Fun Touring Honda CRF150L Tanjung Lesung

Geber Tanjung Lesung Bareng Honda CRF150L, Dual-Sport Definitive

Akhir tahun lalu, EA’s Blog mengutarakan keinginan untuk test Honda CRF150L di trek aspal jalan raya. Beberapa bulan kemudian, akhirnya permintaan tersebut dikabulkan oleh PT. Astra Honda Motor. Dan asyiknya, via trek yang istimewa… Pesisir barat Banten!

 

 

Saat email undangan Fun Touring Tanjung Lesung dikirim oleh tim HC3 PT. AHM, awalnya EA’s Blog mengira trip kali ini bakal ditujukan untuk mengeksplor ability PCX Lokal & CB150 Verza terbaru. Sayangnya, cuma mimpi – karena AHM mengaku masih kesulitan dengan indenan PCX yang tinggi… Sementara CB150 Verza bahkan belum rilis resmi di Banten.

Gak apalah, konsumen duluan – blogger mah gampang! *sambil nangis di pojokan… Untungnya ada 3 unit PCX Lokal milik PT. Wahana Makmur Sejati, main dealer Honda Jakarta-Tangerang yang disediakan khusus untuk dieksplor blogger. Bahkan salah satunya unit pribadi petinggi Wahana Honda yang sengaja dipinjamkan lho!

 

Fun Touring Honda CRF150L Tanjung Lesung

 

Perjalanan kali ini lebih ditujukan untuk plesiran sambil mengeksplor destinasi wisata di Provinsi Banten. Plus perkenalan rekan-rekan blogger dengan PT. Mitra Sendang Kemakmuran (MSK), main dealer Honda di wilayah Serang-Banten.

Buat saya pribadi, plesiran Banten ini masuk akal… Karena sejak kecil, yang saya tahu Banten cuma sekadar akses orang-orang yang mau liburan ke Pantai Anyer & Carita. Nggak lebih. Ini jujur-jujuran saja, no offense loh ya.

 

Fun Touring Honda CRF150L Tanjung Lesung

 

Untungnya saya bareng wak haji tmcblog kebagian riding Honda CRF150L via trek Serang – Pandeglang – Labuan – Tanjung Lesung. Kurang lebih 5 tahun saya menetap di Banten (Kab. Tangerang), tapi baru kali ini saya lewat jalur tersebut… Emang dasar katrok euy, mainnya kurang jauh ke barat, wkwkwkwk.

So, dari mana kita mulai? Well, ada baiknya kalau dimulai dari pertanyaan EA’s Blog pasca test trabas CRF150L dahulu: Apakah Honda CRF150L sama asiknya dipakai di trek aspal, seperti saat dipakai trabas…?

Jawaban singkatnya, No.

 

Fun Touring Honda CRF150L Tanjung Lesung

 

Saat digeber dengan kecepatan 40-50 km/h sih saya nggak begitu banyak komplain… Dalam kondisi tersebut, CRF150L terasa seperti streetfighter air-cooled dengan ban botak berusia 4 tahun. Kebayang kan? Good! Rada ngeri-ngeri sedap.

Bonusnya, kita mendapat view kemudi tinggi & suspensi selembut sutra, yang membuat lubang jalanan serasa 2 kali lebih kecil dibanding saat memakai naked bike… Saya malah jadi lebih penasaran hajar lubang, dibanding manuver buat menghindar.

 

Fun Touring Honda CRF150L Tanjung Lesung

 

Tapi, saat RC touring meningkatkan kecepatan konstan dari 80 hingga 100 km/h, riding motor dual-sport seperti ini justru jadi nggak lucu lagi. Ditambah, trek dari Pandeglang – Labuan – Tj. Lesung dipenuhi medan coran beton.

Problem pertama datang dari ban ‘tahu’ CRF150L yang membuat feedback ke setang sulit untuk dikendalikan. Ditambah dengan suspensi empuk, ban belakang terus-terusan mengamuk, loncat-loncat, ngebuang saat diajak cornering di kecepatan lumayan tinggi.

Saat rekan blogger lain menikmati trek ini bareng CBR250RR, Supra GTR150, Sonic 150R & PCX Lokal, saya justru dag-dig-dug-serrrr.

 

 

Poin yang jadi pengamatan saya selanjutnya adalah sektor jantung pacu… Karena mesin ini sengaja dibuat maksimal untuk RPM rendah – dengan topspeed hanya sekitar 110 Km/h – kebayang kan saat diajak manteng di kecepatan 90 km/h? Ya, mesin seakan dipaksa terus-terusan ke titik maksimal.

 

Efeknya, rider harus sering-sering geber motor sampai ke RPM lebih tinggi untuk mendapatkan power maksimal. Ditambah dengan kebiasaan EA’s Blog yang sering gantung RPM (Sorry, I’m Overborist), mesin Honda CRF150L menunjukkan karakter kelemahan berikutnya berupa vibrasi (getaran) hebat.

Nah, ini nih yang belum bisa dieksplor maksimal saat pertama test trabas tahun lalu!

 

Fun Touring Honda CRF150L Tanjung Lesung

 

Kalau untuk akselerasi & performa 0-60 km/h, Kang Eno? No complaint. Dari hasil test saya dilapangan masih bisa dikit-dikit nempel Supra GTR150, bahkan mengungguli PCX Lokal lho… Maxi-scooter yang performanya ditakuti dual-sport bermesin 150cc teknologi dinosaurus milik toko sebelah. #ehem_uhuukkk, geng-ijo.

Begitu sampai di Restoran untuk menikmati jamuan makan siang, saya sadar satu hal lagi… Ternyata jok dual-sport nggak se-ekstrim yang saya kira sebelumnya. Memang nggak senyaman bebek & matic, tapi not bad kok di perjalanan 100 km yang barusan dilalui!

 

 

To be brutally honest, saya pernah mengalami hal yang jauh lebih parah bareng Suzuki GSX-S150 yang joknya bikin sakit (maaf) pantat dalam jarak perjalanan yang sama.

Dibanding takut sakit pinggang – dalam perjalanan tadi – saya malah lebih takut dengan manuver ekstrim bus (lokal) Asli Prima & Murni Jaya yang terkenal sebagai raja jalanan di area tersebut… Dan terbukti, drivernya stress!

 

Fun Touring Honda CRF150L Tanjung Lesung Fun Touring Honda CRF150L Tanjung Lesung

 

Selesai makan siang, rombongan langsung diarahkan menuju Kalicaa Villa yang berada di area pantai Tanjung Lesung. Cottage nya, sumpah, edan banget deh… Serasa sultan! Ada bathtub, private pool, kamar super lega, plus fitur ekstra yang bahkan lebih banyak dari PCX Lokal! Biaya sewa cottage ini SATU MALAM, bisa buat beli Shogun SP FD125 bekas, amazing.

Sayang nggak ada Aura Kasih yang nemenin – melainkan ditemani Sultan Kobayogas, Sultan Apipotoblog & Sultan Warungasep yang sore itu ikutan mendadak jadi priyayi. Thanks PT. Astra Honda Motor untuk jamuan luar biasa di Fun Touring Tanjung Lesung kali ini.

 

Fun Touring Honda CRF150L Tanjung Lesung

 

Sambil kecipak-kecipuk renang di private pool, saya kembali merenung tentang perjalanan bareng Honda CRF150L barusan. Apakah benar motor dual-sport cuma bisa maksimal di trek non-aspal? Nggak cocok buat touring jarak jauh? Mungkinkah saya harus menyimpulkan kalau genre motor ini useless bagi konsumen yang senang riding dijalan raya?

Untungnya, sebelum mengambil kesimpulan, Sultan Apipotoblog menawarkan EA’s Blog menjajal Honda CRF150L (Custom) Supermoto untuk perjalanan pulang esok hari… Well, mungkinkah motor bertampang ganteng ini merupakan kesimpulan yang saya cari via perjalanan ini?

We’ll find out next!

 

 

8 comments

Tinggalkan Balasan