Kenapa New Yamaha R25 Terkesan Nanggung? Ini Jawabannya!

Well, sebenarnya semua jawaban tentang kenapa New Yamaha R25 begini, begitu, begindang, sudah saya bahas sebelum unitnya dirilis… Dan bener kaaaannn?

Sebelumnya, yang saya kira rilis minggu ini adalah Yamaha MT-15 atau New MX King, tapi ternyata Yamaha bikin kejutan dengan merilis New Yamaha R25 Facelift. Satu-satunya yang nggak mengejutkan justru malah speknya, karena sesuai prediksi saya sebelumnya, New R25 bakal masuk golongan motor yang B Ajah.

Saya nggak bakal bahas detailnya disini, karena pertama saya nggak dapet invitation resmi dari Yamaha. Dan yang kedua, ubahannya cuma bodi fairing, LED, suspensi upside down, area kemudi, dan harganya. Kalau saya fokuskan artikel ini disisi ubahan New Yamaha R25, maka tulisannya cuma sampai sini saja… And that’s it!

Oleh karena itu, mendingan kita bahas sisi lain New Yamaha R25 Facelift yang langsung membahana pasca peluncuran unitnya oleh pebalap MotoGP, Hafizh Syahrin… Kok facelift Yamaha R25 kayak terkesan nanggung sih?

 

Alasan pertama, adalah karena New Yamaha R25 Facelift merupakan produk global.

Well, buat yang belum tahu R25 & R3 adalah saudara kembar yang sama-sama diproduksi oleh Yamaha Indonesia untuk pasar yang berbeda… Dimana R25 ditujukan untuk pasar Asia (khususnya Indonesia), sementara R3 dijual secara global ke Amerika Utara, Eropa, Australia, dan hampir seluruh penjuru dunia.

Perbedaan mendasar antara Yamaha R25 & R3, cuma dibagian mesin, ECU, spek ban, kelengkapan berkendara yang disesuaikan untuk aturan luar negeri, plus warna & stripe nya aja. Jadi secara spek body, sasis, suspensi, bahkan hingga kaki-kaki, semuanya sama persis.

Kenapa spek intinya dibikin sama? Jelas supaya menghemat ongkos produksi. Ini trik yang lagi banyak digunakan oleh seluruh produsen motor di dunia, dan bukan cuma Yamaha doang… Honda, Kawasaki, Suzuki, bahkan KTM, BMW & Ducati pun pakai trik yang sama. MASALAHNYA, salah satu yang jadi ‘korban’ dari trik ini adalah New Yamaha R25 Facelift!

Karena pasar sportbike lisensi A2 di Eropa lebih menekankan kompetisi harga dibanding spek, jadi jangan harap kalau detail & fitur yang dimiliki Yamaha R3 bakal setara CBR250RR… Which also means, jangan harap detail Yamaha New R25 bakal mengalahkan CBR250RR.

Kalau musuhnya begini, kira-kira apa faedahnya pasang spek fantastis kayak CBR250RR?

Dan karena pasar Yamaha R3 diluar sana jauh lebih menjanjikan dibanding penjualan R25 di Indonesia yang turun drastis dibanding 3-4 tahun lalu. Jangan harap ubahan saudara kembar ini bakal berbasis pasar Indonesia, tapi lebih ke pasar global.

Intinya, Yamaha R25 adalah R3 yang kapasitas mesinnya dikecilin jadi 250cc, bukan sebaliknya… Berbanding terbalik 180° dengan yang dialami YZF R25 & R3 generasi sebelumnya.

New Ninja 250-400

Sebenarnya, masalah yang sama juga dialami New Ninja 250R. Beruntung, desain New Ninja 400R yang jadi basis Ninja 250 baru di Indonesia masuk kategori lumayan. Atau seenggaknya nggak lebih parah dari New Yamaha R25 Facelift.

Dan yang lebih beruntungnya lagi, fans Kawasaki nggak kenal apa itu namanya suspensi upside down, swingarm alumunium casting, apalagi fitur elektronik canggih seperti throttle by wire apalagi riding mode… Beda dengan fans Yamaha yang sudah kenal detail eksotis seperti suspensi upside down & swingarm alumunium lewat All-New R15.

Kenapa Nggak Dibikin Beda, Kang Eno? Honda CBR250RR (Rp. 59,9 Juta) aja bisa pakai spek ajib dengan harga yang cuma beda dikit dari New Yamaha R25 (Rp. 58,6 Juta)?

 

Ya, kita masuk ke masalah kedua: CBR250RR!

Honda CBR250RR adalah konsep sportbike 250cc yang khusus ditujukan untuk pasar Indonesia & Jepang… Berbeda dengan Yamaha R25 yang harus berbagi spek dengan R3, CBR250RR ini desain, fitur, maupun detailnya benar-benar nggak ada yang nyamain. Beda sendiri dikelas sesama motor Jepang!

Selain itu, karena namanya pakai suffix “RR”, motor ini juga sekaligus diciptakan untuk ikutan ajang balap yang awal 2017 lalu sedang booming, Asian Road Racing Championship  (ARRC – AP250) & Indospeed Race Series (IRS – Kelas 250cc). Jadi jangan heran kalau ergonomi & spek motor ini jadi yang paling beraura racing ketimbang New Ninja 250 ataupun New Yamaha R25.

Dan bener kan, meskipun statusnya anak bawang tapi langsung Juara Asia & Indonesia.

New Yamaha R25 vs New Ninja 250R vs CBR250RR

Kenapa New Yamaha R25 nggak bisa dibikin begitu, Kang Eno? Karena Yamaha nggak mau ambil risiko main di segmen 250cc yang lagi mengalami penurunan. Ini sama persis kayak kasus Suzuki GSX150 Bandit yang saya review kemarin… Setengah-setengah.

New Yamaha R25 lebih beruntung karena kebagian part baru kayak dibagian bodi, suspensi & kemudi. Nggak kayak Bandit yang bener-bener mengandalkan part sisa produk yang nggak laku di Indonesia.

Sebenarnya, kalau diadu dengan New Ninja 250, selain urusan desain & mesin, New Yamaha R25 ini masih bisa bersaing lho! Suspensi upside down & swingarm assymetricnya masih jadi impian fans Ninja 250. Plus, harganya juga jauh lebih murah.

Ini semua memang salah CBR250RR… Bikin rusak value harga motor lain!

 

Pasar 250cc Indonesia

Seperti yang diketahui bersama, pasar sportbike 250cc tahun ini stagnan, malah ada kemungkinan turun. Berbanding terbalik dengan market maxi-skuter 250cc yang jualannya edan-edanan! Bayangkan saja, inden Yamaha XMAX mengular, sementara Honda Forza 250 yang harganya tembus 70 juta lebih langsung ludes dalam beberapa hari saja.

Gila! Timpang banget dengan kelas sportbike & naked-bike.

 

 

Secara bisnis, nggak aneh kalau kedepannya Yamaha bakal lebih mendahulukan XMAX 250, yang jauh lebih laris-manis dibandingkan mendahulukan New Yamaha R25 Facelift.

Nah sekarang nggak heran kan kenapa New Yamaha R25 bisa jadi nanggung kayak begini? Jadi, yaudah, jangan dilirik. Toh masih ada CBR250RR yang jauh lebih value, atau kalau mau naik kasta bisa lirik New Ninja 250. Kalau memang Brosist yang baca artikel ini fansboy Yamaha tulen – yang nggak mau pakai motor selain merk Yamaha – ini waktunya lirik XMAX.

Soal New Yamaha R25 Facelift, anggep aja nggak pernah ada.

 

13 comments

  • Firmansyah

    Entahlah mang eno apa yg dipikirkan yamaha, tp menurut saya desain new yg sekarang lebih bagus daripada old r25 bahkan ninja sekalipun. Terutama bagian tangki new r25 yg keren, cuma ya itu nanggung ko buritan sama dengan versi old? Knp ga mengikuti desain r series yg lain? Btw fitur cbr yg ga ada di r25 apa aja kang selain riding mode dan tbw?

    • Draco

      Sebenernya rancang bangun awal 3 motor ini sangat berbeda jauh
      Rangka R25 n Ninja mirip motor touring, cba perhatikan mirip dg cb/r150, cbr250 jomblo
      Beda dg cbr250rr pke model twin perimeter, lbh rigid, mirip dg ninin 250 mono malah
      Keliatan bgt cbr250rr sangat track oriented

  • Kane

    Setuju 1000% dengan kang Eno.
    Buat konsumen Indonesia, memang CBR250RR lah yang paling pas karena dibuat dengan riset pasar sini.

    IMHO satu-satunya kritikan orang Indo terhadap CBR yg banyak saya denger adalah ukurannya. Banyak yg bilang ukurannya kayak motor 150cc, kurang gede alias kurang moge look (padahal mana ada motor 250cc dibilang “moge” di luar negeri).
    Makanya walaupun CBR boleh dibilang paling value, CBR ga bisa ngegeser angka penjualan Ninja 250 FI generasi sebelumnya yg secara nama besar, harga, dan desain dinilai lumayan oke oleh masyarakat Indonesia.

    Khusus buat Yamaha… ane sebagai fanboy Yamaha jujur aja kecewa sih dengan New R25. Kayaknya hanya jadi anak tiri. Padahal produk global Yamaha yg kapasitas 125/150cc desainnya keren-keren (NMAX, R125/R15, New Xabre). Harusnya produk global bukan jadi alasan untuk bikin produk yg ga sesuai dengan selera orang Indonesia, kayak new R25.

    • enoanderson

      Wkwkwkwk, ada2 aja ya, motor diluar sana dikecil2in, disini pengennya segede-gedenya.

    • h2so4

      serius tuh sob ada yang bilang kurang gede? gak abis pikir deh sama yg mikir kayak gitu wkwkwk moge 600-1000cc aja sekarang dimensinya sengaja dikecilin….
      mungkin moge look yang mereka harapkan itu dari seri motornya HD yg kepalanya selebar TV 32 inci :v

      • enoanderson

        Emang bener kang, selain plastik yang biasa ajah buat harganya yang 60 jeti. Yang dikomentarin ya itu, kurang gambot, wkwkwk

  • RichardGN

    Gimana kalau r25 di allout-in kaya 250rr, terus versi r3 nya tinggal potong fitur sana sini kalau memang niatnya bersaing harga ? dan juga ngelihat kalau desain disukai di Indo, bakal disukai di luar (yg belum tentu berlaku sebaliknya)

    ibarat r15 indo yg eksotis tapi usd nya di-cut di versi india nya..

  • Anomali

    Wkwkwk, sudah kuduga, bahasanya g separah kaya kalo lagi bahas produk merek sayap, padahal keknya kl pabrikan onoh yg bikin begini pasti kata2 macem “rubbish, trash, ugly ass, dll” keluar semua wkwkwk, orang lagi bahas geng ijo aja dibawa2 produk (150) si pabrikan sayap

    • enoanderson

      Lah, dari kemarin dibilang FBH, sekarang dibilang hater Honda, ini yang bener yang mana sih? Saya bingung, wkwkwk

  • Haha.. ngakak baca “Anggaep aja R25 facelift gak pernah ada…”

  • Nah sekarang nggak heran kan kenapa New Yamaha R25 bisa jadi nanggung kayak begini? Jadi, yaudah, jangan dilirik. Toh masih ada CBR250RR yang jauh lebih value, atau kalau mau naik kasta bisa lirik New Ninja 250.

    maksudnya naik kasta apa ya Kang Eno? kurang ngerti euy hehehe

Tinggalkan Balasan