MotoGP vs Formula 1, Kencengan Mana? (Part 1: Regulasi Mesin)

Video promo Monster Energy tentang agenda swap MotoGP-F1 antara Lewis Hamilton ini perlu diakui, sangat-sangat menarik. Bukan cuma soal konsep swap MotoGP-F1 nya doang, tapi juga karena kedua tokoh utamanya ini punya belasan titel Juara Dunia kalo trophy nya kita gabungkan… Dua-duanya punya seabrek rekor amazing, fanbase luar biasa masif, plus menjadi legend yang sukses mendominasi kejuaraan balap paling prestisius di dunia. Valentino di era MotoGP 2000-an, sementara Lewis di era Formula 1 Hybrid-Turbo. Kombo keduanya dilintasan balap dijamin bakal jadi menu spesial buat para fans F1 & MotoGP. Titik.

Rossi - Hamilton

Anyway, diluar perkara duet Valentino Rossi & Lewis Hamilton di video tersebut, sejak dulu masih ada pertanyaan yang nggak pernah berhenti mengundang kontroversi dikalangan fans balap prototype ini… Dan uniknya pertanyaannya sebenernya simpel banget: Kencengan mana sih Kang… F1 atau MotoGP?

Well, jawaban singkatnya bisa saya rangkum jadi satu kata doang: TERGANTUNG. Tapi penjelasan dari kata tergantung tadi, nah ini bisa jadi bahasan yang lumayan seru buat ngisi rubrik tech talk kita dikesempatan kali ini… So, gak usah panjang lebar lagi deh, yuk langsung aja kita bahas.

 

Engine

 

Mercedes-AMG F1 Power Unit
Mercedes-AMG F1 Power Unit

Sebelum kita bahas lebih detail soal horsepower, akselerasi, topspeed, atau laptime antara MotoGP & F1. Bagusnya kita kupas dulu sampai ke inti yang mentenagai balap motor & mobil prototype tersebut. Ya, apalagi kalau bukan mesinnya. Dan mesin yang digunakan di kedua balapan ini bener-bener beda banget… Saking bedanya, yang sama antar keduanya itu cuma keduanya masih pakai tipe Internal Combustion Engine. Udah, gitu doang.

Yamaha Inline-4 Crossplane Engine

Di MotoGP sejak perubahan regulasi di tahun 2012, setiap kontestan dibatasi menggunakan mesin 4 silinder naturally aspirated berkapasitas 1000cc atau 1 liter. Kabar baiknya, pihak FIM nggak membatasi konfigurasi yang boleh digunakan oleh manufaktur mesin. Hasilnya, saat ini grid MotoGP diisi oleh tipe mesin yang beragam dengan keunikan masing-masing. Yamaha & Suzuki pakai mesin bertipe 4 silinder segaris atau Inline-4, Honda, KTM & Aprilia pakai tipe V4, sementara Ducati pakai L4 dengan angle 90° – which is ciri khas Ducati untuk penyebutan mesin V4.

Honda V4 Engine

Ukuran maksimum pistonnya dibatasi hanya 81mm, sekaligus RPM juga dilimit hanya sekitar 18.000 RPM.
Mesin 4 silinder prototype ini disuplai oleh BBM beroktan 100 yang dikirim ke ruang bakar lewat sistem injeksi konvensional. Ngomong-ngomong soal BBM, ada yang tahu seberapa irit motor MotoGP? Well, mesin MotoGP ini dibatasi penggunaan bahan bakarnya cuma sekitar 22 liter dalam sekali race yang berlangsung antara 100-130 km.

So, secara hitungan matematis, motor MotoGP ini punya konsumsi BBM sekitar 4-5 km/l. Jangan dibandingin sama BeAT atau Mio lah ya, duh elaahh…

Regulasi Mesin MotoGP

Kalau dilihat secara awam, mesin yang dipakai MotoGP ini sebenernya nggak jauh beda dari yang dipakai supetbike produksi massal pada umumnya. Sama-sama 4 silinder, sama2 pakai DOHC 4-Valve atau desmodromic untuk Ducati, plus sama-sama bisa melengking sampai RPM tinggi… Kurang mirip apa coba? Eits, salah besar!

Tipe mesin sih bisa mirip, tapi untuk urusan detail? Nggak ada satupun motor produksi massal yang bisa menyaingi kecanggihan mesin prototype MotoGP. Selain diproduksi sangat terbatas dan seluruhnya dikerjakan secara handbuilt, detail & material mesinnya juga beda jauh banget. Motor tim factory contohnya, yang sudah mengaplikasi teknologi seperti Pneumatic Valve yang menggantikan Per Klep konvensional, Gear-Driven Camshaft menggantikan rantai keteng, Seamless Gearbox yang super responsif, plus seabrek kontrol elektronik yang saya jamin bisa bikin lieur jurnalis MotoGP favorit kita semua, wak haji tmcblog.

Honda F1
Honda RA619H V6T Hybrid

Sementara di kubu Formula 1, pembatasan regulasi di sisi mesinnya bahkan jauh lebih ekstrim dari MotoGP. Dari 4 kubu manufaktur yang berbeda (Mercedes, Ferrari, Honda & Renault), sejak musim 2014 semuanya dipaksa FIA pakai mesin V6 6 silinder 1.600cc dengan bank angle 90°. Ukuran piston maksimum pistonnya dibatasi cuma 91mm, dan putaran mesin maksimumnya juga dibatasi sampai 15.000 RPM. Meskipun for your information, pada setting mesin paling powerful di sesi kualifikasi sekalipun, RPM maksimum mobil F1 biasanya cuma sekitar 13.000 RPM.

Nah, yang berbeda paling signifikan dari MotoGP, mesin F1 ini punya konsep Hybrid Turbocharger – dibanding mesin naturally aspirated konvensional seperti di MotoGP. Jadi mesin F1 ini bukan cuma mengandalkan mesin tradisional doang, tapi sudah ditambah turbocharger (single) & motor elektrik bernama MGU-K untuk membantu meningkatkan power mesin 1,6 liter. Heck, bahkan turbochargernya pun punya motor elektrik sendiri yang bernama MGU-H… Alias komponen yang bikin mesin F1 sama sekali nggak punya kesamaan dengan mobil yang dijual masal. Bahkan termasuk Supercar atau Hypercar sekalipun.

Kecuali Mercedes-AMG One

Regulasi Mesin Formula 1

Terus gimana konsumsi bahan bakarnya Kang? Nah, mobil F1 ini pakai bahan bakar beroktan antara 98-102 yang disuplai ke mesin lewat sistem direct injection. Maksimum bahan bakar yang diperbolehkan itu sekitar 142 liter dalam sekali race. Wah, berarti MotoGP jauh lebih irit dong ya? Eits, tunggu dulu. Dalam sekali race, mobil F1 itu menempuh jarak lebih dari 305 km (kecuali GP Monaco) – which is hampir 3 kali lipat lebih panjang dari balapan MotoGP.

Jadi secara teori lewat hitung-hitungan ala Babang Tamvan, mesin F1 ini punya konsumsi bahan bakar sekitar 2-3 km/l. Which is amazing, kenapa? Karena secara basic mobil F1 ini punya bobot yang 3-4 kali lipat lebih berat dari motor MotoGP! Total bobotnya sekitar 728 Kg berikut dengan drivernya.

Saya berani jamin, mesin F1 ini jauh lebih kompleks dibanding MotoGP – bahkan jauh lebih musingin dibanding mesin F1 era V10 yang punya output suara ala jet darat sekalipun. Jujur aja nih ya, teknologi canggih ini yang bikin saya jadi suka F1 modern, padahal sebelumnya saya kurang begitu suka sewaktu regulasi V6 Hybrid Turbo dimulai… Karena youknowlah ya – apalagi yang sudah lama mantengin blog sederhana ini, saya aslinya itu Hi-RPM lovers.

Jadi mustahil rasanya bahas seluruh perbedaan internal mesin cuma lewat satu poin video doang.  So, kalau masih ada yang penasaran soal detail mesin F1, bisa kalian tanyakan langsung di kolom komentar. Saya bakal jawab semampu saya… Sebelum kita lanjut ke bahasan yang lebih detail soal Power, Akselerasi, Topspeed & Laptime.

 

5 comments

  1. Muhun mang, belum ketemu titik nikmat na nonton f1 teh di palih mana na, jadi we jiga si jackmiller, lalajo pas start, sare, enden hudang beres balapan na, haha

    • Tujuan yang pertama untuk mengurangi konsumsi BBM, dari era V8 (192 liter) ke V6T (142 liter) per race. Tujuan yang kedua buat menghemat budget, karena mesinnya lebih powerful tapi lebih durable juga… Meskipun endingnya malah lebih mahal mesin V6T.

  2. Pantes pd mundur dgn biaya riset n develop tapi ngk ngaruh ke produk masal f1…besok honda mundur tinggal 3 renault yg penggembira ferari yg protesan n mercy yg mendominasi ….mem bosankan .. diluar ada mesin mobil gede toyota bmw pd ketawa bakar duit ngk guna….pantes malay lepas f1? Mirip SiZuki bakar duit ngk guna jg …gimana dgn Kawak di Sbk ? ….di thn 2020 ok ngk ya setelah dedekot Hnd turung gunung ….

Tinggalkan Balasan ke Azzam Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s