : 7-speed Gearbox

Max Power : 62 HP @ 18.000 RPM

Top Speed : 150 Mph (240Km/h)

Rangka : Chromoly Steel Open Duplex

Suspensi Depan : Telescopic Cartridge

Suspensi Belakang : Twin-Girling Shockbreaker

Rem Depan : Drum Brake (Tromol) 9 Inci.

Rem Belakang : Drum Brake (Tromol) 8 Inci.

Ban Depan : 3.00 – 18 Dunlop KR124

Ban Belakang : 3.25 – 18 Dunlop KR124

Berat Kosong : 112 Kg

2 comments

  1. kalo diinget2 cerita jatuh bangunnya soichiro ngebangun honda dan rc166 ini yang bikin saya jadi FBH

Silahkan Berikan Komentar Brosist yaa ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s