MOTOR LONCIN

Loncin GP300, Loh Kok Sasis & Mesinnya Mirip ZED?

Loncin GP300 coba melawan kedigdayaan Yamaha YZF R3 dipasar Eropa, pakai teknologi Kawasaki!

 

 

Salah satu produsen motor kenamaan Tiongkok, Loncin, kembali membuktikan minatnya untuk serius masuk ke pasar Eropa. Kali ini dengan merilis penantang motor 300-400cc racikan Jepang & Eropa, bernama Loncin GP300!

So, amunisi apa saja yang sudah disiapkan Loncin GP300 untuk memasuki pasar paling laris di benua biru? Yuk, kita simak detailnya.

 

MOTOR LONCIN

 

1 dekade yang lalu, Loncin kita kenal sebagai produsen motor lokal Tiongkok berkualitas rendah. Konsumen tanah air sudah merasakan bagaimana kualitas motor besutan Loncin, yang dulu sempat hadir ke Indonesia lewat motor bebek (copy-paste Honda Supra) dengan banderol sangat menggiurkan.

Produsen ini kemudian ber-evolusi menjadi merk Minerva Indonesia. Meskipun namanya lebih menjual (plus pakai embel-embel German Technology) – tapi sayangnya – nggak lebih baik dari merk sebelumnya.

 

Loncin GP300

 

Tapi sekarang, mereka berubah. TOTAL. Loncin tak hanya terfokus pada market lokal Tiongkok, tapi juga berencana memperluas ekspansinya ke tanah Eropa lewat produk-produk penantang brand kenamaan.

Sebelumnya, kita sudah melihat moge-moge terbaru seperti Loncin DS8 (650cc) & HR7 (500cc), kali ini mereka coba menghadirkan produk andalan berikutnya, Loncin GP300!

 

 

Secara tampilan, Loncin GP300 merupakan versi sportbike dari ‘saudara’ nya yang bertipe naked, LX300. Jadi nggak heran kalau kita bisa menemukan beberapa kesamaan disana-sini, demi penghematan cost produksi yang nantinya bisa memangkas harga signifikan.

Meskipun demikian beberapa detailnya nggak jelek kok!

 

Loncin GP300

Loncin GP300 & LX300

 

Sasis contohnya, Loncin GP300 dibekali sasis trellis yang (konstruksinya) sekilas mirip banget sasis Kawasaki Z250SL milik saya pribadi. Tau dari mana, Kang Eno? Lah motor gue, masa iya nggak ngeh kalau sasis & mesinnya mirip!

Sementara itu, suspensi depannya sudah menggunakan tipe upside down, yang bahkan belum ditemui di pesaing Jepang seperti YZF R3 & New Ninja 400! Swingarmnya juga nggak kalah keren lho, dibuat tipe alumunium ‘banana-style’ – meskipun aslinya berbahan baja standar.

 

 

Sementara desainnya? Well, harusnya Loncin bisa kasih sesuatu yang lebih greget! Karena desain GP300 ini kurang proporsional, setidaknya dimata saya.

 

Loncin GP300

 

Di sektor permesinan, Loncin GP300 dibekali dengan jantung pacu silinder tunggal, 292 cc, DOHC 4-Valve, berpendingin cairan. Uniknya, mesin ini punya seabrek kemiripan – baik secara spesifikasi maupun tampilan – dengan mesin Kawasaki KLX 300 dual-sport, which is jadi basis mesin pengembangan untuk KLX 250S, Ninja 250SL (RR Mono) & Z250SL.

Jadi nggak aneh kan kenapa sasisnya mirip banget Z250SL? Jangan berfikir negatif dulu, mesin ini dulunya memang pernah ditransfer teknologi secara resmi ke Tiongkok lho!

 

 

Mesin ini diklaim mampu memuntahkan tenaga maksimum hingga 29 HP @ 8.500 RPM, serta torsi 25 N.m @ 7.000 RPM. Nggak jauh beda dari power mesin 250cc silinder tunggal di Indonesia, bahkan KTM Duke 250 pun bisa mengail power lebih besar.

Tapi bukan sektor mesin yang jadi andalan Loncin GP300, melainkan harga jual. Ya, harganya nanti dipastikan bakal jauh lebih murah dari pesaingnya dikelas 300-400cc asal Jepang ataupun Eropa. Good luck, Loncin!

 

 

6 comments

Tinggalkan Balasan