Bosan Nunggu Neo Sport Cafe Honda? China Sudah Bikin Obatnya…

Perkembangan manufaktur roda 2 di Tiongkok benar-benar mind-blowing. Setelah moge middle-class, sport A2-license, kini Neo Sport Cafe milik Honda yang jadi korban development kilat ala Mocin.

Kesuksesan Honda mengubah arah desain CB-series dari streetfighter ke Neo Sport Cafe, direspon cepat produsen roda 2 China. Hanya dalam waktu kurang dari satu tahun masa development, sudah ada 3 produk global Tiongkok yang sukses usung tema Retro-modern! Edan, kalah deh R&D Suzuki Indonesia… *eh

Apa saja mocin yang dimaksud, Kang Eno?

 

Colove 500F

Colove 500F - Mocin Neo Sport Cafe

Masih ingat seputar Hengjian 500-series & Feely FL500-1 yang menggunakan basic sasis, mesin, dan kaki-kaki hasil copypaste milik family 500cc pabrikan berlogo sayap? Ya, Colove 500F ini juga masih menggunakan basis yang sama dengan mocin 1/2 liter yang EA’s Blog sebutkan diatas… Tapi di level yang berbeda!

Colove 500F - Mocin Neo Sport Cafe

Colove 500F - Mocin Neo Sport Cafe

Seperti yang bisa dilihat sendiri, meski menggunakan sasis & mesin yang sama persis laiknya mocin kloningan Honda 500-series lain… Colove 500F sudah menggunakan seabrek part anyar, seperti subframe yang lebih bersahabat, velg jari-jari unik (kayaknya layak jadi incaran modifikator via AliExpress nih), plus headlamp bulat LED dengan finish alumunium bak CB650F Neo Cafe Concept.

Dan tentu saja, desainnya sudah menggunakan konsep Neo Sport Cafe a.k.a Retro Modern. Kalau dilihat-lihat secara mata telanjang sih persis banget Honda CB300R tapi dengan bagian buritan yang jauh lebih bersahabat untuk boncenger? Bener nggak?

 

Loncin LX300AC

Loncin LX300AC - Mocin Neo Sport Cafe

Again, masih ingat Loncin GP300 & LX300 yang pernah kita bahas beberapa waktu lalu? Yup, ini adalah varian terbarunya… Dan berbeda konsep dari kedua saudaranya yang bergenre sportbike & naked-bike, LX300C mengusung desain Retro-Modern ala Neo Sport Cafe milik Honda!

Secara basis, as always, demi menghemat cost Loncin menggunakan basic sasis, serta mesin milik LX300 sebelumnya, which is – dunno why – mirip banget sasis & mesin milik Ninja 250SL & Z250SL. Sementara area kaki-kakinya pakai suspensi upside down, monoshock, plus swingarm asymmetric berbahan baja.

Loncin LX300AC - Mocin Neo Sport Cafe Loncin LX300AC - Mocin Neo Sport Cafe

Loncin LX300AC - Mocin Neo Sport Cafe

Satu-satunya yang disayangkan adalah penggunaan velg cast-wheel yang mirip seperti kedua saudaranya. Bukan menggunakan velg spoke wheel alumunium yang lebih cocok dengan konsep Neo Sport Cafe milik Loncin LX300C.

Tapi whatever, ini level produsen China bukan pabrikan (Jepang rasa) Indonesia yang males inovasi… Jangan heran kalau bulan depan tiba-tiba mereka sudah mengubah spek velgnya jadi jari-jari.

 

Zongshen RE3

Zongshen RE3 - Mocin Neo Sport Cafe

Berbeda dengan 2 kontestan sebelumnya, Zongshen RE3 bukan merupakan saudara RX3 (ADV) & RC3 (Sportbike) yang disulap jadi motor bergaya Retro. Peebedaan selanjutnya, Zongshen RE3 menggunakan konsep yang sedikit lebih retro, bisa dilihat langsung lewat penggunakan sasis yang masih bertipe diamond, serta suspensi belakang dual shock absorber.

Sektor permesinan, Zongshen RE3 dibekali mesin 380cc twin-cylinder, liquid-cooled, dengan power maksimum mencapai 36,2 HP @ 9.000 RPM, serta torsi 35 N.m @ 6.500 RPM.

Zongshen RE3 - Mocin Neo Sport Cafe Zongshen RE3 - Mocin Neo Sport Cafe

Zongshen RE3 - Mocin Neo Sport Cafe

Sementara untuk detailnya tetap nggak kalah keren dari RX3 & RC3 kok! Selain desainnya sudah bergaya retro, kaki-kakinya sudah menggunakan suspensi upside down, kaliper cakram depan radial, velg jari-jari, dual-exhaust, plus speedometer digital-analog.

 

11 comments

Tinggalkan Balasan