TVS Apache RR310

TVS Apache RR310 Itu Silinder Jomblo, Nggak Usah Heboh

Bermula dari postingan lek IWB, ranah blogsphere dibuat heboh oleh kehadiran TVS Apache RR310 (secara resmi) ke Indonesia… Bukan versi 250cc seperti yang dulu dibayangkan, tapi versi original a.k.a 310cc!

 

 

Kalau bahas soal heboh TVS Apache RR310, sebenarnya EA’s Blog sih sudah nggak aneh. Tahun 2016 lalu, saya pernah infokan kalau sang sportbike hasil kerjasama TVS-BMW tersebut PASTI bakal diproduksi di Indonesia jika nantinya dipasarkan ke pasar Asia & Eropa.

 

 

Yang saat itu masih tanda tanya adalah soal keputusan TVS Indonesia menjual unitnya di Indonesia… Karena you know lah, TVS Apache RR310 itu berkapasitas mesin lebih dari 250cc, yang bakal membuat harganya melejit gara-gara kena pajak. Satu-satunya solusi tentu adalah pengembangan mesin versi 250cc.

Tapi, apakah mereka mau bikin versi 250cc yang khusus dijual untuk pasar Indonesia? Karena kita bisa lihat sendiri, market share TVS di tanah air saat ini lebih memprihatinkan dari acara Tercyduck di Escetepe. Bahasa simpelnya: “Ngapain bikin 250cc? Buang-buang duit”.

 

 

Jadi, keputusan PT. TMCI memasarkan TVS Apache RR310 ke Indonesia (versi orisinil, 312cc, bukan 250cc) pastinya bukan sesuatu yang bikin kaget. Karena pada dasarnya merupakan salah satu opsi yang sudah kita bahas diatas. Atau paling banter ya buat isi line-up TVS Indonesia, mumpung motornya kemungkinan bakal diproduksi di Pabrik TVS Karawang.

 

TVS Apache RR310

 

Yang bikin heboh justru harganya… Bagaimana caranya sportbike 312cc yang di India dilego kisaran Rp. 43 juta, diboyong ke Indonesia, diklamplengin pajak 60%, dll, kemudian dijual resmi dengan harga dibawah Rp. 50 juta, alias Rp. 49 jutaan? Ini, sumpah, gila banget harganya!

Gimana nggak, motor dengan mesin bak pinang dibelah 2, pakai teknologi yang serupa, fitur nggak jauh beda, dan diproduksi di pabrik yang sama – BMW G310 GS – harganya di Indonesia tembus Rp. 120 Juta lebih… Alias 70 jutaan lebih mahal!

Kalau begini ceritanya mending EA’s Blog bisnis emblem BMW Motorrad aja deh… Daripada ngeblog hasilnya bikin pedih. Lumayan, keuntungannya bisa sampai 70 juta lho!

 

TVS Apache RR310

Infografis TVS Apache RR 310

 

Sementara kalau kita lihat sosok motornya, pembahasan justru jadi biasa-biasa aja. Tentu, TVS Apache RR310 punya banyak keunggulan seperti suspensi depan upside down, kaliper cakram radial, serta konfigurasi mesin unik (reversed inclined cylinder).

Ngomong-ngomong soal mesin, meski dapur pacunya sudah berkapasitas 312cc – which is lebih besar dari motor 250cc di Indonesia – mesin ini masih berkonfigurasi silinder tunggal, a.k.a single cylinder, alias silinder jomblo. Emang apa masalahnya, Kang Eno?

 

 

Ya nggak banyak juga sih, paling-paling panas mesin berlebih, power nggak sementereng 250cc twin-cylinder, plus getaran yang (kalau lihat dari speknya) bakal tak terbendung. Masalah utamanya justru ada di pemikiran konsumen Indonesia yang lebih mendewakan mesin multisilinder.

Sebelumnya, sudah banyak lawan kuat bermesin 250cc silinder tunggal yang menawarkan keunggulan tersendiri, seperti Benelli TNT25, Viar Vortex, hingga KTM 250-series. Bahkan yang merknya Kawasaki (Ninja 250SL & Z250SL), hingga jagoan sekelas CRF250 Rally yang luar biasa valuable pun belum bisa berbicara banyak melawan dominasi sport 250cc ‘stereo’.

 

TVS Apache RR310

 

Jangan salah sangka, EA’s Blog happy banget melihat kehadiran TVS Apache RR310 ke Indonesia. Tapi bukan cuma sosok motornya yang dapat pujian… Keberanian PT. TVS Motor Company Indonesia justru lebih layak diacungi jempol. So, good luck Apache!

 

21 comments

Tinggalkan Balasan