Fun Ride & CSR Bandung-Ciwidey Bareng Daya Adicipta Motora

Tahun lalu, EA’s Blog ikut acara fun ride Daya Adicipta Motora – Main Dealer Honda Jawa Barat – bareng Scoopy R12 ke Lembang. Kali ini, bareng CB150 Verza ke Ciwidey!

Kalau Brosist ingat, acara fun ride tahun lalu merupakan momen EA’s Blog pertama kali test Scoopy R12 dengan jarak yang lumayan jauh. Pun demikian dengan event kali ini, pertama kalinya saya test Honda CB150 Verza dengan tampang barunya yang agak-agak berbau retro.

Terlebih, acara kali ini juga sekaligus ditujukan untuk memperingati Anniversary Paguyuban Juragan Pelawak *eh Blogger Jawa Barat yang ke-4. So, begitu ada email undangan masuk dari Kang Aziz tim Daya Adicipta Motora… I’m in!

Suasana pagi itu cerah, langit berwarna biru menghasi angkasa Cibeureum, lokasi main dealer PT. Daya Adicipta Motora berada. Waktunya pembagian motor, ternyata EA’s Blog kebagian CRF150L lagi… *hiks, bosen.

Melihat ada unit Honda CB150 Verza, saya langsung minta tukeran dengan Mang Wisnu viwimoto.com. Beruntung beliau bersedia tukeran… Yaaayy, akhirnya ngetes Verza baru, nuhun mang!

Setelah briefing & berdoa, perjalanan dimulai sekitar pukul 8 pagi. Rombongan D’Gujubar & Vlogger yang berdomisi di sekitaran Kota Kembang dikawal oleh komunitas Honda Verza Bandung. Jujur, saya merasa beruntung banget bisa dikawal sama Masbro-masbro ini yang rela berkorban buka jalan & setia dibarisan belakang demi rombongan.

Kalo nggak, nyasar deh di Bandung… Tahu sendiri, saya paling ogah riding seruntulan di Kota Bandung. Nggak tau arah soalnya, wkwkwk.

Sebelum berangkat, saya sempat tanya soal trek perjalanan menuju Ciwidey. Alhamdulillah, semua yang saya tanya bilang “treknya bagus”, dan “nggak jauh kok Mang Eno, sejam setengah juga sampai”. Wuiihh, lokasi yang brilian untuk test kemampuan CB150 Verza terbaru!

Tapi begitu perjalanan berlalu 30 menit, sejam, sejam setengah… Lah, ini kok nggak nyampe-nyampe?

Lebih kagetnya lagi, rombongan tiba-tiba dipaksa melewati jalur berbatu menanjak gunung. Lah, ini kok makin nggak sesuai sama ekspektasi saya? Entah lewat jalur mana, tapi treknya lumayan ekstrim… Kalau seandainya hari itu hujan, saya yakin rider yang bawa CRF150L pun bakal kesusahan libas treknya. Gimana Verza, coba?

Beberapa menit kemudian, kondisinya jadi tambah ekstrim… Yamaha FJR1300 patwal yang mengawal rombongan berhenti karena overheat dipaksa menanjak jalur berbatu. Dulur D’Gujubar yang bawa CRF bermuka sumringah karena motor yang dibawa sesuai dengan trek.

Kang Eno gimana? Saya justru lebih kaget lagi, karena ternyata CB150 Verza tergolong not bad dipaksa nanjak di trek model begini. Saya malah asik lihatin Mang Nde ndesoedisi.com yang kelihatan greget pakai Scoopy R12 di trek begini.

Tentu saja, tendangan akselerasinya nggak semenarik CRF150L yang memang didesain khusus untuk trek menanjak. Tapi jangan meremehkan torsi yang dimiliki Honda CB150 Verza lho… Biarpun harganya murah-meriah gini (kalau dibanding CRF150L), dipaksa nanjak sambil buka gas mendadak bisa bikin ban belakang selip lho – which is selain karena ban belakang nggak dapet grip – torsinya termasuk oke punya.

Dan begitu masuk ke 4.000 RPM (pakai feeling sih, karena nggak ada tachometer… *ehemm), bye-bye CRF! Tampilan luar mesin CB150 Verza memang sama persis dengan CRF150L supaya ngirit cost. Tapi soal delivery power – trust me on this – beda jauh-uh-uh banget!

Sekitar setengah jam perjalanan di trek yang lumayan menantang, rombongan D’Gujubar, Vlogger & Komunitas Verza Bandung sampai di Puncak Panyandaan… Entah di Bandung bagian mana, urang teu nyaho. Tapi satu hal yang pasti, viewnya edaaaaannnnn!

Sayup-sayup di kejauhan terdengar obrolan “ini mah treknya muter bro, kalau lewat jalur biasa mah cuma satu jam setengah”. “Alhamdulillah”, ucap saya dalam hati… “Ternyata bukan dikerjain karena beberapa lagi saya ultah”, pikir saya tenang, karena ternyata cuma kepedean.

Setelah foto-foto dan menikmati secangkir kopi, rombongan kembali melanjutkan perjalanan. Kalau sebelumnya nanjak, maka kali ini treknya cuma ada satu tipe: TURUNAN. Which is nyebelin. Sangat. Apalagi saya bawa sport 150cc yang rem belakangnya masih tromol! Great!

For your info: Di trek berbatu, berpasir, dan 90% turunan model begini, pakai rem depan secara terus menerus adalah cara tercepat tisoledat ke jurang.

Dan lagi, ternyata Honda CB150 Verza, actually, not bad! Rem belakang tromol prehistoric nya kuat terus-terusan dipanteng di trek model begini. Suspensinya juga sudah distel di tingkat preload yang lembut, bikin tambah pede meskipun jalanannya model nyebelin begini… Bener-bener layak menyandang definisi “Motor kuli”.

Beberapa saat kemudian, rombongan sampai ke lokasi CSR, disekitar lembah Desa Mekarwangi, Sindangkerta, Bandung Barat… Lokasi antah-berantah dimana sinyal Telkomsel pun ogah nempel di smartphone saya. Disini, PT. Daya Adicipta Motora (DAM) selaku Main Dealer Honda Jawa Barat memberikan bantuan berupa uang tunai untuk perbaikan Masjid & MCK yang sudah berada dalam kondisi memprihatinkan… Luar biasa DAM, respect dari EA’s Blog!

Setelah berfoto bersama pengurus masjid & warga sekitar, kami melanjutkan perjalanan. Uniknya, sesi trek kali ini bakal dibagi 2 kelompok. Yang pertama diisi rider yang menunggangi CRF150L bakal menelusuri trek trabas di sekitar wilayah Ciwidey. Sementara grup kedua yang riding tipe motor on-road standar, bakal melewati trek aspal berliku menuju lokasi makan siang.

Dan seperti yang bisa ditebak, trek begini jelas bukan apa-apa untuk motor kuli sekelas CB150 Verza. Disini juga saya merasa bersyukur, karena sebelumnya menolak tawaran tukeran bareng PCX Lokal & All-New Vario 150… Di trek indah begini saya prefer kopling, any day!

Sampai di lokasi makan siang – beberapa saat berselang – rombongan pertama yang lewat trek trabas pun juga sampai di lokasi. Suasana mendadak ramai dengan cerita dan gelak tawa sisa capek melibas trek off-road… Kalau mau tau ceritanya, silahkan langsung cek blog dulur D’Gujubar lain yang bawa CRF150L.

Oiya, lokasi makan siang ini lumayan unik juga lho, karena berada langsung di sisi bukit yang posisinya lumayan terpencil. Namanya Malaya Coffee di Jl. Lebakmuncang, Ciwidey, Bandung – dengan Honey Coffee nya yang khas… Ini tempat yang asik kalau mau cari bahan inspirasi sambil ngopi khas Ciwidey, lokasinya benar-benar tenang & sepi.

Dari lokasi tersebut, perjalanan sudah nggak begitu jauh. Tapi pemandangannya dijamin ajib.. Menuju Ciwidey, selain kebun teh yang ada dimana-mana, kami juga disuguhi pemandangan para petani yang tengah panen kol. Andai di Jabodetabek ada beginian… Kopi tak lagi berwarna hitam pekat.

Beberapa menit kemudian, rombongan sampai di Villa Alkatiri Ciwidey, tempat dimana kami bakal menginap. Acara kali ini juga makin spesial karena pada malam harinya ada tutorial photography khusus dari Kang Dudi Sugandi, fotografer Ridwan Kamil – Gubernur Jabar, dengan wejangannya yang bermanfaat.

Menyambut tengah malam, seperti touring lain pada umumnya… Waktunya dangdutaaaaann broooo! Wkwkwkwk.

 

 

Next artikel, kita bakal bahas seputar impresi saya selama 2 hari bareng Honda CB150 Verza. Tapi sebelumnya, saya mau mengucapkan terima kasih untuk PT. Daya Adicipta Motora – Main Dealer Honda Jawa Barat untuk acaranya yang luar biasa… Membuka mata saya kalau tanah pasundan itu benar-benar luas, dan kaya akan wisata alam yang amazing.

Terakhir, Happy Anniversary yang ke-4 D’Gujubar, Bagja Waluya Salawasna!

11 comments

Tinggalkan Balasan