Aprilia CR150 Cafe Racer

Aprilia CR150, Asal-Usul Lahirnya RS150 & Tuono 150

2 minggu lalu, EA’s Blog (saya yakin juga termasuk Brosist sekalian) dibuat kaget oleh kehadiran Aprilia RS150 & Tuono 150 via pameran India Auto Expo 2018. Saat ini, saya bahkan lebih kaget lagi saat melihat Aprilia CR150 Cafe Racer.

 

 

Sebelum memulai pembahasan, ada beberapa hal yang harus saya tegaskan terlebih dulu… Pertama, Aprilia CR150 bukan hasil rekaan photoshop. Kedua, juga bukan motor konsep di pameran otomotif. Dan ketiga, motor ini (ternyata) juga sudah dijual masal. Tambahan keempat, saya masih ngefans Aura Kasih.

Dijual masal dimana tuh Kang Eno? Eropa, Amerika, atau India seperti duo RS & Tuono 150…? Nah, negara yang jadi tujuan market Aprilia CR150 justru diluar dugaan kita semua, Tiongkok.

 

Aprilia CR150 Cafe Racer

 

Secara garis besar, Aprilia CR150 adalah motor retro-modern yang berbasis Mondial HPS (Hipster), bermesin 150cc generasi terbaru, serta diproduksi langsung di pabrik Zongshen Piaggio Foshan Motor Co. Ltd. di Tiongkok. Atau bahasa gampangnya, ini adalah Mondial Hipster yang dijual di Tiongkok dengan badge Aprilia, plus dikombinasikan mesin 150cc terbaru buatan Zongshen-Piaggio.

Salahkah memakai basis Mondial Hipster? Nggak sama sekali. Karena seperti yang bisa dilihat, Aprilia CR150 punya desain yang memanjakan mata, plus detail yang nggak kalah eksotik dari RS & Tuono-series.

 

 

Sasisnya menggunakan tipe diamond klasik yang merupakan desain langsung dari Mondial Italia, begitupun dengan suspensi belakang dual shock-absorber gas canister (tabung) adjustable, swingarm alumunium & mud guard yang sekaligus difungsikan menjadi holder plat nomor.

 

 

Sementara suspensi depannya menggunakan milik RS4 125, dengan tipe upside down, kaliper cakram 4-piston radial & wavy disc brake berukuran gambot. Untuk menambah detail klasik, Aprilia CR150 juga sudah menggunakan lampu depan bulat (DRL), stang baplang, speedometer digital bergaya klasik, velg spoke wheel alumunium plus ban bertipe dual terrain, serta knalpot unik ala motor scrambler.

 

Aprilia CR150 Cafe Racer

 

Beralih ke sektor mesin, ternyata dari sinilah asal-usul dimana mesin RS150 & Tuono 150 lahir. Aprilia CR150 menggunakan mesin hasil kolaborasi Zongshen-Piaggio, dengan spek 150cc, DOHC 4-Valve, berpendingin cairan (liquid-cooled), plus pengabut BBM Bosch Electronic Fuel Injection.

Setelah baca spek barusan, saya yakin yang ada di kepala Brosist sekalian adalah pertanyaan: seberapa beda dengan mesin 125cc ala RS4 125, Kang Eno?

 

Aprilia CR150 Cafe Racer

Aprilia CR150 Cafe Racer

 

Satu hal, Overbore Lovers pasti bakal suka baca paragraf ini. Jika RS4 125 menggunakan mesin 125cc dengan bore stroke 58 x 47 mm, Aprilia CR150 bukan mengandalkan metode stroke up untuk menghasilkan mesin 150cc laiknya Yamaha R125-R15. Aprilia justru merombak ulang bagian silinder & head untuk memasangkan piston anyar berdiameter 63,6 mm! Ya, ukuran piston terbesar yang bisa kita temui di motor 150cc modern – setelah CBR150R (63,5 mm)!

 

 

Dikombinasikan dengan rasio kompresi 12:1, mesin ini diklaim mampu mengail power hingga 17,8 HP @ 9.750 RPM, serta torsi maksimum 14 N.m @ 7.500 RPM. Nggak se-powerful GSX-R150 & All-New R15, tapi kalau dilihat potensinya mesin ini jelas bisa lebih mumpuni dari kedua sportbike kebanggaan konsumen Indonesia tadi. Lihat saja power maksimumnya yang cuma diset di 9.750 RPM, (IMHO) Zongshen-Piaggio belum memaksimalkan mesin ini sama sekali.

 

Aprilia CR150 Cafe Racer

 

Kenapa diproduksi di China, Kang Eno? Kalau dilihat-lihat, sepertinya saat ini Piaggio Group mencoba memanfaatkan basis produksi India & Tiongkok untuk memproduksi sport 150cc berlabel Aprilia, dengan harga jual yang bisa bersaing dipasar Asia. Terlebih, Aprilia merupakan kebanggaan Piaggio Group di segmen sport & racing!

EA’s Blog berani bilang seperti itu karena sewaktu artikel ini ditulis – selain Aprilia CR150 – mereka juga memasarkan Aprilia Terra 150 (Adventure Bike), serta STX 150 (Dual Sport). Seperti yang diduga, masing-masing berbasis Derbi Terra & Mulhacen-series. Mondial & Derbi merupakan rekanan Piaggio.

 

Aprilia Terra 150

Aprilia Terra 150

Aprilia STX 150

Aprilia STX 150

 

Di Tiongkok, Aprilia CR150 dipasarkan dengan banderol CNY 19,677 atau sekitar Rp. 42 jutaan. Sementara itu, Terra 150 dibanderol CNY 17,104 (Rp. 36 jutaan), serta STX 150 dilego dengan harga CNY 14,442 (Rp. 31 jutaan).

So, kedepannya jangan kaget kalau ada sport 150cc made in china, dengan mesin yang identik dengan Aprilia RS150.

 

Spesifikasi Aprilia CR150

 

 

Engine : 4-Tak, Liquid Cooled, Single Cylinder, DOHC 4-Valve

Bore x Stroke : 63,6 x 47 mm

Kapasitas Silinder : 150 cc

Sistem Penyuplai BBM : EFI

Rasio Kompresi : 12 : 1

Transmisi : 6-Speed

Starter : Electric Starter

Max Power : 17,8 HP @ 9.750 RPM

Max Torsi : 14 N.m @ 7.500 RPM

 

 

Dimensi (PxLxT) : 2.025 × 710 × 1.050 mm

Jarak Sumbu Roda : 1.360 mm

Tinggi Jok : 780 mm

Berat Kosong : 133 Kg

Kapasitas Tangki BBM : 9,5 Liter

 

Frame : Steel Diamond Type

Suspensi Depan : 41mm Upside Down Fork

Suspensi Belakang : Dual Shock-absorber, Alumunium Swingarm

Rem Depan : Cakram Hidrolik, Kaliper 4 Piston Radial

Rem Belakang : Cakram Hidrolik, Kaliper 1 Piston

Ban Depan : 100/90 – 18

Ban Belakang : 130/80 – 17

 

 

25 comments

  • Salawu on

    Keren juga yah

    • Hr15de

      Keren abisss.. Desainnya berani bener. Gini kalo modif pio atau tigi jadi cafe racer bisa dijadiin acuan..

      • enoanderson

        Detailnya itu lho, *celeguk

        • Juki Dawson

          Asemmm tenannn…
          SuwEEkk Tenannn..
          Anjirrr detail finishingnya…
          Ini mah kalo diset 13 ribu rpm bakal habis sport 150cc
          yg dijual di indo en…
          Mana desainya kueerreen semua itu model2nya
          Bener2 memang,
          Kelak ditahun2 mendatang ekonomi asean bakal dicaplok cina persis bocoran
          blog Legendaris;
          http://www.IndoCropCircles.com
          Siap2 motor2 made in china kualitas pabrik bakal membanjiri indo kedepanya..

          • profit?

            mau mesin 13000 rpm, emang ini motor balap? cckckc, GSX-R150 bisa aja power maxnya ditaro di 13000 rpm, tapi gimana buat daily ride? ingat ini cuma kelas 150 cc, torsinya enggak besar-besar amat. buktinya aja RS4 150 cuma main di 10000 rpm dan cuma dapet 18 PS.

  • masoed

    jadi pengen pindah ke cina nih kang, mupeng abis ama aura kasih eh aprilia inih 😀

  • jimmoth

    Tinggi juga ya perbandingankompresinya

  • waqit

    Yg jadi pertanyaan overbour power d set pada rpm 9000n .liat strok yg pendek dan mesin tegak 90′ kok rasanya radak aneh y.
    Mengimbangi matrial kah

    • enoanderson

      Nah ini juga bisa jadi, kayaknya emang sengaja diset rendah deh.

    • blackfirez

      Potensi emang besar gan, cuma untuk mengail potensi tsb perlu usaha yg besar juga gan (terutama dana) dan kembali ke kata agan tadi, jelas ini urusan material dan menekan harga jual . .itu part”nya sudah eksotik, harga jelas udah sangat tinggi dibandingkan yg lain, makanya mungkin di bagian mesin yg mengalah. .baru ntar mereka ngeluarin part racingnya untuk dongkrak performa (entah blok cylinder plus part-part lainnya) yg lebih advance dan dijual terpisah kali. .bisa juga. .

    • profit?

      power di rpm tinggi berbanding terbalik dengan rideability. emang mau motor cafe racer tapi pake gear ratio rapet, main di rpm 10000+++ rpm? potensi tinggi? liat tuh GSX-R150 147 cc aja bisa 19.1 PS @10000 rpm, malahan RS4 150 cuma 18 ps @10000 rpm, kemungkinan besar gara2 bobotnya lebih berat RS4 15 jadi torsi di rpm bawah harus lebih besar dari gsx-R150. semua sudah didesain sesuai kebutuhan motor dan rider. kalo R15 lain lagi udah pake VVA jadi bisa bobotnya berat tapi tenaga di atas tetap besar.

      • enoanderson

        Ini ceritanya lagi bahas soal potensi mesin (durability?) aja kang, kalau dicampur genre ya jadi kemana2 nantinya, wkwkwk…

        Eniwei, setuju banget kalau motor naked, retro-modern, dan sejenisnya itu yang utama feel ridingnya.

        • MHz

          sepertinya motor ini dibuat dengan titik berat genre dan desain yang menawan, nah udah dibahas soal potensi mesin yang masih bisa dikembangkan kenapa nggak sekalian potensi modif / custom motor ini sepertinya juga besar, misal sentuhan simpel repaint body + ganti kulit jok warna gelap udah kelihatan makin ‘classic’ ..

  • Robert

    Karena ada aturan, mau jualan d tiongkok, kamu harus kerjasama ama pabrikan lokal. Saic memproduksi VW group, GM, dan MG menghasilkan produk2 hasil pembelajaran mereka yaitu Baojun dan Wuling. Begitu juga motor2 ini…., Zongshen juga seharusnya akan belajar memproduksi motor bagus harga terjangkau, gak lagi seperti dulu ARRC pake R6 buat balapan

  • said

    Kira2 harga bandit berapa kang?

  • mantep cma disini udh usng teknologi overbore. yg canggih dan modern cuma ada 1… DOHC Near Square… akselerasi meskipun kalah ama mesin SOHC Pahe 2 klep tetep lebih josss

    ngah ngah ngah

  • visitor

    bannya swallow tuh?

  • blackfirez

    Klw menurut ane sih ini soal material lang makanya rpmnya rendah tapi kompresinya tinggi. .mirip”lah kaya cbr old . .drpd material untuk kompresi 11.x : 1 dengan rpm 13rb, jelas lebih murah yg kompresi 12:1 dengan rpm 10rb an.. Mungkin ntar ada versi race readynya yg material block dan pistonnya lebih advance, jadi bisa sampai 13rb.

    • profit?

      org sini masih aja mikirin tenaga besar yak? ckckckc. masa mau motor harian dengan power max di 13000 rpm? ngimpi loh bisa muter mesin sampe 13000 putaran setiap menit di jalan raya. ini motor jalan raya tong. belum lagi kebentur Euro 4. jgn dikit2, gara2 tenaga cuma di 10000 rpm bilang materialnya kurang.

      power max di 13000 rpm, berarti limiter di 16000 rpm? ngimpi tingkat dewa kalian.

      • blackfirez

        Lah kok ente maksa, gimana sih ente. .yg diliat itu bore x strokenya di mana strokenya pendek bgt dengan bore yg paling besar diantara 150cc indo terbaru. . makanya yg dibahas soal rpm, potensinya. .yg jadi pertanyaan kenapa kaga di stroke up aja dr yg 125cc, biar mirip kaya kehendak ente, motor perkotaan, tapi malah di bore up? Kalau sudah di bore up dengan stroke pendek ya kenapa ga sekalian performanya di maksimalkan? Yg bilang power max di 13rb rpm siapa ya? Yg ane bilang paling maks rpm bisa di 13rb rpm. .biar kaga kaya r155 yg powernya langsung down menukik setelah peak rpm (motor yg mesinnya terlalu dipaksa sampai ps mendekati 21 m/s), beda sama gsx yg masih bertahan sampai di limiter. .bisa aja rs4 150cc di maksimalkan peaknya di 11rb (di atas gsx) dengan maks. rpm di 13.500, kalau emang materialnya sudah di set dr sononya tahan di geber 13.500rpm. Masalah suka power besar, buka cuma power gan, sensasi high rpm juga salah satunya (high rpm yg ga dipaksakan ya, tapi high rpm yg masih dalam batas aman dr sononya). Klw ente ga suka ya silahkan, semua bebas beropini, di jkt mungkin macet, tapi di kalimantan? Gas mentok mah sangat mampu dicapai apalagi jln kalsel-teng yg hampir 10 km ga ada perumahan, aspal mulus. .

  • serreniti

    Spek engine mirip k45a. Cuma ini menang di kompresi 12:1. Wah k45a dikasi kompresi segitu dan sedikit modifikasi cam (menyesuaikan spek) gak sulit kalo cuma nyaingin power ini motor. Bahkan bs diatas yg skrg tertinggi powernya..

Tinggalkan Balasan