Suzuki NEX II Cross. Way Of Life.

Seperti yang sudah disampaikan di Weekly Motorcycle News, ekspektasi EA’s Blog terhadap Suzuki NEX II Cross sebenarnya rendah banget. Cuma ubahan setang, speedometer & ban. That’s it! Tapi yang keren dari Suzuki, mereka selalu menemukan cara untuk membuat yang bahkan lebih buruk lagi. Amazing.

Beberapa tahun lalu, EA’s Blog sempat kritisi habis-habisan Honda BeAT Street eSP. Bahkan ketika ketemu kawan lama semasa SMA yang baru beli BeAT Street, saya nggak kuat menahan senyum kecut. Sambil menyantap menu buka puasa (waktu itu Reuni BukBer), obrolan BeAT Street kami lanjutkan.

 

“Why not? Motornya enak kok. Kayak BeAT tapi setangnya lebar,” ucapnya, membela.

“Yes, paham kok. Gini, kalau lu seneng ya nggak ada masalah. Gue mah cuma nggak setuju sama Honda aja sih perkara R&D BeAT Street. Soalnya sebagai konsumen, you deserve better, man.” sambil berpikir di dalam hati, karena saat itu saya bawa Z250SL, salah satu motor 250cc paling rewel dari Jepang.

Lucunya, beberapa minggu kemudian EA’s Blog berkunjung ke booth Yamaha di arena Pekan Raya Jakarta. Saat itu pabrikan garputala baru saja merilis X-Ride 125, which is sama mengecewakannya seperti BeAT Street. Pertama, saya nggak suka mesin 125cc Blue Core generasi Mio. Kedua, desainnya memang dirombak dari versi lawas… Tapi hasilnya malah terlihat seperti operasi plastik gagal.

Dari situ, setiap ada yang tanya-tanya soal pilihan motor matic, saya membuat konstanta pribadi. Kalau uang pas-pasan? Ambil BeAT. Ada lebihan sedikit? Scoopy R12. Diatas 20 jutaan (atau kredit)? Aerox atau maxi-scooter, bebas sesuai selera. Lah, kalau yang lain gimana Kang?

Endingnya ya sebebas-bebasnya keinginan konsumen. Jawaban EA’s Blog sendiri sebenarnya potret kondisi skuter matik di Indonesia saat ini. Wajah Honda yang sampai bertahun-tahun belum bisa bikin CVT 150cc bagus, dan Yamaha yang seolah cuma serius jualan Maxi-series. Jadi nggak usah kaget kalau ada yang koar-koar teori konspirasi antara Honda & Yamaha. Kondisinya dilapangan sudah bisa bercerita sendiri.

Enter 2018. Tahun dimana Suzuki memperkenalkan konsep Nex II Crossover di pameran IMOS. Tapi sengaja agak ditahan supaya nggak terlalu hype. Konsep modifikasi sih boleh banget. Tapi konsep produksi? Ntar dulu deh… Di PHP itu perih rasanya. Meski pada dasarnya konsep bernama Nex Strom ini sih jauh lebih production-able dibanding Honda Remix Concept.

So, ketika EA’s Blog mendengar kabar Suzuki berniat bikin Nex II versi ban dual-sport. Saya langsung sambut antusias. Tapi bukan karena yakin produk ini bakal jadi yang the best dikelasnya, bukan begitu. Seenggaknya seneng aja kalau divisi R2 Suzuki Indonesia – at least – ada pergerakan. Lagipula kan memang belum ada skutik yang pakai ban ala Aspira Premio Terreno… So, ditambah setang baplang juga tergolong bagus. Syukur-syukur dikasih tambahan speedometer digital, plus upgrade CVT.

Maksudnya “bagus” disini untuk ukuran Suzuki lho ya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Endingnya, ternyata malah cuma ganti striping & ban dual-sport (IRC GP5 TL) doang. Saya sudah kehabisan kata-kata untuk Suzuki Nex II Cross ini. Kalau Brosist sekalian ada kata-kata mutiara, kolom komentar terbuka bebas… Selama masih dalam ambang batas manusia.

Mungkin Suzuki berniat menantang Planet Ban yang biasanya sering menawarkan opsi Aspira Premio Terreno (Tubeless) ke konsumen awam. Atau mungkin mereka menargetkan konsumen seperti teman-teman kita diluar kota besar… Dimana jaringan 3S Suzuki tersebar luas di daerah pedesaan tersebut – dan jarang ditemui dealer Yamaha, apalagi Honda. Maybe?

SUZUKI NEX II CROSS

Ya bisa aja kan, apalagi akhir-akhir ini kita kenal divisi R2 Suzuki sebagai manufaktur yang unik. Dimana opini (miring) EA’s Blog yang cuma berstatus sebagai blogger level standar, ternyata malah kelihatan jadi seperti kondisi sebenarnya.

Kelamaan bikin Burgman Lokal? Ya terserah sih, lagipula konon katanya masih banyak fans yang setia menunggu. Nggak ada niat upgrade fitur di NEX II? Fine, meskipun rada nyelekit. Tapi kalau sampai membuat effort Honda & Yamaha untuk BeAT Street & X-Ride 125 terlihat seperti masterpiece? I can’t stand that!

SUZUKI NEX II CROSS
No, please don’t….

24 comments

  1. Boleh ikutan berhayal g mang eno
    Pungen banget lah mesin gsx seris d bikin motor javstyle
    Atau paling gak retro moderen konsep mirip cbf190 tanpa uds g p2

  2. Pabrikan terSANTUY dalam hal new product,yg lain pada gaspolll,ini 1 pabrikan yg SANTUY pisan,entah mengamati pergerakan kompetitornya,entah emang terhenti inovasinya,ya entahlah… Kuy Dangdutan wae lah mang….

  3. Jualan motor di India lebih enak mungkin, jadi jualan motor di Indonesia gak dipikirin lagi. Buat artikel aerox vs nmax dong Kang, pengen tau saya alasan Kang Eno lebih milih aerox, padahal banyak yang pake nmax lho kang di lingkungan saya, dari yg masih remaja sampe paruh baya

  4. Gimana perasaan pegawai ex yamaha yang pindah ke suzuki ya
    Kata om komeng kan banyak tuh ex yamaha yang kreatif2 pindah ke way of life karena pergerakan awal menjanjikan dan katanya kreatifitas lebih diterima

  5. padahal wujud nex ini dah kotak kotak keren kalau dikasih stang baplang, lampu led dan bal ala ala crosss gitu.. minimal ada daya saing sama beat stress sama xred yang gembung..

  6. kalo cuman gitu, bagusan beli yg biasa, ganti ban sama striping di pinggiran jalan. banyak yg bisa bikin striping kek gini.

  7. pertama kali saya liat wujudnya nex cross, agak amazed juga sih, scroll atas bawah kok ga ada yang beda ya.

    waktu blog ini ngehujat beat ncetit, saya sih no komen. emang bisa dibilang tanggung banget buat sekelas ahaem, tapi karena saya dulu bawa beat dan ganti pake PCX, baru lah berasa kalo matic2 entry kebanyakan stangnya kecil2 banget, dan setang beat ncetit lumayan enak (walaupun jok nya tetep keras)

    padahal nex ii menurut saya lebih baik secara desain daripada beat, maap mio125 ga masuk itungan, cuma emang nex harus punya ‘Punch’ (ga cuma harga, koz yamaha aja udah lebih muyah dari honda) supaya bisa dilirik .

  8. Dari awal beat street muncul, emang agak aneh aja ngeliatnya, beda sama xride gen1 yg lebih proporsional scr keseluruhan (xride gen2 lebih aneh lagi). Tapi utk beat street makin kesini banyak yg modifikasi skok depan belakang ditinggiin, ban dual purpose, omg kok lama2 jadi ngiler juga ya, ngarep pabrikan langsung ngeluarin model yg kaya gitu, mesin simpel air cooled, tangguh, irit

  9. Efek gagalny sZuki berimbas dah mirip mendung malay😷 , matinya varian mtr di Indoesia krn tidak ada persaingan …monopoli 😯dgn fiture pas2xan aja dah laku😴 ,ngapain kurangin profit dhn invest varian fiture baru ……tamat motor indonesia😣😥😮😔

  10. keknya si kang, divisi rnd sujuki lagi mikir kang, buat apa bikin produk bagus bagus, toh yang laku embit lagi embit lagi.. yamamah aja udah ampir nyerah d skutik entry lepel.. makanya dikeluarinnya skutik palugada, alias pregoh.. sebenernya ngahaem udah kek monopoli si kang, dan ini ga bagus buat persaingan.. diluar gosip konspirasi konspirasiannya yak..

  11. No komenlaahh kang, buat nex cross ini..terseraahh sijuki aja mau buat motor kayak apa, toh ujung2 nya jadinya ya gitu aj…
    Oiya fyi dan agak oot nih kang, mumpung ada aerox di artikel ini, ternyata mitos ttg cvt vario 150 itu benar adanya, motor baru berumur 5 ribuan kilometer, gredeknya maaakkk jiaaannn 😭😭😭😭
    Kenapa milih vario ini?? bukan masalah harga jual ato after salesnya siih, tapi mesin vampir olinya produk maxinya yimm, yg akhirnya saya gak jadi beli si aerox, padahal aerox desainnya keren banget, tapii ya itu tadi vampir kang vampir 😔😔
    Sorry kang agak curhatt…hehehehee

Silahkan Berikan Komentar Brosist yaa ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s