Yuk Kenali Ragam Penggerak Noken As (Camshaft)…. Timing Belt, Timing Chain & Timing Gear !

 

Timing Chain (Chain-Driven Camshaft)

 

Chain

 

Timing Chain (Chain-Driven) adalah penggerak Noken As yang menggunakan Rantai seperti Kebanyakan Sepeda Motor yang umum kita temukan di Indonesia. . . Penggerak jenis rantai ini sering disebut dengan Rantai Kamprat atau Rantai Keteng di Kehidupan Otomotif Indonesia. . . Rantai ini memiliki penghubung berupa gear, Yang terletak antara bubungan Noken As dan di Kruk As. . . Dibandingkan dengan Timing Belt, Timing Chain yang menggunakan logam sebagai bahan baku pembuatannya jelas lebih kokoh dan kuat ketimbang Timing Belt yang hanya menggunakan Fiberglass. . .

 

Rantai Keteng

 

Rantai yang digunakan biasanya dibuat menggunakan bahan baku Logam yang awalnya dibuat menjadi mata rantai, Kemudian mata rantai tersebut disusun/disambungkan menjadi kesatuan Rantai yang utuh. . . Seperti hal nya sifat fisis logam lainnya, Rantai ini akan semakin memuai semakin lama masa pakainya. . . Pemuaian tersebut juga bisa dikarenakan Panas mesin yang berlebih serta penggunaan yang tak sesuai dengan bahan baku nya. . . Secara umum, Timing Chain yang memiliki kualitas baik mampu bertahan hingga 160.000 Km. . .

 

Timing Chain

 

Berbeda dengan Timing Belt yang elastis & Biasanya terletak di luar mesin, Timing Chain memiliki tingkat kerenggangan yang jauh lebih kaku dan biasanya diposisikan di dalam mesin. . . Hal ini tak lain karena sifat logam yang mampu menahan panas lebih kuat ketimbang bahan fiberglass. . . Selain masa pakainya lebih lama ketimbang Timing Belt, Timing Chain juga memiliki keunggulan lainnya loh Brosist yakni mampu digunakan pada mesin berperforma tinggi, Lebih kuat dan Lebih minim resiko putus, Memiliki Respon yang lebih baik saat Menghubungkan Kruk As & Noken As serta memiliki tingkat Loss Power yang lebih rendah ketimbang Timing Belt. . .

 

Timing Chain3

 

Akan tetapi, Timing Chain bukan tanpa kelemahan loh Brosist. . . Timing Chain Lebih Berisik, Lebih Berat, Lebih Banyak Vibrasi (Getaran), Serta lebih mahal jika dibandingkan dengan Timing Belt. . . Timing Chain juga mudah memuai dan mengendur seperti halnya Timing Belt, Tetapi Timing Chain tetap mampu melakukan fungsinya dengan baik lantaran Mata Gear tetap akan menempel pada Mata Rantai. . . Dalam hal tersebut, Biasanya tensioner (Pengatur kerenggangan) nya lah yang patut kita cek dan perbaiki. . . Lantaran dipastikan akan ada suara “Tek Tek Tek” yang keluar dari dalam Mesin. . .

 

Tensioner

 

 

Namun, Untuk kegunaan sehari-hari yang mengharuskan pengguna kendaraan jarang melakukan perawatan, Timing Chain jelas mampu diandalkan. . . Sifatnya yang lebih kuat dan lebih tahan lama juga hingga saat ini diandalkan dalam Industri sepeda Motor Tanah Air. . . Terbukti, Hampir seluruh Motor yang diproduksi di tanah air menggunakan Timing Chain sebagai penghubung Putaran Kruk-As dan Noken-As. . .

 

Kelebihan Timing Chain :

 

– Masa Pakainya Lebih Lama Ketimbang Timing Belt

– Lebih Kuat dalam Penggunaan Sehari – hari

– Mampu dipasang Pada Mesin yang Mempunyai Karakter Powerfull dan Mid-High RPM

– Lebih Minim Loss Power Ketimbang Timing Belt

– Minim Perawatan Berkala (Kecuali dalam Kondisi Tertentu)

 

Kekurangan Timing Chain :

 

– Lebih Berat Ketimbang Timing Belt

– Masih sering ditemui Gejala Slip, Sehingga Power tak Tersalur Merata

– Lebih Mahal dibandingkan Timing Belt, Meski Tak Semahal Timing Gear

– Kaku, Sehingga Rata-rata Konfigurasinya Sama

– Lebih Sulit Dalam Hal Penggantian karena Terletak Dalam Mesin

– Vibrasi (Getaran) di Mesin Lebih Tinggi

 

Lanjutkan Membaca >>  Timing Gear (Gear-Driven Camshaft)

Sebelumnya << Timing Belt (Belt-Driven Camshaft)

43 comments

  1. Sangat mencerahkan bro, terima kasih atas infonya.

    ane aja awalnya gatau apa itu noken dan kruk as hahaha.

    pantesan motor-motor di history dan special dibanggain gear driven camshaftnya..ngeliat susunannya aja, udah keliatan kompleks dan rumitnya, kayak jam tangan.

    Btw kenapa GDC cuma bisa pake piston pendek?

    • Wahh sama2 bro, seneng rasanya bisa berbagi . . .

      Coba dijawab ya masbroo :

      – Susunan GDC itu kan dari susunan gear bro, Makanya kalau langkah strokenya makin panjang berarti Gear penyusunnya makin banyak. . .
      – Kalau gear penyusunnya makin banyak, Berarti jauh makin rumit perhitungan momen inersia nya, Plus gak ketinggalan biayanya juga makin mihilllll. . . 😀

      • ooh..ngerti broh. thanks atas pencerahannya lagi, nanti bikin lagi ya artikel pendidikan gini hehe.

      • Sip sama2 masbroo. . .
        Hahahahaaa, Artikel kaya gini bikin jari rada keriting nih ngetiknya. . . Tapi siap broo, bakal lanjut teruss 😀

      • dan sesuai peruntukannya di mesin hi rev rata2 stroke pendek pake bgt (piston speed masih 21m/s tp rpm udah main di kitiran 13.000-20.000rpm..

        cmiiw

  2. Mantap artikelnyah…nyoosss…!!? Nambah elmu… 😉

    btw Pneumatic Timing Camshaft itu apa bro..? yg ane tau teknologi pneumatic itu dipake bwt buka tutup klep…biar lebih presisi..yg bwt gantiin per klep yg suka floating di mesin high RPM…

    Oya request bro…bedah jg ttg sistem desmodromic-nya Ducati donk…apa bedanya ama sistem pneumatic yg dipake Honda, Yamaha, dll…hehe

  3. Bos, sekedar masukkan mungkin ada yang kelewat penggerak noken as tipe as (batang besi) yg biasa kita lihat sehari2 di mesin2 kompresor, potong rumput, parutan kelapa…

Silahkan Berikan Komentar Brosist yaa ....