Honda LS125 Thailook

Sedih, Honda LS125 Berakhir Begini Ditangan Orang Thailand…

Di Indonesia disayang, di negeri asalnya jadi bahan ‘mainan’ – setelah Honda NSR series – kali ini dialami Honda LS125.

 

 

Ada yang tahu info soal Honda LS125? Kalau paham spek, detail & aspek historisnya, pasti wawasan dunia roda 2 nya lumayan deh. Sportbike 2-Tak yang satu ini sekarang jadi salah satu motor legend yang dicari para kolektor dan penghobi. Dan akibatnya – as always – harganya jadi melambung.

So, gimana dengan di negara asal Honda LS125, Thailand? Well, sayang, malah jadi begini nasibnya.

 

 

Honda LS125 Thailook

 

 

Ya, kalau mau mencaci dipersilahkan kok. Bukan cuma pakai konsep modifikasi Thailook yang kontroversial (soal safety) dan bikin setiap forum diskusi bak medan perang. Tapi yang satu ini juga dimodifikasi ekstrim sehingga buritannya nungging senungging-nunggingnya.

Bahkan buntut Superbike 200 HP plus-plus yang terkenal nungging pun nggak sebegininya deh!

 

Honda LS125 Thailook

 

 

 

Ini kebayang kalo hard braking dari kecepatan tinggi (karena Honda LS125 terkenal punya topspeed edan untuk ukuran mesin 125cc). Auto jumpalitan, mendarat di muka. Tapi kalau difikir-fikir ya bagusan begitu sih, biar nggak kelihatan lagi muka bodoh nya.

 

 

 

Buat yang belum paham, Honda LS125 yang perdana dihadirkan tahun 1995 ini memang unik. Desainnya ala motor sport, tapi dimensinya mungil dan hanya mengandalkan mesin 2-Tak 125cc. Meski sering dijuluki sebagai ‘NSR125 versi downspec’, namun motor ini tetap mendapat animo positif – bukan cuma di negara asalnya (Thailand) – tapi juga di negara ASEAN lainnya, termasuk di Indonesia.

 

Honda LS125 Thailook

 

Semua itu karena sektor sektor jantung pacunya. Honda LS125 menggendong mesin 2-stroke, single cylinder, liquid-cooled, berkapasitas 124cc, dengan output power maksimal hingga 24 HP @ 9.000 RPM. Alias 2 kali lipat power motor 125cc 4-Tak zaman now!

 

 

Lebih kerennya lagi, bobot Honda LS125 tercatat cuma 96 Kg, alias nggak jauh beda dari motor bebek 125cc! Jadi kalau penasaran gimana power to weight rationya, bayangkan saja pakai Honda Supra X 125 dengan mesin KTM Duke 200. Nah, klop! Silahkan ngiler…

Selain detail dan unsur kelangkaan nya di pasar Indonesia, faktor performa juga jadi alasan Honda LS125 tetap diburu penghobi meskipun kapasitas mesinnya cuma 125cc. Sayang, malah jadi menyedihkan gitu di negara asalnya. Ckckck.

 

3 comments

Tinggalkan Balasan