Apaan Sih: Sodium Valve, dan Apa Kelebihannya?

Intro

Setelah klep titanium yang harganya super-duper fantastis, kini hadir pula Sodium Valve alias klep sodium! Memang apaan sih fungsinya, Kang Eno?

 

 

Bagi Brosist yang senang oprek mesin motor – khususnya bore up – pasti nggak asing lagi deh gonta-ganti klep (valve). Dengan ukuran piston yang diperbesar, maka ruang bakar juga butuh flow intake & exhaust yang lebih mumpuni… Alias digedein diameter payungnya.

Ukurannya? Biasanya sih pakai rumus 0,5 x diameter piston bore up. Dari mana rumusnya, Kang Eno? Ada komplit di buku Four Stroke Performance Tuning karya Alexander Graham Bell. Baca deh!

 

 

Bagi yang berkantong tipis, biasanya pakai subtitusi motor lain yang punya payung klep lebih lebar. Kalau budget mendukung, bisa pakai klep EE. Khusus para sultan, pasti langsung beli klep titanium (atau bahkan sekalian mesin motornya, sekaligus pabriknya). Nah, kali ini ada mainan baru lagi, klep sodium alias Sodium Valve.

 

 

Sodium Valve sebenarnya bukan termasuk barang baru sih. Karena usut punya usut, part ini dulunya marak digunakan di mobil performa tinggi era 1960’an… Khususnya Ferrari & Alfa Romeo. Tipe klep unik ini sempat memudar eksistensinya, sampai akhirnya di-hype kembali oleh Kia Stinger.

 

Sodium Valve

 

Baru tahu soal Sodium Valve? Nggak usah khawatir… Kalau Jeremy Clarkson nggak bahas part ini di review Kia Stinger GT eksentriknya, EA’s Blog juga mungkin nggak paham kok, wkwkwk. So, mari kita bahas soal klep yang lagi ramai dibahas dikalangan petrolheads ini.

 

14 comments

Tinggalkan Balasan