Apaan Sih: G-Sensor ABS di Honda CB150R Exmotion?

IMU-Assisted ABS

G-Sensor ABS

 

Honda G-Sensor ABS

 

Sekarang, lupakan dulu fitur elektronik mind-blowing diatas, karena G-Sensor ABS di Honda CB125R, CB150R Exmotion & CB300R (juga ada di MSX125SF ‘Grom’) hanya menggunakan sedikit fitur yang dimiliki oleh Inertial Measurement Unit. Lantaran, well, ini cuma kelas ringan dibawah 500cc.

 

 

Berdasarkan penjelasan dari Yuzuru Ishikawa, Project Leader Honda CB125R, Inertial Measurement Unit digunakan untuk membaca kondisi kemiringan motor (sumbu pitch), serta ban belakang. Saat ban belakang terangkat ketika melakukan hard breaking – atau yang lebih kita kenal dengan nama ‘Stoppie’ – sensor bakal langsung mengirimkan info ke ECU.

 

Honda G-Sensor ABS

Diagram kerja Honda G-Sensor ABS, perhatikan seksama flow nya…

 

Otak piranti elektronik di CB125R ini kemudian memerintahkan ABS untuk mengurangi tekanan rem depan, serta mengalihkannya ke rem belakang… You know, fungsi dual-channel ABS. Setelah motor kembali stabil (karena IMU terus menganalisa kondisi motor), pengereman utama bakal kembali ke rem depan. Dan proses elektronik ini cuma berlangsung selama sepersekian detik, lebih cepat dari kedipan mata manusia.

 

 

Dalam bahasa simpel, fitur G-Sensor ABS yang ditemui di Honda CB125R, CB150R Exmotion & CB300R ini merupakan versi pengembangan dari Combined-ABS yang sebelumnya jadi andalan Honda di segmen motor 125-500cc. Karena secara teori, prinsip kerja G-Sensor ABS ini bakal jauh lebih safety, plus lebih akurat dari ABS standar biasa.

 

Honda CB125R - CB150R Exmotion

 

Kenapa Honda mau repot-repot kembangin fitur canggih begini di segmen motor berkapasitas kecil, Kang Eno? Nah, menurut penjelasan Yuzuru Ishikawa, fitur ini dikembangkan lantaran bobot Honda CB125R, Exmotion & CB300R tergolong terlalu ringan dikelasnya. Sementara itu, Honda memberikan opsi rem depan (kaliper radial 4-piston) yang diklaim terlalu advanced.

Saya bilang diklaim, karena dari beberapa review luar negeri hasilnya beragam. Ada yang bilang pakem, ada juga yang bilang kampas remnya kurang menggigit.

 

 

Berdasarkan hasil test, ditemukan problem ban belakang terangkat saat melakukan hard-breaking. Untuk itu, para project leader ‘memaksa’ engineer Honda Asia Pacific untuk mengembangkan fitur untuk memberikan rasa aman kepada calon pengendara “Mini” Neo Sport Cafe terbaru ini… Hasil development tersebut, saat ini kita kenal dengan nama G-Sensor ABS.

So, bagi Brosist sekalian yang menganggap ini fitur ‘gimmick’ yang terkesan overkill, kalian salah… Yang benar-benar overkill adalah speknya, just like I’ve said before.

 

7 comments

Tinggalkan Balasan