5 Poin Minus yang Bisa Diperbaiki Honda BeAT eSP Facelift!

Terjual hampir 2 juta unit pertahun, Honda BeAT eSP tetap kokoh menyandang gelar motor terlaris di Indonesia. Ini adalah salah satu tipe motor paling ‘refined’ di pasar tanah air – selain Scoopy & NMAX… Yang berarti terus diimprove untuk jadi produk lebih baik disetiap generasi. Bukan cuma lebih baik dari pendahulunya, tapi juga dibanding pesaing dipasaran.

In fact, apa yang dilakukan PT. Astra Honda Motor terhadap produk terlarisnya ini bisa dijadikan pembelajaran untuk kita semua, khususnya bagi saya sendiri. Sebuah pelajaran ketika kita punya sesuatu paling bagus & sudah sukses sekalipun, bukan berarti bisa berleha-leha menikmati kesuksesan begitu saja… Tapi terus konsisten melakukan improve dari sisi manapun. Nah ini dia sesuatu yang sangat sulit – ‘konsisten’ & ‘improvements’ – berkaca dari pengalaman saya pribadi.

Tapi itu bukan berarti BeAT merupakan produk yang sempurna. Nggak demikian. Masih banyak poin minus di skuter matik entry-level ini yang harusnya bisa diperbaiki di generasi penerus Honda BeAT eSP Facelift mendatang. Apa saja yang dimaksud, Kang Eno?

 

Lampu All-LED

 

Skutik yang speknya lebih bagus dari aslinya.

Dalam urusan spek lampu, BeAT eSP jadi yang paling terbelakang jika dibandingkan dengan kompetitor lain dipasaran. Yamaha Mio S sudah dibekali lampu depan LED, sementara Suzuki NEX II versi tertinggi hadir dengan tipe lampu LED meski reflektornya masih ala bohlam standar. Sebagai produk yang terus mendapat improvement di setiap generasi, Honda BeAT eSP Facelift tentunya nggak boleh kalah dengan kedua pesaingnya tersebut.

Terlebih, bohlam skutik Honda juga terkenal sebagai salah satu yang paling buruk dipasaran. Bukan soal pancaran cahaya lho (karena NEX II bahkan lebih parah), tapi lebih ke daya tahan yang sangat rendah. Sejak masih jaman BeAT FI hingga sekarang era BeAT eSP, sudah nggak kehitung berapa banyak pengguna yang lampu belakangnya mati saat saya temui. Pengunaan LED tentunya bisa jadi solusi paling mutakhir untuk problem tersebut, plus tambah keren juga.

 

Jok & Kulit Jok

 

Jika dibandingkan dalam kondisi standar, EA’s Blog prefer Honda BeAT eSP dibanding Suzuki NEX II, apalagi Mio M3/Z. Sebagai skutik harian di kota penunjang Ibukota, BeAT masih belum terkalahkan soal feel mesin, delivery power & kelincahan. Tapi ini cuma berlaku kalau riding nggak sampai 30 menit… Lebih dari itu BeAT adalah skuter matik paling nggak nyaman di Indonesia. Kenapa?

Karena joknya, sumpah, ekstrim! Selain busa jok yang kaku, BeAT juga dipasang kulit jok yang bikin (maaf) bokong mati rasa. Yang lebih parah lagi dibagian belakang alias jok boncenger, for fuc*k sake Hondaaaa…! Ini alasannya saya paling anti order Ojek Online yang ridernya pakai BeAT. Untuk urusan ini, skutik Yamaha paling jempolan – diikuti Suzuki yang akhir-akhir ini juga mulai pelit pasang jok nyaman.

So, upgrade jok adalah suatu KEHARUSAN di Honda BeAT eSP Facelift nantinya. Apalagi saat terakhir riding jauh pakai New Vario 150 eSP nggak separah ini lho, karena memang kulit jok standar di New Vario 150 sudah mendapat upgrade jadi lebih nyaman. Next giliran BeAT dong!

 

Suspensi & Ground Clearance

 

Lah, apa hubungannya suspensi & ground clearance (jarak terendah ke tanah) Kang? Ada kok! Khususnya kalau kita berbicara soal skutik Honda. Diatas brosur spesifikasi, ground clearance Honda BeAT eSP & Suzuki NEX II itu cuma berbeda 4 milimeter (146mm vs 150mm) – which is nggak bakal terasa sama sekali bedanya. Tapi kenapa sejak era BeAT FI dimulai, skutik ini gampang banget gasruk polisi tidur perumahan?

Bahasa teknisnya gini… Kalau BroSist sekalian terbiasa bawa BeAT eSP & NEX II solo riding, keduanya nggak bakal ada masalah dengan polisi bobo. Tapi apabila ditambah bobot pengendara dibelakang (let’s say 60kg), kedua skutik ini langsung berubah karakternya. Suzuki NEX II nggak bakal banyak terasa perubahan dari sisi distribusi bobot, karena pegas suspensi nggak ambles (*cuma meleot/bengkok doang). Otomatis aman lewat polisi tidur, handling juga nggak terganggu.

Disisi lain, suspensi Honda BeAT eSP ini justru terkompresi lebih parah, sehingga kelihatan ambles dan berubah total distribusi bobotnya. Tandanya adalah bagian kemudi (front end) lebih susah dikontrol, plus bikin gasruk polisi tidur. Khususnya dibagian engine mounting & dudukan standar ganda.

Ngobatin nya gimana di Honda BeAT eSP Facelift? Nah, bisa dengan penggunaan tipe suspensi belakang baru yang anti ambles, atau bisa juga merombak konfigurasi sasis & mounting engine – seperti yang dilakukan PT. AHM lewat Honda Genio terbaru. Ehem_uhukkk, kok pas banget ya sama bocoran rombakan sasis BeAT Facelift?

 

Port USB Charger

 

Karena Suzuki NEX II tipe tertinggi sudah dibekali dengan opsi USB Charger, PT. Astra Honda Motor juga harus melakukan tambahan fitur yang sama untuk Honda BeAT eSP Facelift mendatang. Mungkin bisa sebagai tambahan di fitur di versi tertinggi seperti CBS-ISS. Atau kalau bisa sekalian aja copot Combi Brake System nya… Fungsinya silahkan didebatkan, yang jelas rem beginian bikin nggak pede!

Dan ingat, USB Charger lho ya! Bukan port charger yang harus beli adapter lagi seperti di skutik Honda kebanyakan.

 

Harga & Opsi Warna

 

 

Versi terendah HARUS tetap berada di range Rp. 16 jutaan. Titik.

Pasalnya, Honda BeAT eSP adalah benchmark skuter matik entry-level di tanah air, baik dari sisi fitur, spesifikasi, sampai ke harga jual. Kalau banderol BeAT naik signifikan, EA’s Blog berani jamin harga NEX & Mio juga bakalan naik – meskipun kedua kompetitor yang disebutkan tadi nggak dapet update berarti. Kalau ada yang bilang Honda & Yamaha melakukan kartel di segmen matic entry, silahkan tanya ke Suzuki kenapa harga NEX II naik?

Selanjutnya adalah opsi warna. Nah, karena sekarang jamannya warna Matte – kayaknya PT. AHM harus mempertimbangkan opsi ini untuk Honda BeAT eSP Facelift kedepannya. Warna matte Majestic Red nya bagus tuh untuk menggantikan warna Red Bunglon Glossy – yang punya fitur otomatis menguning.

Ebuset… Kejam banget ke Honda BeAT, Kang? Lho, kalau saya tulis tipe artikel yang sama untuk kompetitor, bakal butuh berjilid-jilid untuk menjelaskan poin minus yang harus diperbaiki. Yu anderson #eh andersten?

22 comments

  1. Kang eno, bahas juga dong update mio facelift yg katanya satu platform sama yamaha freego..
    Mungkin beda di tangki bahan bakar yg posisinya tetep konfensional..

  2. Yang kaya beginian petinggi juki baca gak sih?
    Tuh metik sejuta umat aja masih terus perbaikan lho, padahal udah jelas paling laku se Indonesia.
    Masa nex cross cuma ganti ban sama striping doang. Wtf? Gitu doang mah tinggal pesen ke tukang stiker trus ganti ban ke bengkel.
    Awas aja harganya nambah dari varian nex original.
    Money for nothing.

    Kalo masih budeg jualan ke india aja sono.

  3. Kita bisa katain harga beat kadang jahat muahal pol..

    Saya tiap liat brosur selalu kaget “eh serius matic paling murah level terhina aja harganya segini banget ?”

    Eh lanjut ngeliat harga di brosur produk tetangga, rada adem. Tapi pas dipikir pikir.. “ini ngaku lebih murah dr beat sih bener, etapi kok dapatnya ampas banget gini ?” Trus mikirin kontribusi, promo dan effort ahm selama jualan beat di Indonesia..

    “Sebentar, pabrik sebelah udh ngapain ya ?” Lalu terpaksa maklum dan gak heran kalau beat bisa jadi motor dua juta umat.

    • nahh kang kalo mau dipikir lagi produk sebelah mau laku kek embit eneh, promosi, promo, ngiklan dimana mana, kasi campaign dimana2, undang artis2 lagi, mo dijual seberapa kang.. dijual segitu aja dah mayan laku.. balik lagi semua biaya yang dikeluarin pabrikan kan kita yang bayar.. termasuk ngundang bloger ama ploger kek akang eno eneh.. kalimat emasnya buat pabrikan yaa cost efficiency ajahh…

      • Pertama, pengen tetep hl bohlam tapi pake projector macam skupi lawas, lebih berguna, udh mau musim hujan.
        Kedua, bohlam blkg mending langsung pake kw aja dari pabrik. Lebih awet.
        Terakhir, adakan opsi harga 16 juta utk versi siap pakai, dan versi 14 jutaan tanpa shock belakang dan ban.

  4. Saya lajang, pengen beli motor buat kerja kekantor, jarak ke kantor 4 km,
    kira2 antara new beat ini Ama Vario recommended mana ya kang?
    Ada Budget 25 juta

    • Vario 125/150 CVT nya annoying, dibenerin kayak gimanapun juga nggak bakal hilang total penyakitnya. Jadi saran ya tetap BeAT + modif jok + Ban Aspira Premio Sportivo. Sisa budgetnya buat saving, lumayan.

  5. Slot charger kemungkinan ada, kalo langsung bentuk USB kayaknya kecil kemungkinan.

    Oh iya sekalian si Street dibedain dikit lah bodynya. Kasih ring 12 kalo perlu, sayang tuh Velg Scoopy gak di-commonpart.

  6. Emang parah sih jok nya beat, saya pake beat karbu dr 2009 smpe 2017, kadang pake beat fi nyokap sama aja euy feel jok nya.

    Kalo soal fitur sih Kayanya ga bakalan dikasih sama ahaem, udah pas kok fitur2nya, kalo mau lebih silakan tambah dikit lg beli genio atw skupi (gitu kata ahaem)

    Intinya sih ahaem mau bilang kalo butuh matic yg Cuma bisa ngegelinding, matic kita masih lebih baik kok dari kompetitor.

  7. yang ndak saya suka dari beat sama freego yaitu posisi kaki yang kayak duduk pake dingklik.. buat jalan lebih dari 10km dah pegel semua tu kaki.. soalnye tinggi badan 178.. krasa banget kayak belalang naek sepeda kecil

Silahkan Berikan Komentar Brosist yaa ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s