Advertisements
Yamaha WR450F 2-Trac

Yamaha WR450F 2-Trac, 2-Wheel Drive Sensation!

2-Trac: How It Works?

 

How It Works?

 

Yamaha WR450F 2-Trac

 

Berbeda dengan sistem all wheel drive atau 4 wheel drive (modern) di dunia roda 4 yang dipenuhi sensor & komponen elektronik, sistem kerja 2WD di Yamaha WR450F 2-Trac (sebenarnya) masih sangat sederhana. Power mesin yang sampai ke transmisi, nantinya akan dipecah menjadi 2 jalur, untuk ban depan & belakang.

 

 

Jika menganggap ban depannya diputar menggunakan susunan gear atau rantai, salah banget Bro! Power untuk memutar ban depan mendapat perlakuan yang jauh berbeda. Yamaha WR450F 2-Trac menggunakan sebuah pompa hidrolik bertekanan tinggi yang disalurkan lewat selang hidrolik khusus (lihat selang di gambar suspensi depannya).

Hidrolik bertekanan tadi kemudian digunakan untuk memutar ban depan yang telah dibekali tromol dengan susunan gear khusus.

 

Yamaha WR450F 2-Trac

 

Setelah memutar ban depan, tekanan tersebut bakal kembali ke pompa hidrolik untuk mengulang siklus yang sama. Begitu seterusnya. Nah, karena keterbatasan tekanan itulah, Yamaha mengklaim ban depannya tidak bisa menghasilkan putaran yang sama seperti halnya ban belakang, alias cuma 15% powernya nya saja.

 

Yamaha WR450F 2-Trac

 

Kerennya, produsen garputala telah membekali Yamaha WR450F dengan sebuah patent mekanisme khusus yang bisa membaca pergerakan roda belakang. Ketika ban belakang motor trail tersebut slip karena kehilangan traksi (di pasir, lumpur, atau sejenisnya) – mekanisme tersebut bakal mengalihkan transmisi untuk mengaktifkan pompa hidrolik memutar ban depan.

Gokilnya lagi, kinerja tersebut diklaim Yamaha mampu menyesuaikan pergerakan ban belakang dengan sangat presisi, efeknya distribusi power diklaim selalu merata.

 

 

Jadi nggak bakal ada lagi kasus ban belakang spinning karena kehilangan traksi di kondisi jalan ekstrim, karena penggerak roda depan bakal segera membantu mendapatkan traksi tambahan. Sekilas, persis banget sistem 4WD di SUV yang doyan main lumpur. Bahkan, Yamaha juga mengklaim sistem ini efektif banget digunakan di kondisi trek menanjak – karena distribusi torsi yang tersalur sempurna di kedua rodanya.

Nah, jadi masuk akal kan kenapa teknologi ini digunakan di motor trail & dual-sport?

 

 

Advertisements

14 comments

Tinggalkan Balasan