Yamaha RA31A, Menembus Batas 125 cc!

The V4 Engine

Yamaha RD05A

Setelah sukses mendevelop RD05 yang bermesin 250cc V4 engine, Yamaha kembali mencoba buat bikin versi mininya buat kelas 125cc. Tapi dibanding RD05 yang aslinya pakai dua mesin RA97 yang dilakban jadi satu lewat susunan gear, calon motor V4 125cc Yamaha ini bakal jauh lebih susah buat didevelop… Karena Yamaha pastinya harus bikin platform mesin baru dari NOL!

Selain itu, rumor menyebutkan kalau RA97 itu aslinya merupakan proyek ujicoba Yamaha buat teknologi Water Cooling sebelum nantinya ditransfer ke RD05 dikelas 250cc. Nah mungkin ini alasan motor V4 125cc Yamaha baru pertama diperkenalkan pada pertengahan musim 1966. Jauh lebih lama dibanding RD05 yang sudah ikut balapan sejak musim 1964.

Motor 125cc V4 pabrikan garputala ini kemudian dikenal dengan nama Yamaha RA31.

Yamaha RA31

Karena ini adalah percobaan perdana Yamaha pakai mesin 2-Tak V4 dikelas 125cc, so, Yamaha jelas nggak berharap motor ini bakal langsung ngegas dari race perdana. Itu alasannya mereka mulai musim 1966 pakai RA97 liquid cooling. Tapi, bahkan dengan ekspektasi Yamaha yang sudah diturunkan tadi, problem di RA31 ini ternyata lebih kompleks dari bayangan mereka sebelumnya. Mulai dari problem rotary disc pecah, kebocoran coolant yang bikin mesin overheat, sampai setting karburator yang bikin mumet, membuat RA31 harus kembali pulang secara prematur ke Iwata buat dianalisa.

Pada akhirnya, Yamaha malah balik pakai RA97 buat musim 1966. Meskipun kalah tipis secara power output, tapi berkat development sasis Yamaha yang lebih friendly dibanding Honda, RA97 ini aslinya mampu menyaingi RC149 di trek yang punya banyak low speed corner. RA97 bahkan tinggal selangkah lagi menjadi Juara Dunia bareng Bill Ivy.

Sayangnya, karena terganggu sama riset Yamaha RA31 di pertengahan musim, plus cidera yang dialami Ivy sewaktu test RA31, bikin peluang Yamaha lenyap seketika…. Sewaktu Luigi Taveri bareng RC149 menghancurkan harapan Yamaha di sirkuit temple of speed Monza dengan perbedaan topspeed yang luar biasa jauh.

Jadi kalau dipikir-pikir, yang menghalangi Yamaha dapet juara dunia pertama dikelas 125cc, ironisnya adalah RA31 punya mereka sendiri.

Yamaha RA31
Yamaha RA31A

Musim 1967 diawali dengan kabar mengejutkan. Honda sebagai juara bertahan justru memutuskan keluar dari kelas GP125. Disisi lain, Yamaha menghadirkan RA31 edisi penyempurnaan yang dinamain RA31A. Bukan cuma punya konstruksi mesin dan cooling baru, mesin V4 125cc ini juga dapet upgrade kayak tipe rotary disc baru, karburator mikuni edisi terbaru, sampai kopling dan gearbox baru dengan 9-percepatan buat mengimbangi akselerasi awal di mesin yang RPM nya sudah mendapat kenaikan ini.

Mesin V4 ini ditargetkan bukan untuk melawan penerus RC149, tapi sekaligus buat show off kemampuan Yamaha dalam mendevelop potensi mesin 2-Tak untuk menghancurkan impian Honda-san dkk. Soalnya bukan tanpa alasan, Yamaha RA31A ini punya rate output power tembus 44 HP di putaran mesin mind-blowing 17.300 RPM. Nah, kalian bisa bayangin sendiri gimana itu suara 4 knalpotnya di putaran mesin seekstrim tadi.

Dan seakan belum puas dengan pencapaian power tadi, Yamaha juga sukses memangkas bobot sekitar 2,5 Kg dibanding RA31 versi sebelumnya. Jadi biar saya rangkum nih ya, RA31A ini punya tenaga 44 HP, gearbox 9-speed, dan bobot cuma 90,5 kg. Dan inget, motor ini kapasitas mesinnya itu cuma 125cc doang lho ya! Dan lahirnya, di tahun 1967 pula – atau 5,5 dekade yang lalu. Kalau ada yang speechless, nah kita samaan.

Karena kepergian Honda, otomatis lawan Yamaha RA31A ini ya cuma Suzuki yang kelihatan masih plin-plan pilih mesin mana buat kelas 125cc. Kadang pakai mesin twin cylinder, kadang nyoba mesin square-three, square-four, bahkan yang V4 juga pernah. Tapi entah mesin mana yang dipilih sama Suzuki, superioritas Yamaha RA31A dimusim 1967 sudah nggak bisa dibantah!

Bareng Bill Ivy dan Phil Read, Yamaha memenangkan 10 dari 12 race yang digelar di musim 67. Satu-satunya harapan Suzuki buat bisa juara seri ya cuma kalau Yamaha absen, atau rider pabrikan garputala dapet nasib apes.

Yamaha RA31

Akhirnya, setelah 6 musim gagal menjadi Jawara, dimusim 1967 Yamaha mendapatkan gelar perdananya dikelas 125cc. Pabrikan Iwata ini sukses mengkombinasikan titel Juara Dunia Rider & Constructor. Begitupun dimusim selanjutnya, Yamaha kembali mendominasi total kelas 125cc.

Sayangnya, musim ini 2 rider utama Yamaha justru pilih main sinetron berjudul Juaramu bukan Juaraku, jadinya ada bumbu yang agak kurang sedap di pencapaian Yamaha musim ini. Mungkin karena bosen menang terus ya, jadi mereka pilih main drama-dramaan buat ngisi waktu luang.

Dan pada akhirnya, sama seperti Honda, Yamaha juga memutuskan buat mundur dari balapan GrandPrix pada akhir musim 1968. Kenapa? Ya karena regulasi baru dari FIM soal pembatasan jumlah silinder dan gearbox itu sudah didepan mata. Endingnya, Yamaha menjadi pabrikan Jepang ketiga yang menyetop program balap mereka di kejuaran WorldGP… Menyusul Honda dan Suzuki yang sudah pamit duluan dimusim sebelumnya.

Bagi sebagian kalangan, kemenangan yang diraih oleh Yamaha RA31A ini mungkin jadi terasa hambar… Soalnya diwaktu yang bersamaan, nemesis terbesarnya Honda sudah mundur dari balapan kelas 125cc. Tapi in the end, selama nggak ada hal tidak terhormat yang dilakukan Yamaha, menang ya menang. Titik.

Spesifikasi Yamaha RA31A

Manufaktur : Yamaha

Model : RA31 & RA31A

Class : World Grand Prix

Engine : 2-Tak,  60° V4 Engine, Liquid Cooled, Dual Crankshaft, Rotary Disc Valve

Bore x Stroke : 35 x 32.4 mm

Kapasitas Silinder : 124,6 cc

Rasio Kompresi :  N.A

Sistem Penyuplai BBM : 4 x Karburator Mikuni VM22 (RA31) | Mikuni VM22S (RA31A)

Transmisi : 10-speed (RA31) | 9-speed (RA31A)

Max Power : 39.4 HP @ 17.000 RPM (RA31) | 44 HP @ 17.300 RPM (RA31A)

Max Torsi : N.A

Top Speed : 215 Km/h (RA31) | 225 Km/h (RA31A)

Berat : 93 Kg (RA31) | 90,5 Kg (RA31A)

Frame : Steel Featherbed Frame

Suspensi Depan : Teleskopik Hydraulic

Suspensi Belakang : Yamaha “Doublecross” Dual Shock Absorber

Rem Depan : Drum Brake

Rem Belakang : Drum Brake

Ban Depan & Belakang : 2.50-18 & 2.75-18

Regulasi baru ini mungkin jadi pembunuh berdarah dingin buat generasi awal V4 Yamaha. Seandainya nggak distop, mungkin kita bakal ketemu YZR500 V4 jauh lebih awal sebelum dimulainya era Kenny Roberts. Tapi thanks untuk effort mereka sebelumnya kayak RD56 & RA97, pabrikan garputala juga masih punya senjata lain yang mesinnya itu bisa diakali buat sesuai sama regulasi.

Motor-motor inilah yang nantinya dibikin Yamaha khusus untuk tim balap private… Dengan tujuan sebagai lumbung riset tambahan mereka untuk kelas motor produksi masal ataupun production racer. Motor ini juga yang nantinya bakal jadi modal Yamaha mendevelop YZR500 versi awal.

Dan thank god, setelah 1 dekade lebih vakum, akhirnya mereka kembali lagi pakai mesin V4 buat kelas GrandPrix. Karena kalau bukan Yamaha yang mengawali era GP500 V4, siapa lagi?

30 comments

  1. gp jaman dulu, berlomba di sektor engine, penuh inovasi yg “wtf”, gp jaman sekarang lebih ke elektronik, biarpun kenceng tapi kayak kurang gimana gitu…

  2. Artikel kayak gini nih yang bikin susah tidur, pengen punya satu unit aja, buat blayer blayer depan ningja rr,, video nya ada kang?

  3. Gokil nih yamaha, ngeyel banget dengan pakem 2 tak nya. Motornya ngeyel jokinya juga ngeyel ya gitu hasilnya, intinya kita harus ngeyel hehehe… Lanjutkan mbah.

  4. doublecross untuk shock ganda belakangnya. berarti monocross emang nama patent nya yamaha untuk shock tunggal belakang. r25, mt25, dan Byson ga salah. sebab sebutan umumnya memang gt. tinggal ditambah “with link” biar jd kaya vixion ato scorpio. baru tau nih. thanks sharenya, a Eno.

  5. Coba itu trek yang bikin loncat masih dipake sampe sekarang, desmogp16 sama m1 udah terbang pake wing wkwkwk btw 125cc yaaa.. Gokil banget sampe 200an kmh rem tromol

  6. jaman dulu regulasi GP masih fleksibel tpi justru itu kreatifitas muncul, lahirlah motor” spek gila walopun tknologi ban di jaman sgtu blum sanggup menyalurkan smua power mesin ke aspal
    😀
    terakhir yg speknya gila ya RC211v dan RS3 cube. stlh itu regulasi makin ketat.

Silahkan Berikan Komentar Brosist yaa ....