Yamaha FreeGo 125

Yamaha FreeGo 125, Lebih Baik Dari Lexi STD & Scoopy eSP?

Selamat membaca artikel first impression Yamaha FreeGo 125 paling telat se-Indonesia…

Sewaktu pertama melihat Yamaha FreeGo 125 di IMOS 2018, kepala saya isinya campur aduk… EA’s Blog datang ke acara IMOS ini atas invitation resmi Honda & Suzuki, bahas FreeGo nggak ya? Kalau misalnya dibahas, ini motor bagusnya apaan? Konsepnya apa, untuk siapa, bakal diplot melawan produk mana?


Belum lagi di lokasi sempat ngobrol dan ditanya om Proleevo (YouTube), “No, ini kalo lihat harganya apa nggak mendingan Lexi (STD) aja?”. Nah lho, makin bingung saya.

Sebenarnya, seabrek pertanyaan tadi juga saya temui saat acara rilis motor lain, brand lain, genre lain… Tapi, entah kenapa, jawaban untuk Yamaha FreeGo 125 ini lebih sulit. Dikira klean gampang kali ya melakukan justifikasi sebagai penulis? Jas-jes-jos doang mah di iklan banyak.

Back to topik… Waktu saya lihat pertama kali, desain Yamaha FreeGo 125 ini kayak nggak asing. Banyak netizen bilang desainnya mirip Honda Moove Thailand, tapi saya sih no… Soal desain, skutik 125cc anyar ini lebih mirip Yamaha Ray India yang dimensinya lebih jangkung. You know, karena Yamaha Ray pakai ban diameter 10 inci yang kelihatan kurang gizi.

Kalau ada kemiripan dari Honda Moove, WAHAI NETIZEN, itu adalah konsepnya… Bukan desainnya! Lemme explain.

Kesamaan pertama, keduanya punya dimensi yang lebih bulky dibanding skutik entry pada umumnya (setara Soul GT125 tapi lebih padat berisi). Kedua, mesinnya sama-sama pakai basic entry level… Moove pakai 108cc eSP, FreeGo pakai 125cc Blue-Core. Ketiga, sama-sama pakai velg 12 inci + ban lebar yang imut-imut. Next, keduanya juga mengandalkan fitur bagasi luas yang diklaim bisa muat Helm-in.

Meskipun punya banyak kesamaan, tapi bukan berarti Yamaha FreeGo 125 nggak punya keunggulan… Kalau kita bandingkan dengan Moove sekalipun, FreeGo tetap unggul di sisi fitur karena punya speedometer digital, tangki bahan bakar di dek depan (yang bikin bagasi jadi lebih luas), plus Keyless & ABS kalau punya budget untuk beli yang tipe FreeGo S… Yang ini nggak begitu saya anjurkan sih.

Seenggaknya, PT. YIMM jujur lewat situs resminya…

Satu hal yang perlu dicatat… Walaupun bagasinya kelihatan luas banget, tapi soal menelan helm (Helm-in) sama sekali belum mampu menyamai kemampuan Spacy BOB. Sewaktu saya ambil foto, ada orang media yang test masukin helm full face, dan nggak muat meskipun sudah dibolak-balik. Helm yang pastinya gampang ditelan bagasi Spacy BOB.

Kemudian soal mesin. Salah satu komplain yang dikeluhkan netizen adalah karena nggak pakai mesin 125cc VVA ala Lexi (liquid cooled) – melainkan pakai mesin 125cc Blue Core (berpendingin udara) ala generasi Mio M3 lawas. Ini jujur, EA’s Blog nggak bisa nyalahin Yamaha juga sih, karena harga versi terendahnya itu cuma Rp. 18,5 juta… Alias lebih murah dari harga Fino Grande (Rp. 18,9 Juta).

Terlebih meskipun pakai basic mesin yang identik dengan Mio-series, tapi ada yang perlu dicatat… Yamaha FreeGo 125 ini tergolong konsep baru bagi Pabrikan Garputala, yang berarti mereka harus develop ulang sasis, tangki bahan bakar, termasuk velg 12 inci & ban yang bahkan lebih lebar dari Scoopy eSP. Dan ini jelas butuh banyak dana Bros, bukan pakai daun.

Lagipula dari sini fansboy Yamaha harusnya ngerti betapa valuenya Yamaha Lexi STD. Iya nggak? Harganya cuma selisih Rp. 1,6 juta doang lho dari FreeGo.

Satu yang mau saya kritisi adalah build quality nya. Ini nggak tau kenapa, plastik PP & sambungan part body yang digunakan Yamaha kok lama-lama jadi ikutan standar rendah kayak produk Honda ya? Saya kira sebelumnya problem ini cuma ada di Lexi untuk menghemat cost, tapi ternyata di Yamaha FreeGo 125 pun demikian. Build quality skutik mereka perlahan-lahan menjauh dari kata “great” yang kerap dibanggakan fansboy buta.

So, apa pendapat Kang Eno soal Yamaha FreeGo 125… Suka, atau ikutan berpendapat “meh” kayak netizen diluaran sana? Intinya gini, untuk ukuran 18 juta, menurut saya Honda Scoopy eSP tetap jadi primadona – selama calon pembelinya sabar inden.

Tapi apakah itu berarti Kang Eno nggak suka FreeGo?

No, bukan begitu. Yamaha FreeGo 125 ini nggak bisa dikomparasi dengan produk manapun, bahkan dengan Soul GT125 karena memang fitur & apa yang ditawarkan keduanya beda jauh banget. Saya suka ban 12 incinya, karena finally Yamaha bisa keluar dari ‘kutukan’ velg palang 5 ala Mio lawas… Sekaligus bisa jadi bahan upgrade untuk New Fino generasi mendatang.

Saya juga suka konsep tangki bahan bakar di dek depan… Karena meskipun bukan yang pertama (ehemmm, ZX130) tapi Yamaha seakan belajar dari keunggulan yang dimiliki Maxi-series karena usernya nggak perlu repot buka jok saat isi bensin. Lexi-series wajib dapat rombakan ini di Next update.

Dan mau tau yang paling mind-blowing? Ya, perbedaan harga antara versi STD & Keyless (S-Version) sekarang cuma Rp. 1,2 jutaan doang! Kabar baik untuk fitur keyless di NMAX Facelift… Lewat FreeGo, Yamaha sukses bikin Keyless terjangkau…!

Tapi yang paling EA’s Blog sukai dari skutik ini, adalah Yamaha berani keluar dari konsep yang selama ini jadi keunggulan mutlak skutik Honda. Mereka berani menawarkan tampilan baru, fitur baru, style baru, konsep baru…. Sesuatu yang bahkan nggak dilakukan oleh Honda sebagai pemimpin pasar skutik (ehem, apalagi Suzuki).

Dan ini JELAS merupakan kabar baik bagi konsumen Indonesia yang jenuh melihat perkembangan skutik entry hingga mid-end yang gitu-gitu aja.

Yamaha FreeGo 125 ini bukan tanpa kekurangan, desain buritan yang “meh’, absennya dek depan (ini kalo ngecas smartphone lewat socket charger depan ditaro dimana ya?), mesin ‘vibrator’ ala generasi 125cc Blue Core, plus penurunan build quality mungkin bisa jadi candaan di kolom komentar nanti… Which is ya memang gitu faktanya.

Tapi kalau kita simak lebih jauh lagi secara overall produk, skutik ini membuktikan pernyataan EA’s Blog sebelumnya, kalau Yamaha memang layak jadi pabrikan yang punya potensi paling menakutkan di 2019… Mereka punya seabrek inovasi di FreeGo, pembaruan yang tentunya bisa diturunkan ke varian lain. Soal laku atau nggak laku, Bro & Sist bisa tebak-tebakan di kolom komentar.

 

Sayang banget petingginya masih tetap nggak mau produknya dikritisi sekecil apapun… Jadi jangan harap bakal ada lanjutan artikel testride di blog ini. Silahkan baca di blog yang ‘nurut’ ke Yamaha, Bros!

 

Yamaha FreeGo 125

Detail harga & fitur Yamaha FreeGo 125, buat yang penasaran

 

42 comments

  • Tuty

    Desain tengah ke belakang nggak serasi kang

  • Roel

    Lawan e Spanci BOB sampean..qiqiqi..
    Spanci BOB punya istri tak taro d carport, Alhamdulillah aman,Kang..maling e eneg..
    D booth Honda IMOS kemaren, aku liat salesnya kebingungan kehabisan goodie bag untuk sampean,Kang.. takut d gigit artikel sampean..

  • anonimus

    apakah ini berarti yamaha melakukan diversifikasi konsep skutik melalui freego? karena desainnya kali ini bener2 kayak bukan yamaha indonesia, malah cenderung kayak desain skutik india yg cenderung imut2, membulat, & padet. ataukah emang khusus freego aja desainnya kayak gini?

    • enoanderson

      Dunno kang. Sempet kepikiran kalau FreeGo ini bakal jadi basis skutik ASEAN buat nantang Moove… Makanya nggak begitu diheboh-hebohin di Indonesia. Tapi ya belum tau juga sih mau dibawa kemana skutik ini.

      Ada pendapat lain kang? Atau akang2 yang lain mungkin?

  • Cah Angon

    Lampu belakang terlihat cukup lumayan pas, cuma slebornya kenapa seperti ituuu

  • Kabarnya sih, FreeGo udah mulai di kirim ke dealer-dealer. Berarti target pertamanya emang pasar Indonesia kali yaa…

    https://motorisblog.com/yimm-tetapkan-target-penjualan-freego-motor-yamaha-matic-terbaru-2018/

  • CS12A1RR M/T

    Mang blog yg ‘nurut’ ke Yamaha blog na Saha mang?

  • Free_rider

    Bang eno, ada yg ngganjel di pikiran saya,, kenapa sih pabrik jepangan bikin matic, tp dek tengah itu ga bisa seluas dek tengah matic kymco yg versi paling imut sekalipun (kymco easy, dll)???? Padahal matic kymco ya bantet2 gitu tp dek tengahnya lebih luas drpd matic jepang. Apa RnDnya ga bisa bikin desain dek tengah yg lebar, koq sampai2 mereka sesumbar matic yg bisa muat galon…. Padahal kymco sdh bisa bikin matic muat galon sejak awal2 matic belum booming….

    • enoanderson

      Ahh… This one is interesting.

      Gimana kalau saya jawab karena selera pasar kang? Karena kalau lihat metik Kymco generasi lawas, kebanyakan pakai velg imut & desain main tube sasis yang mepet banget ke ban depan – khas ala skutik Taiwan. Jadi area dek & pijakan kaki jelas jadi lebih luas dibanding metik Jepang jaman now.

      Masalahnya gini, kalau kita bandingin Kymco sama metik Jepang yang dijual di Taiwan – kayak Yamaha Jog/Axis & Suzuki Address V125 di negara Wocele sana – sebenernya sama aja sih deknya luas semua. Kalaupun deknya Kymco lebih luas, pasti minimal bedanya.

      As always, koreksi sangat disarankan. Khususnya buat para suhu yang ngerti shape sasis Kymco soalnya saya buta banget, diskusi dibuka.

      • Free_rider

        nah coba lihat kymco racing king 150,, sama2 pake velg 12″ macam scoopy dan freego (walaupun beda ketebalan ban) mereka masih bisa bikin jarak dek yg luas (secara kasat mata bisa dimasuki galon).. apa karena dimensi mesin matic jepang yg terlalu panjang dan makan tempat ya bang eno??

        beneran lho, buat saya matic jepangan bikin jargon bahwa matic itu sangat fungsional (dek-nya, bahkan lebih luas dek vespa lawas) hanya sekedar gimmick jualan aja,, toh nyatanya dek motor bebek aja bisa dipake buat angkut galon dan tabung LPG 12kg,,,

        maaf bang, saya bukan mau menaikkan pamor galon air,, hanya sebagai permisalan aja buat beban yg “umum” digunakan,, toh nyatanya matic jepangan dipake ngangkut 1 kardus mie instan aja ga muat, muatpun krna dipaksa dan kerdusnya penyok… menggelikan banget dah kalo pabrikan bilang dek matic buatan mereka sangat fungsional… wong bikin bagasi dan tangki bensin supaya memaksimalkan space aja kayaknya mereka ga sanggup… wong tinggal nyontoh si “kymco” aja mereka ogah, tp ngeklaimnya pada belagu…. mblegedessssss….

        contoh lain, lexi dibilang turunan maxi-scooter,, lah bagasinya cmn 12,8 liter,, masak kalah sama spacy, HSX 125 helm-in, dan address yg ga termasuk maxi-scot tp daya tampungnya luas… buat saya, matic itu orientasinya ya utk memaksimalkan fungsionalitas dimensi dari desain matic itu sendiri… (kita ga lagi bicarakan high performance ato speeding oriented ya bang)

        apa RnD pabrikan itu bener2 ga bisa ngedesain ato gmn sih bang? nanggung amat bikin matic,

        • dulu desain matic model kymco yg kiblatnya sudah ke eropa banyak di cemooh..kurang ini lah..kurang itulah…
          tp saya rasa2kan sekarang pabrikan jepang sekarang malah nyasar ke kiblat eropa kayak kymco (isi bensin gak perlu buka jok, bagasi gedhe, bisa selonjoran, ban ring kecil tp gambot…sekarang yg dicontek pabrikan jepang adalah tangki dibawah kaki)

        • jalitrong

          RnD tjap djepang tau banget tipikal selera market disini style nmr satu, fitur nomer siji, fungsional dll bs dimaafkan sm konsumen

          market leader skutik 110cc disini justru dek nya sempit, naik kelas ke 125 and 150 cc gak kalah sempitnya, bahkan dengkul mentok laci. demi styling sisi sayap n tameng depan yg ala ala futuristik, pihak RnD lbh memilih mengorbankan space dek bahkan posisi ergonomi demi desain yg menarik.

          masalah nanti dek nya sempit, bagasi gak muat helm, tangki bensin isi sedikit di sini gak jadi persoalan, selama desainnya keren dan terutama dr merk yg populer maka konsumen gak akan komplen keras…sing penting modele keren..

          jadi kalo dibalikin kenapa skutik2 tjap djepang disini kok aspek fungsionalnya terasa nanggung atau kurang, ya itu karena selera market konsumen disini yg lbh mengutamakan desain ketimbang fungsional. namanya produsen tukang jualan pasti lbh memilih bikin skutik yang lbh cocok selera pasar biar dagangan laris.

          • Prabu

            Setuju dengan pendapat anda.
            Disini,motor itu ga cuma power gedhe,fungsi maksimal dan nyaman. Tapi harus enak dipandang!

      • Emblue

        Kbtulan pernah tengok temen praktik d bengkel ex kymco yg byk matic abis perang. Rahasia gede bagasinya adalah posisi filter dan lingkar roda 10inc yg otomatis membuat dek bisa lbh luas bahkan bisa dibikin selonjor. Kymco Freelx, metica. Buntut sasinya jg lebar.

  • Medimore

    Absen kick starter gak d bahas mang
    Saya pribadi sih gak masalah
    Mungkin Ada fb yg kemaren produk Sebelah tanpa kick starter & para biker yg pelit ganti aki

  • saya yang tinggal lama di taiwan! sneng lihat motor ini brojol! hhhh

  • Irwin

    Terlebih meskipun pakai basic mesin yang identik dengan Mio-series, tapi ada yang perlu dicatat… Yamaha FreeGo 125 ini tergolong konsep baru bagi Pabrikan Garputala, yang berarti mereka harus develop ulang sasis, tangki bahan bakar, termasuk velg 12 inci & ban yang bahkan lebih lebar dari Scoopy eSP. Dan ini jelas butuh banyak dana Bros, bukan pakai daun.

    kalau tidak salah ada Filano yg sama2 tangkinya didepan, menggunakan ban 12″, serta bagasi yang cukup luas. satu lagi QBIX yg sdh ABS (Asal Bisa Stop ) jadi untuk merancang FreeGo kelihatannya tidak terlalu makan biaya banyak.

    • enoanderson

      Grand Filano & QBIX statusnya made by Yamaha Indonesia kah kang? If so, saya edit sedikit deh artikelnya…

      • Emblue

        Qubic/Filano tdk tahu buatan YIMN atau bukan. Yg jls kl kang eno buka spesifikasi teknis mirip. Beda di seat height terutama. Jgn lupa terjemahkan thai tea nya kang.

      • Irwin

        kalau grand finalo & qbix kelihatannya made in thailand.

  • simbah insyaf

    semoga ad yg beli perigoo trus d kasih k kang eno buat d test ride

  • Firmansyah

    Saya putuskan tetep melego mbit pengen ganti ke lexi karena freego ini pake mesin mio yg blm vva

    • Alex borneo

      Segera dibeli Lexi nya, mas bro. Kayaknya si Lexi bakalan naik harga tahun depan. Soalnya posisi harganya sekarang hanya selisih satu koma sekian juta dengan FreeGo. Sepertinya posisi harga si Lexi bakalan dikerek naik sedikit. Sehingga berselisih harga sekitar 2 jutaan dari si FreeGo ini.

  • Bwang merah

    Kang, ini namanya motor kecebong style..

  • visy

    Jujurly mang, ini pertama kalinya ane liat vlog buatan mang eno, seumur2 baru tau klo “penampakan” n suara mang eno kayak gitu. Ane jg agak ketipu dr screenshot video yg ada petinju kepala gsx vs cbr berantem. Kirain bakal ada sesi mereka berantem beneran g cuma (gambar tak bergerak) heheheh. Tp saya suka gaya cool n calmnya mang, jd nyindir nya walo nylekit bikin orang agak2 mikor dlu “serius nih nyindir??!!! Gitu lag kira2 responnya sampe mereka putar videonya ke 2 or 3x nya dijamin bilang “wasyeeemmm kamffeerrrrrrrtttt nyindir guweh” wkwkwkwkwkwkwkwk. Keep the good job mang

  • rajamotor

    lihat you tubenya lucu kang … ekspresi dan suaranya bikin ketawa ketawa sendiri … kuy lah hehehehe

  • lele.dumbo

    mending wuling..!! hehe

  • kap

    matic baru lagi, matic baru lagi.. hadeuh

  • swakemudi

    walopun seumur hidup ga ada 100kali naik matic (99,9% naik cruiser/sport/bebek), tp bagus banyak pilihan buat konsumen. tinggal branding dan marketingnya

    • saitama gundul

      wkwkwk kok sama ya masbro, saya juga tiap hari naik bebek
      naik matic paling cuma pas pulang kampung saja

  • Somplak.v2

    Mesin Mio m3 dijual 22jt dng power cuma 9hp …mesin Mio gampang ngebul sama bunyi kemrosak…mesin mbit yg cuma 108cc aja power nyaris 9hp…apa jadinya kalo mbit diupgrade jadi 125cc ngeriiiiii….Yamaha bisa bangkrut

  • San Carlo

    Kymco Free lx Reborn ini..

  • uzhenx

    Ih… si Akang.. giliran crf aja dibilang verza modif 😀

  • surya

    Naksir sama ni motor, fitur nya oke bgt untuk ukuran entry level. Pabrikan tetangga belum ada yg kaya gini kan. : )

Tinggalkan Balasan