Bagaimana Honda RC116 Jadi Pembunuh 2-Tak yang Efisien

Honda RC115

Honda RC115

Kebalikan dari Suzuki yang selalu mengejar tambahan silinder, tambahan gearboxnya, tambahan ininya-itunya, pokoknya harus ditambah semuanya… Honda justru melakukan pendekatan yang terbalik 180Β°.

Ini bukan berarti Honda nyerah sama keadaan lho ya, nggak gitu juga. Tapi Irimajiri itu sadar kalau seeksotik dan sekencengnya mesin 2-Tak ultra high-RPM dari Suzuki, tipe mesin begini pasti bakal punya kelemahannya sendiri.

Konsep Honda RC115

Contohnya, karena Suzuki pakai mesin 2-Tak yang RPM nya sangat tinggi, otomatis low-end RPM nya bakal tambah ngempos parah dan bakal menyusahkan rider. Dan jangan lupa, karena tipikal mesin twin cylinder begini punya komponen part mesin yang banyak, otomatis bobot mesinnya juga bakal bengkak dibanding yang silinder jomblo.

Belum lagi soal durabilty mesin 2-Tak high-RPM yang di era 60-an masih horror banget karena sistem pelumasan yang tricky.

Untuk mengcounter Suzuki, Honda menyiapkan project RC115 dengan target mengalahkan RK65 pakai kelemahannya sendiri. Ini nih baru namanya engineer tulen, bikin mesin bukan cuma berdasarkan spek doang, tapi sudah pakai filosofi dan konsep sendiri!

Di Honda RC115 ini Honda merombak ulang mesin di versi lawas. Sudut klepnya dirombak jadi jauh lebih sempit untuk merubah chamber pembakaran sekaligus menaikkan kompresi. Karena kompresinya bertambah, Irimajiri jadi leluasa buat nambah lagi putaran mesin di RC115 tanpa harus mengorbankan RPM rendah.

Caranya Honda naikin RPM gimana Kang? Nah, RC115 ini pakai internal mesin baru dengan diameter piston lebih lebar. Karena pistonnya lebih gede, otomatis langkah strokenya jadi lebih pendek. Di Honda RC115, mesin twin-cylinder 50cc ini sekarang sanggup digeber sampai 21.000 RPM, dengan power puncak berada di 20.000 RPM.

Masalahnya, dengan penambahan RPM ini, mesin RC115 juga jadi lebih panas. Sementara itu Honda nggak mau pakai oil cooler tambahan karena bikin bobotnya jadi berat. So, gimana solusinya?

Well, karena ini Honda. Mereka pakai trik yang rada aneh, tapi tetep masuk akal. Gini, waktu itu mereka bikin mesin yang bak penampungan olinya (oil pan) itu kelihatan offside dari fairing. Fungsinya, sewaktu motor jalan di kecepatan tinggi, oil pan yang sekaligus ada siripnya ini juga bakal tertiup langsung sama angin terus ngademin olinya deh. Nah, jadi kayak pendingin oil cooler kan?

Saking pengennya trik ini berhasil, Honda bahkan sampai nambahin piringan alumunium di ban depannya. Awalnya ini saya kira biar RC115 kelihatan kayak pakai fake tromol… Eh setelah dipelajari, ternyata fungsinya sebagai aerodinamika sekaligus memusatkan hempasan angin dari depan langsung ke oil pannya RC115. Edaaaaann!

Honda RC115 In Action!

Sesuai dugaan Irimajiri san dkk, Honda RC115 yang powernya lebih rendah dari RK65 Suzuki justru mampu bersaing secara ketat di musim 1965. Ditambah sama keapesan Hugh Anderson yang kurang menyukai karakter Suzuki RK65 yang nyusahin, endingnya justru Honda lah yang keluar jadi juara dunia bareng Ralph Bryans.

Saking suksesnya konstruksi mesin baru ini, Honda sampai bikin yang versi 125cc nya juga lho… Namanya adalah Honda RC149.

3 comments

  1. absen dulu….

    seperti ini yg generasi lawas suka, blog nggak disalip vlog

    enakkan baca daripada nonton

  2. enak baca dari pada menonton.πŸ˜‚πŸ˜‚.yg dibaca jg enakπŸ’ͺπŸ’ͺ kang πŸ™πŸ‘πŸ‘

Silahkan Berikan Komentar Brosist yaa ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s