4 Alasan Nggak Nonton MotoGP Austin 2019

Jadi pelepas kebosanan dominasi Marc Marquez di GP Argentina kemarin? Atau justru bakal duel sengit untuk memperebutkan podium tertinggi? Layak dibelain begadang atau nggak?

Well, begini menurut saya…

 

Marc Marquez Track

 

Marc Marquez MotoGP Austin

2013-2018, crazy isn’t it?

 

Sejak masuk kalender MotoGP di musim 2013, cuma ada satu rider yang bisa juara di Circuit of the Americas (COTA): Marc Marquez.

Do’i juara sewaktu masih berstatus rookie, juara waktu RC213V kelihatan sampah di 2015, juara sewaktu dalam tekanan Vinales, Dovizioso, Rossi… Do’i bahkan catatkan pole position setelah berlari sepanjang pitlane untuk ganti motor setelah mengalami problem mesin. Masih ingat sesi kualifikasi GP Austin 2015?

Di masa terpuruk, Marquez bisa mencetak gap 4 detik dari musuh diluar Repsol Honda… Saat on fire, gap nya bukan lagi 5 atau 10 detik, tapi bisa mencapai 20 detik. Alias lebih ekstrim dibanding GP Argentina 2 minggu lalu.

Ini adalah track dimana Marquez hampir mustahil dikalahkan. Kecuali Race Director berkata lain, kayak yang dialami Cal Crutchlow di Argentina kemarin… Atau kecuali kalian bersemangat lihat perebutan jatah sisa podium antara Ducati-Yamaha-Suzuki-LCR.

 

Ada Fans Rossi Disini?

 

Ada yang masih ingat Austin 2016?

 

Pasti banyak lah!

Pertanyaan buodooh untuk fans MotoGP Indonesia. Sayangnya, ini bukan track dimana Rossi bisa fight untuk jadi juara… Meskipun sebenarnya YZR-M1 juga nggak jelek-jelek banget kok, masih lebih baik dari Ducati malahan. Jadi buat yang sudah nggak sabar lihat Vale juara lagi setelah terakhir di musim 2017 lalu, kayaknya ini bukan track yang bisa menghentikan puasa gelar deh.

Kecuali Marquez crash, nah baru seru lagi… Jadi kalau nekat nonton, jangan lupa berdoa ya tengah malam nanti.

 

Wet Race?

 

 

Gimana bikin suatu balapan yang bisa diprediksi sejak awal jadi berubah 180° dalam sekejap? Cuma ada 1 hal yang bisa: Mother Nature. Ya, dalam kondisi hujan, semua hal jadi mungkin… Bahkan termasuk lihat RedBull KTM yang super lambat pengembangannya, jadi jawara di MotoGP Austin.

Tapi sayangnya, kalau berbicara sejarah sirkuit yang berlokasi di Texas ini sedikit mengecewakan. Disini jarang banget terjadi hujan deras yang bikin race jadi chaos… Hanya hujan ringan, itupun jarang terjadi di sesi race MotoGP – hanya di sesi Free Practice & gerimis ringan di Moto2 (kalau nggak salah ingat musim 2015).

Dan statistik juga mendukung paragraf diatas. Menurut situs resmi motogp.com, saat ini Texas sedang berada di musim kering, dengan peluang cuaca saat race 50% panas – 50% berawan… Ini pawang hujan di Amrik ganteng bener dah…

 

Siap Begadang?

 

 

Buat yang mau begadang nunggu MotoGP Austin, saran saya mending jangan deh… Race kali ini bukan tengah malem Bros, mulainya hari senin jam 2 pagi! Dan sialnya buat karyawan pagi harinya harus masuk kerja, karena nggak ada tanggal merah dikalender.

Kalau emang nekat, saran saya lebih baik set alarm jam 01:30 supaya bisa lihat start. Kalau Marquez nggak crash di 10 lap awal, silahkan lanjutkan mimpi indahnya.

 

8 comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.