Motor Listrik - Go Green

6 Penghambat Kemajuan Motor Listrik di Indonesia

Daur Ulang & Side Notes...

 

Daur Ulang Limbah

 

What an absolute LEGEND, the one and only… BL-5C!

“Jangan cuma mikir makenya doang dong, pikirin juga jangka panjangnya!”. Nah, kalau kita hubungkan kata-kata tadi dengan motor listrik, maka problem yang paling dekat adalah soal limbah. Limbah apa? Untuk body dan komponen metal lain jelas gak ada masalah, karena sama aja kayak motor konvensional… Tapi untuk baterai lithium-ion? Naaahh!

Problem selanjutnya untuk motor listrik – apalagi kalau nantinya bakal hadir ekosistem baterai lithium-ion yang terintegrasi – adalah belum adanya manajemen pengelolaan limbah baterai.

Untuk jenis baterai acid seperti Aki (accu) di motor kesayangan kita sih nggak masalah, karena ada proses daur ulangnya yang sudah tersusun rapi. Plastiknya bisa langsung didaur ulang, sementara timahnya diproses ulang lewat proses kimia untuk menghasilkan timah batangan yang jadi bahan baku pembuatan accu. Case closed.

Nah, gimana kalau baterai lithium-ion?

Masih jauh sih di Indonesia? Bahkan setahu saya pabrik baterai lithium-ion berkapasitas besar (yang dipakai di mobil & motor) juga belum ada deh di Indonesia! Silahkan dikoreksi Bros kalau ternyata ada.

 

Kalian Semua

 

“Wait… Kenapa gue yang jadi problem, Kang Eno?”

Well, maksudnya bukan cuma kalian semua yang baca artikel ini, tapi untuk konsumen Indonesia secara keseluruhan.

Seandainya dalam beberapa waktu kedepan ada keajaiban, sehingga 5 problem sebelumnya bisa teratasi… Belum tentu juga motor listrik bakal sukses! Kenapa? Karena sukses atau tidaknya motor listrik di Indonesia, SEPENUHNYA bergantung ke konsumen. Dan konsumen tersebut, ya kalian semua. Sudah siap pindah haluan?

 

19 comments

  • Be

    Ekosistem motor (atau sepeda/skuter?) listrik di tempat saya tinggal, Surabaya, saya lihat semakin banyak. Hampir tiap hari saya jumpai. Saya tidak tahu merknya, tapi bukan Viar Q1 yang mirip skutik bensin melainkan lebih mirip sepeda kecil dengan keranjang di depan, warnanya putih ijo, dan sepertinya tanpa plat nomor. Apakah kendaraan yang saya maksud juga kena pajak tahunan, kang?

  • @Be… saya sepakat sama @Triyaghsya. Itu sepeda listrik. Ngga kena pajak tahunan.

  • Infatri

    Kalo menurut saya selain point point diatas, motor listrik ga akan berkembang pesat dalam waktu dekat karena faktor masih adanya pengusaha minyak fosil. Selanjutnya silakan gunakan imajinasi kalian hehe
    Cmiiw

  • @1

    Sampeyan cocok ny bahas 250sl rr mono yang harga ny jadi setara motor 150cc kang…makanan empuk buat sampeyan itu kang ekekekeek

  • Alsylend

    Saya sudah siap pindah ke roda 4
    Wkwkkwwk

    Well
    Bagi biker sejati
    Suara mesin adalah segalanya
    Disitulah masalahnya

    Masa mau pake sound tiruan
    Wkwkkw

  • niceguy

    Go green itu berlaku untuk end user aja (pengguna motor listrik). Tapi sumber penghasil listriknya bagaimana? PLTN (Nuklir???), PLTU (Uap –> dari pembakaran batubara), PLTA (Air –> ini cocok), dan beberapa sumber energi pembangkit listrik lainnya (geothermal, angin, sinar matahari, dll).
    Menurut saya ini juga harus dicarikan solusinya, jangan hanya kampanye go green tapi gak ngerti permasalahn secara menyeluruh.

  • visitor

    kang eno, itu yg masalah pajak viar kok sampai 1.7 juta, bukannya cuma 120rban aja? plus swdkllj yg 35rb jadinya 150rban per tahun? (sumber foto di artikel ini) cmiiw

  • swakemudi

    mobil listrik jaman 2011an masukin Mitsubishi iMiev dulu, pajaknya aja seharga fortuner

  • Robert

    Tak kira artikel Ninja 250SL turun harga dah mbrojol d sini…, ternyata belom…

  • The Spanish

    Bahas ninja 250sl mono & z250sl gan. Unit baru dgn harga 36jt Sudah worthed atau tetap ga worth? Jd galau antara MT-25 dpt bekas / Z250sl baru

  • Syawal

    Bro eno…
    Bahas dong tentang harga terbaru ninja 250 mono….
    Karna harga nya bersanding dengan motor kelas 150 cc..Kira kira apa saja sih yg membuat motor ini work it buat di pinang selain kapasitas nya 250 cc…

    Mengingat bro eno pernah prnah mereview nih motor… dan d situ terlihat banyak sekali kekurangannya….

  • emblue

    Soal pajak Viar sdh dikoreksi bro Visitor, mentok sekitar 200an kang di Semarang imho Jateng lbh tinggi (sy dpt penjelasan user Q1).
    Permasalahan BATERAI memang sesuatu, ga beda smatphone atw powerbank. Sy beberapa kali mendapatkan sepeda listrik model Airblade&selis dongkrok karena akinya cpt soak. Kedepannya mgkn dikembangkan selfcharge dari angin, matahari atau kinetik.

  • Dimas Nugraha

    Susah euyy…saya mah jujur wae ah, t sanggup lamun konversi k motor listrik..

    Meskipun pengguna motor twin cyl tpi knalpot sutandariah, tpi ttep suara pembakaran mesin itu suatu kenikmatan tersendirii, maintenance na oge jdi suatu seni anu dinikmati sendiri (padahal bensin na roboss 1:21-1:22, pertamax turbo pula huahahhaha 😀 )

  • Alah teriak2 go green go green karbitan mang… jgn percaya… ttp aja harian naiknya bit atau fu, selama ada bbm kendaraan listrik susah hidup mang, setau sy blm ada teknologi maju yg bisa efisien & ringkas ngelawan pengisian bbm (cair) engine gagal paling stall atau ceket, motor listeik gagal gmn ? Korslet trs kebakar wkwkwkwkk… motor listrik suaranya gmn ya? Kontak on, nguiiing.. digas… wiiikk.. wiiikk.. wiiik…

  • Kalau soal baterai, pakai saja aki truk, daya besar, harga murah, bisa didaur ulang, tinggal tuang air beres, tinggal mikir desain rangka n bodi, beli 7 unit aki buat buffer dipakai tiap hari berees

Tinggalkan Balasan