Advertisements
TVS Apache RR 310 - Main 2

TVS Apache RR310 ke Indonesia, Antara Dilema & Realita…

TVS Apache RR310 bakal jadi next korban gokilnya pajak motor mewah, serta pengaruh kuat produsen Jepang di Indonesia… Sekaligus sedikit menggambarkan, kalau nggak semua motor khusus didevelop untuk pasar tanah air.

 

 

Kehadiran TVS Apache RR310 membawa persaingan produsen roda 2 India ke level yang lebih tinggi TVS Apache RR310 membawa persaingan produsen roda 2 India ke level yang lebih tinggi. Karena selain punya banderol yang bersaing, sportbike India rasa Jerman ini juga punya tampang ciamik, detail eksotik, spek berkelas, serta mesin yang sama persis dengan BMW G310R Eropa.

 

TVS Apache RR310

 

Seberapa keren? Detailnya sudah EA’s Blog bahas di artikel sebelumnya kok! Sayang, saya sedikit pesimis sosoknya bisa hadir ke Indonesia dengan harga yang bersaing. Nih alasannya!

 

Pajak Barang Mewah

 

TVS Apache RR310

 

Sportbike ini mengusung mesin silinder tunggal, 313cc, yang penuh dengan citarasa Eropa. Well, itu karena sosoknya memang mencomot basis milik BMW G310R (Jerman), serta diplot untuk menyaingi Yamaha YZF R3, Kawasaki Ninja 400R, KTM RC390, serta Benelli 302S – which is merupakan produk pasar Eropa (dan India). Tapi sayangnya, ini juga yang menjadi kelemahan TVS Apache RR310 untuk pasar Indonesia!

Yup, itu karena sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 22 tahun 2014, Indonesia menerapkan tarif pajak penjualan barang mewah kendaraan bermotor – yang sebesar 60% untuk motor 250-500cc, serta 125% untuk motor diatas 500cc. Itu artinya, TVS Apache RR310 bakal terkena pajak barang mewah sebesar 60% tuh Brosist! Itu juga yang menjadi alasan produsen Indonesia lebih fokus di kelas motor 250cc…

 

TVS Apache RR310

 

Kalau dihitung-hitung, pajak penjualan barang mewah sebesar 60% yang dibebankan kepada TVS Apache RR310 bakal membuat harganya melejit. Jika memakai banderol harga aslinya di India (Rp. 43 juta), maka besar kemungkinan banderol OTR nya di Indonesia bakal menembus Rp. 90 jutaan! Alias lebih mahal 30 jutaan dari sosok sportbike 250cc laiknya New Ninja 250R & CBR250RR yang punya power jauh lebih besar.

 

 

Darimana hitungannya Kang Eno? Yuk, kita belajar sedikit…

Harga : Rp. 43.000.000

PPN 60% : Rp. 25.800.000

PPnBM 10% : Rp. 4.300.000

So, harga NJKB nya adalah Rp. 73.100.000. Tapi, mimpi buruknya belum selesai, karena harga ini belum OTR kayak di website pabrikan loh ya!

 

BBN KB (10% dari NJKB) : Rp. 7.310.000

PKB (1,5% dari NJKB) : Rp. 1.096.500

So, harga OTR nya adalah Rp. 81,5 jutaan! Itupun dengan catatan, TVS Indonesia nggak ambil untung sama sekali, alias rugi! Ditambah dengan keuntungan pabrikan & dealer? Silahkan dikira-kira aja… IMHO, bisa stay di harga Rp. 90 juta pas pun sudah bagus banget.

Kalau banderolnya sefantastis itu, siapa yang mau beli?

 

Keterbatasan Development

 

TVS Apache RR310

 

Sebelumnya saya sudah pernah berbincang langsung dengan salah seorang pejabat PT. TVS Motor Company Indonesia, yang menyebutkan pihaknya bakal berusaha memboyong Apache RR310 ke Indonesia, pasca rilis resmi di India. Bahkan, mereka juga mengutarakan minat untuk memproduksi unitnya di pabrik TVS Karawang, Jawa Barat, lho Brosist!

 

 

Akan tetapi, masalah di poin pertama tadi bakal membuat sosoknya ‘mubazir’ sekalipun hadir ke Tanah Air. So, apa jalan keluarnya menurut Kang Eno?

Satu-satunya jalan adalah menurunkan kapasitas mesinnya jadi 250cc, sehingga tak perlu khawatir soal pajak motor mewah di Indonesia yang keterlaluan mahalnya. Tapi, hal tersebut juga punya masalah tersendiri.

 

TVS Apache RR310 - Engine

TVS Apache RR 310 – Engine

 

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, TVS Apache RR310 menggunakan basic mesin yang mencomot dari BMW G310R. Bagaimana caranya TVS mendevelop mesin 250cc terbaru? Tentu sulit, karena BMW tak memiliki line-up sport berkapasitas mesin 250cc. Belum lagi ditambah dengan project development TVS India yang berjalan sangat lambat. Yup, butuh hampir 2,5 tahun untuk sekadar meng-copy teknologi BMW ke produk TVS Apache RR310!

Kalau diminta bikin platform mesin baru berkapasitas 250cc, bakal berapa lama lagi ya kita harus menunggu?

 

Penerimaan Brand TVS di Indonesia

 

TVS Apache RR310

Sekalipun dijual dengan banderol bersahabat, apakah mungkin bakal mampu menyaingi New Ninja 250R & CBR250RR?

 

Diluar 2 problem yang disebutkan di poin selanjutnya, masih ada lagi masalah yang hingga detik ini belum bisa dipecahkan oleh PT. TVS Motor Company Indonesia. Khususnya soal penerimaan motor TVS yang sangat rendah di tanah air. Kita ambil contoh produk flagship mereka saat ini di Indonesia, TVS Apache RTR 200 4V.

Streetfighter 200cc ini punya mesin yang lebih mumpuni dibanding sport 150cc asal Jepang (kecuali untuk koplingnya yang useless). Apache RTR 200 4V juga memiliki detail yang lebih ciamik, build quality jempolan, serta harga yang jauh lebih murah dari seluruh pesaing asal Jepang. Meski punya modal kuat dan bersaing dengan motor Jepang, namun sayangnya tak demikian yang terjadi dengan penjualannya dipasaran.

 

 

Secara penjualan, produk 150cc laiknya Honda CB150R Streetfire & Yamaha Vixion justru jauh lebih tinggi ketimbang TVS Apache RR310. Jangankan menyaingi, bahkan Sang Apache pun harus terseok-seok karena hanya laku beberapa unit saja perbulan – berbanding terbalik dengan pencapaian kedua pesaingnya yang mencatatkan ribuan unit penjualan per bulan.

 

TVS Apache RTR 200 4V

Jika melihat contoh kasus TVS Apache RTR 200 4V, jawabannya NO!

 

So, bukankah hal yang sama bakal terulang lagi jika TVS Apache RR310 dirilis di Indonesia? Yup, biar bagaimanapun bagusnya detail sang sportbike, konsumen bakal tetap memilih New Ninja 250R, CBR250RR, ataupun Yamaha R25 yang berbekal nama & ekosistem jaringan dealer yang jauh lebih luas.

Gimana menurut Brosist sekalian, pantaskah masuk ke Indonesia dengan banderol Rp. 90 jutaan? Atau justru mau tunggu versi 250cc yang entah kapan bakal meluncur?

 

 

Advertisements

15 comments

Tinggalkan Balasan