Kawasaki ZX-10R SE

Kawasaki Ninja ZX-10R SE, Bermodal Suspensi ‘Alien’!

Geng-ijo menyusul jajaran superbike elit lain yang sudah dibekali suspensi berteknologi alien – bareng Kawasaki Ninja ZX-10R SE!

 

 

Menyusul moge flagship lain seperti Yamaha R1M, BMW S1000RR, hingga Ducati Multistrada, geng-ijo juga turut mengupdate superbike flagshipnya – Kawasaki ZX-10R SE – dengan suspensi elektronik “Semi Active”. Tapi, bukan cuma itu saja kelebihan sang superbike flagship terbaru ini. Fitur lainnya juga nggak kalah mind-blowing lho!

 

Kawasaki ZX-10R SE

Suspensi Showa Balanced Free Fork (BFF) ini sudah dibekali seabrek sensor yang membuatnya bisa menyesuaikan redaman secara otomatis. Amazing!

 

Semi-Active Suspension: Berbeda dengan suspensi elektronik lain yang bekerja berdasarkan input dari pengendara, suspensi semi-active yang diusung Kawasaki Ninja ZX-10R SE bisa menyesuaikan secara otomatis tanpa perlu setting manual.

Suspensi elektronik semi-active ini menyesuaikan kompresi dan peredaman pegas suspensi di kedua garpu melalui katup solenoid dengan aktuasi langsung. Hal ini membuat penyesuaian berdasarkan kecepatan kendaraan, kecepatan dan deselerasi stroke.

 

 

Berbasis WSBK: Ninja ZX-10R SE bukan cuma menjadi produk pertama Kawasaki yang pakai teknologi suspensi semi-active. Sebelumnya, suspensi tersebut hanya digunakan di ZX-10R pada kejuaraan World Superbike Championship (WSBK) – yang menjadi juara selama 3 tahun berturut-turut.

 

Kawasaki ZX-10R SE

Kawasaki ZX-10R SE

Data yang diterima suspensi semi-active ini diproses dalam waktu milidetik, sebelum nantinya dikembalikan untuk menyesuaikan redaman suspensi.

 

Gimana Cara Kerja Suspensi Semi-Active?: Suspensi semi-active ini bekerja dengan bantuan Kawasaki Electronic Control Suspension (KECS). KECS hadir dengan tiga mode: Road, Track & Manual. Opsi ‘Track’ menyediakan pengaturan suspensi yang lebih agresif dari opsi ‘Road’.

Sementara di opsi manual, pengendara dapat memilih 15 pengaturan redaman kompresi. Semua dipilih secara elektronik dengan cepat melalui panel instrumen seperti halnya suspensi elektronik standar di Honda CBR1000RR SP1.

 

 

Gimana Cara Kerja Suspensi Semi-Active? (2): Di dalam kedua garpu suspensinya terdapat sensor yang memberikan data pergerakan suspensi. Data suspensi yang dikumpulkan sensor ini kemudian diteruskan ke ECU setiap milidetik. Di dalam ECU, data tersebut dikombinasikan dengan data pergerakan motor (lewat IMU) & serta data kecepatan. Hasilnya kemudian dikirimkan kembali ke selenoid yang mengatur suspensi.

 

Kawasaki ZX-10R SE

Kawasaki Quick Shifter (KQS) bikin perpindahan gear secepat kilat!

 

Kawasaki Quick Shifter (KQS): Kawasaki Ninja ZX-10R SE juga telah dibekali dengan quick shifter (KQS) sebagai standar. Sistem penggantian gear tanpa kopling, serta auto blip downshift ini sebelumnya hanya bisa ditemukan sebagai opsional untuk ZX-10R standar.

Kaki-Kaki Eksotik: Seperti halnya superbike flagship lain, Kawasaki Ninja ZX-10R SE hadir dengan velg forged alumunium besutan Marchesini. Velg yang terkenal super ringan ini dibalut ban standar Bridgestone Battlax RS10 (120/70-ZR17 & 190/55-ZR17).

 

Kawasaki ZX-10R SE

Brembo M50 Alumunium Monobloc 4-piston Radial, nggak ngiler berarti nggak normal!

 

Rem Brembo: Untuk mengimbangi power & handlingnya, Ninja ZX-10R SE haruslah memiliki sistem pengereman canggih. Untungnya, Kawasaki membekali superbike terbarunya ini dengan rem depan besutan Brembo. Spesifikasinya dijamin bikin ngiler, yakni Brembo M50 Alumunium Monobloc 4-piston radial – which is berstandar balap WSBK!

 

Kawasaki ZX-10R SE

Kawasaki ZX-10R SE

Harganya? Sudah pasti tembus lebih dari setengah miliar apabila hadir ke Indonesia…

 

Cuma 1 Pilihan Warna: Kawasaki ZX-10R SE hanya memiliki 1 pilihan warna, yakni Metallic Flat Spark Black – Metallic Matte Graphite Gray. Sekilas warnanya mirip ZX-10RR flagship sebelumnya, hanya saja yang satu ini minus label ‘Ninja’ dan punya aksen hijau khas ala geng-ijo.

 

 

Harga Fantastis: Kawasaki menjual ZX-10R SE dengan banderol mulai $21,899, atau bila dirupiahkan sekitar Rp. 300 jutaan. Harga tersebut lebih mahal 40 jutaan dari ZX-10RR yang menjadi flagship sebelumnya. Ke Indonesia? Well, silahkan saja kalikan harga tersebut dengan pajak barang mewah yang mencapai 3 kali lipat harga aslinya.

 

 

 

6 comments

Tinggalkan Balasan