Nggak Heran, Jorge Lorenzo Memang Pantas ‘Dibenci’ Banyak Orang

Soal prestasi, Jorge Lorenzo sudah nggak butuh pengakuan lagi. He’s one of the best MotoGP Rider di era modern… Sayang, jumlah hatersnya juga nggak kalah banyak dari total prestasi yang ditorehkan tersebut. Pertanyaannya, why?

 

 

Alasan yang paling utama kayaknya nggak perlu dijelaskan panjang lebar deh… Sosoknya nggak begitu disukai di kancah MotoGP dikarenakan gaya balap yang membosankan, garis mukanya yang ganteng-ganteng tapi ngeselin, plus komentar-komentar nyeleneh Jorge Lorenzo.

Apalagi sewaktu rider berjuluk Por Fuera ini kesusahan bersama Ducati Corse musim lalu. Perkara ini langsung jadi santapan masif bagi media… Yang kemudian membuat Lorenzo seolah-olah menjadi looser, alias cuma bisa cuap-cuap tanpa prestasi.

 

Jorge Lorenzo

Kalau ada yang bilang muka Jorge Lorenzo ngeselin. SAYA SETUJU!

 

Tapi, as always, bukan Jorge Lorenzo namanya kalau cuma bisa komentar. EA’s Blog jelas bukan fans ‘Paduka Hohe’… Tapi entah kenapa saya suka banget waktu dia membalik keadaan – membuat media seolah mengemis visitor dari fans Rossi yang jumlahnya bejibun. Baca alasannya di next paragraf ya.

Hasilnya bisa ditebak… In the end, media balas dendam membuat Lorenzo ini jadi kayak “musuh bersama” bagi semua fans Rider MotoGP lain.

 

Jorge Lorenzo vs Rossi

Lorenzo, slogan “Semakin di Depan” yang sesungguhnya…

 

Ngomongin soal Valentino Rossi – selain Marquez yang bak dewa – Jorge Lorenzo juga jadi aktor utama dibalik merosotnya pamor & prestasi The Doctor di kancah MotoGP. 4 Kali Lorenzo “mengalahkan” Rossi dalam makna yang sesungguhnya.

Pertama, kemenangan hingga membuat Rossi out dari Yamaha – tim factory yang sejak awal era MotoGP namanya dibesarkan oleh The Doctor. Kedua, saat Rossi balik ke Yamaha. Dan kalah lagi.

Ketiga, rumor konflik national order yang membuat Factory Yamaha kelimpungan dan akhirnya melepas Lorenzo ke Ducati… Lantaran pabrikan garputala masih butuh Rossi sebagai iklan berjalan. Keempat, lihat kondisi sekarang Lorenzo di Ducati?

 

 

Bahkan sampai di titik ini, Lorenzo masih terlihat seperti pihak yang kalah, pecundang, di mata fans Rossi… Tapi catatan prestasi beneran nggak bohong lho. Karena selanjutnya, Jorge Lorenzo kembali bungkam ucapan sinis fans Rossi yang ditujukan kepadanya:

 

“Jorge Lorenzo nggak bakal bisa apa-apa untuk mengimbangi ganasnya performa Desmosedici GP. Nggak bakal bisa menyamai pencapaian The Doctor di Ducati”, ucap fans Rossi di Zimbabwe.

 

“Jorge Lorenzo nggak bakal bisa fight rebutan juara kayak yang dilakukan Rossi (dulu). Paling juga menang gara-gara balapan Touring”, lirih fans Rossi di Mali.

 

Lorenzo MotoGP 2018, so far. Kalau lihat aksinya akhir-akhir ini sih nggak menutup kemungkinan gambar podium tertinggi ini bakal bertambah…

 

Sekarang? Di musim 2018 ini, see?

 

Yes, Ducati yang sekarang berbeda dengan yang dulu… Tapi satu yang perlu diingat, musim lalu Lorenzo dibully habis-habisan oleh petinggi Ducati Corse lho! Davide Tardozzi (Team Manager), Gigi Dall’Igna (Manager), bahkan hingga seorang Paulo Ciabatti (Sporting Director) sekalipun bully Lorenzo di masa-masa sulitnya bareng pabrikan merah.

Saya nggak paham gimana kabar Rossi saat masih di Ducati Corse – didukung, atau justru diperlakukan seperti Lorenzo. Karena to be fair, catatan Rossi di Ducati nggak lebih baik dari Lorenzo… 3 kali menang, 4 podium, dan sekarang nangkring di posisi 3 klasemen sementara. NOT BAD!

 

“Piye Yamaha Factory Racing Team? Masih penak jamanku tho?”, lirih Lorenzo sambil ngasih ekspresi muka begini…

 

Kalau ngomongin prestasi, Jorge Lorenzo harusnya punya seabrek pendukung – Khususnya di Indonesia yang maniak MotoGP. Dani Pedrosa yang nggak pernah juara dunia kelas MotoGP aja fansnya banyak banget lho!

 

 

Tapi sayangnya, sejak awal Lorenzo memilih musuh yang salah. Memusuhi, apalagi bisa sampai mengalahkan Rossi dianggap menjadi sebuah penghinaan… Karena bagi jutaan orang diluar sana, Rossi = MotoGP.

Dengan kepindahannya ke Repsol Honda musim depan, mungkinkah Lorenzo bermain aman? Atau justru nambah musuh baru lagi, Marc Marquez?

 

20 comments

  • niceguy

    Sepengetahuan saya, puncak kebencian fans Rossi itu pas kejadian “sepang clash” antara VR46 vs MM93. Yang agak aneh sih kalau JL99 kok nyinyir sama VR46 secara dia kan nggak terlibat langsung insiden itu, malah diuntungkan sebenarnya. Makanya dilema buat yamaha mau pilih siapa? Kalau pengin jurdun lagi jelas JL99 bisa lebih diandalkan ngelawan MM93, tapi faktor nama besar VR46 lebih menguntungkan secara bisnis.

  • tp Lorenzo juga bilang bahwa jika The Doctor ada di Ducati yg sekarang prestasi nya akan sama atau lebih baik.

    karena wkt jaman dia sassisnya aja monokok, blm lg preziossi yg kaco mending Gigi, makanya wkt Rossi mw out Gigi kan mw gantiin Preziossi tp Rossi udh kadung sakit ati ama Ducati.

    Bahkan dengan Lorenzo pun, pride Ducati blm hilang. cuma makin kesini kemauan Lorenzo dipenuhi dan akhirnya kita liat hasilnya sekarang. mungkin pembalap gokil yg pasrah terima motor apa adanya cuma ada 2.

    1. Stoner
    2. Marquez

  • DwiPram

    rada sangsi ni kang klo gigi ikutan protes atas performa awal lorenzo di ducati. yg gencar mlakukan protes itu paolo ciabatti dan claudio dominecali sih.. btw songongnya lorenzo mnurut sy agk brkurang dgn gemilangnya dia skrng. dia lbih trlihat mnunjukkan sikap realistis & fokus aja dgn balapan yg dijalanin. hohe ni ibarat lengkuas klo dimasakan, berperan sbgai slh satu penyedap. tapi klo kliatan dan sampe kegigit bikin orang nyumpah dan ngehujat abis”an.. hhahhaha..

    • enoanderson

      Oiya thanks ditambahin lagi, Claudio Domenicalli, sadiss, wkwkwk… Gigi waktu itu sempat baca di mcn seinget saya.

      Jorge Lengkuas, hahahaa

  • Djamin

    Kang itu di Zimbabwe sama di Mali beneran atau di mari?……ups 🙂

  • Pakar otomotif

    Intinya Rossi jualan lancar, omsetnya menggila bahkan sampeyan Jersey cr7

  • alsylend

    bwt orang awam

    semua penonton motogp itu namanya rossi

    jd klu pensi nanti penonton awam (yg jumlahnya lebih byk dr ga awam) ga nonton gara2 ga ada rossi ya bisa jd malapetaka bwt motogp sendiri

    biasalah harus ada bisnis dalam entertantmen biar bisa jalan trus

  • Yori

    Wakaka ada Fans Zimbabwe dibawa2. Btw gw setuju kalo paduka hohe ini muka nya kadang ngeselin, apalagi kalo ga podium 1, kaya nya jutek bgt. Tapi ya gpp sih, prestasi nya tetep bagus.

  • emblack

    Ternyata rewel itu berguna ya toh kekeh hohe. Motor jadi makin rideable dan ga tergantung rider terntentu ehem.

  • Hr15de

    Rossi banyak fans karen dia udah “ngumpulin” dari lama. Bahkan sejak GP 125 di Sentul 1994 cmiiw. Dia tipe entertainer, bikin sirkuit jadi seru. Dan seleb macam dia akan tetap punya fans bahkan sampai masa jaya-nya lewat. Lihat Zidane dan Beckham? Itu contoh lain dari gelanggang lain.

    Lorenzo? Gak ragu skill dan determinasinya. Tapi boring. Imho cuma Marquez yg punya potensi sebagai magnet motogp selanjutnya.

  • Dengan masa suramnya hohe di Ducati, ane kok melihat doi semakin dewasa ya mang?? Dalam artian talk less do more, bukan do less talk more, dudug cess weh lah mang eno

  • Fanszamannow

    Beng eno..tolong sering2 nulis tentang motogp..gaya penulisan bang eno saya suka..

  • Mata Kail

    yg bikin rusak suasana motogp gp ya fans blangsak kayak gitu = fans rider tertentu + hater rider lain..
    gak hanya fans VR, fans rider lain jg sama..

  • Ubed

    Ane suka gaya tulisan ente kang Eno 4 tahun kunjungi blog ini baru skrang bisa komen ✌️

  • Robert

    Gigi bully 99 kapan om?

  • menyesalkah ducati melepasnya? eaa..

Tinggalkan Balasan