The Brits, Japanese & Nasional is me

Apa hubungannya Inggris, Jepang & Kendaraan Nasional? Nggak ada lah, nggak usah mikir jauh-jauh…! Ini mah cuma opini Kang Eno aja. Tadinya mau ditulis di facebook, tapi karena kepanjangan, jadi dimuat di EA’s Blog.

 

 

Minggu lalu di wedding sepupu ketemu Om (lilik) dari Semarang yang ternyata demen banget motor klasik Inggris. Beliau punya BSA, sempat punya 2 tapi yang satunya sudah dijual, which he regret it so much.

 

 

Ngobrol2 teknis, saya antara nyambung-gak-nyambung, karena ternyata motor jenis ini lebih jadul dari dinosauric C-series original punya Honda. Operan gigi di kanan, dan rem di samping blok mesin sebelah kiri. Biar nggak susah soal sparepart, kelistrikannya diubah pakai kepunyaan family skutik Yamaha. Bagian ini sumpah, saya nggak mudeng.

Sampai ke rumah, habis ketemu kopi item, baru bisa mikir:

 

Kondisi plant sepeda motor Norton di Wolverhampton yang ditinggalkan begitu saja. Pekerjanya? 

 

Jadi gini… Inggris itu dulunya ‘surga’ sepeda motor dan perkembangannya. Based on Wiki, ada 76 manufaktur yang berbeda! Tapi setelah merk Jepang masuk dan mengubah segalanya, coba sebutkan brand British apa saja yang masih eksis saat ini?

Yang bisa nyebutin lebih dari satu (ehem, Triumph), saya yakin ilmu otomotifnya jempol.

 

 

Ini sama persis seperti industri mobilnya, silahkan tanya ke teman historian R4 yang paham deh. Atau kalau kalian nerds yang nggak punya temen sesama fans auto, bisa cek Clarkson Car Years – entah episode berapa – tapi ada komplit tuh sejarahnya.

Itu Inggris ya, dan dulu. Banget. Bukan Indonesia di jaman now. Mau dikait-kaitin, atau dikunyah-kunyah kayak artikel Wak Haji TMCblog ya monggo, terserah. Your opinion, matters!

 

Pekerjanya merenungi masa depan mereka – which is, seperti apa yang ditakutkan – bangkrut. (Nick Hedges Photography UK)

 

Yang jelas, buat saya sih endingnya tetap sama aja kayak chat whatsapp Mang Maung macantua.com bertahun-tahun lalu. Kalau mau ngomongin sesuatu yang berbau ‘nasional’ – minimal, MINIMAL – mikir dulu: sanggup kehilangan status pegawai perusahaan otomotif merk Jepang? Dan dealernya, lisingnya, vendornya? Dan sub-vendornya? Dan sub-sub-sub-sub vendornya?

Saya mungkin bisa ngomong banyak soal hal berbau ‘nasional’, karena memang nggak punya afliasi dengan brand Jepang manapun. Jungkir balik, mlumah-murep, bebas…! Tapi untuk jutaan orang lain diluar sana, nggak sesimpel bakar udud, BOS!

 

16 comments

Tinggalkan Balasan