Yamaha RA31, Menembus Batas 125 cc !!

 

Yamaha RA31

 

Limitless atau Tanpa Batas, Adalah kata kunci yang mampu merangsang kreatifitas manusia sampai titik tertinggi. Dan bila kita kaitkan dengan ajang balap motor GrandPrix, Era “Limitless” tersebut terjadi sejak era awal, hingga akhir tahun 1960-an… Dari Supercharger hingga Transmisi 14-Speed, Dari Mesin Inline Four hingga V8, Serta dari Piston selebar bola pingpong hingga Oval Piston yang terdengar Impossible.

Pada masa itu, Buaanyaak banget motor balap legendaris nan fenomenal… Kreativitas, Inovasi ditambah sedikit bumbu “Kegilaan” membuat jagoan GrandPrix tersebut selalu diingat hingga saat ini. Dan salah satunya adalah yang bakal kita bahas di Artikel Historical Bike kali ini, yaitu Yamaha RA31 ! Yang dikenal sebagai salah satu motor tersukses di eranya…

Penasaran seperti apa hal yang menakjubkan dari Yamaha RA31 ini ?? Dan apaan sih formula yang membuatnya sukses di kancah WorldGP, Persis setengah abad silam ?? Yuk, Langsung aja kita bahas bareng-bareng Brosist… Cekidots !

 

The Birth of the Glorious Strokers !

 

 

Yamaha RA31

 

Pertama, Mari kita mulai dengan sejarahnya… Yamaha RA31 adalah jagoan GP 125cc Pabrikan Garputala tahun 1967 hingga 1968 silam – Meskipun pernah beberapa kali diuji coba di musim 1966… Basis pengembangan mesin ini berasal dari saudara 250cc nya, Yamaha RD05, yang dibekali konfigurasi mesin identik. RA31 hadir untuk menggantikan RA97, Jagoan sebelumnya yang takluk oleh keberingasan 22.000 RPM ala Honda RC149 (125cc 5 Silinder), dimana motor 4-Tak ini mampu meraih topspeed maksimum hingga 210 Km/h… Any comment ??

 

Yamaha RA31

 

So, Tugas Yamaha kala itu hanya satu : Bagaimana cara menghentikan Honda (juga Suzuki) yang saat itu mendominasi WorldGP di kelas 125cc. Akhirnya, Dimulailah sebuah development besar yang sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 1965. Filosofi yang diterapkan Yamaha RA31 saat itu adalah memanfaatkan power ala mesin 2-Stroke. Kemudian men “doping” nya dengan platform Multi Silinder yang terbukti ampuh. Dan tak lupa, Sedikit bumbu “kegokilan” juga dibutuhkan, Pastinya… Kegilaan dilawan dengan kegilaan = Now that’s fuc*ing interesting !!

Dalam masa baktinya bagi Yamaha, RA31 sempat ber-transformasi 2 kali… Yaitu RA31 Original (1967), yang kemudian digantikan oleh RA31A tahun 1968. Secara detail, Nggak banyak yang berubah koq… Hanya saja, RA31 A sudah dibekali material frame, serta mesin yang lebih ringan ketimbang versi original nya.

 

 

Miniature V-4 Strokers

 

 

Yamaha RA31

 

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Basic pengembangan motor balap satu ini berasal dari “kakak” yang beda kelas, Yamaha RD05 250cc. Namun karena yang satu ini hanya berkubikasi 125cc, So Yamaha memanfaatkan mesin yang lebih kecil tersebut untuk membuat RA31 menjadi lebih compact, ringan, dan lincah ketimbang sang kakak… Kalau ditilik secara desain, Jelas lah nggak ada yang spesial. Karena toh desain motor balap GP saat itu identik satu sama lain… Hanya kelir warna putih kombinasi merah yang jadi identitasnya, Yang uniknya tetap dipertahankan sampai 1 dekade kedepan.

Ketika kita beralih ke sektor mesin… Nah, Disinilah pembahasan jadi makin menarik. Pasalnya, Yamaha RA31 ini menggunakan platform mesin V4 (4 Silinder) 125cc lho !! 125cc bermesin V4 tahun 60-an ?? Are u kiddin’ me ??

 

Yamaha RA31

Yamaha RA31

 

Yup, Bukan joke koq… Detailnya, Yamaha RA31 ini dijejali mesin 125cc, 2-Tak, 70° V4 Engine. Dan yang nggak kalah mencengangkan, Motor ini dibekali dengan transmisi 9-Percepatan plus juga sudah menggunakan pendingin cairan, alias Radiator lho !! Kalau ditengok secara teknis, Mesin V4 ini punya 2 crankshaft (kruk-as), yang masing-masing kruk-as nya dihubungkan jadi satu oleh Gear-Train… Menjadikan konfigurasi mesin ini memang layak disebut V4, Tapi sekaligus juga identik dengan tipe U4 Engine (Tandem Four).

Berbekal mesin 2-Tak, Jumlah Silinder yang hampir menyamai RC149, serta Deru kitiran mesin hingga 17.000 RPM, Tak heran kalau Yamaha RA31 punya muntahan power yang beringas… Meskipun cuma 125cc, Output tenaga nya mampu mencapai 44 HP @ 17.300 RPM tuh ! Dan jangan bergidik dulu sebelum melihat top speednya yang mampu menembus 225 Km/h !! Bahkan Opa Phil Read (MotoGP Legend) sebagai ridernya, Saat itu mampu mencatatkan rekor di Isle Of Man TT (IOM TT), dengan Average Speed 100 Mph (160 Km/h) di trek balap paling berbahaya di Dunia kala itu… Edan nggak tuh ?? Kelas 125cc coy !!

 

Tahukah Brosist ?

RZV Engine

Yamaha RZV500R (Sport Race-Replica 500 cc) yang lahir tahun 1980-an, Punya platform mesin yang sama persis dengan RA31 lho !! Yaitu 500cc V4 with 2 Crankshaft & Connected Gear.

 

 

 

 

 

 

 

Dan sebagai tambahan, Ini dia Spesifikasi Yamaha RA31 Spesial untuk Brosist sekalian (Maklumin saja ya kalau nggak komplit, namanya juga motor secret)…

 

Manufaktur : Yamaha

Model : RA31 & RA31A

Class : World Grand Prix – 1967 & 1968

 

Engine : 2-Tak,  70° V4 Engine, Liquid-Cooled, Rotary Disc Valve

Bore x Stroke : 35 x 32.4 mm

Kapasitas Silinder : 124,7 cc

Rasio Kompresi :  8.0 : 1

Sistem Penyuplai BBM : 4 x Karburator Mikuni VM22 (RA31) | Mikuni VM24 (RA31A)

Transmisi : 9-Speed

Max Power : 40 HP @ 17.000 RPM (RA31) | 44 HP @ 17.300 RPM (RA31A)

Max Torsi : —-

Top Speed : 215 Km/h (RA31) | 225 Km/h (RA31A)

 

Frame : Tubular-Steel “Bed-Type” Double Cradle

Kapasitas Tangki BBM : 16 Liter

Berat : 105 Kg (RA31) | 100 Kg (RA31A)

 

Suspensi Depan : Teleskopik Hydraulic

Suspensi Belakang : Yamaha “Doublecross” Dual Shock Absorber

Rem Depan : Drum Brake

Rem Belakang : Drum Brake

Ban Depan & Belakang : —

 

 

Klimaksnya, Dengan segala kelebihan agility dan performa kala itu, Akhirnya Yamaha sukses membungkam Honda & Suzuki yang menguasai GP 125cc era 60-an… Nggak cuma sekali, Bahkan 2 tahun berturut-turut lho ! Masing-masing bersama Phil Read & Bill Ivy. Yang sekaligus mengantarkan Yamaha jadi kampiun 125cc untuk pertama kalinya…

Well… Yamaha RA31 mungkin bukanlah yang paling “gila” saat itu. Sosoknya juga terkesan “underrated“, Bila dibandingkan dengan RC149 yang jauh lebih terkenal di kalangan pecinta otomotif seluruh Dunia… Tapi, Kalau berbicara soal yang tersukses di kelasnya (saat itu), Maka jawabannya tentu cuma satu : Yamaha RA31 !

 

” Yamaha RA31, The Limitless Superstar “

 

Yamaha RA31

 

Baca juga Motor Legendaris Yamaha yang lainnya yaa Brosist…

 

 

YZR2

Yamaha YZR500, Juara Dunia GP Kelas Premier Perdana Untuk Yamaha !

 

RZV Main

Yamaha RZV500R, Sport Replika Balap Grandprix Dari Pabrikan Garputala !

 

Yamaha FZ 400 Fazer

Yamaha FZ 400 Fazer, Sportbike for Real World !

 

Yamaha SZR660

Yamaha SZR660, Into The Extinction !

 

Yamaha XZ550

Yamaha XZ550, The Top Class – Middleweight !

 

Yamaha-XJ650-Seca-Turbo

Yamaha XJ650 Seca Turbo, Old School Power Booster !

 

Yamaha ZR120 3

Yamaha ZR120, Bebek Deltabox Beraroma Super Sports !!

 

Yamaha TDR250

Yamaha TDR250, Perpaduan High-Speed & 2 Alam !!

 

TZR

Yamaha TZR250SP, Eksotisme Tingkat Tinggi !

 

Yamaha YL1

Yamaha YL1, Motor Jadul Bermesin Inline-Twin !

 

Yamaha GTS1000 13

Yamaha GTS1000, Ajang Show Off Ability Ala Pabrikan Garputala !

 

Yamaha FZX250 Zeal 14

Ini Dia Evolusi Sport 250cc Yamaha, Dari Masa ke Masa !

 

Yamaha R1-Z 12

Yamaha R1-Z, Sosok Naked Bike Bengis nan Eksotis !!

 

SDR200 5

Yamaha SDR200, Saat Yamaha Menciptakan Monster !!!

 

TZM

Yamaha TZM 150, Perpaduan Eksotisme & Kebengisan

 

FZR Frontside2

Yamaha FZR250R, 250cc Super Bengis Andalan Yamaha !

30 comments

  1. gp jaman dulu, berlomba di sektor engine, penuh inovasi yg “wtf”, gp jaman sekarang lebih ke elektronik, biarpun kenceng tapi kayak kurang gimana gitu…

  2. Artikel kayak gini nih yang bikin susah tidur, pengen punya satu unit aja, buat blayer blayer depan ningja rr,, video nya ada kang?

  3. Gokil nih yamaha, ngeyel banget dengan pakem 2 tak nya. Motornya ngeyel jokinya juga ngeyel ya gitu hasilnya, intinya kita harus ngeyel hehehe… Lanjutkan mbah.

  4. doublecross untuk shock ganda belakangnya. berarti monocross emang nama patent nya yamaha untuk shock tunggal belakang. r25, mt25, dan Byson ga salah. sebab sebutan umumnya memang gt. tinggal ditambah “with link” biar jd kaya vixion ato scorpio. baru tau nih. thanks sharenya, a Eno.

  5. Coba itu trek yang bikin loncat masih dipake sampe sekarang, desmogp16 sama m1 udah terbang pake wing wkwkwk btw 125cc yaaa.. Gokil banget sampe 200an kmh rem tromol

  6. jaman dulu regulasi GP masih fleksibel tpi justru itu kreatifitas muncul, lahirlah motor” spek gila walopun tknologi ban di jaman sgtu blum sanggup menyalurkan smua power mesin ke aspal
    😀
    terakhir yg speknya gila ya RC211v dan RS3 cube. stlh itu regulasi makin ketat.

Silahkan Berikan Komentar Brosist yaa ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s