Emflux ONE

Emflux ONE: Solusi Problem Motor Elektrik ala India

Tadinya saya ogah bahas artikel ini, karena sudah banyak yang bahas… Tapi karena Emflux ONE diklaim sebagai solusi atas permasalahan motor bertenaga listrik yang dijual saat ini, EA’s Blog pun dibuat penasaran.

 

 

Secara keseluruhan, ada 3 masalah dasar yang membuat motor bertenaga listrik tak sepopuler motor berbahan bakar bensin. Pertama, performa & bobot. Kedua, jarak tempuh yang pendek. Dan ketiga, banderol harga tinggi.

Ketika satu produsen motor elektrik menemukan solusi bagi salah satu problem diatas, masalah yang lainnya pun muncul. Ketika mengejar performa, maka baterai pun jadi makin besar, berat & mahal. Jika ingin pakai baterai yang lebih kecil, jarak tempuh yang jadi korban. Ya, ujung-ujungnya cuma bolak-balik ketemu masalah.

Nah, baru-baru ini motor listrik terbaru dari India, Emflux ONE, diklaim telah menemukan solusi bagi problem tersebut, tanpa menyebabkan masalah lain. Benarkah?

 

Emflux ONE

 

Pertama mari kita bahas dari sisi performa. Emflux ONE menggunakan motor listrik bertenaga 60kW (80,5 HP) – namun karena alasan safety – power yang disalurkan ke ban belakang diturunkan menjadi 53 kW (71 HP) saja. Not bad, karena masih bejaban dengan sosok moge middleweight seperti Kawasaki Ninja 650 atau the-best-selling Yamaha MT-07. Apalagi torsinya tercatat di angka 75 N.m, which is 15% lebih menghentak dibanding moge middleweight.

 

Emflux ONE

Yes, single-sided swingarm!

 

Penggunaan motor listrik yang powerful, pastinya membutuhkan baterai yang lebih besar sehingga mengakibatkan bobot jadi makin berat. So, bagaimana dengan bobotnya? Well, hal tersebut tak berlaku bagi Emflux ONE. Motor bertenaga baterai listrik ini hanya memiliki berat total 169 Kg. 29 Kg lebih ringan dibanding Ninja 650, bahkan masih lebih ringan 3 Kg dari Ninja 250 lawas.

Topspeednya diklaim mampu tembus 200 Km/h, dengan catatan akselerasi 0-100 Km/h hanya 3 detik saja. Alias 2 kali lebih cepat, lebih beringas, dan lebih menjambak dari akselerasi Z250SL ZED milik EA’s Blog.

 

 

Sebagai motor ‘masa depan’, nggak asik kalau fiturnya nggak canggih. Dan benar saja, Emflux ONE telah hadir dengan balutan suspensi Ohlins, speedometer touchscreen dengan tambahan Bluetooth & WiFi, serta jaringan 4G yang bakal terkoneksi lewat update OTA kedepannya. Ebusyed, ini dashboard motor atau smartphone ya?

 

Emflux ONE

 

Kalau performa dan bobotnya begitu menggiurkan, bagaimana dengan jarak tempuh baterainya? Emflux ONE mampu menempuh jarak tempuh hingga 200 km di jalan bebas hambatan, serta 150 km di jalan perkotaan. Soal pengisian ulang baterai, waktu yang dibutuhkan baterai Emflux ONE dicas penuh sekitar 3 jam, menggunakan charger standar. Namun mereka mengklaim hanya membutuhkan waktu 36 menit untuk mengisi baterai hingga 80% menggunakan fast charging.

Not bad. Tapi bagi EA’s Blog waktu yang dibutuhkan untuk pengecasan masih terlalu lama. Apalagi kalau dibandingkan dengan isi bahan bakar di motor bensin konvensional. Sangat lama!

 

Emflux ONE

 

So, gimana dengan harganya? Saat ini Emflux ONE ditawarkan dengan banderol $9,390 atau bila dirupiahkan menjadi sekitar Rp. 127 jutaan. Sementara versi tertingginya yang telah dibekali rem Brembo dibanderol dengan harga yang lebih tinggi. Murah atau mahal? Well, tergantung pasarnya. Di Benua Biru, motor elektrik ini masih kalah murah dari moge middleweight dipasaran.

 

 

Tapi di Indonesia, kondisinya berbalik. Lantaran motor elektrik (setahu saya, CMIIW) sama sekali nggak terkena pajak motor mewah dengan kapasitas mesin diatas 250cc, maka harganya bakal setara dengan jagoan moge middleweight laiknya Kawasaki Z650, Honda CB500X, hingga Ninja 650.

Tapi jangan senang dulu, karena Emflux ONE rencananya hanya diproduksi sebanyak 199 unit ke pasar domestik (India), dan tambahan 300 unit yang jadi produk ekspor keluar negeri.

 

 

13 comments

  • Cah_Angon

    Susahnya menerapkan teknologi listrik motor.

  • Ncex

    Arm nya kok gitu doang yaa beda sama punya duc walaupun sama” single apalagi gada knalpot makin keliatan kopong..

  • Kingsman

    Rangka dan arm kelihatan kasar. Build quality terlihat kasar juga. Masih kurang sreg dengan desain secara keseluruhan. Tidak nyambung gitu. Terkesan Cheap.

  • Gobleh

    Kalo misal nanti semua motor listrik sudah bisa menyamai motor bensin (waktu pengisian,jarak tempuh,bobot, dll) saat masuk Indonesia nanti bakal dikenain pajak apa lagi ya?
    Kalo motor bensin konvensional kan 250cc keatas kena PPnBM, nah kalau motor listrik apa ya? Jumlah output tenaga kah? Kapasitas baterai kah? Atau apa kang? Secara motor listrik gak pake kubikasi silinder.

  • S

    Bahas knalpot akaprovic palsu dong kang eno di launching pcx lokal warna merah modifikasi

    • Iya nih lg nggu bahasannya…pasti bikin panas kuping petinggi ahm yg kasih statemen bodoh…lupa pasang emblem(kocak nih)hrusnya yoshi bkn akra..g taunya yoshimura ga pny model kek gitu…ayo kang eno tunjukkan taringmu…jgn penakut kek blogger amplop sebelah onoooh

  • klo ada stasiun pengisian batre kayak gogoro di taiwan, pasti lebih asik.

  • Rex

    Pada saat ini paling masih jadi hiasan aja. Meskipun colokan listrik sekarang makin banyak di tempat umum (di wifi corner misalnya), tetep aja cukup lama ngisi nya. Ntar yg ada di modif kasih box kiri kanan atas bawah berisi cadangan batre (power bank).

  • Slow_Rider

    Ditunggu ulasan cb verzanya kang Eno…..

  • Naleindra

    Dan salah satu kesalahan terbesar saya adalah mengira kalo ini itu mini moto dari ngelihat di fotonya ._.

Tinggalkan Balasan