Yamaha QBIX

Yamaha QBIX, Skutik Potensial Korban Kipas-Kipas Dollar?

Apa yang membuat skuter matik penuh potensi seperti Yamaha QBIX sampai saat ini belum bisa hadir ke Indonesia? Efek kipas-kipas dollar?

 

 

Gertakan Yamaha Thailand di segmen skuter matik fashion memang luar biasa.  Mereka sukses mendevelop sosok Yamaha QBIX, yang nggak cuma lebih keren dari Fino Grande, tapi juga lebih menggoda dibanding Honda Scoopy eSP. Jika Brosist adalah salah satu fans roda 2 yang setuju dengan kalimat diatas, maka bersedihlah. Karena Yamaha Indonesia sepertinya memiliki pendapat yang berbeda 180°…

 

Yamaha QBIX

 

Awal 2017 lalu, Honda memperkenalkan Scoopy eSP R12 yang langsung ngehits, dan jadi salah satu motor terlaris di Indonesia. Selang beberapa waktu kemudian, Yamaha Thailand melakukan serangan balik dengan merilis Yamaha QBIX – skuter matik 125cc yang bahkan mampu membungkam Honda Scoopy terbaru, baik secara spek, fitur, maupun sisi teknis.

Sementara Yamaha Indonesia? Well, pastinya bakal tenang-tenang saja. Karena menurut mereka Yamaha Fino Grande tetap dan masih lebih superior. Jangankan dibandingkan Scoopy, skuter matik berdesain lampu ala jilbab ini bahkan lebih baik dibanding QBIX sekalipun!

 

Yamaha QBIX

 

Memangnya, apa yang spesial dari Yamaha QBIX Kang Eno? Jika dibanding Scoopy eSP, jelas lebih spesial! Pertama, adalah desainnya. Seperti yang bisa Brosist lihat sendiri, Yamaha QBIX hadir dalam balutan desain “boxy” yang unik, anti-mainstream, dan (somehow) berbeda dengan kebanyakan skuter matik Yamaha sebelumnya yang mengarah ke konsep sporty. And you know what, they did it brilliantly!

 

Yamaha QBIX

 

Menemani desain yang unik, eyecatching & anti-mainstream, sektor detail pun dibuat nggak kalah mengesankan. Yamaha QBIX menggunakan velg 12 inci dipadu ban tapak lebar yang membuat tampilannya makin imut. Nggak ketinggalan, speedometernya juga sudah menggunakan tipe full-digital, plus stang bergaya ala motor sport. Asli, keren banget nih!

 

 

Tapi, tetap bukan lawan bagi sang maha-scooter, Yamaha Fino Grande. Velg 12 inci? Buat apa? Fino Grande punya velg terbaik, terkokoh, dan paling eksotis di dunia. Entah sudah berapa kali produsen velg kenamaan seperti Marchesini gonta-ganti model sejak 1 dekade silam… Sementara Yamaha? Saking perfectnya, buat apa diganti model baru?

 

Yamaha QBIX

 

Sementara sektor mesinnya, Yamaha QBIX menggunakan mesin Blue Core 125cc yang sekilas identik dengan Fino Grande. Mesin yang punya spesifikasi 125cc, SOHC 2-Valve, Air-Cooled, Blue Core ini diklaim mampu memuntahkan power maksimum 9,5 HP @ 8.000 RPM, serta torsi 9,6 N.m @ 5.500 RPM. Lebih bertenaga dibanding Scoopy eSP yang (sudah EA’s Blog buktikan sendiri) lemah dari sisi power mesin!

Tapi, skutik Thailand tersebut jelas nggak ada apa-apanya dibanding Yamaha Fino Grande. Selain sudah dibekali velg terbaik di dunia, Fino juga dibekali mesin lebih baik! Meski secara spek mesin keduanya bak pinang dibelah kampak, tapi jangan samakan kualitasnya Bro!

Mesin Fino diproduksi oleh Yamaha Indonesia yang telah berpengalaman ekspor mesin superbike Yamaha R25 – spek khusus kipas-kipas dollar lho!

 

Yamaha QBIX

 

Balik ke Yamaha QBIX, kabar baiknya seakan ada lagi, dan lagi. Nggak habis-habis! Brosist juga masih bisa menemukan seabrek fitur menarik lain seperti Smart Key System, Answer Back System, Stop & Start System, Power Charger, Headlamp LED unik, serta Bagasi 22,5 liter yang diklaim mampu menampung 2 helm sekaligus.

Poin plus selanjutnya, Rem Antilock Brake System (ABS) pun sudah disematkan untuk menambah unsur safety bagi pengendara. Ini jadi yang pertama di segmen skutik 110-125cc ASEAN!

Meskipun bukan fans berat skuter matik, tapi secara konsep & detail saya nggak meragukan sosok Yamaha QBIX. Skutik 125cc ini bahkan lebih menarik dari Scoopy eSP! Dan jangan lupa, skutik Honda tersebut juga sempat dapat jempol dari EA’s Blog lho!

 

 

Satu hal yang jadi pertanyaan besar adalah, kenapa sampai saat ini Yamaha Indonesia belum bisa memproduksi QBIX secara mandiri di Tanah Air? Karena buatan Thailand? Ah, nggak ngaruh! Dari kasus sebelumnya, Yamaha Xabre & Aerox 155 VVA sukses diboyong dari Yamaha Thailand & Vietnam kok! Lantas, apa yang dipikirkan oleh Yamaha Indonesia?

Dilihat dari gelagatnya, mereka nggak butuh skuter matik yang benar-benar punya potensi besar untuk membangkitkan Yamaha di segmen skutik dibawah 20 jutaan. Buat apa? Produk ekspor Yamaha sudah cukup untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan, cukup untuk membungkam dealer, cukup untuk membayar tulisan berjudul kipas-kipas dollar.

 

Yamaha QBIX

Hipsters mana yang nggak ngiler?

 

Lagipula, coba lihat kasus terlambatnya Yamaha Fino diboyong ke Indonesia beberapa tahun silam (yang akhirnya kalah start oleh Scoopy)? Ya, efeknya sampai sekarang Yamaha Fino masih jadi yang paling super-duper-hyper perfect, dan jadi produk yang paling terlaris di Indonesia*.

*di kelas yang cuma diisi Fino.

 

 

34 comments

  • Berhebz

    Another day, another stupidity, another sarcasm…
    Kira² apa ya penyebab sebenarnya matik kayak gini gak masuk Indon? Tidak adanya approval dari iwata kah? Atau mungkin yimm memang gak minat dan ndableg masih mau miara si fino yang… “hopeless” terhadap dominasi skupi…

    • Pertanyaannya, mau jualan produk yang bener bener bakal laku cenderung laris, atau mau jualan produk idealis yang mungkin gak bakal laris?

      Kalau gw jadi yamaha, gw butuh produk yang bakal naekin MS, bukan yg jadi cost burden.. Unless, itu produk buat kipas kipas dollar.. Gak laris di sini tapi production cost ketutup ekspor..

      Tapi yg begini gak bikin dealer lokal sejahtera, yg Ada mumet kudu dijual tapi demand sedikit wkkww..

      http://kobayogas.com/2018/01/06/modal-14-juta-bisa-bikin-yamaha-vixion-jadi-honda-cbr250rr-ediann/

      • Gak ada yg abadi

        Kalo saya yg jadi yimm saya akan berhenti jualan motor dan beralih jadi blogger yg khusus memberitakan kebaikan dan ke unggulan produk ahm. Gak usah capek2 tinggal copas artikel sana sini rekening bisa ngisi sendiri.

      • Polmas

        Komentar atas gw bener juga, kayak iwb-satar ya brow

      • ockta

        setuju kang, kalo cuma asal masukin motor buat bikin hitz doank tp ngeberatin pabrik, percuma.. mereka bakal lebih fokus buat produksi nvx series dan max series yang jelas laku, kasus grand filano, kasus tricity, kasus xabre. kapasitas produksi yamaha cuma 2 pabrik, sebelah 5 pabrik, investasi pabrik baru triliunan, mau bep kapan? kalo seelah dealernya aja udah puluhan ribu.. kapasitas produksi gede bisa terserap semua.. laa kalo yamaha, pabrik baru, belom tentu semua priduksi terserap dealer. dari dealer belom tentu terserap konsumen, belom ngandelin 3s yang ada, mpot mpotan..
        angka market share 80 persen bukan tanpa effort kang..

    • Gina3699

      Bhuahahahahaaaaa……
      Sumpah parah bener kamu EN, mana pake tanda bintang kecil pula…. Sarkas terbaik diawal tahun 2018 ….
      Hahahahahahaaaa…
      Dg ini ane nobatkan artikel ini
      adalah masuk jajaran artikel berbobot,
      plus Comedy,
      plus SANGAT
      SANGAT RAHASIA ( TOP SECRET )..
      ala warung tetangga yg terkenal legendaris
      diseluruh dunia tentang teori konspirasi
      ( http://www.IndoCropCircles.com )
      Salam dari zuragan keris empu garing & juragan auto haram motor amplas….!!!!!
      Ngah..ngah…….

  • Shinley

    Peg yg terlalu perfect, saya setuju

  • D als

    membayar artikel kipas kipas dolar sepertinya ini mengarah ke…. ah sudahlah…

    • Gak ada yg abadi

      Nah ini jadi rancu, bisa berakibat fitnah, kalo cuma pandangan si penulis dan katanya – katanya tanpa bukti. Sebaiknya kalimat ini d hilangkan untuk menghindari hal2 yg negatif.

      • enoanderson

        Lho, bisa saja buat bayar artikel ini kan? Kan judulnya juga ada ‘kipas-kipas dollar’…?

        • Gak ada yg abadi

          Itu kan pikiran anda sebagai penulis, pikiran tiap orang yg baca kan beda2. Tergantung dari jok mana dia naik motor.

          • Alsylend

            Ha?

            Serius nih

            Pikiran orang yg baca tergantung dr jok mana yg dia tunggangi?

            Jadi klu gw terlanjur beli motor produk A… berarti gw harus anggap produk A paling baik dan produk B C D jelek semua?

            Asli ngakak
            Wkwkwk

            Ibarat beli krupuk
            Dr luar terlihat renyah
            Tau nya mlempem

            Tp karena udah beli drpd malu
            Makan krupuk mlempem sambil bilang
            “Ini kerupuk paling renyah dan enak” selain ini mlempem!

  • Rondoroyal

    “Tapi, tetap bukan lawan bagi sang maha-scooter, Yamaha Fino Grande. Velg 12 inci? Buat apa? Fino Grande punya velg terbaik, terkokoh, dan paling eksotis di dunia. Entah sudah berapa kali produsen velg kenamaan seperti Marchesini gonta-ganti model sejak 1 dekade silam… Sementara Yamaha? Saking perfectnya, buat apa diganti model baru?”

    Tsadeeeeessssttt
    Velg antique

  • yoto

    Kalo masuk kesini kang juga nggak ngaruh sama MS Yamaha, paling mentok cuma ganggu Scoopy nggak sampai ngalahin Scoopy, kenapa w bilang nggak akan mampu, karena Scoopy udah terlanjur sangat kuat disini, baik nama Scoopy dan tentunya Honda jadi maknet tak terbantahkan dan satu lagi harga second motor. Lagian desain ni motor juga nggak semua suka, mungkin Yamaha udah belajar dari kasus xabre yang kang Eno bilang keren nyatanya cupu di penjualannya

    • enoanderson

      Kalau begitu logikanya, berarti nggak perlu NMAX, bentar lagi juga kalah sama PCX. Gak usah jualan di Indonesia, toh gak menang2 lawan Honda.

      • yoto

        W ngomong gitu karena liat MS xabre kang, disono emang digemari lah disini dicaci maki, desain boleh nyeleneh asal jangan kebablasan, dan paling penting Kenapa susah (nggak x) produksi lokal karena management penjualan Yamaha payah, nggak kayak dulu

  • Kato

    Entah kenapa sejak pergantian petinggi (yg sekarang pindah ke Cargloss),keputusan atau produk yg diluncurkan selalu mblegedes, cuma emex semex yg sukses,lainnya …… (isi sendiri sesuai uneg2) bahkan Vixion yg dulunya superior disegani sekarang cuma jadi produk modifan pegawai SPBU

  • Commoner

    Pedas banget kritiknya, khas blog ini. Hehehe.

  • Ken

    Setuju
    Padahal nungguin 1

  • Jaka

    Sepertinya YIMM menunggu keajaiban supaya produk-produknya laris, cukup dgn produk ala kadarnya. bisa saja suatu saat konsumen Indonesia pada “Sadar” dan produk YIMM jadi laris manis mengalahkan MS AHM dgn produk ala kadarnya tersebut, yg ala kadarnya aja laris manis koq di Indonesia ? ngapain repot-repot ?

    “YIMM Logic”

  • Kapten Jack

    Waaaaaaahhhh… Sarkaaaaaaaassss… Huahahahahahahaahahahahahahahahahahhh

  • Lord Duarte

    Yakk mantap sekali. Saya benar2 suka tulisannya. Lanjutkan sarkas anda bung eno! Saya akan terus mendukung artikel yang seperti ini! Demi produk pabrikan yang lebih REVOLUSIONER! Hehe.

    Kalau boleh sekalian sarkas Honda juga kenapa ga boyong Zoomer X kemari. Saya sudah bosan sama dua pabrikan ndableg ini yang keluarin metik itu2aja. Sekalinya keluarin yang berbeda malah nyeleneh, sambut saja Honda dengan BeAT Streetnya, dan Yamaha dengan X Ride terbarunya, yang dari segi penampilan JAUH KEREN dari Honda Zoomer & Yamaha Qbix.

    Salam

    • robotic_munky

      kayanya zoomerX buat kuncian ahaem kalo2 YIMM ngeluarin matik nyentrik deh. line up skutik ahaem <20jt udah lengkap banget kok, n smuanya produk laris, kalo diisi zoomerX pasti makan MS nya scoopy.

      bisa kok zoomerX dijual pasang harga se vario125, jadi paling cuma makan sedikit MS scoopy n vario125, itungannya jual iseng sih, saya sih masih minat kalo ahaem berani pasang sgtu (eh udah indent picex ya…)

  • wkwkwkwk Sarcas khas EASblog, Yamaha terlalu focus sama Maxi 20ribuan unit perbulannya, sehingga Beat semakin 2juta unit didepan…

  • a

    hahaha manajemen yamaha yimm harusnya dipecat semua tuch,penjualan mulai 2013 yg 32 % makin nyungsep 2017 cuman 19 %

  • sanjaya

    thailand emang totalitas klo develop produk,joz gandos ,kualitas juga lebih bagus dari indo,contoh satria f temen aku baut/mur di blok mesin ada seri nomer dan anti karat,design motornya juga keren keren .

  • Anonimouse

    Jirr..kampret kang eno, tulisan “pujian” untuk yamaha fino khas kang eno kagak ada duanya, ngakak abis ane..

  • Click!

    Aseli.. Kalo ini motor dijual di Indonesia, ane salah satu yg bakal jebol tabungannya.
    Bener2 unik..

  • GeGe

    bahas skutik entry level kok bicarain power gimana toh kan eno? ya ga penting lah…

  • Bru

    Yeah EA memang bener2 mind blowing artikelnya. Tp AHM&YIMM adalah kembar bedarrupa yg tidak akan seperti sodara mereka di belahan Thailand & Japan, u know lah. Moneymaker is everything than idealism.
    btw serius yak finogrande spek ajib kok saya jadi pgn jandanya 😮

  • novatax

    Saya lbh ke gambaran luasnya. Apa sih yg membuat pabrikan memilih Thailand utk produk “wow” begini? QBIX, CB150ExMotion. Masak kita kebagian CBR250RR aja? Dari dulu lho ini, Thailand selalu yg pertama.
    Apa krn kita begitu “polos” nya dikasih apapun dibeli, mau upgrade signifikan pada komponen/performa seolah bonus, cuman ganti stripping ttp dibeli, sementara disana permintaan akan produk baru lbh kritis dan didukung SDM pabrikan yg lbh kreatif?

  • dakdikduk

    Menarik desainnya ya kang. Mungkin bisa lebih menarik motor dengan desain seperti ini bertenaga nuklir. Sangat efisien dan wow! Cocok dipakai properti syuting starwars nih! Atau mungkin harus ada edisi livery / grafis starwars!

  • Mang saka

    https://sakahayangna.com/2018/01/09/review-oli-mobil-gulf-max-sl-10w-40-di-jupiter-z/

    Eduunn tabokannya kena pisan euy.. Peureus.. Ngoahaha..
    Mantaaafff mang eno.. Lanjutkan..

  • lah lah, harusnya YIMM masukin ini, bukan malah masukin lexi :\ cabe deh

Tinggalkan Balasan