New Honda CB150 Verza Review

Review New Honda CB150 Verza, The Old Fashioned Way

Mending skutik 125cc, atau New Honda CB150 Verza? Atau… Ehem, sekenan?

Kalau ngomongin motor sport dengan harga dibawah 20 juta, maka objek pembicaraan kita cuma terfokus di satu produk, Honda Verza 150. Tapi sejak perkembangan skutik mid-end yang super kilat, seperti Vario 125 eSP, kemudian Scoopy R12, kemudian Vario 150, kemudian Yamaha Lexi, dan lain-lainnya… Maka 2 tahun terakhir ini Verza jadi nggak menarik, outdated.

Honda Verza 150 vs New Honda CB150 Verza

Untuk itu, ditahun 2018 ini Honda memberikan upgrade yang signifikan – khususnya dibagian tampilan. Dan taraaa… Jadilah New Honda CB150 Verza.

Tapi, masih ada satu pertanyaan besar yang bikin penasaran… Verza masih layak beli nggak sih? Atau mending sekalian pindah ke segmen skutik Mid-end, Kang Eno?

New Honda CB150 Verza Review

Mengawali pembahasan dari sisi tampilan, ada 2 hal yang harus dikoreksi dari artikel saya terdahulu soal CB150 Verza… Isinya kabar baik dan kabar buruk. Pertama, desainnya ternyata nggak ‘wagu’ seperti perkiraan EA’s Blog sebelumnya. Jelas bukan retro-classic seperti Kawasaki W175, tapi dikombinasikan dengan guratan shroud dan cover headlight yang eyecatching… It just works!

Dimensinya tergolong kecil buat ukuran motor sport, dan lampu bulatnya saya yakin bakal jadi racun buat user Verza lawas. Keren, apalagi komplit satu set dengan cover headlampnya. Andai Suzuki GSX150 Bandit bisa kayak gini… Gak spesial, tapi enak aja dilihat.

New Honda CB150 Verza Review

Sayangnya kalau kita lihat lebih dekat… Bad news! Build quality Honda CB150 Verza ternyata lebih buruk dari yang saya kira. Soal besi sasis & kaki-kaki sih dijamin strong, tapi ini bodinya apa-apaan. Logam tangki tipis, kualitas cat standar AHM, dan yang paling parah itu plastiknya… Bahkan plastik ABS yang dipakai di body glossy pun benar-benar tipis. Silahkan bayangkan sendiri gimana bagian plastik yang bertekstur kulit jeruk (PP).

Kabar buruk selanjutnya, bodi bertekstur kulit jeruk tersebut ada di hampir 60% bodi Honda CB150 Verza. Silahkan gores pake kuku, dijamin sekali garuk ngebul.

Bicara soal fitur, karena Honda CB150 Verza ini masuk ke genre sport murah… Jadi ya kita nggak bisa ngarep banyak, apalagi harganya juga nggak sampai 20 juta kalau beli di Jakarta (karena ada promo cashback). Satu-satunya yang patut diapresiasi adalah penggunaan speedometer digital. Tapi sayangnya masih minus RPM-meter, yang sebenernya lumayan penting buat tipe mesin ‘torquey’ model begini… Saya bakal jelaskan lebih detail nanti.

Diluar itu, gak ada yang spesial kecuali Brosist sekalian beli yang tipe Cast Wheel, which is sudah dibekali velg racing sebagai standar… Meskipun kalau saya mungkin lebih pilih yang versi SW (jari-jari), supaya bisa ganti velg alumunium tanpa beli tromol tambahan, wkwkwk…

New Honda CB150 Verza Review

Kemudian, meskipun suspensi belakangnya masih dual shockabsorber – belum monoshock – tapi sudah dibekali dengan adjustable preload. Jadi meskipun harganya nggak sampai 20 jutaan, tapi secara fitur sudah sama dengan All-New CBR150R edisi 2019 yang harganya hampir 2 kali lipat CB150 Verza! What a steal…!

New Honda CB150 Verza Review

Soal mesin, again, nggak ada yang spesial. Karena Honda sama sekali nggak ngutak-atik sektor mesinnya. CB150 Verza dibekali mesin 150cc Injeksi, SOHC 2-Valve, berpendingin udara… Mesin ini kalau dilihat-lihat mirip mesin CRF150L yang banderolnya jauh lebih mahal, tapi ingat cuma mirip.

Faktanya, yang sama cuma casingnya doang untuk menghemat cost production. Feeling mesin CB150 Verza & CRF150L itu beda jauh… Dan saya jamin, feeling perbedaannya bukan sekadar beda final gear doang lho (beda akselerasi & top speed).

Bandul kruk as nya beda, punya Verza ini lebih berat, jadi ketika buka gas secara tiba-tiba, efek tendangan torsi CB150 Verza masih dibawah CRF150L. Tapi setelah lepas di 80 km/jam, mesin Verza masih meraung – CRF langsung lemas… Saking lemasnya, bahkan teriak pun nggak.

Selain itu, karena noken asnya didesain untuk mengejar efisiensi, mesin CB150 Verza ini terdengar jauh lebih halus, smooth, beda dari mesin CRF yang lebih ‘garing’.

New Honda CB150 Verza Review

Diatas kertas, Honda CB150 Verza mampu menghasilkan power maksimum hingga 13 HP – dengan torsi maksimum diangka 12,7 N.m. Sama sekali nggak mengesankan kalau dibandingkan dengan sport 150cc high-performance seperti GSX150 Bandit.

Tapi kalau boleh jujur juga nggak jelek-jelek banget sih… Torsinya buat melibas tanjakan di trek hancur minah menuju Puncak Panyandaan di sesi Fun Riding Ciwidey masih bisa diandalkan. Kalau nggak percaya silahkan bandingkan sendiri dengan mesin Lexi STD sekalipun… Dijamin ketinggalan 1 gunung.

New Honda CB150 Verza Review

Akselerasi 0-60 km/h tergolong impresif, melebihi ekspektasi saya sebelumnya. 0-100 km/h juga masih gampang dijabanin. Diatas 100 km/h? Well, good luck nemuin jalanan kosong, karena angka di speedometer naiknya lambat banget!

Gimana soal riding qualitynya Kang Eno? Menurut saya, Honda CB150 Verza ini punya riding position yang paling rileks dibanding sport 150cc lain yang dijual dipasaran. Tangan terasa santai karena setang tinggi, kaki juga lebih rileks karena footstep lebih maju dari sport 150cc kebanyakan… Jauh lebih rileks dari GSX Bandit sekalipun. Sayangnya, rileks bukan berarti CB150 Verza ini juga nyaman untuk dikendarai.

Walaupun riding position nya nyaman, tapi joknya keras banget, bikin nggak nyaman duduk berlama-lama. Untung suspensi belakangnya dari kondisi default sudah empuk, jadi nggak terlalu ngocok isi perut kalau hajar lubang.

Loh, berarti setting adjustable preload di New Honda CBR150R 2019 bagus dong, Kang Eno? Eits, jangan terlalu cepat menghubung-hubungkan… Suspensi CB150 Verza ini aslinya memang sudah empuk karena disesuaikan untuk libas semua jenis medan. Tipikal motor ‘kuli’.

New Honda CB150 Verza Review

Next, engine cut-off… Oh god, saya benar-benar tersiksa naik motor sport tanpa tombol setang yang satu ini, karena kebiasaan naik ZED ya tinggal pencet cut-off engine kalau lagi berhenti. Pass beam sih no problem, tapi please jangan engine cut-off, Honda!

Saya nggak menyalahkan CB150 Verza, tapi lebih menyalahkan CB150R Streetfire & CBR150R yang nggak bisa ‘menurunkan’ fitur ini ke Verza… Karena di strategi fitur AHM itu jelas, fitur selalu diturunkan dari segmen yang lebih tinggi ke lebih rendah.

Dan seperti yang dibilang di awal tadi, karena Honda CB150 Verza ini nggak punya RPM-meter, jadi kita nggak tahu ada di RPM berapa atau redline nya di berapa. Jadi kalau kita betot gas dan tahan di RPM agak tinggi buat dapetin power maksimal… Siap-siap aja seluruh badan kesemutan.

Karena makin tinggi kita tahan RPM nya, getarannya bakal makin parah! Sorry saya ralat, ini sih lebih mirip gempa skala ritcher… Parah edan getarannya!

New Honda CB150 Verza Review

New Honda CB150 Verza Review

Padahal treknya begini…. *hiks

Yang terakhir, karena bannya masih pake IRC NR25 basicnya sama persis kayak IRC NR25 Ring 18 kayak di motor keluaran 2000-an, jangan harap gripnya bagus diajak miring-miring. Apalagi di trek berliku dan dibasahi embun pagi seperti jalur Ranca Bali – Ciwidey… Sial! Giliran dikasi trek cihuy begini bannya malah nggak mendukung.

Oiya, buat info tambahan… Cuma CB150 Verza versi CW (Rp. 19,95 Juta) yang kebagian ban tipe tubeless. Versi SW (Rp. 13,3 juta) masih pakai ban dalam a.k.a tube type biasa.

So… Kesimpulannya, motor sport ini nggak punya mesin 150cc super sangar seperti GSX150 Bandit. Dari sisi fitur juga nggak terlalu kekinian laiknya All-New Vixion STD. Build quality apalagi… Bikin nggak selera makan. Tapi, semua yang saya sebutkan tadi juga nggak punya harga jual Rp. 19,3 – 20 jutaan seperti halnya Honda CB150 Verza.

Jadi, motor ini memang nggak ada sosok pembandingnya… Masa iya mau saya bandingkan dengan TVS Max STD yang mesinnya bahkan lebih gempa bumi dari Verza?

Kalau nanti ada yang komen mending Lexi STD atau Vario 125 yang lebih buaanyaaak fiturnya, go for it. Kalau ada yang komen mending sekenan CB150R Streetfire atau All-New Vixion, no problem… Tampilkan sekenan Favoritmu (dibawah 20 juta) Bros! Karena aslinya saya juga fans motor seken, wkwkwk.

Tapi kalau EA’s Blog boleh menilai secara overall & sisi lain motor ini dipasar Indonesia… Keputusan Honda untuk mengupgrade CB150 Verza dengan tampang yang lumayan eyecatching ala-ala retro gini, sebenarnya layak mendapat nilai plus dari EA’s Blog… Meskipun setelah tulis ini saya tetap nggak dapet jatah iklan puluhan juta dari AHM. Lemme explain alasannya.

Pertama, Honda CB150 Verza ini nggak punya lawan sekelas, dan biasanya itu yang bikin pengembangan motor jalan ditempat! Silahkan lihat saja bagaimana ending Suzuki Thunder 125.

Kedua, jangankan yang nggak ada lawan sekelas… Bahkan yang segmennya mengalami sedikit penurunan pun sekarang kebanyakan didevelop setengah-setengah. Coba lihat kasus GSX150 Bandit, All-New Vixion & New Honda CB150R Streetfire? Sementara CB150 Verza justru didevelop sesuai dengan keinginan enthusiast.

Dan untuk 2 alasan itu, entah kenapa sepanjang perjalanan pulang dari Ciwidey, EA’s Blog kepikiran sesuatu. “Salah nggak sih kalau saya bilang Honda CB150 Verza ini – secara overall produk – justru lebih baik dari CB150R Streetfire & CBR150R?”. Anehnya, saat tulis artikel review ini sekaligus bikin video review untuk Channel YouTube EA’s Blog – Motorbike… Entah kenapa saya makin yakin kalau jawabannya, YES!

So, kalau memang pilihannya mengerucut beli motor baru di harga 20 jutaan… Mending Honda CB150 Verza atau Skutik Mid-end 125cc? Saya bakal tanya balik… Masih rindu ngopling?

49 comments

  • emi

    saya setuju dengan pendapat kang eno,AHM memang perlu membenahi motornya disisi build quality fitur fitur penting yang kepake sehari2 macam engine cut off dan pass beam..entah apa yang ada dipikiran RnD AHM saat mereka menghilangkan kedua fitur itu di motor sportnya..kalo kata mereka karena jarang digunakan maka dihilangkan ..menurut saya saya bullshit banget..saya pakai motor sport sejak dulu dan selalu menggunakan kedua fitur itu….

    • nis

      saya naek motor dari thn 92 dan ga pernah ngerti apa sih bagus nya engine cut off… muter kunci ke off susahnya apa sih? #justmytwocent

      • Kolong langit

        Ini fitur yg digunakan rider pemalas saat nunggu lampu merah karna takut kehabisan bensin,jd mesin dimatiin…gue dulu pengguna suzuki RU120,skarang cbr 150 cbu..dan fitur ini memang trasa banget gunanya (bagi yg prnah mrasakan)

      • Ciplux

        Karena anda hanya menggunakan motor bebek dari tahun 92 haha

        Kalau anda pengendara motor sport pasti tau banget gimana susahnya netralin gigi kalau mesin udah agak panas sedangkan tangan kiri harus narik dan tahan handle kopling, jadi paling enak matikan mesin itu pakai tombol cut off engine

        • Kicek

          Apalagi kl tuas perseneling nya cm dpn.sungguh menyiksa.
          Engine cut off,very important.

        • nis

          hahaha ciplux, motor pertama saya tahun 92 dulu udah ada fitur engine cut off itu… sayangnya motor saya ga gampang panas karena oli samping yang saya pakai cukup bagus jadi ga pernah susah netralin gigi. satu lagi, setelan kopling nya saya setel lemes jadi ga masalah andai saya tahan kopling terus di tangan kiri.

          saya ga tau gunanya bukan karena saya ga pernah pake motor dengan fitur engine cut off itu. toh fitur itu bukan sesuatu yg spesial… motor sport 2-tak tahun 92 pun udah ada fitur gituan. tapi ya itu, fitur ga guna menurut saya.

    • Oiya, buat info tambahan… Cuma CB150 Verza versi CW (Rp. 19,95 Juta) yang kebagian ban tipe tubeless. Versi SW (Rp. 13,3 juta) masih pakai ban dalam a.k.a tube type biasa.

      =========================================================

      versi CW ama SW bedanya 6juta lewat,
      jauh amat kang,..?

      apa versi KW itu..?

  • Ozi

    Itu kenapa ada kalkulator di area stang..

  • dombagarut

    Mungkin ahaem mencoba segmen baru kang…
    Segmen romusha alias kuli jd ga ada perbandingan sm motor lain.
    Tangguh di putaran bawah.
    Tangguh angkut beban berat.
    Harga relatif murah.
    Bodi tipis ga masalah asal tenaganya bisa angkut(overload) sayur dr kebun ke pasar dan kuat angkut bini yg montok… Hehehehe

    • Bagoes

      Sekalian cek pasar jg kali, dibuat yg lampunya gtu pada seneng kagak.. klo laris, mungkin segmen atasnya baru bakal diubah model begituan.

  • awe

    versi SW (13,3 JT) ?
    jangan bikin ini motor lebih laris manis dunk jang

  • auto

    Jadi ingat lagi soal engine cut off. Dr dulu sy punya motor berfitur ini ga pernah bisa ngerti apa pentingnya tombol ini terutama utk penggunaan harian ya, bukan dlm hal fungsi darurat misal mau matiin cepat saat crash / kecelakaan (kalau ini sy setuju berguna).

    Tapi apakah tombol ini bener2 sole function nya hanya utk saat kecelakaan yg notabene sangat2 jarang terjadi? Itupun arguably ya masih bisa matiin pke kunci toh.

    Skenario lain misal macet kabel gas jadi laju terus, sbrp mungkin utk motor dgn perawatan rutin? Lalu klopun motor kopling kabel gas macet, bisa pencet kopling utk mutus power ke roda tnpa engine cut off ga mslh.

    Bbrp kekurangan yg justru hadir:
    Klo kbiasaan matiin pke engine cut off tnpa puter kunci kontak off, motor skrg kbykan lampu udh AHO & langsung nyala saat kunci on. Ini bakal cepat tekorin aki.

    Skenario lain, memudahkan yang berniat mau hijack/ begal/ rampas. Pelaku lebih gampang bikin motor brenti, ga perlu jauh2 raih kunci kya polisi saat razia. Cukup teken engine cut off yg lebih luar & terkespos posisinya.

    Mungkin ada yg bisa kasih pencerahan, fungsi rutin harian apa (diluar utk kecelakaan) dari engine cut off yg bikin ini tombol perlu banget ada.

    • auto

      Ohya tambahan, klo utk motor jatoh/roboh/crashpun bukankah udah diambil alih sama lean angle sensor utk motor2 jaman skrg?
      Dulu vixion gen 1 lampu bulat pun udh pkai ini, jd skenario utk buruan matiin mesin pas crashpun sbnrnya udh ga relevan.

    • enoanderson

      Kenapa engine cut off harus ada?

      Karena saya pake motor yang ada cut off.

  • emblue

    Oke pasukan mending. 20Jt utk sebuah produk ahaem masa kini. NO WAY! Apalagi hanya fitur injeksi harganya sedikit lbh mahal dari megapro/primus baru dimasa lalu yg built yg lebih oke. Buat penggemar new produk rekomen skutik.KL penggemar rondo y tinggal pilih mo invest motor2t/legenbosv 😀 .

  • Andhi2010

    Klo ada yg mengatakan tangguh, bikin saya ketawa.
    Hati2 laher noken as

  • armandx3m

    Kalo bahas build quality ya sudahlah ya. Tapi kalo soal design, entah kenapa saya merasa CB150 verza ini lebih pas muncul tandem dengan CB150R street fire gen I. Alias sebagai update Megapro ‘primus’.

  • Ramos

    Seandainya kualitas dan value CBR250RR bisa diturunin ke skutik dan sport 150cc AHM… Tapi hahahah mimpi di siang bolong

  • Waqit

    Berharap mesin gsx d cangkokkan d rangka thunder
    Bakal jadi buruan modivikator

  • Eko

    Bahasamu sangar mas hehehe, yg rajin update artikel mas, semangat…

  • Biasanya AHM test pasar dari atas ke bawah. Tapi tidak mustahil jika umpamanya andaikata misalnya kali ini test dari bawah ke atas.

    Segala kemungkinan bisa terjadi… Diakui atau tidak, otak bisnis AHM paling jorok di dunia persilatan otomotif. Tapi ya justru memang harus seperti itulah namanya orang dagang.

    Inovasi produk saja ngga cukup. Sudah di buktikan oleh pabrikan S…

    Tahun 2005, pabrikan S masih laku lebih dari sejuta unit.

    Sekarang…??

    Tahun 2008, 2009, 2010 Y sudah mepet banget angka penjualan AHM.

    Sekarang…??

    Kesimpulannya cuma satu… Otak bisnisnya lebih jago…

    Kira-kira nyambung ngga sih ini komen saya?? Wkwkwkkw…. Maaf kalo ngga nyambung.

    Aslinya cuma karena jenuh aja… Pengen market share mereka seimbang, biar lebih gampang milih motor.

  • Jadi saya pikir bukan AHM yang harus di koreksi. Tapi para kompetitornya yang harus di koreksi.

    Kenapa jualan mereka kalah melulu?? Kalo jualan mereka laris, market share seimbang, pasti AHM juga bakalan mikir buat ningkatin mutu produk.

  • rafiedingdong

    ane mahasiswa 19 tahun, sering banget pake CB150 Verza buat ngampus dan ke mana2

    aslinya motor ini punya bokap, tapi lebih sering ane ane yg pake soalnya ane bosen bawa bebek wkwk

    overall motor ini lumayan worth it buat harga under 20 juta, terutama kalo nggak butuh fitur yg macem2 dan murni buat dikendarai aja…tenaga cukup bahkan buat riding ke daerah2 gunungkidul, ergonomi rileks, jok panjang enak buat boncengan

    minus:
    -joknya keras gila. dipake riding 2 jam bokong udah kayak berubah bentuk jadi rata
    -penunjuk RPM dan engine cut off nggak ada. agak maklum karena di motor honda yg lebih mahal pun nggak punya juga
    -build quality plastik BOSOK. maklum murah, asal nggak protol dan masih bisa dipake jalan nyaman it’s okay
    -pass beam aja nggak ada? NMP FI aja ada lho
    -getaran RPM menengah ke atas lumayan kerasa. maklum SOHC overstroke 2 valve zaman Pithecanthropus erectus
    -DESAINNYA TETEP KERASA AURA BAPAK2NYA. desainnya tua, tapi bukan retro. ane berasa nambah 20 tahun pas naik motor ini 🙁

    kurang lebih sama kayak impresi kang eno. tapi buat ane under 20 juta untuk barang new motor ini msh paling recommended, soalnya masih anti dg scooter life

  • Malah rencananya sy pengen s verza ini buat harian, penasaran aja soalnya motor ini emng designed for kulying… drpd si bison, blm pernah sih nyoba gimana mesinnya tp lc4v nya old vixion ttp megap2 pk nanjak klo verza mah agak lumayan lebih baik dr lc4v old vixion… tp emng enak sih mesin scemnya suzuki walau rpm rendah digigi 1 2 nya ampun klo buat nanjak/ libas poldur apalagi boncengan tp klo ketemu jalan kosong uuuhhhhh…. rasanya itu lo… g bisa dibohongi

  • nis

    kalo saya sih cuma heran aja, apa ahm itu ga bisa ya buat jok empuk? susah bener kayaknya… padahal tinggal contek aja jok yamaha supplier nya sapa, pesen aja ke dia, atau kalo perlu, bajak sekalian supplier nya.

  • Enomadesur

    Kang eno itu spedometer versa sama punya beat street besaran mana ya angkanya?.. soalnya spedometer beat street sama kalkulator di rumah besaran kalkulator di rumah.

  • Pokemon

    Ini motor cowok terjadul pakai part daur ulang punya nmp primus + paling jorok pakai nama plerja

  • Iwanmaros

    Sy gak tau ini kelebihan atau baru tau karena baru punya motor kopling, kalau pas sampai, kita gak netralin gigi, trus pas mau jalan, kasi on kunci, tombol starter ditindis, gak akan mau. Nanti kopling kita tarik baru tombol starter berfungsi.

  • Iwanmaros

    Mau review versi saya. Aslinya ini motor buat istri, tp kalau sy ada, dia ada urusan pakai motor, selalu minta sy yg antar. Kalau sy gak ada, dia pakai sendiri.
    Kelebihan:
    1. Untuk jalan rusak shock depan belakang juara lah. Pakai helm in , banyak bagian jalan yg pakai helm in sy hindari, pakai cb verza sy hajar aja dan beda bangeet rasa nyamannya.
    2.desainnya keren dan makin keren sy rasa karena setelah hampir 6 bulan, masih sering dilirik orang. Mungkin karena beberapa bagian sy cat ulang pakai samurai paint. Atau karena lampunya????
    3.lampu utama terang bangeet. Sering coba jalan beriringan dengan mobil, kok rasanya hampir sama terang ya. Bahkan kalau mobil agak tua, malah lebih terang. Bahkan kalau malam sering ada perasaan sombong kalau dengan motor lain saking terangnya lampunya. Maklum motor ada di kalimantan utara malinau sepi motor.
    4. Bensin asli hematnya. Di kelas 150 cc, sy yakin ini motor yg paling hemat.
    5. Gak kyak supra x 125 karbu, yg kalau masuk gigi tinggi tp lari pelan jd loyo dan suka ndak suka harus turunin gigi, di verza gak. Untuk menghemat bensin, sy sering gigi 5 lari 30 sampai 40 km/ jam.
    6. Penurunan tenaga antara sendiri dan boncengan tdk signifikan. Gak kayak helm in ku.
    7.sepertinya besi besinya tebal tebal deh. Berat menurut aku motor ini dibanding motor yg lain di kelasnya.
    8.gak ada saingannya atau agak susah dibanding bandingin dgn motor lain yg mirip. Kalau beli cb150 streetfire pasti selalu dibandingin sama vixion.
    9

  • Iwanmaros

    Kekurangan.
    1. Ya apalagi kalau bukan paint quality. Cat glossy tipis dan sepertinya cat glossynya gak pakai hardener atau pakai tp dikit. Biar clear tipis kalau hardener bagus yg bolehlah. Gampang kegores soalnya bagian yg glossy. Ngecatnya juga ndak presisi. Ada bagian di tangki sy dapati kriput karena gak maksimal cat klirnya.
    2 . Cat buramnya sepertinya gak pakai clear doff. Kok sy gosok pakai kertas gosok 800 terlalu mudah luntur. Di velg, di garpu depan, di mesin, di batok headlamp, daerah sekitar kunci kontak dan stir. Jadi ada langsung sy clear glossy dan ada yg sy gosok baru semprot pakai hitam.
    3. Motornya terlalu tinggi. Shock depan sdh sy naikkan 2, 5 cm ( gak bisa lebih karena mentok stir) dan belakang sdh distel yg paling empuk yg artinya makin rendah, tp sy yg 164 cm masih jinjit yg gak enak untuk pengendalian maksimal motor terutama kalau putar balik.
    4. Shock depan gak bisa terlalu tinggi dinaikkan karena mentok stir dan andai gak mentok hanya maksimal 3 cm karena kalau lebih karet seal shock sepan sdh kena segitiga.
    5.kurang nurut diajak rebah rebah. Kita harus agak fokus kalau mau rebah rebah alias gak bisa rebah dng perasaan santai. Mungkin karena kaki kurang ke belakang kyak bandit. Dan agak goyang juga. Pengaruh shock lembut dan ban kyaknya.
    6.rantai berisik dan cepat kendor seperti semua motor honda yg pakai rantai sekarang.
    7. Sensasi menghentak hanya pada gigi 1. Sy suka sensasi menghentak pada vixion gen 1 dan jupiter burhan 110 cc gen 1. Sy cari di verza gak ada.
    8.

  • anonimus

    Kualitas body emang kurang sih, karet pencegah shroud kanan sama tangki kurang besar, jadinya kadang bunyi adu2an kalo jalan kriting, karet buat kunci plastik jeruk sebelah kiri bawah juga kurang tebel jadi kadang suka mau lepas :v

    Tapi overall? Beda sensasi sih sama naik matic, enak aja gitu ganti gigi, tarik koplingnya
    #saveKopling

  • Oka

    Fungsi cut off ini berfungsi bgt sm sy, jd dulu nvl sy untuk saklar cut off nya sy pindahin ke area yg tersembunyi, nah kalau motor ta tinggal ya sy off kan aja, jangankan maling sobb, temen pinjem motor aja bisa ga jadi, menurut sy engine cut is a must

  • Honda 150cc terbaik yg bisa dibeli saat ini adalah Verza.

  • singgih

    kayaknya ini motor jadi bahan modif cocok juga kang eno

  • Jun

    Jangan ngebut2 sampai mentok rpm nya…. Bisa begetar hebat ini motor… Saya pernah bawa NMP, Anjiiirrr ngagibrig mang.

    • saitama gundul

      getarannya gimana dah mas bro ?
      saya ga pernah pake verza, megapro dkk… dulu bapak di rumah pernah punya megapro sama gl pro, sayangnya waktu itu saya masih bocah jadi ga pernah sempet make hahaha

    • Saya pake NMP-FI, getarannya masih saya anggap wajar sampe 7000 rpm

  • Kungfu Panlok

    Tpi ni salah 1 mesin yg paling tangguh n irit yg pernah sy cobain ..

    N sya mnding passbeam dripada engine cut
    Buat apaan engine cut klo masuk gigi lepas kopling udh mati mesinnya

Tinggalkan Balasan