Aprilia RS150

Aprilia RS150 & Tuono 150, Revolusi dari Italia?

Sejak discontinuenya RS125 & RS250, otomatis Aprilia hanya memiliki line up 125cc 4-Tak yang tersisa untuk melawan dominasi sport berkapasitas 125-250cc dari Jepang. Tapi bareng Aprilia RS150 yang baru-baru ini dirilis, they’re back!

 

 

Sejak dulu, ada seabrek produsen roda 2 Italia yang ikut bersaing dikelas moge, tapi hanya satu yang berani ikutan di kelas 125-250cc… Ya, Aprilia. Produsen yang bermarkas di kota Noale (Italia) ini jadi yang paling terkenal sebagai penantang sport Jepang, lewat RS125 & RS250 yang melegenda. Sayang, sejak era pergeseran motor 2-Tak ke 4-Tak, mereka hanya menyisakan RS4 125 di line up motor berkapasitas mungil. Sedihnya, itupun cuma dijual di Eropa.

 

Aprilia RS150

Aprilia RS150. Beautiful, isn’t it?

 

Baru-baru ini, sebuah kabar mengejutkan hadir dari India. Via pameran India Auto Expo 2018, Aprilia memperkenalkan 4 motor baru sekaligus, yakni SR125, Storm 125, Tuono 150 & RS150. Mari kita singkirkan dulu SR125 & Storm 125 yang bergenre skutik, karena to be honest, cuma loyalis yang mau beralih dari skutik 125cc Jepang. Kita fokus ke 2 sosok sport 150cc terbaru asal Italia, Aprilia RS150 & Tuono 150.

 

 

Mendengar Aprilia RS150 & Tuono 150, tentu merupakan sesuatu yang mengejutkan. Kenapa mengejutkan? Karena sepanjang sejarah produsen Eropa di era modern, nggak ada satupun yang berani menantang sport 150cc yang sejauh ini didominasi produk asal Jepang. Terlebih, segmen 150cc juga hanya terfokus di regional Asia. Berbeda dengan Eropa yang lebih fokus dikelas 125cc, disesuaikan dengan regulasi motor untuk segmen pemula.

 

Aprilia Tuono 150

Aprilia Tuono 150, desain semi fairing khas Tuono terus dipertahankan selama bertahun-tahun

 

Yang lebih mengejutkan lagi – meskipun (sepertinya) bakal dijual untuk pasar Asia – namun Aprilia RS150 punya detail sama ciamiknya seperti RS4 125 yang dijual khusus di Eropa. Tampangnya ganteng karena masih tetap terinspirasi superbike RSV4, serta sasisnya menggunakan twinspar alumunium yang jauh lebih kokoh dari sasis ‘deltaseng’ milik Yamaha. Nggak ketinggalan, swingarm alumunium banana, suspensi upside down plus cakram radial, serta kaki-kaki eksotik juga masih jarang ditemui di sport 150cc asal Jepang.

Sementara itu, Aprilia Tuono 150 bakal menggunakan basis detail yang sama persis dengan RS150, namun memiliki perbedaan dengan penggunaan semi fairing & stang yang lebih nyaman. Styling khas ala Tuono-series.

 

 

Mesinnya juga nggak boleh dipandang sebelah mata. Baik Aprilia RS150 & Tuono 150 sama-sama dibekali dengan mesin 4-Tak silinder tunggal, 150cc, DOHC 4-Valve, dengan pendinginan Liquid-cooled dan pengabut bahan bakar Injeksi. Mesin ini diklaim sanggup mengail power maksimum hingga 18 HP, dengan torsi yang cukup nendang di angka 14 N.m.

Nggak sepowerful All-New R15 & GSX-R150 sih, tapi jelas masih jauh lebih baik dari mesin impoten All-New CBR150R.

 

Aprilia SR125

 

Keempat motor terbaru Aprilia ini nampaknya merupakan buah hasil pabrik baru mereka di Baramati, India. Entah bakal menggunakan part yang langsung dari Italia, atau merupakan part lokal India, namun cara ini pastinya bakal sukses menurunkan harga jual motor Aprilia yang terkenal punya harga selangit. KTM juga melakukan hal yang sama, dengan memproduksi Duke & RC-series berkapasitas rendah di India. And it works!

 

 

Pertanyaannya: Apakah Aprilia RS150 & Tuono 150 bakal mengikuti jejak KTM memasarkan produknya di Indonesia? Jika melihat secara peluang, pastinya bisa banget dong! Apalagi, banderolnya diperkirakan seharga Rp. 26 jutaan di India… Which is secara hitung-hitungan kasar (dari perbandingan KTM Duke 200), harganya sekitar Rp. 35 jutaan saat sampai di Indonesia*.

Wuih, langsung jadi penantang All-New Yamaha R15, Honda CBR150R & Suzuki GSX-R150 dong? Dan jangan lupa, aromanya Italiano lho!

 

*Dengan catatan distributornya nggak seenak udelnya ambil keuntungan kayak kasus KTM Duke & RC-series, saat dipegang perusahaan yang itu tuh…

 

 

21 comments

  • birdperson

    yamaha bolehlah make sasis deltaseng tapi setidaknya masih ngasih arm banana “aluminium”

  • Hr15de

    Yamaha: deltaseng
    Honda: cbr150r mesin impoten

    Kena semua dah.. Kang Eno mah gitu orangnya hahahaha..

    Btw itu frame menggiurkan banget sumpah. Masuk sini 35jt ane belain beli deh. Mesin mah gampang dikasih viagra, tapi kalo tulang belulang kokoh begini susah nyarinya.

  • Skidrow

    Aloo kang Eno, pakabar ? Si Bob masih dikasih minyak nggak buat detailing? Masih aman? Motor ane juga ane pakein minyak goreng sekarang wkwk

  • emtidi

    Dulu impian gw sekolah rs 125 4 tak disini kena 60 jutaan cuma bisa mrongos…kalo ini masuk indo dan harga bisa setengahnya tak cuti kuliah nyari gawe sambil nyicil inih wkwkwkw

  • Vandi

    Desainnya manteb ya kang…. se7.. semoga kalo masuk indo gak ambil untung sak enak udele….

    Saya suka tulisan blog ini karena tulisannya beda…… mantap bro.. terus berkarya…

  • enggak yakin kalo itu frame aluminium beneran. harga yamaha R15 v3 di india (tanpa USD) aja sama dengan RS 150, sekitar 26 juta. atau emang harganya yamaha overpriced? malahan di Indonesia lebih mahal lagi hahaha.

  • wkwkwkwk pedes kang artikel nya “deltaseng” & “mesin impoten cbr”
    wkwkwkwk
    tapi knapa ya kang belakangan ini koq malah makin ancur ya kualitas motor

    • ah yamaha dari dulu emang pake deltaseng dari 2007, setidaknya sudah perimeter frame, bukan trellis ala2. kalau mesinnya malah membaik (R15 V3). mungkin motor honda yg anda maksud

  • FH

    Vespa matic 150 aja skrg udh di rentang 30-35jt kang di tangan Piaggio Indo. Kalo RS150 dan Tuono 150 ini masuk Indonesia, prediksi saya sih bakal nyenggol harga KTM RC200 nih.

    PS: Saya termasuk yg berharap Piaggio Indo masukin RS150 ini ke Indonesia

  • Elek Elek

    Kang, tolong bahas Claveland dong
    Itu produsen motor atau bengkel modifikasi

  • novatax

    Jd mikir, ini jual produk jujur, murni realisasi dari spek yg sdh diperhitungkan oleh Engineer nya, atau terlalu berlebihan utk sekedar bersaing dng 4 Jepang?

  • Orgrasional

    Kang, kl kasus KTM yg dulu itu kan dari India diputer dulu ke Austria makanya mahal. Kl skrg sdh ada deal khusus. Dari india langsung ke Indonesia dan India-Indonesia juga sdh ada perjanjian perdagangan. Harga tertekan drastis kualitas Eropa. CMIIW hehehe

    • serreniti

      Betul, jd yg komen jgn su’udhon dlu yaa kalo yg onoh jual overprice.. bisa jdi untungnya sama atau bahkan lbh kecil lg. Who knows? Keep calm n positive thinking saja..

  • Jan sentilan sentitil sentilun kang hahaha..

    btw kok blog nya diakses agak susah ya kang eno kalo pake https, padahal semua link pake https nih??

    harus hapus angka “s” biar jadi http dan ke akses. Ntah hp gua jelek atau emang begitu ya kang ?

  • Semoga bisa dijual di indonesia dgn hrga kek ktm indihe…bungkusvsatibdah…keren bgt cuy…

Tinggalkan Balasan