Kawasaki K1 115

Kawasaki K1 115 (Magic), Kaze Rasa 2-Tak!

Dari pengalaman EA’s Blog reunian bareng Kaze-series beberapa waktu lalu, banyak hal positif tentang motor bebek ini. Tapi saudara jauhnya di Amerika Latin, bahkan jauh lebih dahsyat: Kawasaki K1 115 (Magic).

 

 

Jika dilihat sekilas, Kawasaki K1 115 punya seabrek kesamaan dengan Kaze Original yang dijual di Indonesia. Khususnya dari sisi desain, keduanya bak pinang dibelah kampak. Tapi kalau lihat lebih detail, ternyata ada perbedaan yang signifikan banget lho.

 

Kawasaki K1 115

 

Ya, berbeda dengan Kaze-series di Indonesia yang terkenal dengan mesin 4-Tak, Kawasaki K1 115 mengusung mesin 2-Tak! Yang bikin tampilannya lebih sangar lagi, K1 115 dibekali model exhaust expansion chamber bak motor kencang geng-ijo lain seperti Ninja 2-Tak & Leo Star. Nice touch, Kawi!

 

Kawasaki K1 115

 

Kawasaki K1 115 dipasarkan khusus untuk market Amerika Selatan, dimana regional Asia mendapatkan jatah Kaze-series yang bermodal mesin 4-Tak. Sialnya, hal tersebut membuat info terkait bebek 2-Tak ini bagaikan mimpi buruk. Jarang banget ada pembahasannya di dunia maya, bahkan penjualan part motornya pun minim banget!

EA’s Blog sampai harus cari-cari kliping majalah jadul cuma buat cari spesifikasi dasar Kawasaki K1 115. Asyeem, nyusahin banget nih motor yang dulunya dibanderol (COP) 2,690,000 – atau sekitar Rp. 13,4 jutaan…!

 

Kawasaki K1 115 Kawasaki Magic 110

 

Saudara Kaze dari Amerika latin ini diproduksi sejak tahun 1997 hingga 2003 silam. Dalam masa bakti tersebut, sang bebek geng-ijo terbagi menjadi 2 generasi – Kawasaki K1 115 yang desainnya mirip Kaze R & Kawasaki Magic yang mirip New Kaze VR. Keduanya diplot untuk menggempur segmen bebek mid-end yang dikuasai Yamaha Crypton & Honda Biz di pasar Amerika Latin.

 

 

Untuk soal desain, EA’s Blog nggak punya banyak komplain. Karena Kaze R punya tampilan yang jauh lebih menggoda dari Honda Astrea Grand, sementara Kaze VR jelas nggak kalah ganteng dari Crypton atau Vega sekalipun.

Dan nggak ketinggalan, Cakram ‘Twin Pots’ yang jadi kebanggaan fans Kaze-series juga turut disertakan di K1 115.

 

Kawasaki K1 115

 

Di sektor permesinan, Kawasaki K1 115 jelas nggak kalah ganteng dari Kaze-series yang pistonnya sempat jadi primadona bore-up motor bebek Honda. Berbekal mesin 2-Tak, 107cc, plus manual clutch, K1 115 diklaim mampu mengail power maksimum hingga 12,5 HP – atau sekitar 60% lebih bertenaga dari motor bebek 4-Tak di era yang sama.

Sementara itu, versi updatenya (Kawasaki Magic) mengusung kopling semi otomatis seperti motor bebek 4-Tak pada umumnya. Tapi nggak usah khawatir, karena mesinnya tetap powerful – plus bobotnya cuma 94 Kg. Itu artinya, bebek geng ijo ini punya angka power-to-weight-ratio yang nggak kalah dari motor sport 150cc modern sekalipun.

 

 

Majalah MotorCraft Magazine Colombia bahkan sempat mengutip “Untuk urusan 0-80 km/h, K1 melesat bagai Kawasaki Victor (Ninja R)”. Lawan Yamaha F1ZR? Hmmm, sounds interesting!

 

Kawasaki K1 115 Kawasaki K1 115 Kawasaki Magic 110

 

Sayangnya, Kawasaki K1 115 sama sekali nggak pernah hadir secara resmi ke pasar Indonesia. Padahal kalau kita sedikit flashback ke era 2000-an silam, saat itu Kawasaki Ninja 2-Tak bak ‘dewa’ di tanah air lho! Entah mengapa Kawasaki justru lebih memilih untuk meladeni Honda, Yamaha & Suzuki masuk ke pasar mainstream, bebek 4-Tak.

Ketika Kawasaki sadar betapa susahnya menyaingi kompetitor di pasar mainstream, geng ijo akhirnya memilih cara baru sebagai pionir di kelas yang belum digarap pabrikan lain… A.k.a Blue Ocean. Apakah hal tersebut membuat motor bebek geng-ijo jadi makin variatif dari produk Honda, Yamaha & Suzuki.

 

 

Sayang, justru kebalikannya. Arah baru marketing mereka yang fokus di segmen sport & moge, membawa efek buruk bagi generasi Kaze-series. The End untuk generasi motor bebek Kawasaki Indonesia… Sayonara, Kaze!

 

Spesifikasi Kawasaki K1 115 – Magic

 

Model : K1 Sport 115 – Magic

Tahun Pembuatan : 1997-2001 & 2002-2003

 

Engine : Silinder Tunggal, 2-Tak, Air-Cooled

Bore x Stroke : –

Kapasitas Silinder : 107 cc

Sistem Penyuplai BBM : Karburator

Transmisi : 4-Speed (Manual or Semi-Automatic)

Starter : Kick Starter

Max Power : 12,5 HP @ 8.000 RPM

Max Torsi : 11,2 N.m @ 7.000 RPM

 

 

Berat Kosong : 94 Kg

Frame : Steel Underbone Frame

Suspensi Depan : Teleskopik Fork

Suspensi Belakang : Dual Shock Absorber

Rem Depan : Cakram Hidrolik, Kaliper 2 Piston (atau Tromol)

Rem Belakang : Drum Brake (Tromol)

Ban Depan : 70/90 – 17

Ban Belakang : 80/90 – 17

 

 

8 comments

  • Hr15de

    Anjir keliatannya sangar. Sayang cuma bisa ngebayangin, nggak bakal bisa nyoba.

    Btw belum bahas pcx, kang Eno? Bukan masalah sok belakang lho, tapi impresi ridingnya. Kan sudah nyoba waktu itu?

    • enoanderson

      Selain karena nggak ada yg motoin, saya kurang minat juga sih kang – lebih tertarik nyobain PCX Hybrid, hahaha… Nanti deh siapa tau ada unit pinjeman dari AHM atau Wahana, biar bisa lebih puas testnya.

  • Stevanie

    Kangen era motor 2tak….

  • satria150

    itu motor kan dulu pernah di pajang di dealer kawasaki di jalan cengkeh, di belakang museum Fatahillah. Jaman pertama kalinya kawasaki masuk lagi ke Indonesia jualan kaze

  • Pelupa dan pemimpi

    Baru tau kaze ada versi 2tak full clutch pula,coba dibenturkan pada zamannya fizr pasti rame segment bebek 2tak pada masanya. #SayonaraKAZE

Tinggalkan Balasan