Honda X-ADV DCT Indonesia

Kupas Tuntas Primadona IIMS 2018, Honda X-ADV DCT

Kalau sempat mampir ke ajang IIMS 2018 di JI Expo Kemayoran, sempetin deh buat melipir sejenak ke booth Honda… Bukan untuk lihat-lihat BeAT Street eSP, tapi untuk lihat biangnya matic-trail: Honda X-ADV DCT!

 

 

Honda X-ADV DCT nggak cuma jadi salah satu primadona di ajang IIMS 2018… Skuter berbobot 238 kg dengan style ala dual-sport ini juga jadi motor yang paling banyak di-kepo-in baik oleh konsumen kelas menengah, hingga bos-bos berkantong tebal!

 

Honda X-ADV DCT Indonesia

 

PT. Astra Honda Motor (secara mengejutkan) turut menghadirkan Honda X-ADV DCT ke pameran IIMS 2018. Meskipun terpajang di pojokan, tapi tak mengurangi antusiasme pengunjung yang terus berdatangan dengan raut penasaran… Memangnya apa aja sih kelebihan motor yang satu ini, Kang Eno? Yuk, kita bahas…

 

Honda X-ADV DCT Indonesia

 

Desain Amazing : Didesain langsung oleh Honda R&D Eropa di Roma, Italia, Honda X-ADV hadir dengan desain yang unik, sporty, plus dipenuhi lekukan tajam disekujur body. IMHO, dari pengamatan saya di booth Honda, sektor ini merupakan daya tarik utama sang X-ADV. Desainnya, just amazing!

Jangan percaya dengan tampilan ‘biasa aja’ di website Honda, karena motor yang satu ini jauh-uh-uh lebih keren saat dilihat langsung.

 

Honda X-ADV DCT Indonesia

 

Kaki-Kaki : Berbeda dengan moge 750-series lain milik pabrikan berlogo sayap, Honda X-ADV DCT sudah dibekali area kaki-kaki yang fresh banget. Sebut saja Double Disc Brake (310mm) Depan, Kaliper Rem Radial 4-piston, Velg Alumunium Spoke Wheel (jari-jari) 15-17 inci, serta Ban standar Bridgestone Trail Wing yang makin menguatkan aura dual-sport sang X-ADV.

 

Honda X-ADV DCT Indonesia

 

Suspensi Anyar : Seperti halnya bagian velg & ban, Honda X-ADV DCT juga sudah menggunakan suspensi anyar yang berbeda dari moge 750cc Honda lainnya dipasaran. Untuk menghandle medan non-aspal, X-ADV telah mengadopsi suspensi depan Upside Down Showa 41mm, serta Monoshock Pro-link di belakang.

Suspensi upside down ini bertipe fully-adjustable, sementara suspensi belakangnya bisa distel untuk preload.

 

Honda X-ADV DCT Indonesia

 

Mesin 750cc Twin : Seperti yang sudah sedikit disinggung sebelumnya, Honda X-ADV menggendong mesin 750cc Inline Twin (2 silinder) yang unik dengan firing order 270°. Powernya diklaim mampu menembus 54 HP, serta torsi 68 N.m untuk versi global, serta 47 HP khusus untuk pasar Eropa yang menggunakan regulasi A2.

Powernya kecil banget? Eits, mesin yang identik dengan milik Vultus NM4 ini memang dirancang khusus untuk mengejar performa di putaran mesin rendah, bukan top speed… Bonusnya, kita bakal menemui suara knalpot khas firing 270° yang mirip suara knalpot mesin V-Twin a.k.a ‘Harley’.

 

 

Dual Clutch Transmission : Berbeda dengan Goldwing yang berstatus opsional, sistem clutch canggih ini jadi fitur standar di Honda X-ADV edisi 2018! Kelebihannya, sistem Dual Clutch Transmission ini bisa dioperasikan secara full otomatis, ataupun semi-automatic dengan gearbox 6 percepatan. Jadi kayak mobil sport!

 

Honda X-ADV DCT Indonesia

 

Fitur Komplit : Selain lampu LED yang jadi identitas motor ‘jaman now’, Honda X-ADV DCT juga telah dilengkapi dengan berbagai fitur kekinian lain. Contohnya seperti Speedometer ‘Rally-style’, Socket Charger, Bagasi Helm-in + LED Light, Adjustable (5-way) Windshield, Hand Guard, hingga Honda Smart Key.

 

 

HSTC : Salah satu fitur elektronik unggulan dari Honda X-ADV DCT adalah Honda Selectable Torque Control (HSTC). Rider bisa mengontrol respon throttle secara otomatis dalam 2 level performa: Level 1 untuk memberikan akselerasi full sesuai puntiran throttle, sementara Level 2 menyesuaikan performa untuk menghindari slip di trek licin.

 

Honda X-ADV DCT Indonesia

 

Harga? : Meski sudah dipamerkan pada gelaran IIMS 2018, namun Honda belum memastikan kapan Honda X-ADV DCT bakal dijual di Indonesia. Tapi kalau melihat respon pengunjung IIMS yang luar biasa antusias, EA’s Blog sih yakin nggak bakal lama lagi. Harganya? Denger-denger sih bakal diset di angka Rp. 400 jutaan – seperti halnya Honda NM4 Vultus.

 

 

17 comments

  • Roel

    Bakal head to head ama x-ride or beat street ini,Kang.. 🙂

  • Kang eno, gimana tanggapan nya tentang shock pcx yg Bengkok kang

  • Gobleh

    Rival terdekat dari matic ber steroid ini apa aja kang?
    Kayaknya x-adv ini marketnya terbatas ya diluar sana?
    Ini sebenernya masuk segment apa sih? Unik aja, matic tapi genrenya dual sport.
    Dari design nya emang cakep banget.
    Buat cowo2 yang suka diecengin banci kalo naik matic, pake ini dijamin pada cengok tuh. Hehehe.

    • serreniti

      Segmen matic dual purpose kang, ituh udah ada yg komen diatas kalo head to head bareng xride new dan new beat street
      Cuman ini kalah telak value nya dibanding keduanya diatas wkwk

  • Medimore

    Yg paling menggiurkan ya DCT ny itu
    Berharap dicangkokin ke type menengah kebawah
    Sama kaya teknologi esp yg sekarang dah di pake untuk motor sejuta umat

  • Renhan

    Inilah honda, terlihat keren kalo bukan produk ahm wkwkwkwk

  • Riderlama

    Gak bahas sok bengkok mas? Takut, gak berani , atau lagi g ada kuota mas? Takut g dapat amplop kalee

    • enoanderson

      Belum ketemu kasusnya sendiri euy. Gak usah khawatir, nanti kalau lihat langsung saya bikinin artikel kayak sasis CB150R patah…

      Semoga saja shock nya PCX nggak sampai patah kayak almu dudukan shock Aerox ya.

      • Honda Jozz

        Wkwkwkwkwkwk…..

        Jleb banget kang eno.

        FBY sm grombolannya lg pada ngemis artikel si piceex shock bengkok.

        Noh d madev udah d jawab diplomatis. Blogger itu independent. Kl d tuntut sm ahem siapa yg mo bela?

        Ga usah kebakaran jenggot, kl emang kualitas buruk jg lama” bakalan di tinggal sm konsumen. Lupa apa sm yamaha mio dulu kaya apa popularitasnya?

        #jgntakutgamakan

        • Riderlama

          Almu dudukan sok aerox patah? Kasus baru ini perlu ditulis penyebabnya cacat produksi atau kesalahan user. Kalo perlu suarakan recal. Karena setahu saya aerox 155 yg masalah untuk tioe s dan standar shoknya belakang bunyi krek2 saat boncengan. Tp itu sudah d perbaiki d versi 2018. Kalo pcx kan hampir semuanya. Jangan2 emang g mau bikin artikel. G pengen nyari. Atau emang males nyari. Atau memang yg melihat sok belakang pcx bengkok versi lokal itu matannya kelainan semua sehingga yg d katakan petinggi ahm benar kalo itu tampilan visual saja (alias matanya lagi eror) padahal sebenarnya g mleot. D mas leopold saja sudah terbit artikelnya. Masa d blog yg saya anggap netral ini g ada. Cuma 2 blog ini saja ( ea’s blog dan 7leopold7 yg masih netral). Setidaknya sampai saat ini. Entah nanti dan nanti dan nanti dan nanti….. wah kepanjangan nulisnya……

          • enoanderson

            Saya cuman pengen lihat dulu aja begimana kasusnya, bener2 absolut cacat kayak CBSF atau nggak. Penasaran soalnya, shock bengkoknya itu bikin patah tabung, patah per, sok mati, tabung bocor, atau begimana.

            Tapi seandainya nanti nggak dianggap netral gegara shock PCX juga nggak apa2 kok. Silahkeun baca yang lebih ‘netral’ aja kang.

  • Riderlama

    Udah bercanda kang g usah d ambil hati. Udah banyak yg bahas. Lagian mau bengkok juga g ngaruh bagi saya karena saya g punya motornya ha….ha… yang saya pengen tahu malah komentar anda tentang duduka almu shock aerox yg patah itu. Tolong d bikinin artikel kang. Biar saya tau apa sebabnya. Salah user, cacat produksi atau apalah gitu… kalo perlu suarakan recal dan yg patah minta ganti yg baru. Sebagai salah satu pemilik aerox saya malah seneng kalo motor saya d recall dan d ganti partnya dengan yg baru. Sukur sukur d ganti motor baru.. kang eno pasti g nolak kan kalo ada apm seperti itu….

Tinggalkan Balasan