Mesin Berpendingin Udara vs Radiator

Logika Indonesia: Motor Berpendingin Udara = Lemot

Sejak perkenalan Yamaha Vixion lebih dari 1 dekade lalu – di dunia motor batangan – kita lebih mudah menemukan motor berpendingin cairan (radiator) dibanding berpendingin udara tradisional. Apa yang salah dari motor air-cooled, karena lemot?

 

 

Ya! Sejak generasi Yamaha LC4V membius konsumen Indonesia dengan motornya yang berperforma menawan. Sadar akan potensi penggunaan radiator di sepeda motor, pada akhirnya semua pabrikan pun ikut serta mengembangkan motor berpendingin cairan. Faktanya, saat ini tipe mesin berpendingin cairan malah bukan cuma digunakan di segmen sport semata lho, tapi juga merembet ke motor bebek, ayago, hingga skuter matik.

Berarti mesin berpendingin udara beneran lemot dong, Kang Eno?

 

Mesin Berpendingin Udara vs Radiator

Perbedaan secara tampilan sudah jelas banget kan? Tuh diliihat aja lewat 2 gambar mesin 150cc diatas…

 

Jika komparasinya dibatasi berdasarkan kapasitas mesin (150cc contohnya), jawabannya jelas. IYA. Case closed. Tapi motor di dunia ini bukan cuma 150cc doang kan? Gimana kalau kita bandingkan secara harga? TVS Apache RTR 200 mengusung mesin 200cc berpendingin udara (plus oil-cooled) – meskipun koplingnya busuk, tapi performanya jelas diatas sport 150cc liquid-cooled manapun yang harganya setara.

Komparasi mencari kelemahan seperti ini endingnya cuma menghadirkan debat kusir – which is menurut guru IPA saya dulu, useless & nggak ada gunanya.

 

Berpendingin Udara atau Cairan?

 

 

Ada banyak kelebihan & kekurangan yang dimiliki mesin berpendingin cairan, begitupun untuk mesin berpendingin udara. Dan yang lucu – dalam parameter perbandingan yang sama – keduanya justru terasa saling melengkapi satu sama lain.

 

All New Suzuki Satria F150 Injeksi

 

Menurut pengalaman EA’s Blog selama ini, mesin yang dibekali radiator punya keunggulan mutlak berupa toleransi lebih tinggi terhadap panas mesin, lantaran punya pendingin ekstra: Coolant Radiator. Ini artinya, mesin bisa didevelop untuk memiliki kerapatan celah antar part mesin lebih advanced, rasio kompresi lebih besar, serta putaran mesin (RPM) yang lebih tinggi.

Nah, karena ada rumus mesin sederhana berbunyi “Higher RPM = Higher Power”, itu artinya mesin yang dibekali radiator (pendingin cairan) sejak lahir punya takdir untuk jadi motor yang berperforma lebih tinggi. Cocok untuk kalangan karakter konsumen Indonesia yang gemar membandingkan motor lewat spek brosur pabrikan.

Dari sisi minusnya, mesin dengan radiator pasti bakal overheat jika salah satu bagian dari pendinginan bermasalah. Dan oh ya! Mesin ini juga memancing debat kusir antara golongan fansboy coolant vs fansboy air bekas AC vs fansboy air ledeng.

 

Mesin TVS

 

Tapi jangan salah, motor yang dibekali pendingin udara juga punya keunggulan mutlak tersendiri lho. Ya! Tipe mesin ini punya simplisitas tinggi, lantaran punya part mesin yang jauh lebih sedikit. Di motor berpendingin udara, kita nggak bakal menemukan waterpump, thermostat, water jacket, radiator segede gaban, kipas radiator, dan lain-lain. Efeknya, tipe mesin seperti ini punya cost produksi yang lebih rendah, sehingga harganya nanti bisa ditekan (murah).

Selain itu, lantaran minus part-part pendingin cairan yang disebutkan sebelumnya, tipe mesin ini juga jadi lebih bandel & minim perawatan. Cocok untuk kalangan yang suka membanding-bandingkan ketangguhan mesin lewat keyboard smartphone di dunia maya.

Sisi minusnya, tipe mesin ini lebih berisik dan lebih lemot. Plus, jika (amit-amit) nantinya motor produksi dibatasi cuma sampai kapasitas 150cc, well, bad news!

 

Tech Talk

 

Mesin Berpendingin Udara vs Radiator

 

Bohong kalau disini cuma bahas komparasi teknikal yang memancing fansboy. Karena ini waktunya kita bahas poin kelebihan & kekurangan kedua tipe mesin ini secara teknikal… Yes, Tech Talk! EA’s Blog coba bahas semuanya secara simpel dan disertai contoh, supaya (semoga) lebih gampang dimengerti.

 

– Dalam kondisi bekerja, mesin berpendingin cairan punya range temperatur yang lebih teratur. Kalau kepanasan sedikit saja, maka seperti ini siklusnya: sensor thermostat membaca suhu (kepanasan) > memberikan sinyal meminta kipas radiator menyala > kipas menghisap hawa panas di radiator > radiator beserta coolant di dalamnya berangsur dingin > coolant bersirkulasi mendinginkan mesin.

– Dalam kondisi bekerja, mesin berpendingin udara punya range temperatur mesin yang lebih luas. Untuk menghindari overheat yang membahayakan mesin, tipe mesin ini punya celah & kerapatan antar part yang lebih renggang dari mesin berpendingin cairan. Makanya, dalam kondisi standar tipe mesin ini punya power rendah, tapi plusnya susah banget overheat.

– Dengan spek serupa, mesin air-cooled lebih berisik dibanding mesin liquid-cooled.

– Mesin berpendingin cairan lebih senyap lantaran punya water jacket, which is juga berfungsi sebagai penyerap suara.

 

 

– Dalam parameter yang sama, mesin berpendingin udara punya kadar emisi gas buang yang lebih tinggi – disebabkan membutuhkan komposisi campuran BBM yang lebih banyak, untuk membuat ruang bakar mesin lebih dingin.

– Sebaliknya, mesin berpendingin cairan punya saluran pendingin yang melewati head-cylinder. Ditambah dengan adanya kontrol suhu lewat thermostat, membuat tipe mesin ini punya kontrol temperatur yang lebih baik di ruang pembakaran – yang bakal membuatnya lebih efisien dan lebih bersahabat soal emisi berbahaya.

– Mesin air-cooled punya rasio kompresi mesin & putaran mesin lebih rendah karena membutuhkan toleransi kerapatan antar part yang lebih renggang. Hal sebaliknya berlaku untuk mesin liquid-cooled.

– Pengembangan motor berpendingin cairan dewasa ini berlangsung lebih cepat, lantaran masing-masing produsen membutuhkan solusi mendapat power lebih besar, tanpa mengorbankan standar emisi gas buang yang makin ketat.

– Meskipun demikian, mesin air-cooled tetap bakal kita temui di genre motor dual-sport (mesin tangguh), cruiser (high torque), serta classic (ya iyalah).

– Mesin berpendingin udara lebih minim perawatan karena nggak perlu ganti cairan radiator secara berkala, nggak perlu cek waterpump, thermostat, dan nggak perlu bersih-bersih kipas radiator.

 

 

So, dari pembahasan diatas kita tentu bisa ambil kesimpulan… Pertanyaan yang tepat bukanlah “mana yang paling bagus, Kang Eno?”, tapi “mana yang paling cocok untuk saya, Kang Eno?”.

 

 

30 comments

  • Berhebz

    Saya lebih prefer ke liquid-cooled engine sih… performanya secara umum lebih tinggi dibanding motor air-cooled dengan asumsi spek cc, dsb. sama. Dan karena kebutuhan perawatan yang lebih, motor jadi bisa lebih sering dimanja…

    Bagaimana dengan penggunaan kontak konvensional vs. keyless ignition? Apa benar keyless mutlak lebih unggul?

  • Gondes12

    Air cooled engine gampang perawatan dan simpel,,walau performa kurang

  • topman

    kangen mesin scorpio…. gatel pengen nemplokin ke bodi xabre

  • yoto

    Kang Eno kenapa komparasi pake mesin Verza, jelas2 Verza motor bukan mesin high performance, coba pake mesin satria karburator dah keok tu mesin Vixion old, kan mesin satria karburator air and oil cooler bisa masuk bahasan dong
    Sebagai pemakai satria karburator yang notabene mesin air and oil cooler ane gak terima harus kalah sama mesin liquid cooler karena selama ini ane ngamplengi pengguna Vixion dan bejaban pengguna CBR ob
    Suara mesin satria w juga gak terlalu berisik, samalah sama Vixion, itu pas sama2 mesin kondisi sehat

    • P

      Satria itu semi mas, klw dibahas banyak kekurangannya, mesin berisik di service besarpun suara berisiknya akan tetap ada karena oil cooled (buat motor speed tekhnologi ini terlalu jadul) buat trek pekerja lari sih enak tapi kalau sering jauh seperti kurir pasti mesin lemot dan banyak jajan

    • Tukang awut-awut

      Jgn berdebat mas broo..
      Lirik MotoGP adakah mesin yg pake air cooler ??
      Insinyur pembuat nya jauh lebih punya ilmu mengapa motor prototipe motogp tidak menggunakan air cooler , MotoGP adalah kiblat mesin roda 2 sejagat mas broo.. ciaooo
      Muehehehe..

  • Telo

    Lebih cocok ke pendingin udara.. simpel, klasik, pengen kenceng oprek lagi.. kalo perlu kanibal part..

  • Owner Maspion

    Saya benci air cooler karena teramat panas dan membuat pengendara harley yang touring jadi harus ngebut dan arogan untuk mengurangi panas mesin.
    Wkwkkwkwkw kidding kang eno

    • Medimore

      Harley double cooler bro
      Air cooler + water cooler

      Demi mempertahankan kegagahan mesin besar ny mereka tetep memakai sirip sirip yg bikin kesan gede tu mesin
      Coba bandingkan dengan mesin water cooler
      Kecil dan terkesan kurang gagah

  • Gobleh

    Poinnya yaitu kalo mesin air cooled tenaganya mau sebesar mesin liquid cooled, kubikasinya harus lebih besar. Gitu kang?

    • enoanderson

      Betul, dan endingnya harganya bisa setara. Plus (pastinya) torsi lebih gede

    • Tukang awut-awut

      Kesimpulan nya begitu mas broo..
      Tapi bukan sekedar CC banyak part Laen yg mendukung .
      Kiblat motor ada pada Motogp silahkan dicerna adakah mesin motogp air cooler ???

      • Skidrow

        Halah, emang MotoGP tahan komuter ? Sesuai penggunaan dong mas bro, kalo mau balap emang kiblatnya MotoGP, tapi kalo mau komuter ? Touring? JJS? Yakali semua kiblatnya sama heheheh

        • Tukang awut-awut

          Bro skidrow 18andlife
          Muehehehe…
          Kita sedang bahas motor hi perfomance mas berrrooo dgn efisiensi lebih isi artikel kang Eno begitu bunyinya .
          Lihat koment ane yg paling atas sampe bawah mas berrrooo… Biar ente paham
          “Inget mas berroo ga perlu debat kusir udah dikutip sama kang Eno intinya mesin air cooler lemot”
          Nah..

        • klo tujuannya untuk less maintenance jelas air cooled lebih baik tp klo mw sedikit kencang + lebih dingin + agak repot ama radiator ya water cooled

  • Greenwood

    Ane pilih air cooled kang, tetep kenceng kok kang tuh RC166 kenceng juga

    • Tukang awut-awut

      Rc166 jadul mas berroo..
      Selera itu masing2 pribadi tapi penggunaan teknologi terbaru lahir untuk mengatasi masalah yg sudah ada .
      Para incingurr selalu melakukan pengembangan untuk hasil efisien dan lebih superior dari generasi terdahulu .
      Keep semart mas broo dan keep moving
      Muehehehe

    • Greenwood

      Hitung aja power per liter nya, udah kaya mesin modern, VE nya juga ideal. Kalo ga gitu ga menang lawan 2t

      Ane juga pilih water cooler, ane cuma ngasi tau, ngga semua air cooled itu lemot n ga bisa buat balap

      • Tukang awut-awut

        Tapi kesimpulan nya mesin air cooler lemot mas broo..
        Silahkan cari perbandingan dgn spek teknis yg sama/berimbang mas berroo kan udah dijelasin sama kang Eno di atas .
        Jikalau seandainya barangkali mesin air cooler lebih kencang bukan ga bisa kencang dari mesin oil cooler pastinya incingurr mesin prototipe motogp pasti menggunakan mesin air cooler mas berroo..
        Dicerna dulu mas berroo isi artikel dan koment ane .
        “Ga perlu debat kusir pada intinya mesin air cooler lemot”
        Muehehehe…

        • pelawak

          ceuk kang eno
          “Komparasi mencari kelemahan seperti ini endingnya cuma menghadirkan debat kusir – which is menurut guru IPA saya dulu, useless & nggak ada gunanya.”
          ya yang dibahas itu apa dulu, bawa motor kan gak terus2an geber2an, moto gp ya gak bisa juga dijadiin patokan itu motor dalemannya banyak yang magnesium yang udah kebukti ringan + kuat tapi cemen sama korosi makanya buat peruntukan motor2 road legal yang pake part magnesium itu gak sebanyak yang dimoto gp,
          Dicerna dulu mas berroo isi artikel
          Muehehehe…

  • Bachtiarr

    Pribadi sih lebih seneng air cooled , seneng aja, pernah punya jupi mx, waktu bongkar cover body isinya awut”an, ada selang kesana kemari, yg saya suka dari air cooled itu mesinnya bagus kalo di expose, apalagi dibuat modif motor klasik,

  • untuk harian mendingan air cooled lebih simple, klo mw performance bike jelas water cooled, kasih rasio tinggi, bore up + stroke up, klo 150cc overstroke kek MX King kasih big bore, kopling pake R155 VVA, TB FU Injeksi, Injektor CBR250R, Piggyback ato ECU resing, Radiator FU Fi. Joss dah…

  • Motul

    Mantap kang pembahasan yg bermutu. Pertahankan kang

  • Yang saya mau tanyakan apakah mesin bependingin angin sepoy2 ketika temperatur mesin panasnya berlebih memang ada penurunan performa / loyo? Atau bisa dikatakan lebih mudah overheat?

    • dakdikduk

      Mesin memiliki range temperatur kerja tertentu untuk memberikan performa yang efektif dan efisien. Berapa range temperaturnya? silahkan di googling yah, saya hanya menjelaskan secara prinsip. Problemnya, ketika kurang dan atau melebihi range temperatur tersebut bisa dipastikan akan berpengaruh pada performa mesin itu sendiri. Saya lebih suka untuk menyebut fenomena ini sebagai penyusutan performa, hal ini berlaku untuk tipe mesin aircooled ataupun watercooled.

Tinggalkan Balasan