Kawasaki Ninja H2 vs Lightning LS-218

Kawasaki Ninja H2 vs Superbike Elektrik, Siapa Yang Menang?

Kata siapa motor bertenaga listrik cuma cocok digunakan untuk skutik bertenaga kuda poni? Nih dia, superbike elektrik yang mampu bersaing head to head dengan the supercharged beast, Kawasaki Ninja H2!

 

 

Perkenalkan: Lightning LS-218, superbike elektrik yang sampai saat ini masih memegang rekor motor listrik tercepat di Dunia. Nomor ‘218’ yang diusung namanya bukan main-main, karena angka tersebut merupakan catatan topspeed yang diklaim pabrikannya, Lightning Motorcycles.

 

Lightning LS-218 - Superbike Elektrik

 

Ya, superbike elektrik ini mampu mengail kecepatan maksimum hingga 218 Mph, alias sekitar 350 Km/h! Topspeed yang super-duper mengerikan, mengingat motor listrik selama ini lebih identik sebagai jantung pacu skutik bertenaga rendah.

Power tersebut didapat dari motor listrik IPM Liquid-Cooled, yang diklaim mampu menyemburkan tenaga maksimum 240 HP+! Kalau kurang, masih ada torsi dahsyat 227 N.m yang didapat langsung ketika tuas gas dipuntir.

 

 

Yup, Lightning LS-218 hanya menggunakan penggerak akhir (final drive) rantai, tanpa menggunakan transmisi (Direct Drive Motor)… Jadi hampir nggak ada power loss saat melakukan akselerasi. Amazing bukan?

Lalu gimana saat performa superbike elektrik ini diadu dengan Kawasaki Ninja H2, superbike supercharger yang terkenal akan performa dahsyat? Well, hasilnya mengejutkan!

 

 

Lightning LS-218 mampu mengimbangi Kawasaki Ninja H2 saat start! Tapi begitu sang Supercharged Ninja mencapai peak powernya di kitiran RPM tinggi, bye-bye Electric Superbike! Yup, Superbike Elektrik bukan lawan sang Ninja di trek lurus… Dan sebagai fans motor eksotik, I’m glad to hear that!

Ninja H2 mampu menyelesaikan drag 1/4 mil (402 meter) dalam waktu 9,94 detik dan topspeed 238 Km/h! Di lain pihak, Lightning LS-218 mampu membuntuti dengan catatan waktu 10,05 detik, plus topspeed 231 Km/h.

 

Kawasaki Ninja H2 vs Lightning LS-218

 

Catatan waktu yang terbilang amazing bagi Lightning LS-218… Mengingat (kalau Brosist simak baik-baik video diatas) rider superbike elektrik ini terlihat kesusahan mengontrol muntahan torsi badak yang menyebabkan wheelie selama hampir setengah jalannya race!

Dengarkan pula suara desiran motor listriknya yang berputar hingga 10.500 RPM, kayak jet mau lepas landas ya? wkwkwwk…

 

 

Dan sayangnya, Lightning LS-218 sepertinya belum memiliki teknologi wheelie control, launch control & traction control yang mumpuni untuk menghandle jumlah torsi yang masif tersebut.

Karena berdasarkan pengamatan EA’s Blog, supercar elektrik Rimac mampu mengasapi (atau lebih tepatnya mempermalukan) supercar konvensional yang terkenal akan performa gokilnya – Lamborghini Aventador – karena manajemen torsi & launch control yang amazing untuk mengatur torsi masif dari motor elektrik.

Mari kita lihat apa yang mampu dilakukan perkembangan teknologi terhadap superbike elektrik kedepannya… Bring it on!

 

9 comments

  • bagggong

    menurut saya sih paling mantep itu hybrid kang eno. Akselerasi dewa dapet, eargasm juga dapet.

  • Eko

    Ada yg jual ga..

  • serreniti

    Entah kenapa meskipun “hanya” 218mph tp torsinya super badak ane justru suka ini motor ketimbang H2, krn apa? Jelas disemua rpm itu tenaga muntahannya rata alias gk naik turun kyk motor konvensional kalo dibaca via dynotest. Lah sliding sampe hmpir stgh race aja bisa tembus 10.kecil ,, gimana kalo ada launch control bla bla nya bisa2 cuma 8 detik tembus itu motor.. awesome..

  • rick thorne

    bajingan pasti kalo elektronik aid nya udah lengkap…btw miris juga motor listrik tapi perangkat elektroniknya kurang.

  • Berhebz

    Cuma tetep, yang bikin ane kurang sreg sama mesin listrik, apapun itu, mileagenya…

    Btw, kalau dilawan sama h2r gimana kira² hasilnya

    • rick thorne

      bisa gak yah sumber energinya ditambahin dari solar system, listrik bersumber dari tenaga angin atau dari daya gerak…jadi pas motor itu aktif dikendarain energinya juga ngisi terus….system chargingnya juga kalo bisa udh wireless charging…

  • Biker

    Superbike listrik = mio over spek. Motor apaan tuh??!! Rider gak bisa engine brake (yg kayak biasa nya),gak bisa rev matching,gak bisa ganti gigi,suara nya kayak tamiya,mahal,berat. GAK ADA FUN NYA!!! Hehehe….yaa…inti nya sih, kl soal power plant suka gak suka, mau gak mau kita akan meninggalkan ICE tapi yaa…masa faktor fun nya juga hilang. Gak banget lah!! Jangan sampe

  • Takiecak

    Sayang yg buat bukan kite orang , prestasi kaya gini

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.