2-Stroke Never Die: Langen 250cc Neo Café Racer

Yesss, 2-stroke is back! Meskipun belum ramai, tapi seenggaknya setiap tahun hampir ada aja terobosan baru buat menghidupkan kembali jenis mesin yang fans setianya nggak pernah luntur ini. Setelah terobosan yang dilakukan Vins, KTM, sampai ke Suter yang menghadirkan motor 2-Tak injeksi, kali ini ada ex chief desainer CCM asal Inggris, Chris Ratcliffe yang membuat brand baru bernama Langen Motorcycles. Produk pertamanya adalah café racer 250cc 2-tak, yang desainnya… Wow, bikin speechless!

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

Itu hampir semua part yang digunakan branded lho! Suspensi depannya Ohlins, suspensi belakang besutan K-Tech multi adjustable, rem full-spec Brembo, selang rem HEL, dan masih banyak yang lainnya. Part customnya juga nggak kalah bikin melongo, sasis tubularnya full handmade pakai material aluminium, sementara yang nggak handmade diukir pake mesin CNC 5-axis kemudian dilabur lapisan emas 24 karat… Are you kiddin’ me!?

Tentu saja, nggak ketinggalan – kayak motor eksotis lain – part bodinya dibikin dari material carbon fiber. Heck, bahkan box filter udaranya juga dibikin pakai karbon fiber! Buset, saya sih nggak kaget kalau bobotnya bisa jauh lebih ringan dari BeAT.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Tapi yang paling bikin penasaran, apalagi kalau bukan mesinnya! Ya, Langen café racer ini pakai mesin 250cc 2-Tak V-Twin 90° kepunyaan Vins Duecinquanta yang sempat bikin heboh tahun 2017 lalu. Mesin racikan kota Maranello, Italia ini aslinya berbasis Aprilia RS250, which is kalau ditelusuri ternyata berasal dari Suzuki RGV250 VJ22.

Bedanya dibanding mesin lawas yang jadi leluhurnya, milik Langen café racer ini sudah dibekali dengan injeksi. Dan sistem injeksinya sendiri jauh berbeda dari Transfer Port Injection (TPI) seperti yang kita temui di motor trail KTM… Dimana campuran BBM disemprot oleh injector diposisi transfer port, join bareng udara hasil kompress crankshaft & oli 2-Tak yang disuplai lewat Throttle Body.

Di mesin hasil pengembangan ex-engineer F1 ini, campuran bensin disemprot persis setelah port exhaust tertutup alias sudah pakai tipe Direct Injection. Jadi bener-bener sudah efisien banget dibanding TPI ala KTM, apalagi mesin 2-Tak konvensional. Kalau TPI ala KTM itu baru berstandar regulasi EURO 4 dan masih kesulitan untuk tembus standar EURO 5, nah mesin punya Vins S.r.l ini diklaim sudah bisa tembus EURO 5 sekalipun lho!

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

Yang jadi masalah, tipe mesin yang sering disebut sebagai 2-Tak dari masa depan (Holy Grail of Engineering) ini ternyata banyak juga problemnya dibanding Transfer Port Injection ala KTM… Mulai dari injector yang butuh semprotan bertekanan sangat tinggi, model dome pembakaran yang khusus, sampai kepresisian timing yang harus sangat tepat kalau nggak mau mesin ini auto bubaran cuma dengan 1 kali miss siklus pembakaran. Belum lagi soal sensor yang sangat sensitif terhadap performa & siklus pembakarannya. Njelimet banget pokoknya, bahkan lebih musingin dari konsep Direct Injection mesin 4-Tak.

Bimota sudah membuktikannya lebih dari 20 tahun yang lalu, dan hampir bangkrut gara-gara mesin Direct Injection. Makanya sampai sekarang belum bisa sampai ke motor produksi masal, hanya sebatas untuk motor limited-edition doang yang harganya amazing, sekaligus legalitas emisinya masih abu-abu. Sekalinya ada, jarang ada yang mau membeberkan teknologinya secara gamblang ke khalayak ramai, persis kayak kasus mesin Vins Duecinquanta 250cc ini… Beda sama KTM yang sudah bisa pakai teknologi TPI ke motor trail produksi masal.

Soalnya, harga Langen Cafe Racer 250cc ini tembus 30,000 poundsterling – atau sekitar 543 juta! Fiyuhh, untungnya 250cc ya, jadi nggak kena pajak tambahan kalau ada sultan yang cukup gila order motor yang satu ini ke Indonesia, wkwkwk…

 

5 comments

Silahkan Berikan Komentar Brosist yaa ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s