Advertisements
Rieju Century 125

Rieju Century 125, Yakin Nggak Naksir Mocin Jaman Now? 

Setelah seabrek Mocin retro, custom-classic, streetfighter, sportbike, hingga moge bertampang fantastis – kini kita bakal disuguhi Mocin dengan genre idola bikers jaman now: Rieju Century 125 Retro-Modern… Yakin nggak naksir Mocin Jaman Now? 

 

 

Rieju Century 125 aslinya adalah motor retro-modern dari Spanyol (Rieju) yang diekspor ke berbagai negara Eropa. Tapi, sebagian besar komponennya berasal dari Tiongkok. So, sesuai dengan asas sinisme yang kita dengar dari motor Benelli – which is punya kasus serupa – yang satu ini bisa disebut dengan Mocin.

Akan tetapi, kalau Brosist adalah seorang Mocin-haters, siap-siap deh buat gigit jari tetangga. Karena yang satu ini punya tampang & spek yang luar biasa fantastis.

 

Rieju Century 125

 

Rieju Century 125 berbekal konsep Retro-Modern, sama seperti Honda CB125R yang dirilis beberapa waktu lalu. Bedanya, Mocin rasa Spanyol ini punya tampang lebih retro, dan punya spek mesin lebih mumpuni. Yang satu ini memang mengandalkan sasis & mesin milik Mocin Mondial HPS125, tapi detailnya benar-benar memikat mata…

Coba lihat tangki yang dibentuk kaku laiknya motor custom di kontes? Lihat joknya yang dibuat memperhatikan kenyamanan boncenger, lihat knalpotnya yang bermodel dual-megaphone ala cafe racer lawas? That’s amazing!

 

 

Dan itu semua belum ditambah detail lain yang nggak kalah mentereng dari Honda CB125R sekalipun… Suspensi depannya menggunakan Upside down (41mm) dengan kaliper radial, suspensi belakangnya menggunakan dual shockabsorber remote-reservoir (tabung), swingarm alumunium, kaki-kakinya pakai velg jari-jari alumunium, piringan cakramnya sudah pakai tipe wavy-disc, ban menggunakan tipe on-off road,  lampu bulatnya bergaya retro dengan list silver, plus pelindung mesin alumunium.

 

 

Melihat Reiju Century 125 rasanya kayak lihat Aura Kasih pakai baju kodok ketat, sepatu kets, dengan rambut dikepang ala gadis 90’an… Yang nggak ngiler saya yakin cuma kaum penyuka warna-warni pelangi.

 

Rieju Century 125

 

Mesinnya juga nggak boleh dipandang sebelah mata. Meskipun cuma berkapasitas 125cc, tapi yang satu ini sudah menggunakan basis mesin yang sama seperti Aprilia RS4 125… Which is jauh lebih bertenaga dari basis mesin Sonic/CBR 125 yang kita temui di New CB125R. Mengusung spek 125cc, silinder tunggal (bore 58mm), DOHC 4-Valve, Berpendingin cairan – mesin yang satu ini diklaim mampu mengail power maksimum 15 HP!

 

 

Berbeda dengan mesin Aprilia RS4 & Tuono 125 yang diproduksi langsung di Italia, mesin Reiju Century 125 diproduksi via pabrik Piaggio China untuk menghemat ongkos produksi & menekan harga. Sementara speknya? Nggak ada yang beda kok! Sama-sama mampu berkitir tembus 11.000 RPM…!

 

Rieju Century 125

 

Meski baru hadir di 2018 mendatang, namun di pasar UK, Rieju Century 125 ini bakal dibanderol dengan harga £3,400 – atau bila dirupiahkan sekitar Rp. 61 jutaan. Mahal? Oke, disana harga tersebut jauh lebih murah dari Suzuki GSX-R125 (£3,999) lho!

Kebayang kan kalau ada produsen lokal (Viar atau Minerva) yang boyong Rieju Century 125 ke Indonesia dengam banderol 30-35 jutaan laiknya GSX-R150. Nah lho!

 

 

Advertisements

13 comments

  • dwi

    njiiiiir, motor cina “11.000 RPM” hahahahaha greget, mad dog approved

  • armandx3m

    Jaman now, jangan alergi dengan made in China. Bahkan yang merk asli Eropa dan Amerika pun sudah made in China

  • Ob

    Made in china buakn berarti barang nya gak berkualitas, karena di negara china ya bisa menyesuaikannya budjet, ada harga ada rupa lah, mau yang bagus mereka bisa bikin , mau yang keliatan bagus dengan kualitas seadananya juga jangan ditanya, semua tergantung yang mau ngeluarin duit
    Cuma pendapat pribadi

  • cak_warno

    Minerva masih belum bangkrut ya?

  • baby cheetah

    Rieju?
    Lebih naksir reiju vinsmoke

  • Nagasa

    Mocin g mslh kang klo kualitas mmg ok. Klo benelli mg kualitas ancur. Rem ga pakem, mesin keluar suara aneh2, power loyo. Hny opini pribadi berdasar pengalaman

  • Niemand

    Mocin kalau mau masuk pasar sini harus berani berhadapan dengan marketing sini yang sadis banget dalam melakukan black campaign(bukan negative campaign lagi), yang pasti harus banyak melakukan pembuktian bahwa kualitasnya setara bahkan melampaui produk jepang lain dengan harga yang setara bahkan yang diatasnya. Jika berani diuji konsumen langsung dan coba survive menghadapi hantaman marketing kompetitor dan edukasi produk, saya kira sangat menguntungkan buat konsumen dan menimbulkan iklim bisnis yang sehat. IMHO

  • ryan

    Nasib aura kasih di alam bawah sadar kang eno pasti mengenaskan.

Tinggalkan Balasan