CFMoto 400GT

Moge Tiongkok Baru Lagi Nih, CFMoto 400GT Sport Tourer

Setelah mengumumkan kerjasama dengan KTM Austria, CF Moto kembali merilis moge anyar yang bakal jadi penantang New Ninja 400 & Yamaha R3: CFMoto 400GT!

 

 

Dirilis akhir pekan kemarin, CFMoto 400GT hadir dengan genre sport-tourer. Desainnya mengingatkan kita akan sosok Kawasaki Ninja 650 atau Ninja 400 edisi lawas yang kini telah digantikan versi terbaru – keren, gambot, dan gagah. Basic sasis & mesinnya dicomot langsung dari CFMoto 400NK, naked-bike 400cc yang sudah lebih dulu eksis.

 

CFMoto 400GT

 

Detailnya juga lumayan keren, meski masih berbekal suspensi depan teleskopik – which is kalah mentereng dari mocin level 250cc yang sudah pakai upside down – namun CFMoto 400GT sudah menggunakan cakram depan ganda. Lengkap dengan fitur Rem Anti-Lock Brake (ABS).

Sementara untuk fitur lainnya juga nggak kalah ciamik… Ada speedometer digital full color, lampu utama LED + DRL, side box optional, hingga suspensi belakang Offset Laydown Monoshock. Kalau melihat dari video dibawah ini, posisi ergonominya kelihatan nyaman banget ya?

 

 

Beralih ke sektor permesinan – sama seperti stylingnya – CFMoto 400GT mengusung mesin twin-cylinder, 400 cc, DOHC 8-Valve, dengan pendingin cairan (radiator). Kalau dilihat dari spesifikasi resminya, mesin ini punya banyak kemiripan dengan engine milik Ninja 400 lawas yang khusus dipasarkan untuk market Jepang.

Kapasitas mesinnya sama, bahkan ukuran piston & langkah stroke nya juga sama. Kurang mirip apa lagi?

 

 

CFMoto 400GT diklaim mampu mengail output power maksimum 31,5 kW (42,2 HP). Not bad untuk ukuran sport tourer 400cc, apalagi kalau melihat asalnya yang dari Tiongkok. Karena mesin 2 silinder milik YZF R3 & New Ninja 400 punya power yang nggak jauh berbeda.

 

CFMoto 400GT

 

Kalau ngomongin moge asal Tiongkok, CFMoto sebenarnya punya nama yang cukup disegani. Bukan cuma punya line-up moge paling banyak, CFMoto juga mempunyai jaringan distribusi hingga ke berbagai belahan dunia. Bahkan mereka juga sudah mengumumkan kerjasama dengan KTM Austria untuk memproduksi moge gambot berkapasitas 1.200cc!

Nah, kapan nih CFMoto melebarkan sayap ke Indonesia?

 

CFMoto 400GT CFMoto 400GT CFMoto 400GT

 

13 comments

  • Aji Senen

    Kang, Artikel History…
    Atau bahas 2tak yang katanya dilarang masuk jalanan kota…

    • serreniti

      Nek iki lebih tepate takon nang om leyopolt ae pak krn kaitannya dgn hukum

      • enoanderson

        betul, beliau ahli banget soal ginian, Tapi pengen bikin juga sih, karena inget kasus Ninin 2-Tak dulu

  • Ocol

    Ky barongan

  • Kayaknya cf moto ini mocin yg paling keren yah kang

  • Syfa

    Ah kurang greget model nyah

  • Ian

    Whaattt… Helm nya KYT.. Keren

  • krisandra

    kang eno, masih bingung nih kenapa ya all new r15 susah ngalahin penjualan cbr150r?? padahal desain udah oke menurut saya, spek udah mumpuni, after sales terjamin..
    mohon pencerahannya kang

  • serreniti

    Liat motornya berkesan beraaaaatttt bgt.. diatas 200kg ya ini pasti?

  • Raja kodok

    Tiongkok itu dimana ya? Ngapain kita nyebut Tiongkok mereka aja menyebut negara nya China..republic people of china,makanannya disebut makanan China Chinese food Mukidi kok diikutin kemauannya

  • Skidrow

    Nanya apa nyinyir ? Kalo nanya jawabannya :

    KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

    NOMOR 12 TAHUN 2014

    TENTANG

    PENCABUTAN SURAT EDARAN PRESIDIUM KABINET AMPERA
    NOMOR SE-06/PRES.KAB/6/1967, TANGGAL 28 JUNI 1967

    DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

    PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

    Menimbang

    :

    a.

    bahwa Surat Edaran Presidium Kabinet Ampera Nomor SE-06/Pres.Kab/6/1967, tanggal 28 Juni 1967 yang pada pokoknya mengganti penggunaan istilah “Tionghoa/ Tiongkok” dengan istilah “Tjina”, telah menimbulkan dampak psikososial-diskriminatif dalam relasi sosal yang dialami warga bangsa Indonesia yang berasal dari keturunan Tionghoa;

    b.

    bahwa pandangan dan perlakuan diskriminatif terhadap seseorang, kelompok, komunitas dan atau ras tertentu pada dasarnya melanggar nilai, prinsip, perlindungan hak asasi manusia, karena itu bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang tentang Hak Asasi Manusia dan Undang-Undang tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis;

    c.

    bahwa sehubungan dengan pulihnya hubungan baik dan semakin eratnya hubungan bilateral dengan Tiongkok maka dipandang perlu untuk memulihkan sebutan yang tepat bagi Negara People’s Republic of China dengan sebutan Negara Republik Rakyat Tiongkok.

    d.

    bahwa ketika Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 ditetapkan, para perumus Undang-Undang Dasar tidak menggunakan sebutan Cina melainkan menggunakan frasa peranakan Tionghoa bagi orang-orang bangsa lain yang dapat menjadi warga negara apabila kedudukan dan tempat tinggalnya di Indonesia, mengakui Indonesia sebagai tanah airnya dan bersikap setia kepada Negara Republik Indonesia, sebagaimana tersurat dalam penjelasan Pasal 26 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

    e

    bahwa sehubungan dengan pertimbangan huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d perlu menetapkan Keputusan Presiden tentang Pencabutan Surat Edaran Presidium Kabinet Ampera Nomor SE-06/Pres.Kab/6/1967, tanggal 28 Juni 1967;

    Mengingat

    :

    1.

    Pasal 4 ayat (1), Pasal 26 ayat (1) dan ayat (3), Pasal 27 ayat (1), Pasal 28B ayat (2), Pasal 28D ayat (1), dan Pasal 28I ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

    2.

    Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3886);

    3.

    Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 63, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4634);

    4.

    Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 170, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4919);

    5.

    Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pengawasan Terhadap Upaya Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 86, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5143);

    MEMUTUSKAN:

    Menetapkan

    :

    PERTAMA

    :

    Mencabut dan menyatakan tidak berlaku Surat Edaran Presidium Kabinet Ampera Nomor SE-06/Pres.Kab/6/1967, tanggal 28 Juni 1967.

    KEDUA

    :

    Dengan berlakunya Keputusan Presiden ini, maka dalam semua kegiatan penyelenggaraan pemerintahan, penggunaan istilah orang dan atau komunitas Tjina/China/Cina diubah menjadi orang dan atau komunitas Tionghoa, dan untuk penyebutan negara Republik Rakyat China diubah menjadi Republik Rakyat Tiongkok.

    KETIGA

    :

    Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

    Ditetapkan di Jakarta

    pada tanggal 12 Maret 2014

    PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

    ttd.

    DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

  • Gagal fokus sama orang yg pake kacamata mirip mang kobayogas……hehhee

  • uzhenk

    Mirip scorpio nya indihe
    kalau di Indonesia bernama CS-1

Tinggalkan Balasan