Kompetisi Safety Riding Blogger-Vlogger Wahana Honda, Bukan Sekadar Unjuk Gigi

Literally, Blogger-Vlogger yang ikut acara ini memang nggak ‘unjuk gigi’. Karena di area safety riding Wahana Honda Jatake, sekencang apapun, pasti cuma pakai gear 1 doang.

Kapan ya terakhir kali EA’s Blog diundang Wahana Honda ikutan meliak-liuk di track safety riding Jatake? Kayaknya terakhir itu di acara safety riding tahun 2016 lalu deh, waktu pertama kali pelihara ZED. Time flies.

Oleh karena itu, begitu ada undangan kompetisi safety riding Blogger & Vlogger yang diadakan oleh Wahana Honda – Main Dealer Honda wilayah Jakarta-Tangerang, langsung cuss aja kelokasi! Deket pula dari rumah di area STPI Curug, hahahaa.

Begitu sampai, seperti biasa, Blogger & Vlogger yang berdomisili di sekitaran Jabodetabek langsung mendapat arahan & coaching clinic dari tim instruktur safety riding Wahana Honda. Dan karena ada agenda kompetisi untuk sesama Blogger – Vlogger, maka dijelaskan pula peraturan yang harus diikuti peserta. Salah satunya adalah harus menengok kebelakang sebelum mulai menjalankan motor… Which is saya yang pertama bilang setuju soal peraturan ini.

Hayo, siapa yang nggak menoleh kebelakang dulu sewaktu mau jalanin motor? Menurut saya pribadi, tanpa paksaan dari pihak manapun, hal ini harusnya jadi kebiasaan yang harus diterapkan oleh pengendara motor di Indonesia. Percaya deh, kalau kalian melihat langsung tipe pengendara yang asal gas doang tanpa noleh kebelakang atau ke spion… Saya jamin, saat itu juga BroSist berada dalam kondisi bahaya.

Balik ke topik… Kompetisi kali ini terdiri dari 3 bagian. Yang pertama, peserta harus melewati safety riding track yang telah disiapkan. Poin dinilai berdasarkan catatan waktu tercepat dan nggak bikin kesalahan, seperti nabrak cone, kaki turun ke aspal, apalagi lupa menoleh kebelakang sebelum mulai jalan… Nabrak cone atau turun kaki sih hukumannya kecil, tapi kalau sampai lupa nengok, langsung 0 alias gak dapat poin sama sekali.

Disini masih tergolong mudah untuk kategori blogger – vlogger. Selama bisa beradaptasi dengan cepat ke tunggangan, pasti langsung tokcer deh meskipun harus melewati U-Turn yang sempit.

Kemudian tantangan yang kedua, Blogger & Vlogger harus melewati deretan cone sempit yang melambangkan situasi kemacetan kota-kota besar. Di tantangan ini juga dituntut kelenturan badan saat menekuk motor dari sudut kiri ke sudut kanan… Kalau sampai badan kaku, nggak bisa kontrol sepeda motor sekaligus throttle nya, yaudah, The End.

Karena you know what, motor yang dipakai untuk test safety riding kali ini adalah Honda CB150R Streetfire! Naked 150cc bermesin overstroke yang terkenal punya engine brake lumayan. Sekali salah handle throttle, motor langsung terasa seperti direm otomatis… Disini sumpah, tangan kanan serasa disekolahin euy, hahahaa.

Terakhir, tantangan ketiga yang sekaligus jadi mimpi buruk bagi seluruh peserta… Yup, kompetisi keseimbangan. Kalau biasanya test praktik SIM C harus membentuk angka 8, maka kali ini tantangannya mirip tapi bentuknya seperti huruf “S”. Dan kabar buruknya, lebar trek ini cuma setengah dari ujian mendapatkan SIM C. Kebayang kan, gimana susahnya itu belok disini… Pakai motor kopling bermesin overstroke pula!

80% peserta gugur mendapat telor besar, alias poin 0. Termasuk saya juga, sial banget deh kaki segala turun. Cuma Lek Iwanbanaran yang nekat ngegas meskipun motor hampir mati karena stall. Dan berkat aksinya ditantangan ketiga, juara 1 di Kompetisi Safety Riding Blogger-Vlogger ini secara otomatis langsung didapatkan Lek IWB… Congrats Lek, keren keseimbangannya, salut saya!

Juara 2 ditempati oleh Mas Revdy yang doyan aksi stuntman, dan ditempat terakhir ada Playboy D’Gujubar Mang Apipotoblog…!

Di acara kali ini, saya memang nggak berniat ngasah kemampuan kayak instruktur yang meliak-liuk bawa moge kayak mainan. Terlalu cepat berpuluh tahun buat rider normal kayak saya. Yang EA’s Blog cari disini lebih ke improvement untuk diri pribadi… Karena sekalipun belum bisa jadi yang terbaik, setidaknya kita harus bisa berubah jadi sosok yang lebih baik dari sebelumnya. Entah itu dalam hal teknikal, ataupun mental berkendara dijalan umum.

That.

5 comments

Tinggalkan Balasan