Kayak Gimana Sih Bentuk Skutik Pertama Honda?

Percobaan Kedua

Memasuki era 60-an, kondisi sudah jauh berbeda. Maksud saya bukan Vespa dan skuter lainnya jadi turun jualannya ya, bukan, Vespa tetap aja laris manis. Tapi perbedaannya justru dari sisi Honda sendiri, yang sukses dengan Super Cub C-series nya.

Super Cub ini memanfaatkan seluruh pengalaman dari gagalnya Honda Juno sebelumnya. Which is menjadi titik balik Honda dalam dunia manufaktur part casting. Super Cub langsung ngehits seantero jagad, bahkan menglahkan pamor Vespa. Semua yang kenal Honda, pasti kenal juga sama C-series legend ini. Lah motornya aja masih diproduksi sampai sekarang kok, walaupun di Indonesia sendiri harganya mahal nggak karuan.

Tapi Honda juga belum mau menyerah begitu saja dipasar skuter. So, begitu memasuki era 60-an, mereka menyiapkan generasi Honda Juno selanjutnya.

Kali ini pendekatan Honda dibuat lebih sederhana. Desainnya dibuat simpel kayak Vespa dan pesaing skuter lain asal Jepang, nggak kayak Juno versi sebelumnya yang Grand Tourer abis deh pokoknya. Sistem koplingnya juga sudah pakai variable ratio semi-otomatis dengan pengoperasian gear kayak Vespa, alias di handle kiri. Bodinya juga dibuat kayak Vespa, pakai konstruksi sasis monokok – nggak kayak Juno versi sebelumnya yang pakai kombinasi sasis baja underbone dan body terpisah.

Oke, so kelihatannya Honda-san sudah banyak belajar dari kegagalan Juno yang terlalu kompleks & sukses nya konsep simplisitas ala SuperCub ya? No. Ternyata nggak sama sekali.

Soalnya, meskipun generasi penerus Honda Juno ini sudah menggunakan styling dan platform sasis kayak skuter pada umumnya. Tapi mereka justru kasih platform mesin terbaru yang paling jarang kita temui di skuter matic, bahkan di matic yang paling modern sekalipun.

Sewaktu dirilis bulan November 1961 dengan nama Honda Juno M85, skuter matik ini pakai mesin Flat Twin 169cc dengan pendingin udara. Ya, kalian nggak salah denger, mesinnya itu pakai Boxer Twin, alias sama kayak BMW GS yang jadi idola touring om-om berkantong tebal.

Holy mama! Metik Flat-Twin Boxer! Kapan lagi ada yang beginian, ya kan?

Bukan cuma spek mesinnya aja yang keren, Honda Juno generasi kedua ini juga mendapatkan upgrade yang signifikan dari sisi power-to-weight-ratio. Powernya meningkat dari semula 9 HP menjadi 12 HP di versi terbaru, dengan putaran mesin yang tergolong tinggi buat ukuran skuter matic saat itu. Dan thanks untuk penggunaan sasis monokok tipe baru, bobotnya juga dipangkas dari semula 170 kg ke 154 kg doang, meskipun mesinnya sendiri aslinya lebih berat.

Dan endingnya bisa ketebak, Honda Juno M-series ini langsung dapat respon yang kurang positif dari konsumen. Lagi-lagi, skuter matik Honda yang pertama ini dinilai terlalu kompleks dan kelewat mahal untuk ukuran motor matic. Meskipun sebenarnya kalau dilihat dari perspektif abad ke 21, ebuset, ini salah satu matic paling class yang pernah saya lihat.

Effort Honda memproduksi Juno generasi M ini cuma bertahan setahun doang sampai akhir tahun 1962, karena total penjualannya yang lagi-lagi cuma sekitar 5.000-an unit doang. Butuh sekitar 2 dekade lamanya sebelum Honda kembali memproduksi skuter matik generasi selanjutnya kepasaran, dengan generasi mesin 50cc yang simpel dan jauh beda dari konsep Honda Juno.

Yang menarik, meskipun skuter & skuter matik pertama Honda ini bisa kita sebut gagal secara penjualan, tapi dibalik kegagalan tadi, ada banyak pelajaran penting yang bisa dipetik Honda untuk pengembangan motor tipe lainnya. Seperti pengembangan material Fiberglass misalnya, yang nantinya berevolusi menjadi plastic polyetilene casting – alias material tebeng sayap Super Cub… Alias motor yang nantinya sukses mengubah pandangan orang terhadap Honda, dimasa yang akan datang.

8 comments

  1. naek metik itu kagak ada ‘macho2″ nya sama sekali ya kang. coba bawa cb200 (1974) pasti banyak yg ngelirik..

  2. Kalau berkenan bisa sekalian bahas tentang sejarah Honda Dream 50 atau CR110 kang eno, dan kenapa sampai bisa direproduksi ulang tahun 90an itu motor.

Silahkan Berikan Komentar Brosist yaa ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s